Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Cerita Anak Korban Bom Gereja Surabaya Lolos Bintara Polri

Cerita Anak Korban Bom Gereja Surabaya Lolos Bintara Polri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 12 Jul 2024
  • visibility 49
  • comment 0 komentar

Loading

Surabaya | Aqiella Nadya Shafwah, calon siswa Sekolah Polisi Wanita Lembaga Pendidikan dan Latihan (Sepolwan Lemdiklat) Polri, menangis saat diumumkan lolos seleksi rekrutmen Bintara Polri tahun anggaran 2024.

Aqiella memeluk sang ayah, Ipda Ahmad Nurhadi (anggota polisi disabilitas netra) korban peristiwa Bom Surabaya 2018, yang hadir di sidang akhir pengumuman seleksi Bintara Polda Jawa Timur (Jatim).

Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, lewat Biro SDM Polda Jatim, mengikutsertakan Aqiella dalam seleksi Bintara sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Ipda Ahmad Nurhadi.

Untuk diketahui, Ipda Ahmad Nurhadi mengalami kebutaan dan luka berat pada kaki kiri akibat bom yang meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela pada 6 tahun silam.

“Bapak korban bom tahun 2018, saat itu saya masih SMP. Dari situ saya bangga dengan bapak, bahwa bapak dalam pengabdiannya menjaga misa gereja, menjaga jemaat gereja hingga mengorbankan diri bapak. Saya seperti ingin menjadi seperti bapak saya, pahlawan. Saya ingin menjadi seperti ingin seperti menjadi bapak saya, ingin meneruskan perjuangan bapak saya,” tutur siswi tamatan SMAN 16 Surabaya ini kepada SSDM pada Kamis, 11 Juli 2024.

Aqiella kemudian menceritakan kilas balik peristiwa Bom Surabaya 2018 yang merenggut penglihatan ayahnya. Dia mengurai peristiwa mengerikan yang menimpa ayahnya.

“Yang masih terngiang-ngiang di hari itu ketika bapak saya dinas, pamit dinas bilangnya jaga gereja seperti biasa itu di hari Minggu, ya bapak berangkat tugas seperti biasa. Bapak jaga gereja bersama rekan satunya om Junaidi. Posisinya bapak itu ada di depan, di samping pos satpam. Tiba-tiba saat bergantian misa jemaat gereja itu, ada sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong gitu masuk, ternyata mereka pelaku bom bunuh diri, teroris yang membawa dua bom, jadi satu sepeda motor membawa dua bom. Terus ketika meledak, bapak saya terjatuh,” cerita Aqiella.

Aqiella menyebutkan saat itu dia mendapat kabar mengerikan itu dari rekan ayahnya. Dia pun hanya bisa menguatkan ibunya dan berharap sang ayah diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Tiba-tiba saya dapat kabar dari rekannya Bapak saya, ‘Wah ini gereja yang dijaga sama Bapak terkena bom’. Langsung saya kaget, saya lemas, kenapa kok harus Bapak saya yang kena ya Allah. Saya nangis, saya saling menguatkan mama untuk, ‘Nggak apa-apa Ma, insya Allah, bapak masih diberi kesempatan lagi sama Tuhan’,” lanjut Aqiella.

Tak hanya mengalami kebutaan, Ipda Ahmad Nurhadi juga mengalami luka berat di bagian kaki kiri di mana tulang kakinya hancur dan luka bakar 40 persen di bagian kiri tubuh.

“Bapak tidak bisa melihat apa-apa, lalu sekujur tubuhnya panas. Jadi bapak saya kehilangan penglihatannya, terus tulang kakinya hancur, hancur 12 senti tulang pergelangan yang sebelah kiri. Yang paling parah anggota tubuh sebelah kiri itu kena luka bakar 40 persen,” ungkap Aqiella.

Ketabahan jadi semangat

Aqiella mengatakan saat itu dia sekeluarga merasakan kepedihan mendalam atas peristiwa yang dialami ayahnya. Namun ketabahan serta semangat Ipda Ahmad Nurhadi melanjutkan hidup menjadi kekuatan dan motivasi Aqiella untuk melanjutkan tugas ayahnya sebagai abdi negara.

“Saya sudah melihat perjuangan bapak, ini bagi saya sangat keren sekali, Jadi pengabdiannya Bapak ini bukan main-main, tapi sungguh. Bukan hanya sekadar bekerja mencari nafkah untuk keluarga, tapi mengabdi kepada masyarakat dan negara, sampai harus mengorbankan diri sendiri, taruhannya nyawa” tutur Aqiella.

Aqiella mengaku dirinya yang sudah bertekad menjadi polwan kemudian menyampaikan pada Ipda Ahmad Nurhadi yang mendukung niat Aqiella melanjutkan pengabdiannya, sementara sang ibunda memasrahkan pilihan pada Aqiella.

“Bapak mendukung saya, mendukung saya dengan cita-cita saya ini untuk meneruskan perjuangannya bapak. Kalau Ibu diserahkan kepada saya, nggak ada paksaan. Pokoknya apa pun yang saya pilih, jika itu yang terbaik, maka akan didoakan, didukung juga,” ujar Aqiella.

Direkrut jalur Rekpro

Masih kata Aqiella, dirinya mengikuti rekrutmen Bintara Polri lewat jalur rekrutmen proaktif (rekpro). Meski demikian Aqiella sudah mempersiapkan fisik, mental serta kemampuan akademis sebelum proses seleksi.

