Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi dan Bisnis » Berkat Bank NTT, Lahan Gersang di Sumba Tengah Jadi Kebun Cabai

Berkat Bank NTT, Lahan Gersang di Sumba Tengah Jadi Kebun Cabai

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 28 Okt 2022
  • visibility 37
  • comment 0 komentar

Loading

Sumba Tengah, Garda Indonesia | Festival Desa Binaan Bank NTT dan Festival PAD tahun 2022 menyimpan cerita tersendiri. Desa Umbu Pabal Selatan, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah merupakan satu dari lima desa yang dipersiapkan untuk mengikuti ajang ini, ternyata tampil menginspirasi.

Pada Agustus 2022, juri mengunjungi desa ini. Dan saat itu, Stenly Boymau, salah satu juri festival menemukan ribuan anakan cabe masih disemai dalam polybag dan menanti waktu yang tepat untuk ditanami.

Dan ribuan polibag ini ditempatkan pada dua deret para-para panjang, berukuran 2X6 meter, yang terus disiram oleh anggota kelompok tani Namu Kimanyuma dan kelompok Syalom. Setelah tiga bulan, dalam penjurian tahap dua dan terakhir, yakni pada Rabu, 26 Oktober 2022, Stenly kembali datang ke sana untuk memastikan serta mengkonfirmasi komitmen warga yang dipimpin Kepala Desa, Majiwu Kabalailu.

Mengundang decak kagum. Karena masyarakat benar-benar membuktikan komitmennya, menghadirkan lahan yang dulunya gersang, penuh semak belukar, menjadi sebuah hamparan hijau yang padat ditanami ribuan pohon cabai, tomat, terung, buncis, dan jagung manis.

Dari atas ketinggian, tepatnya di sebuah rumah kebun, yang sebelumnya sudah dipilih menjadi area food estate namun batal ini, setiap pengunjung bisa menyaksikan bentangan emas hijau, yang sudah mulai berbuah. Bahkan buah pertamanya sudah dipanen oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat pada 9 Oktober kemarin saat kunjungan kerja ke sana.

Kades Majiwu bersama Kris Umbu Ngunju selaku koordinator warga Poktan, saat menerima juri Stenly Boymau dan Kasubdiv Parekraf dan Desa Binaan Direktorat Kredit Bank NTT, Reinhard Djo, menegaskan bahwa seluruh anakan cabe yang disemai, berhasil tumbuh. Bahkan lahan seluas 3 hektar yang dipersiapkan, kini dipenuhi setidaknya 24.000 pohon cabe siap panen.

“Dari total lahan tiga hektar, kami sudah tanami hampir semuanya. Kami sekarang tambah semangat karena cabe berbuah lebat dan sudah dipanen. Biar tidak makan, asal datang liat cabai yang subur saja kami sudah kenyang,” jelas Majiwu yang tersenyum bahagia.

Dia baru saja menjabat sebagai kepala desa 10 bulan terakhir. Dan di bulan kelima seusai dilantik, sesuai testimoninya, dia didatangi oleh Yusuf Mawolu, yang adalah Penjabat Pimcab Bank NTT Anakalang bahwa desanya diajak menjadi peserta Festival Desa Binaan Bank NTT tahun 2022.

“Saat itu ada dua desa yang tolak jadi peserta. Dan waktu mereka bilang UPS (Umbu Pabal Selatan), saya terima saja. Awalnya saya tidak tahu mau buat apa, namun yakin saja bahwa ini baik, maka kami kerja. Sekarang kami nikmati hasilnya,” demikian Kades Majiwu.

Didukung warganya yang semangat, dia terus memacu kinerja. Debit air yang lumayan untuk sebuah lahan pertanian di bukit, membuat mereka memanfaatkan potensi yang ada. “Ke depan kami mau pakai sistem irigasi tetes, dan juga mulsa agar airnya maksimal serta terhindar dari gulma,” tegasnya.

Sementara, Stenly menyatakan salut atas kerja keras dan juga kerja cerdas kepala desa dan warganya, yang gigih menjaga dan merawat visinya sehingga mampu menghadirkan sebuah hamparan lahan yang mampu memproduksi ratusan kilogram cabai sekali panen.

“Ini masuk dalam kategori kerja cerdas dan kerja luar biasa. Karena percuma ada niat namun tidak didukung semangat dan kegigihan dalam bekerja. Sebelumnya mereka pesimis, namun karena punya visi bahwa setiap jengkal ini akan menghasilkan, maka mereka bekerja, sehingga memproduksi buah cabai yang gemuk dan segar,” tegas Stenly.

Lebih jauh konsultan Humas Bank NTT ini menambahkan harus segera dipikirkan off taker yang nantinya mengambil seluruh hasil produksi. Jika selama ini untuk memenuhi kebutuhan cabe di Anakalang dan sekitarnya mereka harus mendatangkan dari kabupaten lain bahkan NTB, maka ini adalah peluang pasar yang baik. Hanya memang harus dipastikan komitmen harganya agar tidak merosot ketika di lokasi lain pun sementara panen.

Bahkan untuk mengantisipasi musim hujan yang kian dekat, maka Poktan disarankan membangun komunikasi dengan Penyuluh Pertanian yang ditempatkan di desa ini. “Misalnya apakah lahannya pakai mulsa atau bagaimana. Juga mengantisipasi buah yang busuk karena belum waktu panen namun sudah datang hujan, bagaimana perlakuannya,” pinta Stenly menambahkan, harus disiapkan strategi menyongsong musim hujan karena ketika gagal panen, maka tentu akan mempengaruhi semangat petani.

