Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Berita Duka Telah Berpulang Sila Kedua Pancasila di Kantor Gubernur NTT

Berita Duka Telah Berpulang Sila Kedua Pancasila di Kantor Gubernur NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
  • visibility 177
  • comment 2 komentar

Loading

Oleh : Marsel Robot, Dosen Bahasa dan Sastra FKIP Undana

Kami, keluarga berduka, masyarakat Nusa Tenggara Timur menyampaikan kabar duka cita atas berpulang saudara kita tercinta atas nama Sila Kedua Pancasila, atau nama kerennya “Kemanusiaan yang adil dan beradab”, pada pukul 11.01 Wita. Sementara, jenazah disemayamkan di antara kantor gubernur dan kantor DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sedikit informasi tentang riwayat sakit beliau. Sebulan yang lalu, Sila Kedua diantar oleh sejumlah ponakannya (baca, massa mahasiswa) ke halaman kantor gubernur untuk segera opname. Pasien diterima oleh Gubernur Melki Laka Lena dan sejumlah pejabat, termasuk Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Ibu Nomleni.

Sila Kedua menderita sakit kronis yang sangat aneh. Sejumlah dokter ahli gizi sosial dan ahli kemo kemelaratan mendiagnosis penyakit yang diderita Sila Kedua adalah komplikasi akut. Dalam catatan medis itu terbaca, paru-parunya dalam keadaan hampa udara, jantung kering tanpa darah dihisap regulasi, dan jantung ekonomi berdetak sendu. Ada juga penumpukan daging di pembuluh darah sehingga sirkulasi dana dari pejabat kepada rakyat terputus yang menyebabkan kehidupan rakyat terseok.

Ia menderita sakit nyaris seabad. Bahkan, selama hidupnya ia hanya mengenal sakit. Keadaan semakin parah dan memuncak sejak beredarnya Pergub No. 22 Tahun 2025 tentang kenaikan tunjang sewa kos (rumah) dan sewa bemo (tunjangan transportasi) anggota DPRD Provinsi NTT bernilai sangat fantastis. Dan mengalami pendarahan hebat saat euforia event Tour De Entente dan retret alias pelesir pejabat ke Universitas Pertahanan yang menguras dompet APBD.

Sampai saat ini pihak Gubernur Laka Lena sebagai kepala unit gawat darurat belum memberikan respons terhadap sejumlah tuntutan mahasiswa untuk merevisi isi Pergub No. 22 tahun 2025 itu. Omon-omon inilah yang memangkas napas sila kedua secara perlahan. Seakan tuntutan masyarakat hanya simfoni fals yang sengaja diabaikan. Namun, ahli biroforensik di kantor gubernur memberikan kesaksian lain. Menurutnya, Sila Kedua itu dibunuh. Bukan menderit sakit. Hasil analisis biroforensik menemukan luka-luka tusukan tuts kalkulator yang menghitung jenis-jenis tunjangan DPRD Provinsi NTT.

Lebih menyakitkan lagi, kasus kematian Sila Kedua terjadi di NTT, tanah kelahirannya (1934—1938). Seandainya Soekarno masih hidup, besar kemungkinan ia berada di sisi kanan jenazah Sila Kedua. Soekarno tersedak oleh kesedihan yang tak tertahankan melihat keadaan sila kedua yang terbaring kaku di hadapannya. Dan sejam yang lalu, Soekarno membentangkan kain kafan merah putih di atas tubuh renta Sila Kedua, air mata menetes satu-satu menjadi badai yang menghanyutkan semua pejabat korup di daerah ini.

Sampai saat ini, rencana pemakaman belum diinformasikan oleh panitia. Padahal, krans bunga dari berbagai pihak sudah terpajang sepanjang jalan persis baliho di musim caleg (calon legislatif). Masalah lain, mobil ambulans yang siap mengantar jenazah ke hati para pejabat dan DPR mengalami kemacetan, lantaran tidak bisa mengisi bensin. Sang sopir tidak membawa surat pajak kendaraan untuk diperlihatkan kepada pegawai SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum). Akibatnya, kendaraan tidak dapat mengisi bahan bakar.

