Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Presiden Jokowi: “Hingga Saat Ini Belum Ada Kebijakan ‘Lockdown’!”

Presiden Jokowi: “Hingga Saat Ini Belum Ada Kebijakan ‘Lockdown’!”

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 17 Mar 2020
  • visibility 133
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo terus mengikuti perkembangan situasi terkait dengan pandemi virus korona atau Covid-19 dari waktu ke waktu. Di saat yang bersamaan, ia juga memberikan perintah-perintah yang terukur agar pemerintah bisa menghambat penyebaran virus korona serta tidak memperburuk dampak ekonomi yang bisa mempersulit kehidupan masyarakat.

“Oleh karena itu, semua kebijakan baik kebijakan pemerintah pusat maupun kebijakan pemerintah daerah akan dan harus ditelaah secara mendalam agar efektif menyelesaikan masalah dan tidak semakin memperburuk keadaan,” kata Presiden dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 16 Maret 2020.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan sejumlah arahan dalam pembuatan kebijakan yang terkait dengan Covid-19. Pertama, kebijakan karantina wilayah (lockdown) baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah adalah kebijakan pemerintah pusat.

“Kebijakan ini tidak boleh diambil oleh pemerintah daerah dan sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown,” tegas Presiden.

Menurut Presiden, sekarang ini yang paling penting yang perlu dilakukan adalah dengan menerapkan pembatasan sosial (social distancing), yaitu dengan mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, menjaga jarak, dan mengurangi kerumuman orang yang membawa risiko besar kepada penyebaran Covid-19.

“Kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah perlu terus untuk kita gencarkan untuk mengurangi tingkat penyebaran Covid-19 dengan tetap mempertahankan pelayanan kepada masyarakat, baik itu urusan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan layanan-layanan publik lainnya,” jelasnya.

Berkenaan dengan hal tersebut, transportasi publik harus tetap disediakan oleh pemerintah pusat maupun daerah, dengan catatan meningkatkan tingkat kebersihan moda-moda transportasi yang digunakan. Moda transportasi tersebut antara lain kereta api, bus kota, Moda Raya Terpadu (MRT), Lintas Rel Terpadu (LRT), dan bus trans.

“Yang penting bisa mengurangi tingkat kerumunan, mengurangi antrian, dan mengurangi tingkat kepadatan orang di dalam moda transportasi tersebut sehingga kita bisa menjaga jarak satu dan yang lainnya,” imbuhnya.

Kedua, Kepala Negara mengatakan bahwa semua kebijakan besar terkait dengan Covid-19 harus dibahas terlebih dahulu dengan pemerintah pusat. Untuk mempermudah komunikasi, ia meminta kepada daerah untuk berkonsultasi membahasnya dengan kementerian terkait dan satuan tugas (satgas) Covid-19.

Ketiga, untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang disampaikan kepada publik, Presiden juga meminta agar satgas Covid-19 menjadi satu-satunya rujukan informasi kepada masyarakat.

“Terakhir, saya mengajak untuk cuci tangan yang bersih, tetap belajar, tetap bekerja, dan tetap beribadah. Solidaritas masyarakat adalah modal sosial kita yang penting untuk menggerakkan kita bersama-sama melawan Covid-19 ini,” tandasnya.(*)

Sumber berita dan foto (*/BPMI Setpres)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpro Bangunan RS Marianum Kimbana Enggan Beri Daftar Tenaga Buruh

    Pimpro Bangunan RS Marianum Kimbana Enggan Beri Daftar Tenaga Buruh

    • calendar_month Sel, 26 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Belu–NTT, Garda Indonesia | Pimpro pembangunan RS Marianum Kimbana, Fredrikus Bele terkesan enggan memberikan daftar nama para tenaga buruh beserta alamatnya sesuai KTP, ketika diminta Garda Indonesia pada Senin, 25 Oktober 2021, pukul 10.37 WITA. “Ok, sebentar saya minta admin buatkan dan kirim,” respons Fred Bele via pesan whatsapp, tetapi tidak dipenuhinya meski sudah ditunggu […]

  • Varian Delta Covid-19 Masuk NTT, Tiga Terpapar Satunya Anak 12 Tahun

    Varian Delta Covid-19 Masuk NTT, Tiga Terpapar Satunya Anak 12 Tahun

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Varian Delta Virus Covid-19 mulai menyebar masuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kini, diketahui terdapat 3 (tiga) warga yang berdomisili di Kota Kupang yang terpapa virus varian delta tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala Instalasi Patalogi Klinik RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang dr. Hermi Indita Malewa, Sp.PK saat memberikan keterangan Pers […]

  • Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore Terima Penghargaan dari Kemenag RI

    Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore Terima Penghargaan dari Kemenag RI

    • calendar_month Jum, 17 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | “Saya bersyukur dan bangga telah menerima piagam penghargaan ini. Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Kupang, saya sampaikan terima kasih kepada Bapak Menteri atas piagam penghargaan yang telah dianugerahkan kepada kami. Ini merupakan keberhasilan kita semua, Pemerintah dan masyarakat yang bahu membahu dalam menjaga serta melestarikan kerukunan dan keharmonisan hidup […]

  • Simpang Siur Mutasi Virus Covid-19, Tim Pakar Satgas Beri Penjelasan

    Simpang Siur Mutasi Virus Covid-19, Tim Pakar Satgas Beri Penjelasan

    • calendar_month Jum, 5 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menyusul ditemukannya strain virus baru Covid-19, berakibat munculnya informasi simpang siur di tengah masyarakat pada pekan ini. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menerangkan bahwa terjadinya mutasi virus atau varian baru virus adalah hal yang lazim ditemui dalam masa pandemi. Berita baiknya, lanjut Wiku, hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian […]

  • LPDP Prioritas Pelamar dari Keluarga Prasejahtera, Keluarga Mampu Ambil Parsial

    LPDP Prioritas Pelamar dari Keluarga Prasejahtera, Keluarga Mampu Ambil Parsial

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Roni Banase
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak melarang keluarga dari golongan ekonomi menengah atas atau orang kaya mengambil beasiswa LPDP. Plt Dirut LPDP, Sudarto mengimbau pelamar dari keluarga mampu untuk memilih skema parsial agar kuota beasiswa penuh bisa lebih banyak diberikan kepada pelamar dari keluarga prasejahtera. “Untuk yang (keluarga) kaya kami kasih kesempatan parsial. […]

  • Oknum Bhabinkamtibmas Desa Lookeu Aniaya Warga Tasifeto Barat

    Oknum Bhabinkamtibmas Desa Lookeu Aniaya Warga Tasifeto Barat

    • calendar_month Rab, 16 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 121
    • 1Komentar

    Loading

    Belu – NTT, Garda Indonesia | Anggota Polsek Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Valentinus Pada yang adalah Bhabinkamtibmas Desa Lookeu berulah lagi dengan menganiaya Hendrik Haman, warga Dusun Halilulik B, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat pada Selasa malam, 15 Februari 2022. Baca juga : https://gardaindonesia.id/2022/02/16/bhabinkamtibmas-di-belu-tempeleng-warga-desa-lookeu/ Korban Hen Haman, menceritakan bahwa pelaku […]

expand_less