Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Asisten III Setda Belu Deklarasi 2 Desa STBM & 3 Desa ODF

Asisten III Setda Belu Deklarasi 2 Desa STBM & 3 Desa ODF

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 89
  • comment 0 komentar

Loading

Belu–NTT, Garda Indonesia | Asisten Administrasi Umum Setda Belu, Drs. Alfredo Pires Amaral mendeklarasikan Desa Loonuna di Kecamatan Lamaknen Selatan dan Desa Dirun di Kecamatan Lamaknen sebagai Desa Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), Desa Debululik di Kecamatan Lamaknen Selatan, Desa Kewar dan Desa Maudemu di Kecamatan Lamaknen sebagai Desa Open Defication Free (ODF) di aula Kantor Desa Loonuna, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 23 Juli 2021.

Sambutan tertulis Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, M.M. yang dibacakan Alfredo Pires Amaral menyebutkan, pembangunan kesehatan di Kabupaten Belu akan tercapai apabila semua masyarakat secara sadar mau mengubah perilaku menjadi lebih sehat, salah satunya melalui pendekatan STBM.

“STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. STBM adalah program yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang betapa pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat”, tandasnya.

Dikatakannya, kegiatan deklarasi kelima desa itu menambah jumlah desa/kelurahan Stop Buang Air Besar Sembarangan di Belu menjadi 25. Sedangkan desa/kelurahan STBM bertambah menjadi 31.

Asisten III Setda Belu mengaku bahwa terselenggaranya deklarasi tersebut sebagai hasil dari kerja keras dan partisipasi aktif semua pihak baik pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama yang saling bersinergi dalam mengupayakan agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Belu saya memberikan apresiasi kepada masyarakat di Desa Loonuna, Dirun, Kewar, Maudemu, dan Desa Debululik, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh komponen masyarakat 5 desa yang telah berhasil menerapkan pilar pertama serta lima pilar STBM dalam kesehariannya,” tutur Alfredo Amaral.

Mewakili Pemerintah, Asisten III Setda Belu mengucapkan terima kasih kepada tim pendamping STBM Kabupaten Belu, Kecamatan Lamaknen, Kecamatan Lamaknen Selatan, Puskesmas Weluli, Puskesmas Nualain, Yayasan Plan Internasional dan Yayasan Pijar Timur yang telah memfasilitasi masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

“Saya berharap kegiatan hari ini nantinya dapat memicu dan memotivasi desa–desa lainnya di Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan untuk mencapai desa STBM. Khusus untuk masyarakat di 5 desa yang dideklarasikan hari ini agar tetap mempertahankan dan terus membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari–hari,” pinta Alfredo.

Kepala Desa Loonuna, Maximus Bau Mau dalam sambutannya mengatakan, pembangunan kesehatan adalah salah satu bagian dari pembangunan nasional agar tercapainya kemauan, kesadaran dan kemampuan menuju derajat kesehatan yang optimal. “STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemacuan sehingga akses masyarakat terhadap sanitasi yang layak merupakan target nasional dalam menurunkan penyakit yang berbasis lingkungan,” imbuh kades yang akrab disapa Maxi.

Maxi Bau Mau menerangkan bahwa proses pelaksanaan STBM di kelima desa ini diawali dengan sosialisasi tentang lima pilar STBM dan diikuti dengan pembentukan tim STBM kelurahan dan desa, dilanjutkan dengan pemacuan dan pendataan kepemilikan jamban untuk memastikan perubahan yang terjadi di masyarakat.

“Kami patut berterima kasih pada Yayasan Plan International Indonesia dengan mitra kerja Yayasan Pijar Timur Indonesia yang sudah mendampingi dan berjibaku bersama kami dalam mengubah perilaku masyarakat di desa dan kelurahan kami sehingga dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat melalui 5 Pilar STBM,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia, Vincent Kiabeda mengatakan, dengan menaati 5 pilar STBM maka dampak jangka pendeknya adalah pencegahan diare, jangka menengahnya yaitu gizi kurang dan gizi buruk serta dampak jangka panjangnya adalah pencegahan stunting. Karena itu, ia berharap masyarakat dapat selalu menaati dan melaksanakan ikrar STBM yang telah diucapkan sehingga dapat hidup secara bersih dan sehat.

