Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » ‘Update Covid-19 NTT’ 3 Pasien Dalam Pengawasan dan 301 ODP

‘Update Covid-19 NTT’ 3 Pasien Dalam Pengawasan dan 301 ODP

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 27 Mar 2020
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga Kamis, 26 Maret 2020 pukul 14.00 WITA, jumlah orang dengan kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) Pandemi Covid-19 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 254 orang,” ungkap Kadis Kesehatan Provinsi NTT Dr. drg. Dominikus Minggu Mere yang didampingi oleh Kabiro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTT Dr.Jelamu Ardu Marius kepada awak media di Posko Penanggulangan Covid-19.

Lanjut drg Domi Mere, ODP yang telah selesai pemantauan ada 26 orang, yang sedang dirawat ada 7 orang, dan yang melakukan isolasi mandiri sebanyak 221 orang.

Selain itu, imbuh drg. Domi, terdapat 1 (satu) orang dengan kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dirawat di RS Komodo Labuan Bajo Manggarai Barat.

Terpisah, Juru bicara Covid-19, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si meng-update data terkini terkait penanganan Corono Virus Desease (Covid)-19 di Provinsi NTT. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 301 orang.

“Ya, hingga malam ini pukul 21.00 WITA jumlah ODP Covid-19 sebanyak 301 orang. Siang tadi berjumlah 254 orang. Ini berarti ada tambahan jumlah ODP sebanyak 47 orang,” beber Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT di ruang biro, pada Kamis malam, 26 Maret 2020.

Dia merinci ODP di Kota Kupang berjumlah 48 orang; yang sembuh 10 orang, sisa 38; yang rawat inap dua (2) ODP di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang; sedangkan yang 36 ODP melakukan karantina mandiri. Kabupaten Lembata berjumlah 12 orang, sembuh tiga orang dari 9 ODP; karantina mandiri sembilan (9) orang. Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ODP sebanyak 38 orang dan semuanya karantina rumah. Kabupaten Kupang berjumlah Sembilan (9) ODP dan semuanya karantina mandiri.

Kabupaten Sikka lanjut Marius, berjumlah 39 orang sembuh 11 orang dan jumlah 28 sedang melakukan karantina mandiri. Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebanyak 15 orang dan semuanya karantina mandiri. Di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak enam (6) ODP; rawat inap 1 (satu) orang di rumah sakit Ben Mboi Ruteng; karantina rumah sebanyak lima (5) orang. Kabupaten Flores Timur jumlah lima (5) ODP dan semuanya sedang karantina rumah. Kabupaten Malaka satu (1) dan kini sedang rawat nginap di rumah sakit Prof. Dr. W. Z. Johanes Kupang.

Di Kabupaten Alor 1 (satu) orang dan kini telah sembuh. Kabupaten Sumba Timur jumlah 30 orang dan satu orang sedang rawat inap di rumah sakit Umbu Rarameha; karantina mandiri sebanyak 29 orang. Kabupaten Belu sebanyak 18 orang; satu orang sedang rawat nginap 1 di rumah sakit Prof. Dr. W.Z. Johanes Kupang; dan ada 17 orang yang karantina mandiri.

Di Kabupaten Sumba Barat Daya berjumlah 13 orang dan semuanya sedang melakukan karantina mandiri. Di Kabupaten Ende jumlah 5 ODP (1 (satu) sembuh dan empat sedang karantina mandiri), Kabupaten Manggarai jumlah enam (6) dan semuanya sedang karantina mandiri. Kabupaten Rote Ndao berjumlah 20 ODP, Sumba Tengah sebanyak empat (4), Kabupaten Ngada jumlah 14 ODP, Kabupaten Nagekeo sebanyak 14 orang; dan satu orang sedang rawat inap di rumah sakit TC Hilers Maumere; dan ada 13 orang yang karantina mandiri. Kabupaten Sabu Raijua ada tiga (3) ODP.

“Sehingga total menjadi 301 ODP. Yang sembuh sebanyak 26 orang. Jumlah ODP ini menjadi 275; rawat nginap tujuh (7) orang dan 268 yang sedang karantina mandiri,” jelas Marius dan menegaskan, PDP (Pasien Dalam Pengawasan) berjumlah tiga (3) orang; satu orang meninggal, satu orang sembuh; sisa satu (1) PDP yang kini sedang dirawat di rumah sakit Komodo Labuan Bajo Kabupaten Mabar.