Reinhard Djo pun senada, bahwa off taker harus disiapkan, sehingga tidak ada hasil panen yang terbuang. Sementara mengantisipasi over produksi, maka Bank NTT siap melakukan pendampingan berupa pelatihan kepada para petani untuk menghasilkan produk turunan dari cabai, tomat maupun tanaman hortikultura lainnya.

“Bank NTT siap untuk itu. Ini semata mengantisipasi over produksi, tidak terjual lalu busuk. Untuk menghasilkan produk turunannya, seperti serbuk cabe, ataupun cabai cair yang sudah diawetkan, ada teknologi tepat guna yang bisa digunakan dan kami siap memfasilitasi. Karena ada mitra kita yang siap membantu. Bahkan packaging hingga penjualannya pun kita siap memfasilitasi,” jelas Rey yang juga menjelaskan, website Bank NTT pun bisa dimanfaatkan untuk memudahkan penjualan.

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sumba Tengah, 9 Oktober lalu, mampir ke ladang cabe tersebut. Di sana, gubernur sangat kagum karena lahan gersang ini sudah dipenuhi tanaman cabai.

“Hari ini kita di Desa Umbu Pabal Selatan, di mana ini sebuah budaya baru di Sumba Tengah. Dan berdasarkan arahan Bapak Presiden mengenai pengendalian inflasi, cabe adalah penyumbang inflasi tertinggi di NTT. Dan kita berterima kasih kepada pak bupati dan seluruh Forkopimda, para maramba, yang tidak hentinya mengajak masyarakat untuk menanam,” kata Gubernur.

Apa yang dilakukan oleh warga adalah sebuah contoh yang baik dan patut menjadi teladan bagi semua, apalagi mengantisipasi ancaman resesi tahun 2023, tentu sektor pertanian harus terus didorong. (*)

Sumber (*/Humas Bank NTT)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lantamal VII Kupang Helat Bakti Sosial di KRI Escolar—871

    Lantamal VII Kupang Helat Bakti Sosial di KRI Escolar—871

    • calendar_month Sel, 6 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Menyambut HUT ke – 77 TNI AL, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VII Kupang menggelar Bakti Sosial Kesehatan di atas KRI Escolar – 871, bertempat di Dermaga Lantamal VII, Jalan Supul Raya, Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 6 September 2022. Bakti sosial kesehatan Lantamal VII Kupang tersebut […]

  • Vaksin Produksi Bio Farma, Presiden: Indonesia Mampu Produksi Vaksin Sendiri

    Vaksin Produksi Bio Farma, Presiden: Indonesia Mampu Produksi Vaksin Sendiri

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Bandung, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Kota Bandung pada Selasa, 11 Agustus 2020, meninjau kesiapan dan fasilitas produksi milik BUMN produsen vaksin dan antisera Bio Farma. Kemampuan Bio Farma sebagai perusahaan produsen vaksin telah diakui dunia di mana produk-produknya telah menjangkau lebih dari 140 negara di dunia. “Saya ingin melihat […]

  • PLN Jamin Pasokan Listrik 10 Destinasi Prioritas Pariwisata

    PLN Jamin Pasokan Listrik 10 Destinasi Prioritas Pariwisata

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan komitmennya untuk menjamin pasokan listrik untuk 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 11 wilayah Shore Connection sebagai bentuk dukungannya bagi pengembangan sektor pariwisata. Hal tersebut diwujudkan dalam penandatanganan 3 Memorandum of Understanding (MoU) bersamaan perayaan Hari Listrik Nasional (HLN) ke-74 antara PLN dengan Kementerian […]

  • PON XX Papua Ditutup Wapres, Ini Nama Atlet NTT Peraih Medali

    PON XX Papua Ditutup Wapres, Ini Nama Atlet NTT Peraih Medali

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | PON XX di Provinsi Papua resmi ditutup oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Jumat, 15 Oktober 2021 di stadion Lukas Enembe. Acara penutupan dimulai pada pukul 19.00 WIT, namun antusiasme masyarakat  untuk mengikuti closing ceremony itu sudah tampak sejak siang. Protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat. Masyarakat yang boleh masuk ke […]

  • Pemerintah Indonesia Jalin Komunikasi dengan WHO terkait Penyebaran Corona

    Pemerintah Indonesia Jalin Komunikasi dengan WHO terkait Penyebaran Corona

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Sejak mengumumkan kasus positif virus korona di Indonesia pada 2 Maret 2020, pemerintah meningkatkan langkah-langkah dalam menangani pandemi global dari Covid-19. Sebelum itu, pemerintah juga telah meningkatkan kesiagaan banyak rumah sakit dan peralatan yang sesuai dengan standar internasional, termasuk pada anggaran yang secara khusus dialokasikan bagi segala upaya pencegahan dan penanganan. […]

  • Kristin Mendrofa, Gantung Diri atau Digantung? Keluarga Tak Terima Alasan

    Kristin Mendrofa, Gantung Diri atau Digantung? Keluarga Tak Terima Alasan

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Padang, Garda Indonesia | “Dugaan bunuh diri atas Kristin Mendrofa sangat menyakitkan hati seluruh keluarga kami. Gantung diri apa digantung?,” jawaban spontanitas Arisman Mendrofa Ayah dari Kristin Mendrofa. Diketahui, gadis belia Kristin Mendrofa asal Kepulauan Nias yang merantau dan ditemukan tewas yang diduga gantung diri pada Minggu, 24 Mei 2020 sekira pukul 04.00 WIB dini […]

expand_less