Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Coffee Morning Tanpa Kopi

Coffee Morning Tanpa Kopi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
  • visibility 91
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Pada perhelatan coffee morning di pagi hari, sering dijumpai panitia acara kerap tak menyediakan kopi. Aroma kopi di pagi hari diyakini dapat melecut ide hingga karya. Bagi Anda para penikmat kopi, pasti setuju kan?

Layaknya acara coffee morning para wartawan bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena pada Sabtu pagi, 10 Mei 2025 pukul 07:00 Wita—selesai di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Imajinasi saya pun merajalela hingga berandai menerawang beragam aroma khas kopi NTT hingga tersaji aneka kudapan dari UMKM andalan Kota Kupang bakal mulai terciduk saat memasuki aula pertemuan perdana digagas oleh pasangan Melki Laka Lena – Johni Asadoma, pemenang pemilihan gubernur pada November 2024 itu. Namun, kandas rindu ini.

Tak ada aroma kopi!

Aroma kopi pun dipercaya dapat merelaksasi pikiran, apalagi kami para pekerja pers yang berjibaku dan berburu ide dan judul headline berita media daring (online) yang dikenal sigap dan cepat menelurkan berita.

Tak apa! Lebih penting esensi pertemuan pagi hari tersebut dipadati oleh teman-teman media yang memang susah bangun tidur di pagi hari karena berkutat dengan gawai ataupun laptop kesayangan hingga subuh, bahkan ada yang sempat datang, namun belum tidur. Walah.

Sepatutnya harus ada kopi kan? Entah itu aroma Robusta atau Arabica. Hmmm, biarlah, mungkin di lain pertemuan serupa. Ada kopi! Jadi, bisa diubah tema tulisan, “Coffee morning dengan kopi NTT”.

Wait! Anda patut mengetahui ini.

Kopi Robusta dan Arabika adalah dua jenis kopi yang paling umum, dengan perbedaan utama terletak pada rasa, aroma, dan kandungan kafein. Robusta memiliki rasa pahit dan kuat, dengan aroma earthy dan nutty, sedangkan Arabika memiliki rasa lebih manis dan lembut, dengan aroma bervariasi seperti buah-buahan, kacang-kacangan, dan bunga.

Dan Anda pasti tahu apa itu coffee morning, diskusi atau pertemuan yang informal, biasanya di pagi hari, sambil menikmati kopi dan makanan ringan. Ya, itu dia maknanya. Meski makna coffee morning sesungguhnya tak didapatkan, namun kami memperoleh informasi langsung berupa progres menuju 100 hari Melki-Johni.

Gubernur Laka Lena (sebutan akrab saya ke beliau [Gubernur NTT periode 2025—2030]) mulai mengentak suasana dengan muncul di hadapan para awak media, berbusana casual berkaos oblong hitam dan celana denim coklat, sementara kami diminta menggunakan baju berkerah, celana panjang dan bersepatu (sesuai arahan Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT).

Kami patuh, ya seyogianya patuh. Ini acara resmi loh bukan acara di kebun atau di lapangan!.

“Minta maaf teman-teman, saya pakai kaos karena baru ikut acara car free day sekaligus cek kesehatan,” tutur Gubernur Laka Lena sembari meminta panitia memindahkan meja. Ia tak mau kesan formal berlebihan.

Patuh! Panitia pun sigap memindahkan meja yang memang disediakan baginya. Saya terkesima. “Wah, bakal menarik ini acara,” bisik saya dalam memoar.

Sejurus, atmosfer di dalam aula pun berubah, saat dengan santai Gubernur Laka Lena berdiri memaparkan progres menuju 100 hari kepemimpinannya bersama Wagub Johni Asadoma. Mulai dari posyandu untuk penanganan stunting hingga salah satu penyebab makanan bergizi untuk ibu hamil dimakan bapak-bapak, Satu Produk Satu Desa (one product one village), Gerakan Beli NTT (beli produk lokal), anak-anak NTT dapat bersekolah kedinasan hingga di luar negeri, optimalisasi pendapatan daerah, dan proses penyegaran birokrasi bagi eselon II, III, dan IV.

