Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Kementerian PPPA: Survei AADC-19 Sebagian Besar Anak Waspada Covid-19

Kementerian PPPA: Survei AADC-19 Sebagian Besar Anak Waspada Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2020
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menemukan fakta bahwa sebagian besar anak menjadi waspada terhadap wabah Covid-19. Hal tersebut diperoleh berdasarkan survei Ada Apa Dengan Covid-19 (AADC-19) yang digagas melalui “Forum Anak Nasional”.

Beberapa respons yang ditunjukkan tiap anak melalui survei tersebut berbeda-beda. Ada sebagian yang paranoid, merasa takut dan ada yang biasa saja dalam menyikapi Covid-19. Bagi orang tua, hal itu patut diwaspadai karena dapat mengganggu psikologi anak bahkan bagi yang merasa biasa saja dapat membuat anak lebih tidak peduli dan abai terhadap anjuran pencegahan dari Pemerintah.

“Namun, ada juga yang merasa paranoid, takut dan biasa saja. Ini harus diwaspadai karena dapat mengganggu psikologisnya, atau menganggap hal ini yang biasa juga akan membuat anak tidak peduli terhadap kondisi saat ini,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Eko Novi Ariyanti dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2020.

Survei AADC-19 dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi dan pengetahuan anak tentang Covid-19, program belajar di rumah serta perasaan dan harapan anak dalam situasi saat ini. Pengumpulan data dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp oleh jaringan pengurus Forum Anak Seluruh Indonesia yang dilakukan selama empat hari, yakni 26—29 Maret 2020.

Dalam survei tersebut respondennya adalah anak-anak usia di bawah 18 tahun atau usia 8—17 tahun, dengan persentase terbanyak usia 14 tahun. “Sebanyak 69 persen respondennya adalah anak perempuan, serta 31 persen adalah anak laki-laki,” ujar Novi Ariyanti.

Dalam survei itu, beber Novi, diperoleh hasil bahwa 98 persen anak merasa bahwa Covid-19 berpengaruh terhadap kebiasaan dan pola hidup yang bersih dan sehat. Kemudian, 74 persen anak melihat bahwa kondisi lingkungan di sekitar mereka masih banyak yang keluar rumah. “10 persen anak mengetahui ada ODP, PDP, dan positif Covid-19 di lingkungan mereka,” ungkapnya.

Lalu, sebanyak 18 persen anak mengaku bahwa ada keluarganya yang bertugas sebagai tenaga medis Covid-19 yang mana hal itu membuat anak memiliki reaksi bangga namun juga cemas. “Hal ini membuat mereka cemas sekaligus bangga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Eko Novi Ariyanti juga menyampaikan harapan anak terhadap situasi wabah Covid-19, mereka berharap kondisi saat ini dapat tertangani dan cepat usai sehingga dapat kembali seperti sedia kala sebelum Ramadhan tiba. “Situasi saat ini juga diharapkan menjadi momen perekat keluarga. Mereka berharap juga semua orang bisa menaati peraturan di rumah saja,” ucapnya.

Sementara itu, dalam persepsi anak tentang belajar di rumah saja, Eko Novi Ariyanti menyampaikan anak-anak mengharapkan mendapatkan akses internet gratis karena mereka juga banyak belajar di rumah. “Sebagian besar anak menganggap gerakan di rumah saja merupakan hal yang penting,” paparnya.

Kemudian, 58 persen anak mempunyai perasaan yang tidak menyenangkan selama belajar di rumah saja. Sebab, bagi sebagian anak mereka sulit untuk berinteraksi dengan teman-temannya secara langsung. “Hal itu karena mereka sulit berinteraksi dengan teman-temannya,” ucap Novi.

Selanjutnya ada beberapa anak yang berharap agar tidak terlalu banyak mendapatkan tugas belajar saat menjalankan program belajar di rumah. Selain itu, diharapkan ada penyediaan fasilitas internet serta perangkatnya yang mumpuni dan juga ada video interaktif.

