Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Narkotika » HANI 2019: Beta Sehat, Beta Kuat, Beta Hebat. Stop Narkoba!

HANI 2019: Beta Sehat, Beta Kuat, Beta Hebat. Stop Narkoba!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 27 Jun 2019
  • visibility 107
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Narkoba merupakan kejahatan global yang terjadi diberbagai kalangan dan berbagai usia. Narkoba dapat menciptakan kecanduan bagi penggunanya, sehingga masa depan akan menjadi suram serta menjadi sumber bagi masalah-masalah lainnya.

Upaya menghentikan penggunaan narkoba menjadi sasaran utama Badan Narkotika Nasional (BNN), baik di Pusat maupun di daerah. Upaya Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus dilakukan melalui berbagai cara. Rabu, 26 Juni 2019, bertempat di Grand Mutiara Ballroom Lantai II, Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, dengan mengangkat tema: Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas.

Hadir pada kegiatan tersebut, Asisten I bidang pemerintahan sekda NTT, Drs. Jamaludin Ahmad, M.M., unsur Forkopimda, Kapolda NTT, Irjen Pol. Drs. Raja Erizmen bersama jajaran, Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Syaiful Rahman, S. Sos., beberapa pimpinan Perguruan Tinggi di Kota Kupang, Insan pers serta ratusan kaum milenial dari kalangan mahasiswa dan pelajar.

Peringatan HANI 2019 ditandai dengan penyerahan Piagam penghargaan kepada Danrem 161/Wirasakti Kupang serta Yayasan Warna kasih atas partisipasi mereka dalam mensosialisasikan bahaya narkoba serta melakukan tes urine untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pengukuhan 6 (enam) orang Duta Anti Narkoba Provinsi NTT, atas nama :Yoseph Mariano Aprio Ngga, Jesicca Ludjiani De Kyrieleison, Ivanna Jublyana Ndoen, Sinyo Demitrio Kurniawan Pandie, Prischa Maylieta Dewi Putri Ratu Kore ,Josua Andrew Kasih Lapuisaly.

Enam orang duta ini, kedepannya akan bersama-sama dengan BNNP NTT akan membahas berbagai program untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba.

“Kita akan sama-sama dengan BNNP NTT akan membahas beberapa program untuk sosialisasi tentang bahaya narkoba. Kita juga akan turun ke masyarakat, bekerja sama dengan berbagai komunitas untuk penyuluhan tentang narkoba”, ungkap Ivana Ndoen salah satu Duta Anti Narkoba Provinsi NTT 2019.

Sebagai bentuk dukung dan pernyataan perang terhadap narkoba, Duta Anti Narkoba Provinsi NTT, membacakan Deklarasi dan mengajak semua yang hadir untuk turut memerangi narkoba melalui yel-yel, ” Beta Sehat, Beta Kuat, Beta Hebat. Stop Narkoba!”.

Sementara itu, Asisten I Sekda Provinsi NTT, Jamaludin Ahmad, dalam dialog P4GN, mengatakan bahwa generasi muda merupakan tulang punggung bangsa, sehingga menjaga dan mewujudkan cita-cita mereka merupakan bentuk kepedulian terhadap masa depan bangsa.

“Masa depan sebuah bangsa bergantung pada generasi hari ini. Menjaga mereka dan menjauhkan mereka dari hal-hal buruk, termasuk narkoba merupakan tanggung jawab pemerintah”, ungkap Ahmad.

Bentuk dukungan pemerintah terhadap P4GN diwujudkan melalui peraturan yang dikeluarkan oleh gubernur. Pihaknya juga mendorong pembentukan Perda tentang narkoba baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

” Pemerintah mendukung P4GN melalui Instruksi Gubernur Nomor 1 Tahun 2018, namun itu hanya berlaku untuk aparatur negara, dengan sosialisasi dan pemeriksaan urin. Kita mendorong kedepannya bisa dibentuk Perda tentang narkoba baik di lingkup Provinsi maupun pada tingkat Kabupaten/Kota “, ujarnya Ahmad.

Hadir pula sebagai pembicara, Direktur Reserse Narkoba Polda NTT, Koordinator Tindak Pidana Umum Kejaksaan Tinggi NTT, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Negeri Kupang, mantan pecandu Narkoba serta Kepala BNNP NTT.

Direktur Resnarkoba Polda NTT, Kombes Pol. Cornelis M. Simanjuntak, S. I. K., mengatakan ada 3 (tiga) pintu masuk narkoba. Pengguna biasanya dari kalangan menengah dan juga para pekerja diluar NTT.

” Sepanjang tahun 2018 sampai saat ini sudah ada 39 kasus yang kita tangani. 30 kasus di tahun 2018 dan 9 kasus di tahun 2019 ini. Ada 3 pintu masuk yaitu melalui Flores, Labuan Bajo dan dari pintu darat di perbatasan Timor Leste – Indonesia. Pengguna biasanya dari kalangan menengah, para pendatang juga para pekerja di luar NTT dan mahasiswa yang kuliah di luar NTT “, ujar Simanjuntak.

Sementara itu, mantan pecandu narkoba, Ragu Nadan mengatakan bahwa dirinya menjadi pecandu narkoba selama 18 tahun. Banyak kejahatan akibat dari narkoba yang sudah dilakukannya. Kejahatan dan ketergantungan pada narkoba membuatnya menjadi bosan dan menyerahkan diri untuk dipenjara dengan harapan bisa mengatasi kecanduan narkoba di penjara.

