Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Dari Lahan Kering ke Ekonomi Hijau Berkelanjutan, CIRMA Olah Timor Barat

Dari Lahan Kering ke Ekonomi Hijau Berkelanjutan, CIRMA Olah Timor Barat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
  • visibility 215
  • comment 0 komentar

Loading

Pada 30 desa di Timor Barat, sebuah gerakan kecil, namun sistemis sedang berlangsung: pendampingan intensif kepada petani kecil yang selama ini bergulat dengan lahan kering, keterbatasan modal, dan akses pasar yang rapuh. Melalui pendekatan terpadu — yang menggabungkan model 3A dan skema live-in pendampingan — CIRMA mendukung transformasi pertanian skala kecil menjadi ujung tombak ekonomi hijau lokal, membuka peluang pembiayaan iklim, dan menguatkan ketahanan pangan bagi komunitas rentan.

Dari tantangan lokal ke solusi berbasis komunitas

Kondisi agro-ekosistem di banyak bagian Timor Barat menghadirkan tantangan struktural: curah hujan tidak menentu, infrastruktur irigasi terbatas, dan modal usaha yang sulit diakses oleh petani kecil. Akibatnya, kerentanan pangan dan pendapatan rendah menjadi realitas sehari-hari.

CIRMA datang bukan sekadar memberi bantuan sekali waktu, melainkan mendampingi proses — dari pemulihan tanah, pengelolaan air, hingga pemasaran hasil panen — sehingga perubahan menjadi berkelanjutan.

Di lapangan, intervensi sederhana namun berdampak nyata seperti pembuatan bedengan organik, produksi eco-enzyme untuk kesehatan tanah, dan perbaikan sistem penanaman beririgasi sederhana telah meningkatkan hasil dan kualitas produksi. Lebih penting lagi, pendampingan mendorong adopsi praktik pertanian regenerasi yang mengurangi emisi dan meningkatkan ketahanan lahan terhadap kekeringan.

Model 3A + Live-In: jembatan aksi yang efektif

CIRMA mengoperasionalkan model 3A — Attitude, Access, dan Asset — yang dipadu dengan pendekatan live-in atau tinggal bersama keluarga petani selama periode pendampingan.

Attitude (Sikap): mengubah cara pandang petani terhadap pertanian berkelanjutan. Perubahan sikap adalah fondasi; ketika petani percaya lahannya bisa pulih dan memberi hasil lebih baik, mereka akan membuka diri terhadap inovasi.

Access (Akses): memfasilitasi akses ke pengetahuan teknis, bibit unggul, input pertanian berkelanjutan, pasar, dan jaringan mitra. Akses ini menjadi pintu masuk untuk meningkatkan produktivitas dan daya tawar.

Asset (Aset): mengembangkan dan memperkuat aset yang dimiliki petani, baik yang berwujud (lahan, peralatan, modal) maupun tak berwujud (pengetahuan, keterampilan, jejaring). Fokus utama adalah membangun aset komunal melalui lembaga komunitas seperti Kelompok Tani. Kelompok ini menjadi wadah gerakan kolektif untuk mengatur produksi bersama, mengelola sarana bersama (irigasi, gudang, peralatan), serta meningkatkan posisi tawar dalam rantai nilai. Dengan kekuatan kolektif, petani dapat mengakses pasar yang lebih besar dan memanfaatkan peluang pembiayaan secara bersama-sama.

Tim CIRMA memanen sayur organik pada ladang kering petani di Timor Barat. Foto : istimewa

Pendekatan live-in memungkinkan pendamping tinggal di desa, bekerja bersama petani, menyerap realitas harian mereka, dan mendampingi langsung proses transformasi ini. Dari sini terbangun kepercayaan, rasa saling memiliki, dan kesediaan untuk mencoba hal baru.

Relevansi dengan ekonomi hijau dan pembiayaan iklim

Ekonomi hijau menekankan produksi rendah karbon, efisiensi sumber daya, dan inklusivitas sosial — semua selaras dengan praktik yang didorong CIRMA. Dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia, menerapkan teknik konservasi tanah, dan mengelola air lebih efisien, petani kecil menciptakan nilai lingkungan yang nyata.

Nilai ini membuka pintu menuju pembiayaan iklim: mekanisme seperti kredit hijau, pembayaran jasa lingkungan (PES), dan program pendanaan adaptasi yang kini semakin diminati donor dan lembaga keuangan.

CIRMA membantu mengemas praktik lapangan menjadi narasi dan data yang bisa dipakai untuk proposal pembiayaan: catatan peningkatan produktivitas, pengurangan input kimia, dan praktik konservasi menjadi bukti bahwa intervensi lokal layak mendapat dukungan finansial berbasis iklim.

Ketahanan pangan untuk komunitas rentan

Pada 30 desa dampingan, fokus utama CIRMA adalah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga — bukan sekadar meningkatkan volume panen, tetapi memastikan ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan sepanjang tahun.

Langkah-langkah praktis meliputi:

  • Diversifikasi tanaman pangan dan hortikultura untuk nutrisi keluarga.
  • Penyimpanan pasca-panen sederhana untuk mengurangi kehilangan pangan.
  • Pembangunan kebun rumah tangga dan pemanfaatan sumber protein lokal.
  • Ketika produksi lokal stabil dan sebagian dipasarkan, pendapatan rumah tangga meningkat — mengurangi kerentanan dan membuka ruang untuk investasi produktif lain, seperti pendidikan atau kesehatan.

Dampak sosial dan perubahan perilaku

Lebih dari angka produksi, yang paling tampak adalah perubahan sikap dan perilaku: petani yang semula ragu kini mencoba teknik baru; perempuan terlibat lebih aktif dalam pengambilan keputusan ekonomi rumah tangga; generasi muda melihat peluang wirausaha dari pertanian berkelanjutan.