“Kemudian diharapkan juga ada komunikasi dua arah dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif,” pungkas Eko Novi Ariyanti.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo– Kapus Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Donasi Tahap I IMO-Indonesia Untuk Gempa Sulteng Mulai Terdistribusi

    Donasi Tahap I IMO-Indonesia Untuk Gempa Sulteng Mulai Terdistribusi

    • calendar_month Jum, 19 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Pasca gempa dan tsunami yang mengguncang dan melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah, organisasi badan usaha media online IMO-Indonesia, menginisiasi penggalangan bantuan bencana. Aksi kemanusiaan ‘IMO-Indonesia Perduli Palu & Donggala’ merupakan panggilan kemanusiaan pasca bencana gempa dan tsunami Palu. Sekretaris Jenderal IMO-Indonesia Nasir bin Umar menjelaskan, dipilihnya Gorontalo sebagai posko utama bantuan […]

  • Penetapan Pasien Positif Covid-19 adalah Kewenangan Gugus Tugas di Jakarta

    Penetapan Pasien Positif Covid-19 adalah Kewenangan Gugus Tugas di Jakarta

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menegaskan, Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI yang dapat mengetahui kondisi pasien positif Corona Virus Disease (Covid)-19. “Kita tetap ambil sampel darahnya untuk diperiksa di Laboratorium di Jakarta. Karena itu, kami mau mengatakan kepada seluruh masyarakat NTT, seseorang dikatakan positif terkena virus Corona […]

  • Pasca-Bencana Banjir di Malaka, Ribuan Hektar Lahan Pertanian Rusak

    Pasca-Bencana Banjir di Malaka, Ribuan Hektar Lahan Pertanian Rusak

    • calendar_month Kam, 6 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka, Garda Indonesia | Pasca-bencana alam Banjir Bandang akibat luapan air dari Sungai Benenain pada Minggu, 4 April 2021, mengakibatkan kerusakan lahan pertanian masyarakat di Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dinas Pertanian-red) Pertanian Kabupaten Malaka, langsung terjun ke lapangan untuk mendata kerusakan lahan warga dan kerusakan lainnya. […]

  • Ompreng Makan Bergizi Gratis dari China Berasa Minyak Babi

    Ompreng Makan Bergizi Gratis dari China Berasa Minyak Babi

    • calendar_month Sel, 9 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Kepala BGN Dadan Hindayana secara terbuka meminta BPJPH menginspeksi food tray yang dipakai dalam program MBG. Ia mengakui kebutuhan food tray nasional belum bisa dipenuhi produsen dalam negeri.   Jakarta | Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Haikal Hasan alias Babe Haikal akan segera berangkat ke China untuk menginspeksi langsung food tray atau ompreng […]

  • Prabowo Subianto: Gerindra Dukung Penuh Pemerintahan Yang Sah

    Prabowo Subianto: Gerindra Dukung Penuh Pemerintahan Yang Sah

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dalam pertemuan memenuhi undangan Presiden Joko Widodo, pada Jumat, 11 Oktober 2019, Prabowo Subianto menyatakan komitmennya untuk bersatu kembali. Prabowo Subianto berjanji bakal menghadiri pelantikan Presiden Joko Widodo, pada Minggu, 20 Oktober 2019. Sebab, kata Prabowo, konstelasi pemilihan presiden sudah selesai. Karena itu seluruh elemen bangsa harus bersatu kembali. Menurutnya, Gerindra […]

  • Real Count, SIAGA Menang 41,40% Pilgub NTT 2024

    Real Count, SIAGA Menang 41,40% Pilgub NTT 2024

    • calendar_month Rab, 27 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Pasangan Calon Gubernur dan Gubernur NTT nomor 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA) memenangkan pertarungan dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) 2024. Berdasarkan data real count yang masuk di pusat data SIAGA, pasangan yang diusung Partai NasDem, PKB dan PKS ini unggul 41,40 persen suara, disusul pasangan Melki-Johni 32,4 persen dan pasangan Ansy-Jane 26,18 […]

expand_less