Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Peduli Tenaga Honorer Pemkot Kupang, Fransisco Bessi Buka Posko Aduan

Peduli Tenaga Honorer Pemkot Kupang, Fransisco Bessi Buka Posko Aduan

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Mei 2019
  • visibility 82
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Fransisco Bernando Bessi, SH,MH dan Henhany K. Nggebu,SH saat jumpa pers pada Jumat (10/5/2019) di Kantor Pengacara /Mediator Fransisco Bernando Bessi, SH,MH dan Partner, di Jl. Frans Seda Nomor : 88 C, Oebobo, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur; mengatakan membuka posko pengaduan bagi Tenaga Honorer/ Pegawai Tidak Tetap (PTT) Pemkot Kupang yang telah diberhentikan Wali Kota Kupang

“Kami membuka posko pengaduan selama 2 (dua) minggu ke depan, terhitung hari ini, (10/5/19) hingga dua minggu kedepan,” ujar Fransisco Bessi.

Menurut Fransisco, Pihaknya akan memperjuangkan hak-hak tenaga honorer sesuai aturan yang berlaku. Saat ini, 15 tenaga honorer/PTT telah melakukan aduan sedangkan rekan PTT lain masih menunggu karena diinformasikan untuk dipekerjakan kembali

“Karena jumlahnya banyak maka kami belum bisa mengklaim bahwa 15 klien yang telah mempercayakan dengan memberi kuasa kepada kami mewakili 369 PTT yang diberhentikan. Oleh karena itu, saya membuka dulu posko pengaduan bagi 369 PTT yang telah diberhentikan Wali Kota Kupang selama dua minggu kedepan untuk selanjutnya dilakukan langkah-langkah hukum. Tetapi, kalau sudah direspon oleh Pemkot Kupang untuk dipekerjakan kembali, maka kami tidak perlu mengambil langkah apapun”, jelasnya.

Fransisco juga berharap, DPRD Kota Kupang dapat mengangkat masalah ini dengan memanggil Pemkot Kupang untuk dilakukan dengar pendapat terkait alasan pemberhentian 369 PTT tersebut.

“Bagi saya pemberhentian itu adalah hak perogratif kepala daerah, dalam hal ini Wali Kota Kupang bersama tim kerjanya, seperti Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kupang namun, yang saya kritisi adalah proses pemecatan tenaga honorer itu harus transparan. Pemberhentian itu dasarnya apa? Apakah mereka tidak lulus tes, atau ada hal-hal lain. Oleh karena itu, saya minta bantuan rekan-rekan media untuk di chek dulu. Jika hanya alasan absensi, itu kan urusan instansi masing-masing”, pinta Fransisco Bessi

“Dugaan kami ada beberapa pihak yang tidak mengikuti proses perekrutan namun masuk. Ranah politik dan birokrasi tidak kami campuri namun aturan hukum yang diatur dalam PP No 49 Tahun 2018”, ungkapnya.

Kejanggalan Surat Pernyataan

Fransisco juga menemukan adanya kejanggalan surat pernyataan yang dikeluarkan Pemkot Kupang untuk ditandatangani PTT pada Rabu, 8 Mei 2019 yang mencakup 5 (lima) poin yaitu :

Pertama, melaksanakan tugas kedinasan yang dipercayakan dengan penuh pengertian dan tanggung jawab;

Kedua, masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja;

Ketiga, memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat;

Keempat, mentaati peraturan kedinasan yang ditetapkan oleh pejabat yang berwewenang;

Kelima, diberhentikan sebagai pegawai tidak tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Kota Kupang, apabila saya melanggar hal-hal yang sudah disebutkan diatas.

“Yang menjadi pertanyaan besar, orang sudah diberhentikan diambil lagi pernyataan lalu dibikin lagi”, tanyanya

Menurut Fransisco, kalau memang Wali Kota Kupang serius mempekerjakan mereka kembali, maka SK pemberhentiannya dianulir dulu baru diterbitkan SK pengangkatan baru berupa surat pernyataan yang mencakupi 5 poin itu.

