Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Cerita Anak Korban Bom Gereja Surabaya Lolos Bintara Polri

Cerita Anak Korban Bom Gereja Surabaya Lolos Bintara Polri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 12 Jul 2024
  • visibility 115
  • comment 0 komentar

Loading

Surabaya | Aqiella Nadya Shafwah, calon siswa Sekolah Polisi Wanita Lembaga Pendidikan dan Latihan (Sepolwan Lemdiklat) Polri, menangis saat diumumkan lolos seleksi rekrutmen Bintara Polri tahun anggaran 2024.

Aqiella memeluk sang ayah, Ipda Ahmad Nurhadi (anggota polisi disabilitas netra) korban peristiwa Bom Surabaya 2018, yang hadir di sidang akhir pengumuman seleksi Bintara Polda Jawa Timur (Jatim).

Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri, lewat Biro SDM Polda Jatim, mengikutsertakan Aqiella dalam seleksi Bintara sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Ipda Ahmad Nurhadi.

Untuk diketahui, Ipda Ahmad Nurhadi mengalami kebutaan dan luka berat pada kaki kiri akibat bom yang meledak di Gereja Santa Maria Tak Bercela pada 6 tahun silam.

“Bapak korban bom tahun 2018, saat itu saya masih SMP. Dari situ saya bangga dengan bapak, bahwa bapak dalam pengabdiannya menjaga misa gereja, menjaga jemaat gereja hingga mengorbankan diri bapak. Saya seperti ingin menjadi seperti bapak saya, pahlawan. Saya ingin menjadi seperti ingin seperti menjadi bapak saya, ingin meneruskan perjuangan bapak saya,” tutur siswi tamatan SMAN 16 Surabaya ini kepada SSDM pada Kamis, 11 Juli 2024.

Aqiella kemudian menceritakan kilas balik peristiwa Bom Surabaya 2018 yang merenggut penglihatan ayahnya. Dia mengurai peristiwa mengerikan yang menimpa ayahnya.

“Yang masih terngiang-ngiang di hari itu ketika bapak saya dinas, pamit dinas bilangnya jaga gereja seperti biasa itu di hari Minggu, ya bapak berangkat tugas seperti biasa. Bapak jaga gereja bersama rekan satunya om Junaidi. Posisinya bapak itu ada di depan, di samping pos satpam. Tiba-tiba saat bergantian misa jemaat gereja itu, ada sepeda motor yang tiba-tiba nyelonong gitu masuk, ternyata mereka pelaku bom bunuh diri, teroris yang membawa dua bom, jadi satu sepeda motor membawa dua bom. Terus ketika meledak, bapak saya terjatuh,” cerita Aqiella.

Aqiella menyebutkan saat itu dia mendapat kabar mengerikan itu dari rekan ayahnya. Dia pun hanya bisa menguatkan ibunya dan berharap sang ayah diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Tiba-tiba saya dapat kabar dari rekannya Bapak saya, ‘Wah ini gereja yang dijaga sama Bapak terkena bom’. Langsung saya kaget, saya lemas, kenapa kok harus Bapak saya yang kena ya Allah. Saya nangis, saya saling menguatkan mama untuk, ‘Nggak apa-apa Ma, insya Allah, bapak masih diberi kesempatan lagi sama Tuhan’,” lanjut Aqiella.

Tak hanya mengalami kebutaan, Ipda Ahmad Nurhadi juga mengalami luka berat di bagian kaki kiri di mana tulang kakinya hancur dan luka bakar 40 persen di bagian kiri tubuh.

“Bapak tidak bisa melihat apa-apa, lalu sekujur tubuhnya panas. Jadi bapak saya kehilangan penglihatannya, terus tulang kakinya hancur, hancur 12 senti tulang pergelangan yang sebelah kiri. Yang paling parah anggota tubuh sebelah kiri itu kena luka bakar 40 persen,” ungkap Aqiella.

Ketabahan jadi semangat

Aqiella mengatakan saat itu dia sekeluarga merasakan kepedihan mendalam atas peristiwa yang dialami ayahnya. Namun ketabahan serta semangat Ipda Ahmad Nurhadi melanjutkan hidup menjadi kekuatan dan motivasi Aqiella untuk melanjutkan tugas ayahnya sebagai abdi negara.

“Saya sudah melihat perjuangan bapak, ini bagi saya sangat keren sekali, Jadi pengabdiannya Bapak ini bukan main-main, tapi sungguh. Bukan hanya sekadar bekerja mencari nafkah untuk keluarga, tapi mengabdi kepada masyarakat dan negara, sampai harus mengorbankan diri sendiri, taruhannya nyawa” tutur Aqiella.

Aqiella mengaku dirinya yang sudah bertekad menjadi polwan kemudian menyampaikan pada Ipda Ahmad Nurhadi yang mendukung niat Aqiella melanjutkan pengabdiannya, sementara sang ibunda memasrahkan pilihan pada Aqiella.

“Bapak mendukung saya, mendukung saya dengan cita-cita saya ini untuk meneruskan perjuangannya bapak. Kalau Ibu diserahkan kepada saya, nggak ada paksaan. Pokoknya apa pun yang saya pilih, jika itu yang terbaik, maka akan didoakan, didukung juga,” ujar Aqiella.

Direkrut jalur Rekpro

Masih kata Aqiella, dirinya mengikuti rekrutmen Bintara Polri lewat jalur rekrutmen proaktif (rekpro). Meski demikian Aqiella sudah mempersiapkan fisik, mental serta kemampuan akademis sebelum proses seleksi.

