Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Diduga Pengelolaan BUMDes Oelet di Kabupaten TTS Bermasalah

Diduga Pengelolaan BUMDes Oelet di Kabupaten TTS Bermasalah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
  • visibility 195
  • comment 0 komentar

Loading

Oelet-TTS, Garda Indonesia | Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Oelet diambil alih oleh Kepala Desa, M. Nurdin Tapoin, S. Sos, sejak April 2019 lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BUMDes Oelet, Andi Anin yang ditemui di Oelet pada Rabu, 21 Agustus 2019.

Baca juga :

http://gardaindonesia.id/2019/08/21/krisis-air-bersih-di-tts-masyarakat-minta-pemdes-sediakan-sumur-bor/

Anin menjelaskan bahwa dirinya mendapatkan informasi adanya penambahan modal BUMDes yang akan dicairkan melalui rekening BUMDes Oelet, namun pihaknya sama sekali tidak mengetahui dengan jelas sumber dana dan sasaran penggunaan dana tersebut.

Ketua BUMDes Oelet, Andi Anin

“Saya selalu Ketua BUMDes Oelet tidak pernah mengajukan proposal untuk penambahan modal, dan saya tidak tahu dana tersebut akan digunakan untuk apa,” jelas Anin.

Lanjut Anin, bahwa setiap penambahan modal atau peningkatan modal harus melalui proposal yang dibuat oleh pengurus BUMDes yang didalamnya menjelaskan tentang tujuan penambahan modal, serta sasaran dari modal tersebut dan program apa yang akan dijalankan.

Selain itu, Anin juga menyampaikan bahwa semua anggota BUMDes Oelet tidak mengetahui tentang penambahan modal tersebut. Sehingga Anin dengan tegas menolak jika benar adanya penambahan modal untuk BUMDes Oelet.

“Saya tidak akan kelola dana tersebut karena saya tidak pernah ajukan proposal dan saya tidak tahu tujuannya untuk apa. Kalau saya kelola dan kedepan bermasalah siapa yang harus tanggung jawab,” tegas Anin.

Dirinya menerangkan bahwa pada Senin, 19 Agustus 2019, Kepala Desa Oelet pergi ke rumahnya dan meminta buku rekening beserta stempel BUMDes tanpa memberikan penjelasan yang mendetail. Karena tidak ada alasan yang jelas maka Anin tidak menyerahkan stempel juga buku rekening atas nama BUMDes Oelet.

“Dia (Kepala Desa, red) datang dan minta stempel serta buku rekening BUMDes, tapi tidak kasih tahu untuk keperluan apa, hanya bilang dari atasan yang minta,” jelas Anin.

Anin meminta agar Kepala Desa segera melakukan evaluasi kinerja pengurus BUMDes, sehingga bisa mengetahui dengan jelas pengelolaan BUMDes.

“Saya sudah beberapa kali minta untuk evaluasi tapi tidak ditanggapi,” tutup Anin.

Kepala Desa Oelet M. Nurdin Tapoin, S. Sos, yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa, sejak SK diterbitkan pada 5 Desember 2018, pengelolaan BUMDes berapa persewaan tenda jadi yang dijalankan oleh pengurus, tidak ada pemasukan sama sekali.

“Selama ini saya nilai, tapi tidak menghasilkan sama sekali malah merugikan,” ujar Tapoin.

Tapoin menjelaskan bahwa Ketua BUMDes saat ini bukan warga Desa Oelet. Terkait pengangkatan sebagai Ketua BUMDes saat itu, dirinya tidak mengetahui dengan jelas status kependudukan dari yang bersangkutan.

“Saat itu saya dari Kupang dan tidak mengetahui dengan jelas statusnya, “ ujar Tapoin.

Lanjutnya, pemilihan Ketua BUMDes berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat, namun berjalannya waktu masyarakat komplain sehingga setelah dilakukan pengecekan baru diketahui bahwa Ketua BUMDes bukan penduduk Desa Oelet.

Sementara itu, terkait informasi adanya dana yang akan dicairkan melalui rekening BUMDes, Tapoin menepis bahwa tidak ada dana sama sekali.

Tapoin menambahkan bahwa tujuan dirinya meminta buku rekening dan stempel BUMDes atas permintaan dari bank untuk memastikan keberadaan BUMDes Oelet.

“Itu permintaan dari bank supaya (pastikan) BUMDes itu memang ada atau tidak di desa, “ tutup Tapoin.

Pada kesempatan yang berbeda, Kepala Unit Simpan Pinjam Desa (USPD) Bank NTT cabang Oe’ekama, Javed Tanesib yang dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kepastian terkait dana yang akan cair di rekening BUMDes Oelet.

Kepala Unit Simpan Pinjam Desa (USPD) Bank NTT cabang Oe’ekama, Javed Tanesib

Namun menurut Tanesib, Kepala Desa Oelet, pada beberapa hari lalu pernah berkunjung ke kantor USPD Oe’ekam dan menyampaikan bahwa akan ada dana yang cair lewat rekening BUMDes Oelet.

