Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum Kriminal » Anak Kandung Eks Wamenaker Noel Terima Rp3 Miliar dari Pemerasan Sertifikat K3

Anak Kandung Eks Wamenaker Noel Terima Rp3 Miliar dari Pemerasan Sertifikat K3

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
  • visibility 497
  • comment 0 komentar

Loading

Jaksa menyebut pungutan tersebut dibagi berdasarkan jabatan dan digunakan untuk mempermudah proses penerbitan sertifikat dan lisensi K3. Apabila pemohon tidak memberikan uang, proses sertifikasi disebut akan dipersulit.

 

Jakarta | Jaksa penuntut umum mengungkapkan anak kandung mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel, Divian Ariq, menerima uang hasil pemerasan pengurusan sertifikat K3 sebesar Rp 3 miliar.

Fakta tersebut disampaikan jaksa dalam sidang dakwaan perdana kasus korupsi pemerasan sertifikat K3 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin, 19 Januari 2026.

Jaksa memaparkan peristiwa bermula pada November 2024 saat Noel memanggil Direktur BKK3 Kemenaker Hery Sutanto ke ruang kerjanya.

Pada pertemuan itu, Noel menanyakan praktik pungutan uang kepada pemohon sertifikasi dan lisensi K3 melalui pihak PJK3.

Hery Sutanto membenarkan adanya pungutan yang dikoordinasikan oleh sejumlah bawahannya di lingkungan Ditjen Binwasnaker dan K3.

Jaksa menyebut pungutan tersebut dibagi berdasarkan jabatan dan digunakan untuk mempermudah proses penerbitan sertifikat dan lisensi K3. Apabila pemohon tidak memberikan uang, proses sertifikasi disebut akan dipersulit.

Usai mengetahui praktik tersebut, Noel meminta jatah selaku Wamenaker. Sekitar sepekan kemudian, Noel memanggil Irvian Bobby Mahendro dan meminta uang sebesar Rp 3 miliar. Permintaan itu disanggupi Irvian dan dilaporkan kepada Hery Sutanto.

Jaksa menjelaskan uang Rp 3 miliar tersebut bersumber dari PT KEM Indonesia sebesar Rp 70 juta dan sisanya dari para pemohon sertifikasi K3 lainnya.

Noel kemudian memberikan kontak Nur Agung Putra Setia untuk teknis penyerahan uang. Uang Rp 3 miliar diserahkan dalam tas jinjing bermotif batik di area SPBU Jalan Gereja Theresia, Jakarta Pusat.

Jaksa menyatakan uang tersebut selanjutnya diserahkan Nur Agung Putra Setia kepada Divian Ariq.(*)

 

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lembata Siap Helat Festival Literasi, Ini Kata Ketua FTBM NTT

    Lembata Siap Helat Festival Literasi, Ini Kata Ketua FTBM NTT

    • calendar_month Kam, 16 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Loading

    Lembata, Pelaksanaan Festival Literasi Kabupaten Lembata Tahun 2024 sudah di depan mata. Jumat, 17 Mei 2024, Festival Literasi yang mengusung tema, “Memperkuat Budaya Literasi Untuk Lembata Sehat, Cerdas dan Sejahtera” itu akan dibuka Penjabat Bupati Lembata, Drs. Matheos Tan, M.M. Sebelumnya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, S. IP,  M. AP […]

  • SATU LAGI! Politisi Senior Golkar Iban Medah Dukung SIAGA

    SATU LAGI! Politisi Senior Golkar Iban Medah Dukung SIAGA

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Ibrahim Medah, Politisi senior Partai Golkar, muncul ke permukaan dan memutuskan diri mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi dan Adrianus Garu (SIAGA). Dukungan politik mantan Bupati Kupang dua periode ini disampaikannya pada Sabtu malam, 23 November 2024 pukul 21:35 WITA di posko Relawan Trekel, Kota […]

  • Kadis PUPR Belu: Segmen Bantuan Dana Swadaya Itu Bukan Untuk Orang Miskin

    Kadis PUPR Belu: Segmen Bantuan Dana Swadaya Itu Bukan Untuk Orang Miskin

    • calendar_month Ming, 26 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | “Segmennya itu bukan untuk orang miskin. Segmennya itu untuk orang yang berpenghasilan rendah di bawah UMR. Jadi, orang miskin tidak bisa dapat,” demikian penegasan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Vincent K. Laka kepada Garda Indonesia melalui sambungan telepon seluler pada Minggu pagi, 26 Juli 2020. Baca juga : […]

  • ICRAF, DPPPA & PUSPA NTT Ungkit Pengarusutamaan Gender

    ICRAF, DPPPA & PUSPA NTT Ungkit Pengarusutamaan Gender

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Guna meningkatkan kesadaran berbagai pihak terkait peran perempuan dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, menghimpun informasi tentang pemberdayaan perempuan dan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) yang responsif gender, maka ICRAF Indonesia menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPPPA NTT) dan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan […]

  • DVI Polri Identifikasi 90 Persen Korban Gempa Cianjur

    DVI Polri Identifikasi 90 Persen Korban Gempa Cianjur

    • calendar_month Sel, 22 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berhasil mengidentifikasi 90 persen korban bencana gempa Cianjur, Jawa Barat. Kini, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih berupaya mengidentifikasi korban meninggal dunia lainnya. “Laporan dari Pak Kapusdokes (Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan), untuk tim DVI, korban-korban yang dirujuk ke rumah sakit bisa saya katakan 90 persen dapat […]

  • Fapet Undana Atraksi Kontes Ternak & Pacuan Kuda, Stimulus Kembang Biak Kuda Lokal

    Fapet Undana Atraksi Kontes Ternak & Pacuan Kuda, Stimulus Kembang Biak Kuda Lokal

    • calendar_month Sen, 24 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Kab. Kupang, gardaindonesia.id – Di Era tahun 1970-an, pacuan kuda dijadikan sebagai Pesta Rakyat menjelang HUT Kemerdekaan; namun menginjak tahun 1980-an beredar larangan pihak keamanan untuk lelang kuda (kuda pacuan dipasang harga taruhan dianggap sebagai perjudian), saat pacuan kuda sepi berdampak pada minimnya animo untuk memelihara kuda terutama kuda lokal Jenis Kuda Poni Timor dan […]

expand_less