Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
  • visibility 284
  • comment 0 komentar

Loading

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong.

 

Kupang | Nilai Tukar Petani Nusa Tenggara Timur (NTP NTT) tercatat mengalami penurunan pada periode musim hujan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya daya beli petani akibat tidak seimbangnya harga yang diterima petani dan biaya produksi yang terus meningkat. Penurunan NTP di musim hujan bukan fenomena baru di NTT, namun kembali terulang akibat kombinasi faktor struktural dan musiman yang belum tertangani secara optimal.

Penurunan NTP NTT pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46 atau turun tipis dibandingkan November 2025 yang berada pada angka 101,50 disebabkan karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi. Indeks harga yang diterima petani naik 0,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar meningkat 0,55 persen. Demikian disampaikan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, Senin, 5 Januari 2026.

Mencermati kondisi ini, lembaga swadaya masyarakat, Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) yang melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani di 30 desa di Timor Barat menyampaikan bahwa pada periode musim hujan (Oktober—Maret), NTP di NTT cenderung tertekan.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar pada Jumat, 9 Januari 2026 menyatakan, dari pembacaan lapangan CIRMA di Timor Barat, ada dua faktor utama yang berulang setiap tahun.

Pertama, masa tanam hortikultura utama sudah terlewat, sementara sebagian besar petani kecil masih sangat bergantung pada hortikultura musiman sebagai sumber pendapatan cepat. Ketika fase panen berakhir dan belum ada komoditas baru yang masuk siklus produksi, arus kas petani melemah, sementara biaya konsumsi dan kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.

Kedua, lemahnya sandaran komoditas non-hortikultura dan komoditas umur panjang di tingkat petani kecil. Ini membuat petani tidak memiliki penyangga ekonomi ketika hortikultura berhenti berproduksi. Akibatnya, pada musim hujan, petani berada pada posisi rentan: pendapatan turun, daya beli melemah, dan NTP ikut tertekan.

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong di Timor Barat berupa:

Diversifikasi sumber pendapatan petani. CIRMA mendorong petani tidak hanya bertumpu pada hortikultura musiman, tetapi mulai membangun portofolio komoditas non-horti dan umur panjang seperti pinang, kopi, kemiri, serta agroforestri berbasis lahan kering. Ini penting sebagai penyangga pendapatan lintas musim.

Penyesuaian kalender tanam berbasis iklim. Melalui Sekolah Lapang Iklim dan Serial Belajar Iklim, CIRMA membantu petani membaca pola hujan, menghindari salah waktu tanam, dan meminimalkan gagal produksi yang berdampak langsung pada NTP.

Penguatan kelembagaan kelompok tani. Ketika petani berkelompok dengan SOP produksi, pencatatan biaya, dan perencanaan tanam yang jelas, tekanan biaya bisa ditekan dan posisi tawar petani terhadap pasar menjadi lebih baik, meski di musim paceklik.

Pendampingan intensif, bukan kunjungan sesaat. CIRMA menggunakan pendekatan live-in dan pendampingan berkelanjutan agar petani mampu mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional, termasuk kapan menanam, kapan menahan jual, dan bagaimana mengelola pendapatan antar musim.

Mendorong komoditas sebagai tabungan jangka panjang. Komoditas umur panjang tidak kami posisikan sekadar tanaman, tetapi sebagai “aset hidup” rumah tangga petani yang kelak menjadi bantalan ekonomi saat hortikultura tidak lagi menjadi penopang utama.

Bagi CIRMA, penurunan NTP bukan sekadar isu statistik, tetapi cerminan rapuhnya struktur ekonomi petani kecil. Karena itu, intervensi dari pihak mana pun perlu diarahkan untuk memastikan petani tidak terus-menerus jatuh setiap musim hujan, melainkan perlahan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Apresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Umbu Wanda menyampaikan apresiasi kepada CIRMA yang menaruh perhatian kepada pembinaan dan pendampingan petani di Timor Barat.

“Pertanian mulai bergairah dari sisi ekonomi semenjak diterapkan program hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto dan Dasa Cita pembangunan dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dapat membangun kerja sama pentahelix mendorong sektor pertanian,” ungkapnya.