“Ini adalah awal untuk kita berperilaku hidup bersih dan sehat. Kita berharap ini tetap dipertahankan dan dilaksanakan,” ujar Vincent Kiabeda. (*)

Penulis: (*/Herminus Halek)

Foto: prokopimdabelu

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Pertemuan Seorang Saudara’ antara Presiden Jokowi & Prabowo Subianto

    ‘Pertemuan Seorang Saudara’ antara Presiden Jokowi & Prabowo Subianto

    • calendar_month Ming, 14 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden RI terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo bertemu dengan Prabowo Subianto. Pertemuan yang ditunggu-tunggu masyarakat di Tanah Air ini terjadi pada Sabtu, 13 Juli 2019 di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT), Lebak Bulus, Jakarta. Sekitar pukul 10.05 WIB, keduanya bertemu dan bersalaman di depan loket Stasiun MRT Lebak Bulus. Senyum terpancar […]

  • Banjir Landa Kalimantan Selatan, Presiden Jokowi Instruksikan Kirim Bantuan

    Banjir Landa Kalimantan Selatan, Presiden Jokowi Instruksikan Kirim Bantuan

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo telah mendapatkan laporan langsung melalui telepon dari Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor terkait dengan bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Presiden pun telah memerintahkan jajarannya, mulai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (dahulu Basarnas), hingga TNI dan Polri untuk segera mengirim bantuan […]

  • Achmad Yurianto: Isolasi Mandiri Bukan Berarti Diasingkan

    Achmad Yurianto: Isolasi Mandiri Bukan Berarti Diasingkan

    • calendar_month Sen, 6 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dr Achmad Yurianto mengatakan orang yang melakukan isolasi mandiri bukan berarti untuk diasingkan oleh masyarakat. Dalam hal ini masyarakat diharapkan dapat memahami agar tidak terjadi salah pengertian dan penanganan warga yang sedang melakukan isolasi mandiri sebagai upaya memutus rantai penyebaran covid-19. “Bukan […]

  • PLN dan Syahbandar Kupang MoU Infrastruktur Listrik Pelabuhan

    PLN dan Syahbandar Kupang MoU Infrastruktur Listrik Pelabuhan

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kerja sama ini menjadi tonggak penting untuk mendukung kelancaran distribusi energi, meningkatkan efisiensi logistik, dan mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur pelabuhan ketenagalistrikan.   Kupang | Guna memperkuat sinergi antar-instansi dan meningkatkan efisiensi operasional, terutama di sektor ketenagalistrikan, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT (PLN UIW NTT) melalui PLN Unit Pelaksana Pembangkitan (PLN UPK) Timor melakukan penandatanganan […]

  • Tahan 5 Warga Penfui Timur, Helio Nilai Polsek Kupang Tengah Berlebihan

    Tahan 5 Warga Penfui Timur, Helio Nilai Polsek Kupang Tengah Berlebihan

    • calendar_month Sen, 31 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Penahanan 5 (lima) warga Desa Penfui Timur oleh Polsek Kupang Tengah pada Rabu, 26 Mei 2021 atas kasus dugaan tindak pidana pembongkaran tempat jualan tak dikenal di wilayah Dusun IV, Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat sorotan dari Advokat, Helio Caetano Moniz, S.H. Baca juga : […]

  • Gempa Bumi Tektonik M=4,4 Dirasakan di Wilayah Sumba Timur

    Gempa Bumi Tektonik M=4,4 Dirasakan di Wilayah Sumba Timur

    • calendar_month Kam, 29 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Waingapu, Garda Indonesia | Wilayah Sumba Timur di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu, 28 Agustus 2019 pukul 22.44.15 WITA. Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Drs.M. Taufik Gunawan, Dipl. SEIS mengatakan berdasar hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M=4,4. Episenter terletak pada koordinat 9,98 LS […]

expand_less