Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Dari Lahan Kering ke Ekonomi Hijau Berkelanjutan, CIRMA Olah Timor Barat

Dari Lahan Kering ke Ekonomi Hijau Berkelanjutan, CIRMA Olah Timor Barat

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

Loading

Pada 30 desa di Timor Barat, sebuah gerakan kecil, namun sistemis sedang berlangsung: pendampingan intensif kepada petani kecil yang selama ini bergulat dengan lahan kering, keterbatasan modal, dan akses pasar yang rapuh. Melalui pendekatan terpadu — yang menggabungkan model 3A dan skema live-in pendampingan — CIRMA mendukung transformasi pertanian skala kecil menjadi ujung tombak ekonomi hijau lokal, membuka peluang pembiayaan iklim, dan menguatkan ketahanan pangan bagi komunitas rentan.

Dari tantangan lokal ke solusi berbasis komunitas

Kondisi agro-ekosistem di banyak bagian Timor Barat menghadirkan tantangan struktural: curah hujan tidak menentu, infrastruktur irigasi terbatas, dan modal usaha yang sulit diakses oleh petani kecil. Akibatnya, kerentanan pangan dan pendapatan rendah menjadi realitas sehari-hari.

CIRMA datang bukan sekadar memberi bantuan sekali waktu, melainkan mendampingi proses — dari pemulihan tanah, pengelolaan air, hingga pemasaran hasil panen — sehingga perubahan menjadi berkelanjutan.

Di lapangan, intervensi sederhana namun berdampak nyata seperti pembuatan bedengan organik, produksi eco-enzyme untuk kesehatan tanah, dan perbaikan sistem penanaman beririgasi sederhana telah meningkatkan hasil dan kualitas produksi. Lebih penting lagi, pendampingan mendorong adopsi praktik pertanian regenerasi yang mengurangi emisi dan meningkatkan ketahanan lahan terhadap kekeringan.

Model 3A + Live-In: jembatan aksi yang efektif

CIRMA mengoperasionalkan model 3A — Attitude, Access, dan Asset — yang dipadu dengan pendekatan live-in atau tinggal bersama keluarga petani selama periode pendampingan.

Attitude (Sikap): mengubah cara pandang petani terhadap pertanian berkelanjutan. Perubahan sikap adalah fondasi; ketika petani percaya lahannya bisa pulih dan memberi hasil lebih baik, mereka akan membuka diri terhadap inovasi.

Access (Akses): memfasilitasi akses ke pengetahuan teknis, bibit unggul, input pertanian berkelanjutan, pasar, dan jaringan mitra. Akses ini menjadi pintu masuk untuk meningkatkan produktivitas dan daya tawar.

Asset (Aset): mengembangkan dan memperkuat aset yang dimiliki petani, baik yang berwujud (lahan, peralatan, modal) maupun tak berwujud (pengetahuan, keterampilan, jejaring). Fokus utama adalah membangun aset komunal melalui lembaga komunitas seperti Kelompok Tani. Kelompok ini menjadi wadah gerakan kolektif untuk mengatur produksi bersama, mengelola sarana bersama (irigasi, gudang, peralatan), serta meningkatkan posisi tawar dalam rantai nilai. Dengan kekuatan kolektif, petani dapat mengakses pasar yang lebih besar dan memanfaatkan peluang pembiayaan secara bersama-sama.

Tim CIRMA memanen sayur organik pada ladang kering petani di Timor Barat. Foto : istimewa

Pendekatan live-in memungkinkan pendamping tinggal di desa, bekerja bersama petani, menyerap realitas harian mereka, dan mendampingi langsung proses transformasi ini. Dari sini terbangun kepercayaan, rasa saling memiliki, dan kesediaan untuk mencoba hal baru.

Relevansi dengan ekonomi hijau dan pembiayaan iklim

Ekonomi hijau menekankan produksi rendah karbon, efisiensi sumber daya, dan inklusivitas sosial — semua selaras dengan praktik yang didorong CIRMA. Dengan mengurangi penggunaan pestisida kimia, menerapkan teknik konservasi tanah, dan mengelola air lebih efisien, petani kecil menciptakan nilai lingkungan yang nyata.

Nilai ini membuka pintu menuju pembiayaan iklim: mekanisme seperti kredit hijau, pembayaran jasa lingkungan (PES), dan program pendanaan adaptasi yang kini semakin diminati donor dan lembaga keuangan.

CIRMA membantu mengemas praktik lapangan menjadi narasi dan data yang bisa dipakai untuk proposal pembiayaan: catatan peningkatan produktivitas, pengurangan input kimia, dan praktik konservasi menjadi bukti bahwa intervensi lokal layak mendapat dukungan finansial berbasis iklim.

Ketahanan pangan untuk komunitas rentan

Pada 30 desa dampingan, fokus utama CIRMA adalah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga — bukan sekadar meningkatkan volume panen, tetapi memastikan ketersediaan, akses, dan stabilitas pangan sepanjang tahun.

Langkah-langkah praktis meliputi:

  • Diversifikasi tanaman pangan dan hortikultura untuk nutrisi keluarga.
  • Penyimpanan pasca-panen sederhana untuk mengurangi kehilangan pangan.
  • Pembangunan kebun rumah tangga dan pemanfaatan sumber protein lokal.
  • Ketika produksi lokal stabil dan sebagian dipasarkan, pendapatan rumah tangga meningkat — mengurangi kerentanan dan membuka ruang untuk investasi produktif lain, seperti pendidikan atau kesehatan.

Dampak sosial dan perubahan perilaku

Lebih dari angka produksi, yang paling tampak adalah perubahan sikap dan perilaku: petani yang semula ragu kini mencoba teknik baru; perempuan terlibat lebih aktif dalam pengambilan keputusan ekonomi rumah tangga; generasi muda melihat peluang wirausaha dari pertanian berkelanjutan.