Ditekankan Joaz Umbu Wanda, ke depan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di NTT harus mulai melakukan proses pendampingan dan pemberdayaan dan menerapkan konsep pertanian cerdas atau smart farming dengan langkah mitigasi dan kolaborasi pentahelix.

“Kita inginkan semua lembaga swadaya masyarakat tak hanya melakukan pendampingan, namun perlu juga dilakukan pemberdayaan. Dan kami berterima kasih CIRMA yang telah melakukan proses tersebut,” tandasnya.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banjir Landa 53 Kecamatan di Sulsel, 8 Tewas, 4 Hilang & Ribuan Warga Mengungsi

    Banjir Landa 53 Kecamatan di Sulsel, 8 Tewas, 4 Hilang & Ribuan Warga Mengungsi

    • calendar_month Rab, 23 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Sulsel, gardaindonesia.id | Hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang dan gelombang pasang telah menyebabkan sungai-sungai meluap sehingga banjir di wilayah Sulawesi Selatan pada Selasa, 22/1/2019 siang. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan data sementara tercatat 53 kecamatan di 9 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengalami banjir yaitu di […]

  • Pelajar SMAN 6 dan SMPN 12 Kupang Jadi Duta Keselamatan Listrik

    Pelajar SMAN 6 dan SMPN 12 Kupang Jadi Duta Keselamatan Listrik

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Para pelajar diberikan materi tentang sistem transmisi listrik, bahaya kelistrikan, serta simulasi penggunaan listrik yang aman di rumah dan sekolah.   Kupang | PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (PLN UPT) Kupang berbagi pengetahuan tentang kelistrikan dan keselamatan kepada para pelajar melalui program edukasi “PLN Go to School.” Program ini diselenggarakan di dua sekolah, SMP Negeri […]

  • Bersama 43 Eks Pegawai KPK, Novel Baswedan Dilantik Jadi ASN Polri

    Bersama 43 Eks Pegawai KPK, Novel Baswedan Dilantik Jadi ASN Polri

    • calendar_month Jum, 10 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik Novel Baswedan dan 43 eks pegawai KPK lainnya. 44 eks pegawai KPK itu dilantik di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta Selatan. “Kita lantik sesuai Nomor Induk Pegawai 1 Januari 2021 rekan-rekan resmi jadi Pegawai Negeri Sipil Polri,” ujar Kapolri Jenderal Listyo saat prosesi pelantikan […]

  • Cegah ‘Trafficking’ dari Desa, BP2MI & JarNas Anti TPPO Gerakkan LSM

    Cegah ‘Trafficking’ dari Desa, BP2MI & JarNas Anti TPPO Gerakkan LSM

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (JarNas Anti TPPO) diterima Sekretaris Utama (Sestama) Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Duta Besar Tatang B. Razak beserta jajarannya dalam rangka mendiskusikan peluang kerja sama dengan JarNas Anti TPPO dalam upaya melakukan pencegahan perdagangan orang mulai dari desa. Usulan ini disampaikan oleh Tatang […]

  • Kemenangan Paket Desa Sejahtera di TTU Adalah Kehendak Rakyat

    Kemenangan Paket Desa Sejahtera di TTU Adalah Kehendak Rakyat

    • calendar_month Rab, 23 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Kristoforus Efi, S.T., Ketua Tim Pemenangan Paket Desa Sejahtera (Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati TTU No. urut 03 Drs. David Juandi dan Drs. Eusabius Binsasi) menyampaikan bahwa, kedua paslon (paket no urut 1 dan 2, red) telah menerima hasil perhitungan suara dengan sikap mengakui dan telah menandatangani hasil perolehan suara […]

  • Gubernur NTT Instruksikan ASN Tak Lakukan Tugas Dinas ke Luar Daerah

    Gubernur NTT Instruksikan ASN Tak Lakukan Tugas Dinas ke Luar Daerah

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) pada Minggu, 15 Maret 2020, mengeluarkan instruksi tegas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah. Penegasan Gubernur ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTT untuk membatalkan SPPD yang telah diterbitkan dan tidak menugaskan ASN […]

expand_less