Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Balon Mobilitas Sosial

Balon Mobilitas Sosial

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 13 Mei 2021
  • visibility 75
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Josef Herman Wenas

Di India tercatat 4.000 kematian dalam dua hari terakhir. Malaysia mulai kemarin (Senin, 10 Mei 2021, red) sampai dengan awal bulan depan memberlakukan lockdown nasional untuk ketiga kalinya sejak pandemi ini mulai lebih setahun lalu. Masuk akal Corona di Indonesia diyakini memiliki banyak klaster Covid-19 yang tak terdeteksi. Dari random sampling para pemudik sejauh ini, ternyata 2/3 dari yang diperiksa hasilnya positif.

Tampaknya ada korelasi positif antara peningkatan jumlah vaksinasi dan peningkatan mobilitas sosial (apa pun motifnya). Ironisnya, kedua hal ini justru potensial meningkatkan kasus-kasus Corona berikutnya.

Mobilitas sosial yang dilakukan dengan cara-cara “normal lama” ini yang belum beralih ke cara-cara “normal baru.” Memang ongkos belajarnya mahal, perlu waktu dan korban. Tanpa mobilitas sosial, suatu masyarakat (yaitu sekumpulan manusia) pasti mengalami stagnasi. Hantaman pertama terjadi pada pada dimensi budaya (kreativitas, daya cipta) dan ekonominya (produktivitas).

Selanjutnya “efek domino” hantaman itu masuk ke dalam dimensi-dimensi kemanusiaan lainnya, ideologi, politik, hukum, dan lain sebagainya.

Mobilitas sosial adalah urat nadi peradaban. Entah itu urusan ke tempat kerja, urusan belajar, urusan beribadah, urusan ke pasar, urusan kesehatan, urusan nikah, urusan olah raga, urusan pengadilan. Macam-macam urusan lah.

Tanpa mobilitas sosial, peradaban mati. Masyarakat mati.

****

Sekarang kita dipaksa oleh virus Covid-19 untuk membiasakan diri hidup dalam konsep “bubble“, atau gelembung, atau sebutlah balon, berdasarkan warna-warna zonasi (merah, oranye, kuning dan hijau) yang ditentukan oleh kehadiran sang virus.

Sekarang ini suatu perjalanan (traveling) antar wilayah menerapkan prinsip balon ini— tidak melulu dalam arti sempit wisata liburan tetapi dalam arti luas bermacam motif traveling itu sendiri.

Mereka yang di balon merah prinsipnya tidak bisa ke balon hijau. Perlakuan balon hijau ke balon kuning lebih “soft” daripada ke balon merah (misalnya soal syarat isolasi, syarat tes). Hubungan antara balon kuning dan balon oranye ada caranya sendiri yang beda dengan hubungan dengan balon merah.

Sekarang, sesama balon hijau bisa bekerja sama untuk berkreativitas dan berproduksi. Menteri Sandiaga saat ini sedang mati-matian mengupayakan apa yang disebut “travel corridor” dalam konteks ini.

Rumitnya urusan-urusan ini di tingkat eksekusi pada intinya menjelaskan upaya kita semua menemukan apa yang disebut mobilitas sosial baru, yaitu “balon mobilitas sosial”. Sialnya, “balon mobilitas sosial” ini bukan sesuatu yang permanen, balon hijau bisa saja mendadak menjadi kuning, dan tiba-tiba merah.

Sehingga kalau dulu kita merencanakan suatu perjalanan dengan tingkat kepastian yang tinggi, hari ini hal itu menjadi jauh lebih sulit. Di sisi lainnya, agen perjalanan harus terbiasa dengan akuntansi refund atau reschedule, begitu juga para operator moda transportasinya (pesawat terbang, kapal laut, kereta api, bis). Treatment terhadap cashflow perusahaan pun berubah… “jangan yakin dulu itu duit kita, entar kena refund lagi.”

Satu-satunya kepastian mobilitas sosial baru, “balon mobiltas sosial”, diukur dari kapabilitas seseorang mengantisipasi ketidakpastian.

****

Lebaran tahun 2020 lalu, pemerintah dan masyarakat masih kompak, oleh karena sama-sama kaget, sama-sama tidak tahu bagaimana penanganan seharusnya. Di Yogyakarta, sebagai salah satu tujuan mudik, saat itu mengalami kesepian Idul Fitri yang hampir total.

Menghadapi Lebaran tahun 2021, ini terasa berbeda. Pemerintah dan masyarakat sudah belajar banyak. Tidak kaget lagi, sudah tahu harus melakukan apa. Hanya saja muncullah dua versi, versi pemerintah dan versi masyarakat, soal bagaimana seharusnya mobilitas sosial baru dilakukan.