“Saya ini Bintara Polri jalur rekpro, penghargaan orang tua, penghargaan terhadap Bapak. Proses rekpro dengan regular sama saja, tapi rekpro setahu saya ada kuotanya. Tesnya enggak ada yang membedakan, sama-sama wajib mengikuti semuanya mulai dari jasmani, terus psikologi dan lain-lain sama saja. Jadi saya sebelumnya sudah mulai belajar untuk tes akademik, soal-soal psikologi, sama yang pertama pasti mempersiapkan mental dulu,” ucap Aqiella.

Aqiella mempelajari soal-soal tes masuk Bintara Polri dari internet. Dalam persiapan tes jasmani, Aqiella mempersiapkan kemampuan renang, shuttle run dan lainnya.

“Belajar di internet gitu, sama persiapan fisik, latihan jasmani, lari, berenang, shuttle run kayak gitu di sela-sela sekolah,” sebut Aqiella.

Serangkaian persiapan itu dilakukan Aqiella karena peserta rekrutmen jalur rekpro tak pasti lolos jika tak memenuhi syarat. “Nggak pasti lolos (peserta jalur rekpro), kalau dia nggak memenuhi syarat bisa nggak lolos, makanya saya juga persiapan akademis, mental dan fisik,” terang dia.

Terakhir, Aqiella mengucapkan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo, Kapolda Jatim Irjen Imam Sugianto dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pasma Royce yang dinilai memberinya kesempatan mengikuti proses rekrutmen Bintara Polri.

“Bapak saya senang banget, dia seneng banget. Saya ingin mengucapkan terima kasih juga kepada Kapolri, Asisten SDM, Kapolda Jatim, dan Kapolrestabes Surabaya karena sudah memberikan saya kesempatan ikut di penerimaan Bintara 2024 ini, dan juga untuk meneruskan perjuangan bapak saya,” pungkas Aqiella.(*)

Sumber (*/Humas Polri)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BJ Habibie Tutup Usia, IMO-Indonesia Ucap Belasungkawa

    BJ Habibie Tutup Usia, IMO-Indonesia Ucap Belasungkawa

    • calendar_month Rab, 11 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Rabu, 11 September 2019, Indonesia berduka dengan wafatnya Presiden RI ke-3, B.J. Habibie. Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto dalam usia 83 tahun. Dengan seketika, jagat raya ramai memperbincangkannya terlebih media sosial. Baik dari ucapan belasungkawa maupun doa untuk Tokoh Nasional yang dikenal mempunyai kecerdasan di atas rata-rata tersebut. Satu diantara […]

  • Indonesia Bungkam China, Tiket Zona Asia Kualifikasi Piala Dunia 2026

    Indonesia Bungkam China, Tiket Zona Asia Kualifikasi Piala Dunia 2026

    • calendar_month Jum, 6 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Loading

    Gol semata wayang dari tendangan penalti Ole Romeny pada menit 43 memastikan Timnas Indonesia mengamankan tiga poin penting di hadapan puluhan ribu suporter yang memadati stadion.   Jakarta | Sejarah tercipta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Kamis, 5 Juni 2025. Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan krusial 1-0 atas China dalam laga lanjutan […]

  • Komisi Informasi NTT : Baru 6 dari 41 OPD Isi ‘Self Assesment Quisioner’

    Komisi Informasi NTT : Baru 6 dari 41 OPD Isi ‘Self Assesment Quisioner’

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Guna melaksanakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Standar Layanan Informasi Publik (Perki SLIP) dan Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2022 tentang Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik, beberapa pekan lalu Komisi Informasi telah melakukan sosialisasi tentang ketentuan umum monev […]

  • Listrik PLN Tanpa Kedip Siap Tunjang MotoGP Mandalika 2024

    Listrik PLN Tanpa Kedip Siap Tunjang MotoGP Mandalika 2024

    • calendar_month Jum, 27 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram | PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) telah menuntaskan sistem transmisi ring Lombok demi menunjang keandalan sistem kelistrikan Pulau Lombok. Kompletnya sistem transmisi ini menandai kesiapan PLN dalam memasok listrik tanpa kedip atau zero down time (ZDT) sepanjang perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, 27—29 September 2024 mendatang. Sistem transmisi […]

  • Silem Serang—dari Pemabuk hingga Juara Nasional Tinju Indonesia

    Silem Serang—dari Pemabuk hingga Juara Nasional Tinju Indonesia

    • calendar_month Ming, 14 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhelatan tinju dunia yang bertajuk ‘The Border Battle 2019’, telah usai namun masih mengisahkan banyak hal menarik yang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kisah inspiratif ini lahir dari para petinju Indonesia yang mengambil bagian dalam event Internasional yang diselenggarakan di GOR Flobamora Kupang, pada tanggal 5—7 Juli 2019. Silem Serang, salah […]

  • Kaesang Tegaskan PSI Solid Dukung Prabowo

    Kaesang Tegaskan PSI Solid Dukung Prabowo

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 209
    • 0Komentar

    Loading

    Pernyataan ini disampaikan Kaesang sekaligus merespons maraknya konten di media sosial yang dinilai berusaha membenturkan Prabowo dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).   Jakarta | Konflik memanas yang sedang terjadi di tanah air, masih menimbulkan banyak tanggapan dari berbagai kalangan tanpa terkecuali setiap partai politik. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep yang […]

expand_less