Customer Gathering 2026, Charlie Paulus Ajak Pengusaha Jadi Bagian Bank NTT
- account_circle Roni Banase
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 157
- comment 0 komentar

![]()
Sebagai sebuah bank yang bisa menggerakkan sektor riil, imbuh Charlie Paulus, maka Bank NTT telah memetakan nasabah dengan melakukan pendekatan terhadap dunia usaha.
Kupang | Customer Gathering Bank NTT merupakan agenda rutin tahunan yang dihelat oleh berbagai kantor cabang Bank NTT sebagai wujud apresiasi kepada nasabah, debitur, pelaku UMKM, dan Pemda setempat. Acara ini bertujuan mempererat relasi, memaparkan inovasi produk, serta menampung aspirasi nasabah untuk peningkatan kualitas layanan perbankan.
Perhelatan Customer Gathering Bank NTT Tahun 2026 wilayah Kota Kupang dilaksanakan pada Kamis sore, 12 Februari, pukul 17:00 Wita—selesai di Hotel Aston – Kupang. Dihadiri oleh Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus dan Komisaris Independensi, Frans Gana, Rektor Undana, Prof Jefri Bale; Bupati Kupang Yosef Lede, Kadis PUPR Provinsi NTT, Benyamin Nahak; Pengusaha Etnis Tionghoa. Sementara hadir secara hibrid dari Maumere, Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), Melki Laka Lena dan Komisaris Utama, Donny Heatubun.
Customer gathering menjelang Imlek 2026 ini dimeriahkan oleh penampilan barongsai Atoin Meto, penampilan perdana paduan suara NTT Bernyanyi binaan Bank NTT hingga penarikan undian Kantor Cabang Khusus (KCK) Kupang berupa sepeda motor, sepeda gunung, sepeda listrik, kulkas, dan gawai (handphone).
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus pada sesi perkenalan manajemen baru menyampaikan bahwa dirinya mulai melakukan pendekatan kepada para pengusaha dan bakal melakukan road show untuk mengajak para pengusaha menjadi bagian dari Bank NTT.
“Bank NTT itu aman (safe) karena dimiliki oleh pemerintah daerah, pemegang saham banyak, dan bank NTT mungkin jauh lebih aman dari sekian bank dan pilihan menyimpan uang di Bank NTT itu benar sekali,” ujar sosok yang berkecimpung selama 35 tahun di industri keuangan di Jakarta ini sembari mengungkapkan sekitar 90 persen pembiayaan merupakan kredit konsumtif dengan nasabah dari unsur ASN.

Komisaris Utama Bank NTT, Donny Heatubun mendampingi PSP sekaligus Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat sesi live streaming. Foto : Roni Banase
Sebagai sebuah bank yang bisa menggerakkan sektor riil, imbuh Charlie Paulus, maka Bank NTT telah memetakan nasabah dengan melakukan pendekatan terhadap dunia usaha.
Senada dan secara terpisah via live streaming, Gubernur Laka Lena menekankan sesuai spirit Ayo Bangun NTT, ia konsisten menggerakkan potensi di berbagai sektor (ekonomi, sosial, budaya, pendidikan) hingga memastikan para pengusaha menjadi bagian dari Bank NTT.
“Bagaimana memastikan bank daerah (Bank NTT) menjadi rumah aman dan membantu para pengusaha,” tekan Laka Lena didampingi Donny Heatubun.
Laka Lena pun menyampaikan sementara menyiapkan skema baru pembiayaan alternatif di luar APBN dan investasi.
- Penulis: Roni Banase











Saat ini belum ada komentar