Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Loading

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong.

 

Kupang | Nilai Tukar Petani Nusa Tenggara Timur (NTP NTT) tercatat mengalami penurunan pada periode musim hujan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya daya beli petani akibat tidak seimbangnya harga yang diterima petani dan biaya produksi yang terus meningkat. Penurunan NTP di musim hujan bukan fenomena baru di NTT, namun kembali terulang akibat kombinasi faktor struktural dan musiman yang belum tertangani secara optimal.

Penurunan NTP NTT pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46 atau turun tipis dibandingkan November 2025 yang berada pada angka 101,50 disebabkan karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi. Indeks harga yang diterima petani naik 0,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar meningkat 0,55 persen. Demikian disampaikan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, Senin, 5 Januari 2026.

Mencermati kondisi ini, lembaga swadaya masyarakat, Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) yang melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani di 30 desa di Timor Barat menyampaikan bahwa pada periode musim hujan (Oktober—Maret), NTP di NTT cenderung tertekan.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar pada Jumat, 9 Januari 2026 menyatakan, dari pembacaan lapangan CIRMA di Timor Barat, ada dua faktor utama yang berulang setiap tahun.

Pertama, masa tanam hortikultura utama sudah terlewat, sementara sebagian besar petani kecil masih sangat bergantung pada hortikultura musiman sebagai sumber pendapatan cepat. Ketika fase panen berakhir dan belum ada komoditas baru yang masuk siklus produksi, arus kas petani melemah, sementara biaya konsumsi dan kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.

Kedua, lemahnya sandaran komoditas non-hortikultura dan komoditas umur panjang di tingkat petani kecil. Ini membuat petani tidak memiliki penyangga ekonomi ketika hortikultura berhenti berproduksi. Akibatnya, pada musim hujan, petani berada pada posisi rentan: pendapatan turun, daya beli melemah, dan NTP ikut tertekan.

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong di Timor Barat berupa:

Diversifikasi sumber pendapatan petani. CIRMA mendorong petani tidak hanya bertumpu pada hortikultura musiman, tetapi mulai membangun portofolio komoditas non-horti dan umur panjang seperti pinang, kopi, kemiri, serta agroforestri berbasis lahan kering. Ini penting sebagai penyangga pendapatan lintas musim.

Penyesuaian kalender tanam berbasis iklim. Melalui Sekolah Lapang Iklim dan Serial Belajar Iklim, CIRMA membantu petani membaca pola hujan, menghindari salah waktu tanam, dan meminimalkan gagal produksi yang berdampak langsung pada NTP.

Penguatan kelembagaan kelompok tani. Ketika petani berkelompok dengan SOP produksi, pencatatan biaya, dan perencanaan tanam yang jelas, tekanan biaya bisa ditekan dan posisi tawar petani terhadap pasar menjadi lebih baik, meski di musim paceklik.

Pendampingan intensif, bukan kunjungan sesaat. CIRMA menggunakan pendekatan live-in dan pendampingan berkelanjutan agar petani mampu mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional, termasuk kapan menanam, kapan menahan jual, dan bagaimana mengelola pendapatan antar musim.

Mendorong komoditas sebagai tabungan jangka panjang. Komoditas umur panjang tidak kami posisikan sekadar tanaman, tetapi sebagai “aset hidup” rumah tangga petani yang kelak menjadi bantalan ekonomi saat hortikultura tidak lagi menjadi penopang utama.

Bagi CIRMA, penurunan NTP bukan sekadar isu statistik, tetapi cerminan rapuhnya struktur ekonomi petani kecil. Karena itu, intervensi dari pihak mana pun perlu diarahkan untuk memastikan petani tidak terus-menerus jatuh setiap musim hujan, melainkan perlahan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Apresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Umbu Wanda menyampaikan apresiasi kepada CIRMA yang menaruh perhatian kepada pembinaan dan pendampingan petani di Timor Barat.

“Pertanian mulai bergairah dari sisi ekonomi semenjak diterapkan program hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto dan Dasa Cita pembangunan dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dapat membangun kerja sama pentahelix mendorong sektor pertanian,” ungkapnya.