Berita duka ini telah disampaikan sejak kemarin kepada para petani yang kekurangan pupuk, kepada nelayan yang tidak melaut, kepada pedagang kaki lima yang diamputasi kakinya, kepada pedagang cabai di pasar rakyat, guru honorer. Keluarga duka telah mengimbau kepada para pelayat untuk datang secara bersamaan dengan jumlah besar agar misa requiem lebih khusuk dan doa syafaat bisa meretakkan hati yang karatan. Panitia pemakaman memberitahukan pula agar setiap pelayat menyeka keringat dengan sapu tangan kafan yang terbuat dari air mata rakyat NTT. Para pejabat dan Dewan Perwakilan Rakyat diharapkan datang melayat dengan membawa selendang yang terbuat dari hati nurani.

Kami, keluarga berduka dan sejumlah keluarga besar yang terkait di dalamnya telah menerima ucapan belasungkawa dari petani pedalaman seluruh NTT. Mereka sangat sedih dan amat menyesal tidak hadir dalam upacara pemakaman karena jalan raya sangat buruk, sehingga sulit menjangkau rumah duka.

Kami menerima ucapan belasungkawa dari nelayan kecil. Mereka juga tidak datang dalam ritual pemakaman Sila Kedua oleh karena kesulitan biaya transportasi. Karena, nyaris sebulan ini jarang melaut sehingga hasil tangkapan merosot, sebagian perahu dan kapal pengakap ikan tidak mengisi bahan bakar karena pajak belum lunas.

Kami juga menerima ucapan belasungkawa dari para guru honorer, tenaga kesehatan kontrak, yang selama ini hidup di bawah bayang narasi “enggan dipecat, menunggu keberuntungan.” Meski mereka tahu, para wakil rakyatnya berpesta pora dengan tunjangan yang tinggi yang lampaui gedung kantornya.

Kita semua berdoa, semoga arwah Sila Kedua berkenan di sisi kanan Tuhan, bersama para kudus di surga menemukan kedamaian abadi di sana. Sebab, di Nusa Tenggara Timur, tempat ia dilahirkan, malah ia dikhianati, disalibkan, dan wafat dan dimakamkan di pinggir selokan sejarah, karena mungkin di sana masih tersisa serpihan-serpihan keadilan.

O… ya! Poti Pong Darat Tana selaku Amang Dedek (om) atau To’o Huk, atau Atoin Amaf dari Sila Kedua, berbisik kepada saya: katanya, “Seluruh ponakan (mahasiswa), kenyadu (aktivis) segera menyiram rampai tidak hanya di atas makam Sila Kedua, tetapi juga di tangga kantor gubernur, tempat sepatu kekuasaan menggilas tuntutan masyarakat, di lorong kantor DPR tempat palu sidang meremukkan aspirasi rakyat. Di atas pusara Sila Kedua, kalian menabur bunga, menabur pesan ketidakadilan. Sebab, setiap helai rampai adalah deraian peluh dan simfoni penderitaan rakyat. Pun palu sidang DPR telah mematikan jentik-jentik hati nurani.(#)

  • Penulis: Penulis

Komentar (2)

  • ROI

    Kematian sila kedua di NTT Membawa senyum buat siapa ….? Sedang air mata tak ter bendung keluar dari manusia manusia yg membutuhkan keadilan dan keberadaban. Mengapa kesejahteraan DPR Yg diperhatikan sedang masyarakat kecil mencari pekerjaan hanya untuk sekilo beras setiap harinya untuk bertahan hidup..? Sedangkan air mau di dop karena tunggak 3 bulan.meteran listrik harus di isi pulsa karena sudah merengek karena lapar pulsa. Anak anak sarjana semua pada stres karena menganggur sudah 3 atau 4 tahun…yg bisa cuma mencari untuk sekedar bertahan hidup.ada yg punya kesempatan mengisi formulir lowongan kerja pada instansi pencari tenaga kerja tapi ditolak karena umur sudah melewati batas .kasihan …….sedang pemerintah dalam hal ini sibuk mengurus uang berbagai jenis tunjangan….untuk orang orang kepercayaan masyarakat.yaitu DPR…..Apakah dalam benak anda kalian berpikir bahwa saya dipilih untuk berpikir tentang kehidupan yg berperikemanusiaan yg adil dan beradab.bagi mereka yg mempercayaimu …? Kami cuma butuh kerja keras untuk sekedar menghidupkan hidup….itupun lapangan kerja nya tidak ada. Kami punya keinginan, kemauan dan semangat untuk berusaha hidup.tapi apa yg harus kami harapkan …? Apapun jenis tunjangan buat DPR tapi kalau kehiduPan masyarakat tidak Dipikirkan, ,,, maka semuanya NOL DAN NOL.