Melihat data yang fluktuatif seperti ini sebut Marius, masyarakat di Provinsi NTT diminta untuk patuh dan taat terhadap protap-protap yang telah dikeluarkan baik oleh WHO maupun otoritas pemerintah yang ada di republik ini.

“Karena itu, kita terus mengimbau agar orang-orang NTT yang sekarang sedang masuk di NTT apakah sebagai TKI atau TKW dari Malaysia; maupun orang-orang NTT yang datang dari berbagai provinsi yang telah terpapar virus corona maka pastikan diri anda sehat dan segera lakukan isolasi secara mandiri,” pesan Marius. (*)

Penulis (+rony banase & Valeri Guru/Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional

    Sejarah Hari Bahasa Ibu Internasional

    • calendar_month Ming, 21 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Hari Bahasa Ibu Internasional berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Resolusi bahasa internasional ini disarankan oleh Rafiqul Islam, seorang Bangli yang tinggal di Vancouver, Kanada. Ia menulis surat kepada Kofi Annan pada tanggal 9 Januari 1998, memintanya mengambil langkah untuk menyelamatkan bahasa dunia dari kepunahan dengan mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother […]

  • Wali Kota Jefri ‘Deadline’ Lurah tentang Data

    Wali Kota Jefri ‘Deadline’ Lurah tentang Data

    • calendar_month Sab, 29 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R Riwu Kore, M.M., M.H. memberi batas waktu (deadline) kepada para lurah soal pendataan warga penerima bantuan sosial. Penegasan ini disampaikan saat membuka Panel Diskusi dalam rangka Verifikasi dan Validasi (Verivali) Data Bantuan Sosial (Beasiswa, Sembako, BPJS, Kacamata dan Lampu Jalan) di Aula Rumah Jabatan […]

  • Gubernur Viktor Ajak Keluarga Jawa Bangun NTT Tanpa Pura-pura

    Gubernur Viktor Ajak Keluarga Jawa Bangun NTT Tanpa Pura-pura

    • calendar_month Ming, 28 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | K2S (Kontak Kerukunan Sosial) sebagai Paguyuban Keluarga Jawa di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur memberikan kontribusi nyata dan menjadi bagian dari pembangunan Kota Kupang dan Provinsi NTT.  Salah satu kontribusi nyata K2S di Kota Kupang dengan melakukan penataan dan pemberian fasilitas tambahan di Taman Nostalgia dan Pantai Warna. Eksistensi Keluarga Jawa di […]

  • Anggota DPRD Belu Desak Polres Proses Kasus Maek Bako, Sanitasi & Covid-19

    Anggota DPRD Belu Desak Polres Proses Kasus Maek Bako, Sanitasi & Covid-19

    • calendar_month Jum, 18 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu meminta secara tegas kepada pihak Kepolisian Resort (Polres) Belu untuk segera melanjutkan proses penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus dugaan korupsi yang sempat terhenti lantaran bertepatan dengan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/12/17/buka-aib-jika-paket-sahabat-bawa-ketetapan-kpu-belu-ke-mk/ Demikian dikatakan Cypri Temu kepada Garda Indonesia […]

  • Jumat Berkah versi Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana

    Jumat Berkah versi Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana

    • calendar_month Jum, 8 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Ibu Hetty Andika Perkasa bersama Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana menyelenggarakan kegiatan Jumat Berkah di 2 (dua) Panti, pada Jumat, 8 Mei 2020. Kedua panti tersebut adalah Panti Jompo Budi Agung di Jalan Jendral Soeharto No. 135, Naikoten 1, Kec Kota […]

  • Faktor Ganjar dan Andika, Strategi Jokowi Mengukur Politik Relawan

    Faktor Ganjar dan Andika, Strategi Jokowi Mengukur Politik Relawan

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ninoy Karundeng Faktor Ganjar Pranowo ditambah Andika Perkasa membuat peta relawan Jokowi terpecah belah. Awalnya, Ganjar Pranowo hanya menimbulkan masalah bagi Puan Maharani, Prabowo, dan musuh kaum nasionalis. PKS, PSI, Demokrat, dan NasDem sudah menangkap muntahan PDIP ketika Ganjar dipecat. Prabowo-Puan tetap jalan. Namun, faktor Panglima TNI Andika Perkasa mengubah segalanya. Tentu relawan […]

expand_less