Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Asal Usul Suku Tetun di Pulau Timor

Asal Usul Suku Tetun di Pulau Timor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 9 Jun 2024
  • visibility 445
  • comment 0 komentar

Loading

Suku Tetun, disebut juga Tetum atau Belu adalah suku bangsa yang merupakan penduduk asli Pulau Timor. Suku ini mendiami Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia dan sebagian besar wilayah Timor Leste.

Bahasa Suku Tetun disebut dengan bahasa Tetun yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Austronesia. Selain di Pulau Timor, suku ini juga banyak terdapat di Jakarta, Indonesia.

Di antara Tetum Terik dari Viqueque, diyakini bahwa manusia pertama muncul dari dua lubang atau vagina, “Mahuma” dan “Lequi Bui”, muncul di tanah dengan memanjat sulur suci. Oleh karena itu, di kalangan Tetum Terik, pintu rumah adat disebut sebagai vagina dan bagian dalamnya disebut WOMB, ruang perempuan.

Menurut kepercayaan mereka, alam semesta Tetum Terik yang terbagi atas dunia bawah dan dunia atas dihubungkan melalui vagina wanita. Dunia bawah atau sakral didefinisikan sebagai feminin, didominasi oleh wanita, sedangkan dunia atas sekuler dan maskulin ditempati oleh pria. Kedua dunia tersebut harus bersatu, jika tidak, kemandulan, penyakit, dan kematian akan mengancam.

Berdasarkan cerita yang berkembang turun temurun, suku Tetun dipercayai sebelumnya berasal dari Malaka di Semenanjung Malaya, kemudian berpindah ke beberapa tempat sebelum akhirnya tiba di Pulau Timor, yaitu di bagian timur pulau. Cerita ini dipercaya juga sebagai asal-usul berdirinya Kerajaan Malaka di Timor Barat, yakni salah satu kerajaan yang dipimpin suku Tetun.

Wanita suku Tetun yang akan dan telah menikah, dahulu secara tradisional akan memakai tato dengan motif tertentu yang melambangkan status sosial mereka. Para pengantin pria dan wanita suku Tetun juga memiliki pakaian adat yang dilengkapi hiasan kepala, kain, kalung, giwang, serta perhiasan-perhiasan lainnya yang memiliki corak dan makna yang khas.

Salah satu tarian tradisional suku Tetun adalah tari Likurai, yang ditarikan oleh kaum wanita untuk menyambut tamu atau pejuang yang kembali dari perang.(*)

Sumber (*/Wikipedia)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Doni Salmanan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Quotex

    Doni Salmanan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Quotex

    • calendar_month Rab, 9 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri menetapkan Crazy Rich Bandung Doni Salmanan menjadi tersangka kasus dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) platform Quotex. Penetapan tersebut dilakukan usai polisi melakukan gelar perkara. “Gelar perkara menetapkan atau meningkatkan status yang bersangkutan DS (Doni Salmanan) dari status saksi menjadi tersangka,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri […]

  • Kerja Keras PLN di Malam Natal 2021, Listrik di Sebagian Kota Kupang Nyala Lagi

    Kerja Keras PLN di Malam Natal 2021, Listrik di Sebagian Kota Kupang Nyala Lagi

    • calendar_month Ming, 26 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Jaringan listrik di sebagian wilayah Kota Kupang sempat padam pada Hari Natal, Sabtu, 25 Desember 2021 sejak sekitar pukul 15.00 WITA. Sebagian wilayah yang terdampak hingga malam Natal antara lain di wilayah Timor Raya, Nunbaun Delha (NBD), Nunbaun Sabu (NBS), Bonipoi, Oeba dan sekitarnya. Baca juga: https://gardaindonesia.id/2021/12/25/listrik-padam-saat-malam-natal-2021-di-sebagian-kota-kupang-ini-penyebabnya/ Upaya pemulihan dan […]

  • 234 Kelompok Penerima Manfaat di Belu Terima BLT Dana Desa

    234 Kelompok Penerima Manfaat di Belu Terima BLT Dana Desa

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Belu- NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 234 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 11 dusun selaku Kelompok Penerima Manfaat (KPM) menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), pada Rabu 20 Mei 2020. Pantauan Garda Indonesia, pembagian BLT itu didahului dengan penyerahan […]

  • 1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021, Menag: Patuhi Protokol Kesehatan

    1 Syawal 1442 H Jatuh pada 13 Mei 2021, Menag: Patuhi Protokol Kesehatan

    • calendar_month Rab, 12 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1442 H/2021 M jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, pada Selasa, 11 Mei 2021. “Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1442 H […]

  • Andre Garu Ringankan Beban Ratusan Orang Tua Mahasiswa di Bajawa

    Andre Garu Ringankan Beban Ratusan Orang Tua Mahasiswa di Bajawa

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa | Ratusan orang tua mahasiswa penerima beasiswa usulan di Bajawa, Kabupaten Ngada, berkumpul untuk bertemu dengan calon Wakil gubernur NTT nomor urut 3, Adrianus Garu atau Andre Garu. Pertemuan yang berlangsung di aula Gereja MBC pada Sabtu, 28 September 2024, menjadi ajang bagi orang tua untuk menyampaikan rasa terima kasih mereka atas usaha Andre […]

  • Sanksi PAW Bagi Yezkial Loudoe? Badan Kehormatan: Jika Pelanggaran Berat

    Sanksi PAW Bagi Yezkial Loudoe? Badan Kehormatan: Jika Pelanggaran Berat

    • calendar_month Sen, 31 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Badan Kehormatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang sedang memproses mosi tidak percaya dari 5 (lima) fraksi kepada Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkial Loudoe dan secara administrasi (dokumen dan kartu tanda penduduk [KTP]) telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap. Demikian dinyatakan oleh Wakil Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Kupang, Adolf […]

expand_less