Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Bus Romantis Dilempari Batu di Belu, Nyaris Lukai Kepala Satu Penumpang

Bus Romantis Dilempari Batu di Belu, Nyaris Lukai Kepala Satu Penumpang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2020
  • visibility 50
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bus Romantis dengan nomor polisi DH 7233 EB, rute Atambua-Kupang yang dikendarai sopir, Damianus Bria dilempari batu oleh sekelompok anak muda tak dikenal di Jembatan Maktaen, Dusun Bekomean, Desa Rinbesihat, Kecamatan Tasifeto Barat pada Senin, 6 Januari 2020 pukul 17.30 WITA.

Akibatnya, kaca bus bagian belakang ditembusi batu hingga dua lubang dan nyaris melukai kepala salah satu penumpang bernama Joel Anabanu (warga Tini, Atambua). Beruntung, Joel hanya menderita bengkak ringan pada kepala bagian kiri. Sedangkan, beberapa penumpang lainnya hanya menderita ringan akibat serpihan kaca.

Usai kejadian itu, Damianus langsung melaporkan ke Polsek Tasifeto Barat dan diterima langsung oleh Kanitreskrim, Marselinus Goran.

Di hadapan Kanitreskrim, sopir menceritakan bahwa bus yang dikemudinya itu sedang melaju dari arah Kupang menuju Atambua. Setibanya di lokasi kejadian, sekelompok anak muda tak dikenal itu langsung memberi isyarat menghentikan bus. Ketika itu, sopir hendak mengerem bus untuk berhenti.

Tetapi, begitu belum sempat berhenti, luncuran batu sudah menghujani kaca bus bagian belakang. Saat itu, sopir tidak tinggal diam, seketika itu juga bus melaju lagi menuju polsek Tasifeto Barat guna menyelamatkan bus dan para penumpang, sekaligus melaporkan ke pihak kepolisian.

Korban pelemparan, Joel Anabanu

Begitu mendapat laporan, dua anggota polsek Tasifeto Barat langsung bergerak menuju TKP. Tetapi, para pelaku sudah tidak berada di tempat. Polisi hanya berhasil memungut barang bukti berupa sejumlah batu dan pecahan kaca bus yang berceceran di lokasi.

Ciri- ciri pelaku seperti disebutkan sopir di hadapan Kanitreskrim, keempat pelaku itu mengenai, masing- masing, jaket merah garis putih tutup kepala, jeket hitam kecoklatan lengan panjang, kaus hitam lengan pendek dan kaus hitam lengan panjang.

“Saya rem mau berhenti, lihat mereka banyak, langsung lari terus datang lapor polisi. Mereka lempar banyak sekali. Mereka anak kecil semua. Mereka tahan itu, mungkin mau pajak (memalak uang, red). Mereka ada empat orang, palang pas di jembatan,” tukas Damianus.

Korban pelemparan itu, lantas diarahkan Kanitreskrim untuk divisum di poliklinik terdekat. (*)

Penulis (*/HH)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rintihan Hati Sosok Guru Perempuan dari Flores NTT

    Rintihan Hati Sosok Guru Perempuan dari Flores NTT

    • calendar_month Jum, 11 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Elisabeth Wilhelmina Jawa Tukan, S.Pd Larantuka, gardaindonesia.id | Sebait puisi dari seorang guru perempuan tangguh dari Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Puisi ini melukiskan suasana hati dan mimpi para guru di pelosok negeri, Aku melihat indonesia dari kacamata ibukota.. Lewat gedung-gedung pencakar langit dan hiruk pikuknya lalu lintas kota […]

  • Batas Waktu Validasi Data Kerusakan Rumah di NTT Hingga 26 April 2021

    Batas Waktu Validasi Data Kerusakan Rumah di NTT Hingga 26 April 2021

    • calendar_month Kam, 22 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Validasi data jumlah rumah rusak berat, sedang dan ringan harus diberikan Pemerintah Kabupaten atau Kota kepada Pemerintah Provinsi NTT paling lambat pada Senin, 26 April 2021. Data by name by adress, nomor KTP, nomor KK harus lengkap divalidasi untuk diberikan bantuan. Demikian disampaikan Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Siklon […]

  • Pemprov Bali Bantah Tolak KM Splendor Turunkan PMI di Pelabuhan Benoa

    Pemprov Bali Bantah Tolak KM Splendor Turunkan PMI di Pelabuhan Benoa

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Ramai diberitakan di media online tentang penutupan bandara dan pelabuhan pada Jumat, 24 April 2020, mengakibatkan 327 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang dari Australia dengan menumpang Kapal Motor (KM) Carnival Splendor tidak bisa bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali. Ratusan penumpang kapal yang di antaranya 188 warga Bali itu, kini terdampar […]

  • Virus Covid-19 Merebak, KPK Pastikan Pemberantasan Korupsi Jalan Terus

    Virus Covid-19 Merebak, KPK Pastikan Pemberantasan Korupsi Jalan Terus

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan kegiatan pemberantasan korupsi akan terus berlangsung, meskipun Covid-19 tengah mewabah. Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri kepada media, pada Selasa 17 Maret 2020. Menurut Firli, KPK memang melakukan penyesuaian pengaturan kerja termasuk menerapkan kebijakan working from home (WFH). Kendati demikian, pelaksanaan tugas penegakan hukum, […]

  • Deklarasi AMMTC XVII Labuan Bajo, Berantas Kejahatan Lintas-Negara

    Deklarasi AMMTC XVII Labuan Bajo, Berantas Kejahatan Lintas-Negara

    • calendar_month Rab, 23 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap hasil pertemuan ASEAN Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) H+3 ke-17 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sigit menyebut, dalam sidang pertemuan yang dilaksanakan mulai 21—22 Agustus, menghasilkan 16 dokumen, di antaranya terdapat 4 (empat) deklarasi, di mana 3 (tiga) merupakan inisiatif dari […]

  • Ahok Dapat Bebas Bersyarat tapi Tidak Diambil, Kenapa?

    Ahok Dapat Bebas Bersyarat tapi Tidak Diambil, Kenapa?

    • calendar_month Kam, 12 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id – Setelah mendekam 1 tahun 2 bulan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sebentar lagi bisa menikmati udara bebas. Ahok akan mendapatkan bebas bersyarat pada Agustus mendatang. Kakak angkat Ahok, Nana Riwayatie, saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (11/7/2018), menyatakan, selama masa bebas bersyarat ini […]

expand_less