Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Skema P3K Solusi Terbaik Tenaga Honorer Kategori II

Skema P3K Solusi Terbaik Tenaga Honorer Kategori II

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 19 Mar 2019
  • visibility 96
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | DPR RI sangat fokus memperhatikan Tenaga Honorer Kategori II (THK-II), baik yang berasal dari kalangan guru, tenaga kesehatan, maupun penyuluh pertanian. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menerima perwakilan guru honorer se-Bali, NTT, dan NTB, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin/18 Maret 2019.

Desember 2018 lalu, Komisi X DPR RI yang yang membidangi pendidikan telah melakukan rapat kerja gabungan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dalam rapat tersebut, DPR RI dan pemerintah sepakat menyelesaikan status THK-II menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Payung hukumnya sudah ada, seperti Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajeman P3K dan peraturan perundang-undangan lainnya.

“Guru THK-II yang berjumlah sekitar 150.669 diberikan kesempatan mengikuti seleksi tes CPNS. Jika tidak lolos, mereka diberikan kesempatan mengikuti seleksi P3K. Ini adalah solusi terbaik yang bisa diberikan kepada para THK-II, baik yang berasal dari kalangan guru, tenaga kesehatan maupun penyuluh pertanian,” ujar Bamsoet

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo saat menerima perwakilan guru honorer se-Bali, NTT, dan NTB, di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin/18 Maret 2019.

Selain para guru honorer, turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Ketua Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) Region Bali, NTT, dan NTB Yohanes Mase, Anggota Komisi III DPR RI yang juga menjabat Dewan Pakar ADKASI, Herman Heri dan Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun.

Legislator Partai Golkar ini mengajak para tenaga honorer agar jangan mau dipolitisir oleh pihak-pihak tertentu yang ingin mendapatkan keuntungan politik. Adanya klaim sepihak yang menyatakan bisa mengangkat secara langsung tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS), tak lebih hanyalah janji-janji manis belaka.

“DPR RI selalu terbuka terhadap rakyat. Kita sampaikan apa adanya agar rakyat bisa memahami kondisi yang sebenarnya. Kita tidak ingin memberikan janji-janji manis yang justru bisa melukai hati dan perasaan rakyat. UU No. 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara tidak memberikan ruang hukum pengangkatan secara langsung tenaga honorer menjadi PNS. Jadi jika ada pihak yang ingin secara langsung mengangkat honorer menjadi PNS, sama saja menabrak UU,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menambahkan, ada aturan hukum yang jelas sebagaimana diatur dalam UU No. 5/2014 tentang ASN yang tak boleh dilanggar, seperti jenjang usia dan pendidikan untuk dapat menjadi PNS. Misalnya, batas minimal PNS adalah 35 tahun. “Lalu bagaimana dengan nasib THK-II diatas 35 tahun? Jika diangkat menjadi PNS, sama saja melanggar UU,” tegas Bamsoet.

Karena itu, Bamsoet menilai solusi melalui P3K yang disepakati DPR RI dengan pemerintah telah memberikan kepastian hukum kepada tenaga honorer terhadap posisi pekerjaan mereka. Tak hanya guru honorer, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian juga sudah mengikuti seleksi P3K Tahap 1 yang dilakukan pada rentang waktu Februari – Maret 2019.

“Dari catatan setidaknya ada 69.533 Guru THK-II yang memenuhi kualifikasi S1 dan berusia diatas 35 tahun mengikuti seleksi P3K. Jika lolos, mereka akan menerima gaji setara PNS yang baru direkrut. Dengan demikian kesejahteraannya juga meningkat,” jelas Bamsoet.

Bagi THK-II yang tidak lolos seleksi P3K, Bamsoet menerangkan nasib mereka akan tetap diperhatikan oleh negara. Mereka masih bisa diberi kesempatan bekerja di instansi pemerintah dengan gaji sesuai Upah Minum Regional (UMR) di daerah masing-masing. Sehingga tidak ada lagi tenaga honorer yang dibayar secara tidak layak.