“Seharusnya, menganulir dulu SK pemberhentian sebelumnya baru bisa membuat pakta integritas seperti itu. Hal-hal seperti ini, menurut saya, sangat tidak masuk akal. Mereka statusnya sudah diberhentikan, tetapi ada pernyataan untuk masuk kerja lagi. Tidak konsisten antara keputusan yang satu dengan keputusan yang lainnya. Jangan karena ada tekanan dari masyarakat media meliput lalu memanggil tenaga honorer untuk dipekerjakan kembali. Kecuali batalkan SK pemberhentiannya dulu, lalu melakukan perekrutan kembali dengan SK yang baru”, pungkasnya.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal Tenggelam di Selat Pukuafu, 2 Anak Tewas & 8 Orang Belum Ditemukan

    Kapal Tenggelam di Selat Pukuafu, 2 Anak Tewas & 8 Orang Belum Ditemukan

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kasus kecelakaan laut di perairan Selat Pukuafu, dialami oleh Perahu Lempara [perahu penangkap ikan] “Kasih 25” milik Yos Doro beralamat di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang. Lampara [perahu penangkap ikan] tersebut berangkat dari pelabuhan laut Tablolong sekira pukul 09.00 WITA dengan tujuan ke pulau Pulau Rote, setibanya di perairan […]

  • Dua Pesan Menteri PPPA untuk Daerah Wisata Raja Ampat di Papua Barat

    Dua Pesan Menteri PPPA untuk Daerah Wisata Raja Ampat di Papua Barat

    • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Raja Ampat, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise membuka Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019 ‘Exotic Raja Ampat, From Ridge to Reef’, pada Jumat sore, 18 Oktober 2019. Hadir mewakili Menteri Pariwisata, Arief Yahya; pembukaan even tahunan Provinsi Papua Barat ini berpusat di Waisai, Kabupaten Raja Ampat. “Festival Pesona Bahari […]

  • Dewan Pers Kecam Pelaku Kekerasan dan Penghalang Kerja Wartawan

    Dewan Pers Kecam Pelaku Kekerasan dan Penghalang Kerja Wartawan

    • calendar_month Rab, 2 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dewan Pers mengecam tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan yang meliput unjuk rasa oleh aparat keamanan selama kegiatan unjuk rasa terhadap penolakan pengesahan RKUHP, pada Selasa, 24 September 2019 di beberapa kota. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/10/01/wartawan-sinar-pagi-dianiaya-aparat-stop-tindak-kekerasan/ Dewan Pers juga prihatin dan menyesalkan pemberitaan yang menimbulkan keresahan dalam masyarakat serta berpotensi meningkatkan […]

  • Perkebunan Gula Pertama di NTT Pakai Listrik PLN 7.760.000 VA

    Perkebunan Gula Pertama di NTT Pakai Listrik PLN 7.760.000 VA

    • calendar_month Sel, 27 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba Timur, Garda Indonesia | Keandalan listrik PLN telah terbukti mampu mendongkrak produktivitas para pelaku bisnis dan industri dengan biaya operasional yang lebih efisien. Salah satunya dirasakan oleh Didik Sudiarto Saleh (45) selaku Manager Irigasi PT. Muria Sumba Manis yang selalu mengatakan bahwa MSM selalu mengikuti perkembangan PLN yang semakin baik. Muria Sumba Manis (PT […]

  • PEVS 2024, Dirut PLN Papar Ekosistem Kendaraan Listrik ke Presiden

    PEVS 2024, Dirut PLN Papar Ekosistem Kendaraan Listrik ke Presiden

    • calendar_month Ming, 5 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi booth PLN (Persero) dalam perhelatan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2024, di JIExpo Kemayoran pada Jumat, 3 Mei 2024. Menyambut Presiden secara langsung, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan kesiapan PLN mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik/electric vehicle (EV) di tanah air. Presiden Jokowi mengatakan pameran kendaraan listrik […]

  • “Negeri di Atas Awan” Dapat Listrik, PLN Dukung Produktivitas Daerah Terpencil

    “Negeri di Atas Awan” Dapat Listrik, PLN Dukung Produktivitas Daerah Terpencil

    • calendar_month Rab, 22 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Fatuulan-TTS, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) terus menyambung listrik di daerah-daerah terpencil untuk meningkatkan produktivitas masyarakat desa. Kali ini, menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, PLN menyalakan listrik di Desa Fatuulan (bahasa Dawan Timor artinya batu hujan), Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur […]

expand_less