    Balas3 Oktober 2025 10:54 am
  • Aleksius R Sedara

    Sebuah berita yang disampaikan secara persuasif.
    Berita (membahasakan kenyataan) sedangkan persuasif ditunjang majas personifikasi dan alegori adalah bagian dari sastra untuk menarik perhatian pembaca.
    Perpaduan keduanya merupakan gaya atau kaca bening jiwa dari si penulis.
    Terima kasih atas sajian beritai ni Pak Marsel🙏

    Balas3 Oktober 2025 9:31 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HUT Ke-65 NTT, Bank NTT ‘Kick off’ Bank Devisa

    HUT Ke-65 NTT, Bank NTT ‘Kick off’ Bank Devisa

    • calendar_month Rab, 20 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 1Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pada momentum HUT ke-65 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 20 Desember 2023, maka Bank Pembangunan Daerah atau Bank NTT mempersembahkan kado istimewa bagi pemerintah dan seluruh masyarakat NTT. Usai tahapan uji coba pelayanan di 11 (sebelas) kantor pada tanggal 15 Desember 2023, dilakukanlah kick off layanan sebagai Bank Devisa. […]

  • PRB 2019 : Keluarga Tangguh Bencana, Pilar Pengurangan Risiko Bencana

    PRB 2019 : Keluarga Tangguh Bencana, Pilar Pengurangan Risiko Bencana

    • calendar_month Sab, 12 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Pangkal Pinang, Garda Indonesia | Keluarga Tangguh Bencana (Katana) merupakan mikrokosmos dari penanggulangan bencana. Dalam konteks bencana, keluarga menjadi fokus inti. Diharapkan dalam upaya peningkatan ketangguhan bencana dan ketahanan terhadap bencana, konsepsi katana menjadi penting yang dapat dikembangkan dan diterapkan secara terus menerus. Konsepsi Katana dibahas dalam peringatan bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) 2019 di […]

  • PDIP Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR Demi Tegaknya Demokrasi Pancasila

    PDIP Dukung Bamsoet Jadi Ketua MPR Demi Tegaknya Demokrasi Pancasila

    • calendar_month Kam, 3 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri, partai kami akan mendukung Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari Fraksi Partai Golkar sebagai calon Ketua MPR,” ujar Ahmad Basarah politisi PDI Perjuangan Wakil Ketua MPR Periode 2014—2019. Keputusan tersebut, jelas Ahmad Basarah, diambil dengan pertimbangan demi tegaknya demokrasi Pancasila yang salah satu cirinya […]

  • Suku Bunga Dasar Kredit Konsumsi di Bank NTT Turun dari 14% ke 10%

    Suku Bunga Dasar Kredit Konsumsi di Bank NTT Turun dari 14% ke 10%

    • calendar_month Rab, 10 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sektor usaha mikro kecil dan menengah menjadi pusat perhatian pemerintah (Bank Indonesia) maupun OJK sebagai lembaga regulator dan pengawas guna menopang perekonomian negara. Di masa pandemik Covid ini kebijakan-kebijakan dari regulator dan pengawas muncul sebagai respons cepat guna memulihkan stabilitas perekonomian negara dan mengembalikan semangat usaha para pelaku usaha. Sebagai respons […]

  • PEMILU 2024, Jaksa Agung Ingatkan Netralitas ASN Kejaksaan

    PEMILU 2024, Jaksa Agung Ingatkan Netralitas ASN Kejaksaan

    • calendar_month Sen, 12 Feb 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Jaksa Agung RI ST Burhanuddin mengimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Kejaksaan untuk menjaga netralitas dalam penegakan hukum. “Mendekati pelaksanaan pesta demokrasi di Negeri ini, kita harus sambut dengan memilih pemimpin dari putra terbaik bangsa di tanggal 14 Februari 2024,” ucapnya dalam keterangan yang diterima pada Minggu, 11 Februari 2024. […]

  • Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Tera Ulang 133 SPBU di NTT

    Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Tera Ulang 133 SPBU di NTT

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 142
    • 2Komentar

    Loading

    Pelaksanaan tera ulang SPBU dilaksanakan pada Rabu, 20 November 2024 bersama dengan Penera Ahli Bidang Kemetrologian dengan hasil tera ulang takaran nozzle di SPBU telah sesuai dengan standar toleransi PASTI PAS SPBU Pertamina yaitu -03% atau -60ml/20L   Kupang | Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus memastikan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di […]

expand_less