” Saya sejak SMP sudah gunakan narkoba. Awalnya coba-coba saja. Tapi lama kelamaan kecanduan. Dan efeknya saya buat banyak sekali kasus. Berharap bisa lepas dari ketergantungan pada narkoba di dalam penjara. Tapi dipenjara juga banyak pengedarnya”, tutur Ragu.

Lebihnya, dirinya pernah menjalani pengobatan, tetapi hasilnya nihil. Sampai akhirnya dia menjalani rehabilitasi di Bogor dan bisa melepaskan diri dari kecanduan pada narkoba.

“Saya pernah berobat ke Malaysia, tapi masih kecanduan. Akhirnya saya menjalani rehabilitasi selama 3 tahun di Bogor, saya belajar tentang adiksi, lalu saya terapkan pada diri saya. Dan itu berhasil, saya sampai sekarang tidak kecanduan narkoba lagi”, ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol. Teguh Imam Wahyudi, SH., MM., menyampaikan rencana program yang akan dilakukan BNNP NTT kedepan serta meminta kepada pemerintah Provinsi untuk membantu dalam rangka menciptakan Perda tentang narkoba serta alokasi dana untuk BNNP NTT.

“Kedepannya kami akan membentuk komunitas relawan anti narkoba untuk membantu penyuluhan tentang narkoba. Kami meminta kepada pemerintah untuk pelajaran tentang narkoba dimasukkan dalam pelajaran di sekolah, disinergikan dengan pelajaran lainnya. Kami juga meminta kepada pemerintah untuk membuat Perda khusus tentang narkoba sehingga ada alokasi dana khusus untuk BNNP NTT dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di NTT”, ujar Teguh.

Peringatan HANI 2019 di NTT juga turut dimeriahkan oleh pementasan Band Timor Raggae Family Kupang serta penampilan Tarian Kreasi Baru dari siswi SMA NEGERI 5 Kupang.(*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Undana & Lembaga Pengkajian MPR RI Kolaborasi Gelar FGD

    Undana & Lembaga Pengkajian MPR RI Kolaborasi Gelar FGD

    • calendar_month Kam, 2 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memperoleh kehormatan untuk menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dari Lembaga Pengkajian MPR RI yang diselenggarakan pada Jumat, 3 Mei 2019 pukul 07.00—selesai di Ballroom Hotel Sotis Kupang FGD hasil kolaborasi Lembaga Pengkajian MPR RI dan Undana mengusung tema “Keuangan Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara”, melibatkan […]

  • Doni Monardo : Covid-19 Bukan Rekayasa, Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa

    Doni Monardo : Covid-19 Bukan Rekayasa, Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa

    • calendar_month Jum, 17 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dengan tegas mengatakan bahwa Covid-19 bukan sebuah rekayasa atau konspirasi yang dibuat oleh pihak-pihak tertentu. Hal itu disampaikan Doni ketika memberi arahan dalam Rapat Koordinasi bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jawa Timur di Surabaya, pada Kamis, 16 Juli 2020. “Covid-19 […]

  • BMKG WARNING! Ancaman Banjir Lahar Hujan Gunung Lewotobi

    BMKG WARNING! Ancaman Banjir Lahar Hujan Gunung Lewotobi

    • calendar_month Sen, 18 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Loading

    Banjir lahar hujan adalah banjir besar dan cepat yang terjadi ketika air hujan bercampur dengan material vulkanik dari erupsi gunung berapi. Material vulkanik tersebut bisa berupa pasir, abu, dan bebatuan yang juga bercampur dengan kayu atau pohon. Banjir lahar hujan, seperti yang terjadi di Sumatra Barat, bisa mengancam nyawa, menutup pemukiman, dan mengangkut batu-batu besar […]

  • Tambah 8 Kasus Positif Covid-19, Tiga Kasus Transmisi Lokal di Kota Kupang

    Tambah 8 Kasus Positif Covid-19, Tiga Kasus Transmisi Lokal di Kota Kupang

    • calendar_month Jum, 15 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Berdasar laporan dari Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, hasil pemeriksaan terhadap 46 swab, diketahui ada penambahan 8 pasien positif Covid-19,” terang Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere dalam sesi konferensi pers pada Jumat, 15 Mei 2020 pukul 13.00 WITA di Ruang Biro Humas dan […]

  • Geopolitik Global Dollar Naik, OJK Nilai Perbankan Tetap Terjaga

    Geopolitik Global Dollar Naik, OJK Nilai Perbankan Tetap Terjaga

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa risiko yang dihadapi industri perbankan nasional akibat penguatan dolar Amerika Serikat beberapa waktu ini masih dapat dimitigasi dengan baik. Berdasarkan hasil uji ketahanan (stress test) yang dilakukan OJK, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini relatif tidak signifikan berpengaruh langsung terhadap permodalan bank, mengingat posisi devisa […]

  • Siswa SMPN 3 Raih Juara 1 Lomba Orasi Tingkat SMP Se-Kota Kupang

    Siswa SMPN 3 Raih Juara 1 Lomba Orasi Tingkat SMP Se-Kota Kupang

    • calendar_month Sel, 8 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Siswa SMPN 3 Kota Kupang, Adinda Nenabu keluar sebagai juara 1 lomba orasi tingkat pelajar SMP/Sederajat. Perlombaan tersebut dihelat oleh Komunitas Sadar Literasi (SATE). Perlombaan tersebut diikuti oleh 20 orang pelajar dari 8 SMP/Sederajat di Kota Kupang dan 1 SMP dari Kabupaten Kupang. Para peserta mengirimkan video orasi dengan durasi 3—5 […]

expand_less