Maka di sana-sini terjadi friksi. Ada penerobosan di perbatasan yang diblokade, ada yang disuruh putar balik malah pada shalawat, ada juga ajakan pembangkangan di media sosial, ada yang membandingkan secara “ad hominem” antara yang dibolehkan dan tidak dibolehkan.

Ada sebagian kaum intelektual mengkritik sikap ambigu pemerintah dibalik kebijakan mudik tahun ini. I must beg to differ from this, menurut saya kita hanya sedang belajar untuk memahami apa itu mobilitas sosial baru, apa itu “balon mobilitas sosial”, yang sifatnya sementara, dengan volatilitas perubahan yang tinggi.

Kenyataan adanya “balon mobiltas sosial”— it carries with it a great extent of uncertainty— inilah yang membedakan fenomena mudik antara tahun 2020 lalu dan tahun ini. (*)

Yogyakarta, 11 Mei 2021

Foto utama oleh Kompas.com

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Mencurigakan 80,6 Triliun ke Parpol, Polri Koordinasi dengan PPATK

    Dana Mencurigakan 80,6 Triliun ke Parpol, Polri Koordinasi dengan PPATK

    • calendar_month Kam, 11 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Bareskrim Polri akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait adanya temuan transaksi mencurigakan yang mengalir ke calon legislatif (caleg) dan partai politik (parpol). Hal itu menanggapi temuan PPATK soal adanya transaksi hingga Rp 80,6 triliun dengan angka paling tinggi untuk satu parpol mencapai Rp9,4 triliun, termasuk aliran […]

  • Bank NTT Punya Bank Devisa, Launching Pada 4 September 2023

    Bank NTT Punya Bank Devisa, Launching Pada 4 September 2023

    • calendar_month Sen, 4 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Victory-Joss, sehari sebelum berakhirnya masa jabatan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 5 September 2023, maka Josef Nae Soi meluncurkan Bank Devisa pada Senin, 4 September 2023 pukul 08.00 WITA–selesai di lantai 5 kantor pusat Bank NTT Jalan W J Lalamentik, Kupang. Hadir saat peluncuran, Kepala Perwakilan […]

  • 24 Partai Politik Lolos ke Tahap Verifikasi Pemilu 2024

    24 Partai Politik Lolos ke Tahap Verifikasi Pemilu 2024

    • calendar_month Sel, 16 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pendaftaran partai politik (parpol) calon peserta pemilihan umum (Pemilu) 2024 telah ditutup pada Minggu, 14 Agustus 2022. Sebelumnya, pendaftaran parpol peserta Pemilu 2024 sudah dibuka pada Senin, 1 Agustus 2022. Sebanyak 40 parpol telah mendaftar sebagai peserta Pemilu 2024. Namun, tidak semua parpol calon peserta Pemilu 2024 yang menyampaikan berkas persyaratan secara […]

  • ‘Trip Planner’ PLN Mobile Solusi Mudik Lebaran 2024

    ‘Trip Planner’ PLN Mobile Solusi Mudik Lebaran 2024

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 198
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT. PLN (Persero) terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini salah satunya diwujudkan dengan penambahan beberapa fitur pada aplikasi PLN Mobile, sehingga masyarakat pengguna kendaraan listrik semakin nyaman dalam melakukan perjalanan jarak jauh. “Bagi masyarakat yang ingin mudik menggunakan kendaraan listrik sekarang tidak perlu ragu lagi. PLN sudah menyiapkan […]

  • Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dari Flores Timur, Total 91 Kasus di NTT

    Bertambah 1 Kasus Positif Covid-19 dari Flores Timur, Total 91 Kasus di NTT

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Dari 48 sampel swab yang diperiksa oleh Laboratorium Biomolekuler RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang diperoleh hasil 1 positif Covid-19 dari Flores Timur,” jelas Sekretaris I Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. drg. Domi Minggu Mere, M.Kes. dalam jumpa media pada Jumat siang, 29 Mei 2020. Satu kasus […]

  • Hujan Deras Iring Rakor Pengentasan Kemiskinan Ekstrem antara Wapres dan Pemprov NTT

    Hujan Deras Iring Rakor Pengentasan Kemiskinan Ekstrem antara Wapres dan Pemprov NTT

    • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kunjungan Kerja Wapres RI Ma’ruf Amin di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka rapat koordinasi pengentasan kemiskinan ekstrem dan penanggulangan stunting di dilaksanakan di aula rumah jabatan Gubernur NTT pada Minggu siang, 17 Oktober 2021. Cuaca panas ekstrem berkisar 32–35 derajat di Nusa Tenggara Timur pada masa transisi musim […]

expand_less