Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Coffee Morning Tanpa Kopi

Coffee Morning Tanpa Kopi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Pada perhelatan coffee morning di pagi hari, sering dijumpai panitia acara kerap tak menyediakan kopi. Aroma kopi di pagi hari diyakini dapat melecut ide hingga karya. Bagi Anda para penikmat kopi, pasti setuju kan?

Layaknya acara coffee morning para wartawan bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena pada Sabtu pagi, 10 Mei 2025 pukul 07:00 Wita—selesai di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Imajinasi saya pun merajalela hingga berandai menerawang beragam aroma khas kopi NTT hingga tersaji aneka kudapan dari UMKM andalan Kota Kupang bakal mulai terciduk saat memasuki aula pertemuan perdana digagas oleh pasangan Melki Laka Lena – Johni Asadoma, pemenang pemilihan gubernur pada November 2024 itu. Namun, kandas rindu ini.

Tak ada aroma kopi!

Aroma kopi pun dipercaya dapat merelaksasi pikiran, apalagi kami para pekerja pers yang berjibaku dan berburu ide dan judul headline berita media daring (online) yang dikenal sigap dan cepat menelurkan berita.

Tak apa! Lebih penting esensi pertemuan pagi hari tersebut dipadati oleh teman-teman media yang memang susah bangun tidur di pagi hari karena berkutat dengan gawai ataupun laptop kesayangan hingga subuh, bahkan ada yang sempat datang, namun belum tidur. Walah.

Sepatutnya harus ada kopi kan? Entah itu aroma Robusta atau Arabica. Hmmm, biarlah, mungkin di lain pertemuan serupa. Ada kopi! Jadi, bisa diubah tema tulisan, “Coffee morning dengan kopi NTT”.

Wait! Anda patut mengetahui ini.

Kopi Robusta dan Arabika adalah dua jenis kopi yang paling umum, dengan perbedaan utama terletak pada rasa, aroma, dan kandungan kafein. Robusta memiliki rasa pahit dan kuat, dengan aroma earthy dan nutty, sedangkan Arabika memiliki rasa lebih manis dan lembut, dengan aroma bervariasi seperti buah-buahan, kacang-kacangan, dan bunga.

Dan Anda pasti tahu apa itu coffee morning, diskusi atau pertemuan yang informal, biasanya di pagi hari, sambil menikmati kopi dan makanan ringan. Ya, itu dia maknanya. Meski makna coffee morning sesungguhnya tak didapatkan, namun kami memperoleh informasi langsung berupa progres menuju 100 hari Melki-Johni.

Gubernur Laka Lena (sebutan akrab saya ke beliau [Gubernur NTT periode 2025—2030]) mulai mengentak suasana dengan muncul di hadapan para awak media, berbusana casual berkaos oblong hitam dan celana denim coklat, sementara kami diminta menggunakan baju berkerah, celana panjang dan bersepatu (sesuai arahan Biro Administrasi Pimpinan Setda NTT).

Kami patuh, ya seyogianya patuh. Ini acara resmi loh bukan acara di kebun atau di lapangan!.

“Minta maaf teman-teman, saya pakai kaos karena baru ikut acara car free day sekaligus cek kesehatan,” tutur Gubernur Laka Lena sembari meminta panitia memindahkan meja. Ia tak mau kesan formal berlebihan.

Patuh! Panitia pun sigap memindahkan meja yang memang disediakan baginya. Saya terkesima. “Wah, bakal menarik ini acara,” bisik saya dalam memoar.

Sejurus, atmosfer di dalam aula pun berubah, saat dengan santai Gubernur Laka Lena berdiri memaparkan progres menuju 100 hari kepemimpinannya bersama Wagub Johni Asadoma. Mulai dari posyandu untuk penanganan stunting hingga salah satu penyebab makanan bergizi untuk ibu hamil dimakan bapak-bapak, Satu Produk Satu Desa (one product one village), Gerakan Beli NTT (beli produk lokal), anak-anak NTT dapat bersekolah kedinasan hingga di luar negeri, optimalisasi pendapatan daerah, dan proses penyegaran birokrasi bagi eselon II, III, dan IV.