Persiapan ladang kering untuk pertanian berkelanjutan

Model live-in mempercepat perubahan ini karena pendamping bukan sekadar “konsultan” tetapi bagian dari kehidupan komunitas.

Tantangan dan jalan ke depan

Tentu saja, jalan tidak tanpa hambatan. Skala pembiayaan masih terbatas, akses pasar formal belum merata, dan perubahan iklim terus menambah ketidakpastian.

Untuk itu, CIRMA menekankan tiga agenda lanjut:

1. Memperkuat akses pembiayaan iklim yang cocok untuk skala kecil.

2. Mengembangkan rantai nilai lokal yang menghubungkan hasil petani ke pasar regional.

3. Mendokumentasikan praktik lapangan sebagai basis advokasi kebijakan.

Kolaborasi sebagai kunci

Transformasi pertanian kecil menjadi bagian dari ekonomi hijau yang inklusif membutuhkan kolaborasi: masyarakat lokal, LSM seperti CIRMA, pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan media yang mengangkat cerita ini.

Berbekal model 3A — Attitude, Access, Asset — dan pendekatan live-in, perubahan di Timor Barat membuktikan bahwa intervensi berbasis komunitas mampu menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial yang nyata, serta layak menjadi model replikasi.

Aksi yang CIRMA tawarkan sederhana: dukung skema pembiayaan yang mengakui jasa lingkungan petani kecil, buka akses pasar yang adil, dan kirimkan dukungan teknis untuk memperluas model pendampingan ke desa-desa lain. Bersama, kita bisa mengubah tantangan iklim menjadi peluang hijau yang menyejahterakan.(*)

Sumber (*/tim Yayasan CIRMA)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MPR RI dan BNN Akan Bersinergi Perangi Narkoba

    MPR RI dan BNN Akan Bersinergi Perangi Narkoba

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua MPR RI Bambang Soesatyo siap membangun sinergi antara MPR RI dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Sehingga, sosialisasi 4 Pilar MPR RI tidak hanya sekadar dilakukan dengan simposium maupun seminar saja. Melainkan juga ada aksi nyata, khususnya dengan BNN, dalam mencegah generasi muda terpapar Narkoba. Teror Narkoba kini telah masuk menjadi […]

  • “Opa & Oma Melantai “ dalam Ajang Lomba Dansa Lansia

    “Opa & Oma Melantai “ dalam Ajang Lomba Dansa Lansia

    • calendar_month Kam, 23 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, gardaindonesia.id – Masih dalam suasana kemeriahan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI dan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-22; Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menggelar Perdana Lomba Dansa Lansia (Lanjut Usia) Tingkat Kota Kupang, Kamis/23 Agustus 2018, pukul 09.00 wita-Selesai. Mengambil tempat di Lantai 1 Kantor Wali Kota Kupang, Suasana ajang Lomba Dansa Lansia ditata menyerupai […]

  • Kapal Cantika Terbakar, 14 Korban Meninggal dan 226 Orang Selamat

    Kapal Cantika Terbakar, 14 Korban Meninggal dan 226 Orang Selamat

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Kapal motor (KM) Express Cantika 77 tujuan Kupang – Alor berangkat meninggalkan Pelabuhan Tenau Kupang menuju Alor pada Senin, 24 Oktober 2022 Pukul 11.00 WITA; membawa penumpang sebanyak 167 orang dan kru kapal sebanyak 10 orang. Laporan intelijen menyebutkan bahwa sekitar pukul 13.40 WITA, KM Express Cantika 77 tujuan Kupang – […]

  • Budi Arie Dilantik Jadi Menteri Kominfo Ganti Johnny Plate, Ini Profilnya

    Budi Arie Dilantik Jadi Menteri Kominfo Ganti Johnny Plate, Ini Profilnya

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Jokowi bakal mengambil sumpah dan melantik beberapa pejabat negara pada Senin, 17 Juli 2023. Satu di antara yang dilantik yakni Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) menggantikan Johnny Plate yang tersandung kasus korupsi BTS 4G BAKTI Kominfo. Posisi Johnny Plate bakal diisi oleh Budi Arie. Lantas, seperti apa sepak terjangnya hingga […]

  • Kemendagri: ‘Tidak Pernah Ada Larangan Rapat di Hotel’!

    Kemendagri: ‘Tidak Pernah Ada Larangan Rapat di Hotel’!

    • calendar_month Sel, 12 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Beredarnya informasi yang menyatakan bahwa Mendagri,Tahjo Kumolo hendak atau ingin melakukan larangan terhadap rapat-rapat di hotel adalah informasi yang menyesatkan. Pernyataan ini disampaikan oleh Kapuspen Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, dalam keterangan tertulis, Selasa/12 Februari 2019. “Pihak yang menginformasikan hal tersebut tidak pernah melakukan konfirmasi kepada Kemendagri”, jelas Kapuspen Kemendagri, Bahtiar Baharuddin. Sambung […]

  • Rakernas IWAPI ke-28; Pengusaha Perempuan Meningkat-Indonesia Sejahtera!

    Rakernas IWAPI ke-28; Pengusaha Perempuan Meningkat-Indonesia Sejahtera!

    • calendar_month Sel, 9 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Loading

    Padang,gardaindonesia.id – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise membuka acara Rapat Kerja Nasional Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Rakernas IWAPI) ke-28 di Kota Padang, Sumatera Barat. Rakernas dengan tema ‘IWAPI 43 tahun Konsisten Berperan Meningkatkan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Menuju Indonesia Sejahtera’ ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pemberdayaan ekonomi […]

expand_less