“Jika sebelumnya nasib THK-II selalu digantung, kini DPR RI bersama pemerintahan Presiden Joko Widodo sudah memberikan kepastian. Skema P3K akan memberikan solusi terbaik, khususnya dari segi kesejahteraan. Karena pengabdian dan prestasi mereka selama ini tak boleh dilupakan begitu saja oleh negara,” pungkas Bamsoet. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)

Editor (+rony banase)

 

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim E-Sport Mobile Legend Rudenim Kupang Berlaga di Turnamen Kumham

    Tim E-Sport Mobile Legend Rudenim Kupang Berlaga di Turnamen Kumham

    • calendar_month Kam, 4 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Tim E-sport Mobile Legend Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang menjadi perwakilan Divisi Imigrasi Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Nusa Tenggara Timur (Kumham NTT) akan berpartisipasi dalam Turnamen E-sport Mobile Legend se-Kanwil Kumham Indonesia. Turnamen E-sport Mobile Legend se-Kanwil Kumham Indonesia dilaksanakan memperingati Hari Dharma Karya Dhika ke-77 tahun 2022 akan dilaksanakan […]

  • Pendukung Melki-Johni di Manggarai Timur Dukung SIAGA

    Pendukung Melki-Johni di Manggarai Timur Dukung SIAGA

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Markus mengaku banyak warga Tana Rata mendukung SIAGA, meskipun selama ini mereka sempat ke Melki Laka Lena, namun sekarang sudah banyak mendukung SIAGA.   Borong | Para tokoh, pendukung dan simpatisan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA), telah berjuang keras selama masa kampanye. Perjuangan ini dibalut […]

  • TMMD Kodim 1605/Belu di Kakuluk Mesak, Kepedulian TNI Membangun Desa

    TMMD Kodim 1605/Belu di Kakuluk Mesak, Kepedulian TNI Membangun Desa

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Manafe, S.Pi membuka kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke–112 di wilayah Kodim 1605/ Belu tahun anggaran 2021 dengan tema ‘TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri’ di gedung wanita Betelalenok Atambua pada Rabu, 15 September 2021. Frans Manafe, atas nama pemerintah […]

  • Institut Teknologi PLN Buka Pendaftaran, Sedia 250 Kuota Ikatan Kerja

    Institut Teknologi PLN Buka Pendaftaran, Sedia 250 Kuota Ikatan Kerja

    • calendar_month Sab, 10 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Institut Teknologi PLN (ITPLN) mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru (PMB) tahun ajaran 2024/2025. Sebanyak 150 calon mahasiswa dengan hasil tes terbaik berkesempatan untuk mendapatkan ikatan kerja dengan PLN Group. Tidak hanya itu, 100 lulusan terbaik juga akan langsung bergabung ke dalam PLN Group. Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PT PLN […]

  • Munas VI Apeksi, Presiden Tekan Empat Langkah Pemda Atasi Pandemi

    Munas VI Apeksi, Presiden Tekan Empat Langkah Pemda Atasi Pandemi

    • calendar_month Kam, 11 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) pada Kamis, 11 Februari 2021, di Istana Negara; Presiden Joko Widodo mengajak pemerintah kota untuk melakukan sejumlah langkah luar biasa dan mendesak terkait penanganan pandemi Covid-19 beserta dampak yang mana dibutuhkan gerak dan langkah luar biasa dari seluruh pihak. […]

  • Jaga Diri Aman dari Listrik, PLN Edukasi Murid SMU Negeri 1 Maumere

    Jaga Diri Aman dari Listrik, PLN Edukasi Murid SMU Negeri 1 Maumere

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    “Kami sangat mengapresiasi kehadiran PLN di sekolah ini. Edukasi seperti ini sangat penting karena menyangkut keselamatan anak-anak kami di rumah maupun di lingkungan sekolah,” ungkap Johanes Jonas Teta, S.Pd.   Maumere | Guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya keselamatan dalam menggunakan listrik, maka PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Flores menyosialisasikan manfaat dan […]

expand_less