Lalu, Gubernur Laka Lena juga menyampaikan progres layanan aduan, Meja Rakyat yang telah menerima sekitar 170 aduan dari masyarakat NTT. Dan satu hal urgent, tolak kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Euforia coffee morning tanpa kopi ini pun merangkak naik saat Gubernur Laka Lena meminta dua wartawan, Laurens Leba Tukan dan Oncu memandu jalannya diskusi sembari menikmati hidangan bakso, bubur ayam, bubur kacang hijau dan nasi kotak.

Lengkap ya, hanya minus kopi. Tak apa, pasti ke depan bakal tersedia. Lagi, imajinasi ini berpacu dengan varian kopi NTT, seperti kopi Manggarai dan Bajawa (punya Indikasi Geografis dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum), kopi Colol, kopi Sumba hingga kopi dari daratan Timor Barat.

Yuk, seruput kopi!.

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kinerja Baik, Bank NTT Jadi BUMD Terbaik di Indonesia

    Kinerja Baik, Bank NTT Jadi BUMD Terbaik di Indonesia

    • calendar_month Sab, 21 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Solo, Garda Indonesia | Bank NTT kembali mengukir prestasi di tingkat nasional. Bank kebanggaan masyarakat NTT ini boleh masuk dalam jajaran BUMD terbaik se-Indonesia dalam ajang tahunan bertajuk ‘Top BUMD 2022’ yang  diselenggarakan oleh majalah nasional Infobank. Penghargaan ini diberikan dalam sebuah seremoni yang berlangsung pada Kamis, 19 Mei 2022 di Hotel Alila Solo. Untuk diketahui […]

  • Donor Darah Jurusan Kimia FST Undana Gapai 50 Kantong Darah

    Donor Darah Jurusan Kimia FST Undana Gapai 50 Kantong Darah

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Menyambut Dies Natalis ke-18 Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknik (FST) Undana Kupang, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kimia, melakukan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah aksi donor darah yang dihelat di gedung perkuliahan FST Kimia pada Senin, 7 Oktober 2019. Ketua Panitia pelaksana Dies Natalis ke-18, Yanaria Verarita Kewaran kepada media […]

  • BPS NTT: Ekonomi NTT Triwulan l-2019 Tumbuh 5,09 persen

    BPS NTT: Ekonomi NTT Triwulan l-2019 Tumbuh 5,09 persen

    • calendar_month Sen, 6 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan l-2019 mencapai 24,83 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 16,23 triliun. Beberapa catatan peristiwa selama triwulan I-2019 sebagai berikut : Jumlah tamu menginap pada hotel bintang selama triwulan I mencapai 81.521 orang turun […]

  • Andriko Noto Susanto Dilantik Jadi Penjabat Gubernur NTT

    Andriko Noto Susanto Dilantik Jadi Penjabat Gubernur NTT

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Hari ini, Kamis, 5 September 2024, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian atas nama Presiden Republik Indonesia melantik Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) menggantikan Ayodhia Kalake yang telah selesai masa jabatannya. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan                Dr. Andriko Noto Susanto, S.P., M.P. ditunjuk Presiden Republik Indonesia menjadi Penjabat Gubernur NTT 5 […]

  • Suzuki New XL7 Hybrid Segera Meluncur di Kota Kupang

    Suzuki New XL7 Hybrid Segera Meluncur di Kota Kupang

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT. Surya Batara Mahkota (SBM) selaku main dealer Suzuki mobil wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) segera meluncurkan mobil produksi PT. Suzuki Indomobil Motor Indonesia di Kota Kupang. Peluncuran atau launching bakal dihelat pada Sabtu petang, 8 Juli 2023 pukul 18.00 WITA di Lippo Plaza Kupang. Lantas, seperti apa tampang juga teknologi […]

  • Demokrasi Sakit Mahasiswa Bangkit

    Demokrasi Sakit Mahasiswa Bangkit

    • calendar_month Ming, 10 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 1Komentar

    Loading

    Oleh : Yoga E N Sebagai mahasiswa demo sudah menjadi hal biasa. Namanya juga negara demokrasi jadi bebas untuk sering berdemo, tetapi tentu saja dengan dasar landasan yang kuat. Mahasiswa menjadi suara terkuat dalam penegakan demokrasi. Bahkan kita semua juga tahu masa reformasi orde baru (orba) juga terjadi karna demo mahasiswa. Meskipun pada waktu itu […]

expand_less