Lalu, Gubernur Laka Lena juga menyampaikan progres layanan aduan, Meja Rakyat yang telah menerima sekitar 170 aduan dari masyarakat NTT. Dan satu hal urgent, tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Euforia coffee morning tanpa kopi ini pun merangkak naik saat Gubernur Laka Lena meminta dua wartawan, Laurens Leba Tukan dan Oncu memandu jalannya diskusi sembari menikmati hidangan bakso, bubur ayam, bubur kacang hijau dan nasi kotak.

Lengkap ya, hanya minus kopi. Tak apa, pasti ke depan bakal tersedia. Lagi, imajinasi ini berpacu dengan varian kopi NTT, seperti kopi Manggarai dan Bajawa (punya Indikasi Geografis dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum), kopi Colol, kopi Sumba hingga kopi dari daratan Timor Barat.

Yuk, seruput kopi!.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jerman Dukung Transisi Geotermal Poco Leok-Ulumbu Manggarai

    Jerman Dukung Transisi Geotermal Poco Leok-Ulumbu Manggarai

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Langkah PLN mengembangkan kapasitas pembangkit PLTP Ulumbu (2 x 20 MW) yang berada di kawasan geotermal Poco Leok kian menjadi kenyataan, terlebih setelah mendapatkan dukungan serius dari pemerintah Jerman melalui bank pembangunan Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW). Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Chef Financial Officer KfW Group, Bernd Loewen dan rombongan saat […]

  • Hari Peluncuran KKB Tanpa Uang DP, Bank NTT Bukukan Rp 2,1 M

    Hari Peluncuran KKB Tanpa Uang DP, Bank NTT Bukukan Rp 2,1 M

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Bertempat di Atrium Lippo Plaza Kupang Minggu petang, 29 Mei 2022, Bank NTT meluncurkan skim Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Hari pertama peluncuran itu, Bank NTT membukukan kredit Rp2,1 miliar. Yang menarik dari jenis kredit ini, nasabah dapat memilih kendaraan bermotor apa saja, baik itu roda dua, empat maupun alat pertanian tanpa […]

  • PLN Dorong Partisipasi Perempuan via TJSL Hortikultura di Poco Leok

    PLN Dorong Partisipasi Perempuan via TJSL Hortikultura di Poco Leok

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | General Manager (GM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra), Abdul Nahwan, mengungkapkan pentingnya peran perempuan dalam kesuksesan setiap program yang dicanangkan oleh PT PLN (Persero). Hal tersebut tak lepas dari perjuangan Raden Ajeng Kartini dan cita-cita bangsa dalam mewujudkan kesetaraan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat antara laki-laki […]

  • Air Mancur di Bundaran Tirosa Memesona, Salut bagi Pemkot Kupang & Bank NTT

    Air Mancur di Bundaran Tirosa Memesona, Salut bagi Pemkot Kupang & Bank NTT

    • calendar_month Sen, 21 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Air Mancur Bundaran Tirosa ditampilkan perdana pada Minggu malam, 20 Desember 2020. Pemasangan air mancur yang bakal menjadi ikon di pintu masuk Kota Kupang tersebut atas ide dari Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore dan didukung pembiayaan oleh Bank NTT. Pemprov NTT melalui Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi pun […]

  • Latih Warga Terampil Anyam Daun Lontar, Srikandi Ganjar NTT Diapresiasi

    Latih Warga Terampil Anyam Daun Lontar, Srikandi Ganjar NTT Diapresiasi

    • calendar_month Ming, 15 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Alor, Garda Indonesia | Kehadiran sukarelawan Ganjar Pranowo yang berjejaring dalam Srikandi Ganjar Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Pulau Pura di Kabupaten Alor pada Sabtu, 14 Oktober 2023; mendapat apresiasi dan sambutan baik dari warga setempat. Pada kesempatan itu, Srikandi Ganjar NTT mengadakan pelatihan seni anyaman dari daun lontar kepada warga untuk melatih kreativitas dan […]

  • 888 Babi Mati di Bali, Pemda Bali & Kementan Tangani Kasus Kematian Babi

    888 Babi Mati di Bali, Pemda Bali & Kementan Tangani Kasus Kematian Babi

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Kasus kematian babi dalam 1 (satu) bulan terakhir telah ditemukan pada beberapa lokasi peternakan di wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Bali yakni di Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar. Sampai saat ini tercatat jumlah kematian babi total sebanyak 888 ekor. Ida Bagus Wisnuardhana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, menyebutkan bahwa […]

expand_less