Ditekankan Joaz Umbu Wanda, ke depan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di NTT harus mulai melakukan proses pendampingan dan pemberdayaan dan menerapkan konsep pertanian cerdas atau smart farming dengan langkah mitigasi dan kolaborasi pentahelix.

“Kita inginkan semua lembaga swadaya masyarakat tak hanya melakukan pendampingan, namun perlu juga dilakukan pemberdayaan. Dan kami berterima kasih CIRMA yang telah melakukan proses tersebut,” tandasnya.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Musim Hujan Mundur, Waspadai Bencana Pada Masa Transisi Musim

    Musim Hujan Mundur, Waspadai Bencana Pada Masa Transisi Musim

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Awal musim hujan tahun 2019—2020 di Indonesia diperkirakan mengalami kemunduran dan akan masuk pada bulan November—Desember 2019 dan puncaknya diprediksi pada bulan Januari–Februari tahun 2020. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin, M.Si dalam Konferensi Pers bersama Pakar dan […]

  • Solmet Dukung Penuh Hak Prerogatif Presiden Pilih Menteri & Wakil Menteri

    Solmet Dukung Penuh Hak Prerogatif Presiden Pilih Menteri & Wakil Menteri

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Solidaritas Merah Putih Silfester Matutina mendukung penuh dan percaya pilihan Presiden Jokowi atas Menteri Menteri dan Wakil Menteri yang membantu beliau adalah yang terbaik dan tepat. “Kami Relawan tidak akan pernah masuk ke persoalan lain khususnya yang menjadi domain ranah Hak Prerogatif seorang Presiden dalam menyusun kabinet. Tidak ada […]

  • Garnita NasDem NTT Latih Merajut Perempuan GMIT Glorya Tuatuka

    Garnita NasDem NTT Latih Merajut Perempuan GMIT Glorya Tuatuka

    • calendar_month Rab, 6 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perempuan GMIT Glorya Tuatuka di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkesempatan memperoleh pelatihan merajut dari Garda Wanita (Garnita) NasDem NTT yang dihelat pada tanggal 2—3 Oktober 2021. Diinisiasi oleh DPW NasDem NTT bertajuk “NasDem Peduli” ikut membantu pemerintah dalam membangun kembali laju perekonomian masyarakat yang sempat terpuruk akibat bencana […]

  • BI Dukung Debut Padupadan Tenun & Innocentia di Ajang IFW 2023

    BI Dukung Debut Padupadan Tenun & Innocentia di Ajang IFW 2023

    • calendar_month Ming, 26 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Bank Indonesia Kantor Perwakilan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sponsor utama bagi Padu Padan Tenun di ajang Indonesia Fashion Week (IFW) 2023 di Jakarta Convention Center (JCC). Kolaborasi ini melibatkan desainer Erwin Yuan yang juga sebagai brand owner Padu Padan tenun serta Innocentia dari Maumere guna mengangkat tenun ikat Sikka dengan […]

  • Wisata Premium Labuan Bajo Harus Berbasis Pelayanan Premium

    Wisata Premium Labuan Bajo Harus Berbasis Pelayanan Premium

    • calendar_month Kam, 7 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Untuk mendukung Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super premium dibutuhkan infrastruktur telekomunikasi yang memadai,” ujar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat beraudiensi  dengan PT. Moratelindo di Ruang Kerja Gubernur pada Rabu, 6 Januari 2021. Gubernur VBL pun menegaskan, untuk mendukung pengembangan wisata premium Labuan Bajo harus berbasis pelayanan yang premium […]

  • Entaskan Kemiskinan Ekstrim di NTT, Ayodhia Beber Upaya Pemprov

    Entaskan Kemiskinan Ekstrim di NTT, Ayodhia Beber Upaya Pemprov

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake dalam sesi jumpa pers dan media gathering dengan media massa bertema penanganan stunting, kemiskinan, dan kemiskinan ekstrim, inflasi serta Pemilu 2024 di Nusa Tenggara Timur pada Senin, 22 Januari 2024 di aula Dinas Kominfo Provinsi NTT; menyoroti angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Dibeberkan Ayodhia, kondisi per […]

expand_less