“Beliau (Kepala Desa Oelet, red) datang dan menyampaikan bahwa akan cair dana sekitar 300 juta lebih melalui rekening BUMDes Oelet, “ jelas Tanesib.

Menanggapi hal tersebut, Tanesib menyampaikan bahwa pihak bank NTT selalu siap melayani, namun harus melalui prosedurnya, yaitu dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu.

” Saya sarankan agar Ketua dan bendahara BUMDes datang untuk cek apakah betul ada dana yang masuk ke rekening BUMDes, karena proses pengecekan maupun pencairan harus mereka (Ketua dan bendahara BUMDes, red) yang bisa melakukan itu,” ujar Tanesib.

Tanesib juga mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak meminta rekening dan stempel BUMDes. Lanjutnya, pihaknya hanya meminta untuk memenuhi administrasi jika ingin mencairkan dana melalui rekening BUMDes.

“Kami tidak minta (rekening dan stempel BUMDes, red) karena itu kewenangan mereka, “ tutup Tanesib. (*)

Penulis (*/Joe Tkikhau)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Iptek Bagi Produk Ekspor (IbPE) Politeknik Negeri Kupang Untuk UKM Nice Handycraft

    Program Iptek Bagi Produk Ekspor (IbPE) Politeknik Negeri Kupang Untuk UKM Nice Handycraft

    • calendar_month Sab, 9 Jun 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id – Program Iptek Bagi Produk Ekspor (IbPE) Kerajinan Tangan (Handycraft) berbahan limbah perca kain tenun ikat merupahkan pengabdian masyarakat dengan skema Iptek sebagai Produk Ekspor dari Kemenristek Dikti melalui Politeknik Negeri Kupang dibawah Pengawasan Tim Pelaksana Jurusan Teknik Elektro. Ketua Tim Pelaksana Petrisia Widyasari Sudarmadji, S.Kom, M.Si dengan anggota tim, Rocky Yefrenes Dillak, […]

  • LPSK : Pemerintah Harus Mampu Selesaikan  Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    LPSK : Pemerintah Harus Mampu Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    • calendar_month Sel, 10 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) berpendapat inilah saatnya negara mengambil keputusan dengan mempertimbangkan beberapa jalur/mekanisme penyelesaian pelanggaran HAM berat di masa lalu. Pernyataan pemerintah melalui Menkopolhukam Mahfud MD yang akan melakukan penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu ini dengan cara non yudisial tanpa mengabaikan mekanisme […]

  • Bersikap Tak Acuh,Kepala SMAN Kie Tuai Protes dari Guru,Komite & Dewan Pendiri

    Bersikap Tak Acuh,Kepala SMAN Kie Tuai Protes dari Guru,Komite & Dewan Pendiri

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Kie-T.T.S, Garda Indonesia | Ketidakadilan terjadi di SMAN Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Hal itu terjadi karena sikap Kepala Sekolah Yaner Benu, S.Pd. yang selalu mengambil kebijakan secara sepihak tanpa melalui pertimbangan yang matang, yang menyebabkan pengunduran diri dari tugas tambahan yang diemban oleh 3 orang guru. Selain itu, kekecewaan juga disampaikan oleh Dewan […]

  • Via CSR Kampung Berseri, Pertamina Ubah Sampah Jadi Berkah

    Via CSR Kampung Berseri, Pertamina Ubah Sampah Jadi Berkah

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Loading

    Berbekal komposisi yang beragam, program Pertamina ini diharapkan dapat menerapkan prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI), termasuk untuk inisiatif program CSR lainnya dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.   Kupang | Sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian Lingkungan dan pemberdayaan masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga Aviasion Fuel Terminal (AFT) El Tari melalui program CSR Kampung Berseri […]

  • Pertamina Tegaskan Pertamax Bukan Oplosan

    Pertamina Tegaskan Pertamax Bukan Oplosan

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 2Komentar

    Loading

    Pertamina Patra Niaga melakukan prosedur dan pengawasan yang ketat dalam melaksanakan kegiatan quality control (QC). Distribusi BBM Pertamina juga diawasi oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).   Jakarta | Menanggapi isu yang berkembang di masyarakat dan beberapa media, Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) menegaskan tidak ada […]

  • 99% Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan Adalah Ulah Manusia

    99% Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan Adalah Ulah Manusia

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Bengkalis, Garda Indonesia | Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia penyebabnya adalah 99% ulah manusia dan 1% nya adalah alam. “Antara lain, tidak sengaja karena buang putung rokok atau membakar sampah, disengaja karena ingin membuka lahan, dan disengaja karena dibayar. Alasannya adalah dampak kurangnya lapangan kerja” kata Kepala BNPB Doni Monardo di acara Rakor Kesiapsiagaan […]

expand_less