Persiapan ladang kering untuk pertanian berkelanjutan

Model live-in mempercepat perubahan ini karena pendamping bukan sekadar “konsultan” tetapi bagian dari kehidupan komunitas.

Tantangan dan jalan ke depan

Tentu saja, jalan tidak tanpa hambatan. Skala pembiayaan masih terbatas, akses pasar formal belum merata, dan perubahan iklim terus menambah ketidakpastian.

Untuk itu, CIRMA menekankan tiga agenda lanjut:

1. Memperkuat akses pembiayaan iklim yang cocok untuk skala kecil.

2. Mengembangkan rantai nilai lokal yang menghubungkan hasil petani ke pasar regional.

3. Mendokumentasikan praktik lapangan sebagai basis advokasi kebijakan.

Kolaborasi sebagai kunci

Transformasi pertanian kecil menjadi bagian dari ekonomi hijau yang inklusif membutuhkan kolaborasi: masyarakat lokal, LSM seperti CIRMA, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan media yang mengangkat cerita ini.

Berbekal model 3A — Attitude, Access, Asset — dan pendekatan live-in, perubahan di Timor Barat membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas mampu menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial yang nyata, serta layak menjadi model replikasi.

Aksi yang CIRMA tawarkan sederhana: dukung skema pembiayaan yang mengakui jasa lingkungan petani kecil, buka akses pasar yang adil, dan kirimkan dukungan teknis untuk memperluas model pendampingan ke desa-desa lain. Bersama, kita bisa mengubah tantangan iklim menjadi peluang hijau yang menyejahterakan.(*)

Sumber (*/tim Yayasan CIRMA)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raffi Ahmad Dilantik Sebagai Utusan Khusus Presiden

    Raffi Ahmad Dilantik Sebagai Utusan Khusus Presiden

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melantik artis Raffi Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Pelantikan Raffi Ahmad dan sejumlah utusan khusus presiden ditetapkan dalam Keputusan Presiden Nomor 76/M tahun 2024 tentang Pengangkatan Utusan Khusus Presiden RI tahun 2024—2029. “Dr. (HC.) Raffi Farid Ahmad sebagai Utusan Khusus Presiden […]

  • Kantor Bahasa NTT Pinta Pihak Kampus Buka Jurusan Bahasa Daerah

    Kantor Bahasa NTT Pinta Pihak Kampus Buka Jurusan Bahasa Daerah

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kepala Kantor Bahasa Provinsi NTT, Valentina Lovina Tanate, S.Pd. dalam sambutannya pada acara penutupan kegiatan pada Rabu, 23 Oktober 2019 meminta kepada pihak Perguruan Tinggi di Kota Kupang untuk membuka jurusan bahasa daerah. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/10/23/kantor-bahasa-ntt-perlu-perda-untuk-melestarikan-bahasa-daerah/ “Kami berharap kedepannya setiap Perguruan Tinggi, kami inginnya kalau bisa ada jurusan bahasa daerah”, […]

  • Laka Lena Ajak ASN Jadi Wirausaha, April 2025 Ada 655 Pendaftar

    Laka Lena Ajak ASN Jadi Wirausaha, April 2025 Ada 655 Pendaftar

    • calendar_month Rab, 9 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Loading

    ASN yang berwirausaha harus tetap taat pada aturan yang berlaku. Selain itu tetap menjaga tanggung jawab dan pelayanan pada masyarakat. Selain itu, ASN wirausaha individu maupun kelompok dapat meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi diri.   Kupang | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena mengajak jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemprov NTT turut berkontribusi dalam […]

  • Buka ETMC 2019 Malaka, Gubernur VBL : “Tetap Jaga Sportivitas Permainan!”

    Buka ETMC 2019 Malaka, Gubernur VBL : “Tetap Jaga Sportivitas Permainan!”

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, Garda Indonesia | Usai mendampingi Duta Budaya Sabu Raijua dalam Festival Budaya Indonesia di Oslo, Norwegia, Jumat, 5 Juli 2019, Gubernur NTT-Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) membuka Kompetisi Sepak Bola El Tari Memorial Cup (ETMC) di Lapangan Betun Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/07/03/gubernur-vbl-pemerintah-norwegia-tertarik-dengan-kopi-ntt/ Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut pentingnya suguhan budaya dalam setiap kesempatan “Terima kasih kepada […]

  • POLITISASI FOTO PAUS! Tim Ansy Lema Tak Kenal Pemasang Baliho

    POLITISASI FOTO PAUS! Tim Ansy Lema Tak Kenal Pemasang Baliho

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    “Saya adalah pengagum Paus Fransiskus, terutama karena keberpihakannya kepada kaum miskin dan inspirasi lingkungan hidup. Coblos nomor 1, Ansy-Jane,” demikian bunyi tulisan pada baliho Yohanes Fransiskus Lema itu.   Manggarai | Beredar luas di media sosial (Medsos) foto pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus di alat peraga kampanye (APK) baliho calon gubernur NTT nomor urut […]

  • PLN Entaskan Krisis Air Tiga Dusun di Desa Nubahaeraka Lembata

    PLN Entaskan Krisis Air Tiga Dusun di Desa Nubahaeraka Lembata

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Tim PLN UIP Nusra
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Loading

    Pemerintah Desa Nubahaeraka menyatakan kesiapan warga untuk menanggung biaya layanan listrik, mengingat sebelumnya mereka harus membeli air melalui truk tangki dengan harga yang cukup tinggi.   Lembata | Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) bersama Yayasan Payung Perjuangan Humanis (Papha) Kabupaten Lembata berhasil membuka kembali akses […]

expand_less