Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Penguatan Diri Anak Terhadap Penggunaan Internet Aman

Penguatan Diri Anak Terhadap Penggunaan Internet Aman

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 26 Jul 2018
  • visibility 42
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta,gardaindonesia.id – Berdasarkan data BPS hasil Susesnas tahun 2016, anak Indonesia berjumlah 87 juta jiwa atau 34% dari total penduduk Indonesia. Sebagai aset negara, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat perlu menjamin tumbuh kembang mereka agar terhindar dari segala ancaman, termasuk dari internet. Terlebih lagi, anak-anak Indonesia mulai aktif menggunakan internet.

Menurut survey yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) pada 2016 menunjukkan, pengguna internet rentang usia 15-19 tahun mencapai 12,5 juta pengguna, dan rentang usia 10-14 tahun mencapai 768 ribu pengguna.

Atas dasar itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, ECPAT Indonesia, Siberkreasi, dan ID-COP menginisiasi kegiatan Hari Anak Nasional 2018, berkaitan dengan internet sehat dan aman pada Kamis/26 Juli 2018 pagi.

Internet telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak-anak dan remaja di Indonesia. “Di era digital, penting memprioritaskan hak-hak anak. Sehingga perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, serta keterampilan agar anak menggunakan internet dengan aman,” terang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise yang menjadi salah satu pembicara dalam talkshow.

Setiap orangtua harus paham bahwa anak perlu diberikan proteksi dari bahaya negatif gawai. Disamping itu, penguatan diri anak itu sendiri juga penting dilakukan. “Anak-anak kita diedukasi dalam memanfaatkan internet secara positif. Anak harus mampu memahami dan mendeteksi bahaya dan bagaimana cara menghindari dampak negatif di internet,” jelas Menteri Yohana.

Selain itu menurut Menteri Yohana, perusahaan penyedia jasa internet dan pemerintah, perlu meningkatkan keamanan konten atau melakukan proteksi sehingga
dunia maya dapat dijadikan sebagai ruang yang aman dan positif bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh dan berkembang. Menteri Yohana juga mendorong pembatasan waktu penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari agar tidak berlebihan. “Kebanyakan melihat gawai juga dapat mempengaruhi memori dan perkembangan otak,” jelasnya.

Kebijakan di Indonesia telah amanatkan untuk memastikan anak terlindungi dari eksploitasi, prostitusi dan pornografi; diatur dalam Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Meski diakui internet juga memberikan dampak positif, seperti mendukung proses belajar anak.

Menteri Yohana menambahkan, konten-konten positif perlu dikedepankan dengan memikirkan kepentingan terbaik bagi anak.

Beberapa anak yang hadir dalam kegiatan seminar pun menyadari, jika internet bagaikan dua sisi mata uang.

“Kadang internet itu kejahatan didalamnya berbagai macam. Bullying pun juga kerap terjadi melalui internet, dan sering dialami oleh anak-anak seperti kami. Internet punya dampak positif dan negatif. Intinya, kita harus menggunakan internet dengan sebaik-baiknya,” ungkap Dustin, salah satu siswa dari Sekolah Luar Biasa Santi Rama.

“Intinya jangan anti sama internet. Internet akan berdampak positif jika kita menggunakan dengan bijak, tapi akan berdampak negatif jika kita menyalahgunakannya,” ujar Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika.

Mengangkat tema “Internetku Baik, Internetku Asyik!”, kegiatan Seminar Hari Anak Nasional 2018 ini diisi berbagai agenda seperti Art Performance, seminar, dan talkshow. Uniknya dalam kegiatan ini, selain sebagai peserta, anak-anak dilibatkan mengisi kepanitiaan, menjadi pembicara kunci, dan penampil. (*/PM PPPA + rb)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saya Pilih Bumi – Gerakan Peduli & Ubah Perilaku Penggunaan Plastik

    Saya Pilih Bumi – Gerakan Peduli & Ubah Perilaku Penggunaan Plastik

    • calendar_month Sab, 9 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Saya Pilih Bumi merupakan salah satu gerakan (movement) yang dicanangkan oleh National Geographic Indonesia. Beranjak dari realita betapa banyaknya penggunaan sampah plastik sekali pakai sedangkan plastik membutuhkan waktu ratusan juta tahun untuk bisa terurai. Banyaknya sampah akan secara otomatis merusak bumi kita. Jadi, mana yang akan kita pilih? Bumi atau Plastik?… […]

  • PGI ke Menkopolhukam : Kami Instruksikan Gereja Jadi Ruang Isolasi Mandiri

    PGI ke Menkopolhukam : Kami Instruksikan Gereja Jadi Ruang Isolasi Mandiri

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Gomar Gultom menginstruksikan gereja-gereja menjadi ruang isolasi mandiri bagi masyarakat yang positif Covid-19. Hal ini ditegaskannya saat pimpinan PGI berdialog secara virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengenai penanganan Covid-19, pada, Rabu 28 Juli 2021. “Kami mendorong […]

  • Koruptor dapat Pengampunan dari Presiden, Ini Penjelasan Menkum

    Koruptor dapat Pengampunan dari Presiden, Ini Penjelasan Menkum

    • calendar_month Sel, 24 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 1Komentar

    Loading

    Pemerintah Indonesia akan mengupayakan hukuman yang maksimal bagi koruptor. Di samping itu, pemerintah juga menekankan aspek pemulihan aset dalam kasus tindak pidana korupsi.   Jakarta | Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, mengatakan pelaku tindak pidana korupsi atau koruptor tidak serta merta mendapatkan amnesti ataupun grasi. Ia menjelaskan meskipun Presiden memiliki hak untuk memberikan pengampunan kepada […]

  • Kunjungi Lokasi Persemaian Bibit, Gubernur Viktor : Lestarikan Hutan di NTT

    Kunjungi Lokasi Persemaian Bibit, Gubernur Viktor : Lestarikan Hutan di NTT

    • calendar_month Kam, 12 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), pada Rabu 11 Desember 2019, mengunjungi Lokasi Persemaian Permanen milik Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Benain Noelmina di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Ini sebuah langkah luar biasa yang diambil oleh tim dari BPDASHL Benain Noelmina, dalam upaya […]

  • Jhon Praing & Charlie Paulus Calon Dirut Bank NTT Hasil RUPS 2025

    Jhon Praing & Charlie Paulus Calon Dirut Bank NTT Hasil RUPS 2025

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    RUPS Bank NTT era Gubernur Laka Lena berjalan alot, dihelat pada Rabu sore, 14 Mei 2025 pukul 17:00 Wita dan selesai pada Kamis dini hari, 15 Mei 2025 pukul 01:25 Wita. RUPS pun memutuskan mengubah AD/ART terkait ambang batas bawah umur calon direktur utama.   Kupang | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2025—2030, Melki […]

  • Kemenkumham NTT Bantu Pemda Manggarai Bentuk MPIG Tenun Songke

    Kemenkumham NTT Bantu Pemda Manggarai Bentuk MPIG Tenun Songke

    • calendar_month Rab, 1 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Kepala Kantor wilayah Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone hadir sebagai narasumber dalam Sosialisasi Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) dan Pembentukan Kelompok MPIG Tenun Tradisional di Kabupaten Manggarai, Selasa 31 Agustus 2021. Terselenggaranya sosialisasi ini merupakan hasil kerja sama antara Dekranasda Provinsi NTT dan Kantor Wilayah Kemenkumham NTT yang berlangsung di Aula […]

expand_less