“Saya ini Bintara Polri jalur rekpro, penghargaan orang tua, penghargaan terhadap Bapak. Proses rekpro dengan regular sama saja, tapi rekpro setahu saya ada kuotanya. Tesnya enggak ada yang membedakan, sama-sama wajib mengikuti semuanya mulai dari jasmani, terus psikologi dan lain-lain sama saja. Jadi saya sebelumnya sudah mulai belajar untuk tes akademik, soal-soal psikologi, sama yang pertama pasti mempersiapkan mental dulu,” ucap Aqiella.

Aqiella mempelajari soal-soal tes masuk Bintara Polri dari internet. Dalam persiapan tes jasmani, Aqiella mempersiapkan kemampuan renang, shuttle run dan lainnya.

“Belajar di internet gitu, sama persiapan fisik, latihan jasmani, lari, berenang, shuttle run kayak gitu di sela-sela sekolah,” sebut Aqiella.

Serangkaian persiapan itu dilakukan Aqiella karena peserta rekrutmen jalur rekpro tak pasti lolos jika tak memenuhi syarat. “Nggak pasti lolos (peserta jalur rekpro), kalau dia nggak memenuhi syarat bisa nggak lolos, makanya saya juga persiapan akademis, mental dan fisik,” terang dia.

Terakhir, Aqiella mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo, Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce yang dinilai memberinya kesempatan mengikuti proses rekrutmen Bintara Polri.

“Bapak saya senang banget, dia seneng banget. Saya ingin mengucapkan terima kasih juga kepada Kapolri, Asisten SDM, Kapolda Jatim, dan Kapolrestabes Surabaya karena sudah memberikan saya kesempatan ikut di penerimaan Bintara 2024 ini, dan juga untuk meneruskan perjuangan bapak saya,” pungkas Aqiella.(*)

Sumber (*/Humas Polri)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‘Update Covid-19 NTT’ 43 Swab PCR Test Negatif, 31 Sampel Belum Ada Hasil

    ‘Update Covid-19 NTT’ 43 Swab PCR Test Negatif, 31 Sampel Belum Ada Hasil

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Hingga saat ini jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 745 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 19 orang dan Pasien Positif Covid-19 masih 1 orang,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si. pada Minggu, 19 April 2020 pukul 20.00 WITA. Berdasar data yang […]

  • ‘System Core Banking’–T24 Bank NTT Serentak Dipakai di 250 Kantor Cabang

    ‘System Core Banking’–T24 Bank NTT Serentak Dipakai di 250 Kantor Cabang

    • calendar_month Ming, 17 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | System Core Banking yang baru, bertajuk T24 Bank NTT telah resmi digunakan Bank NTT terhitung sejak Senin, 11 Mei 2020. Langkah strategis ini menjadi fondasi transformasi teknologi Bank NTT untuk meningkatkan layanan perbankan yang dapat diakses nasabah maupun masyarakat di mana dan kapan saja. Demikian kabar baik ini disampaikan oleh Direktur […]

  • 13 Ruas Tol Baru Siap Dioperasikan pada Oktober – Desember 2018

    13 Ruas Tol Baru Siap Dioperasikan pada Oktober – Desember 2018

    • calendar_month Ming, 14 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penyelesaian ruas-ruas tol baru di berbagai wilayah. Pembangunan jalan tol yang masif dilakukan bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah guna menurunkan biaya logistik sebagai amanat Nawa Cita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam meningkatkan daya saing bangsa Indonesia. “Melalui […]

  • Bahlil Usul Pilkada Dipilih DPRD, Pilih Langsung Bikin Rakyat Berkelahi

    Bahlil Usul Pilkada Dipilih DPRD, Pilih Langsung Bikin Rakyat Berkelahi

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 1Komentar

    Loading

    Menurut Bahlil, Partai Golkar sudah lebih dulu menggagas ide tersebut sejak Desember 2024 dalam momentum ulang tahun partai, jauh sebelum Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengangkatnya ke publik.   Jakarta | Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, kembali mengangkat wacana penghapusan pemilihan kepala daerah secara langsung. Ia menyebut pemilu langsung kerap menjadi […]

  • Menlu Retno: G20 di Bali November 2022 ‘On The Right Track’

    Menlu Retno: G20 di Bali November 2022 ‘On The Right Track’

    • calendar_month Jum, 9 Sep 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan bahwa persiapan Indonesia menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan dihelat di Bali pada November 2022 berada pada jalur yang tepat. Kesiapan tersebut mencakup segi logistik maupun substansi. “Oh sudah, kita sudah siap dari segi logistik maupun substansi. Saya kira persiapan kita on the […]

  • Gubernur NTT Hibah Tanah 25 Hektar di Belu Kepada Warga Eks Timtim

    Gubernur NTT Hibah Tanah 25 Hektar di Belu Kepada Warga Eks Timtim

    • calendar_month Rab, 24 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Gubernur Viktor Bungtilu Laiskosat (VBL) telah menghibahkan tanah seluas 25 hektar kepada 475 Kepala Keluarga (KK) warga eks Timor – Timur ( Timtim) di depan Bandar Udara  A. A. Bere Tallo Haliwen – Atambua, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, pada Rabu, 24 Maret […]

expand_less