Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Debat I Pilkada Belu, Agus Taolin: UU Jamin Berobat Gratis Pakai KTP

Debat I Pilkada Belu, Agus Taolin: UU Jamin Berobat Gratis Pakai KTP

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 30 Okt 2020
  • visibility 129
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Debat I Pasangan Calon (Paslon) Bupati/ Wakil Belu periode 2020—2025, antara Paket SAHABAT nomor urut 1, Wilibrodus Lay – JT Ose Luan dan Paket SEHATI nomor urut 2, Agustinus Taolin – Aloysius Haleserens, di Aula Hotel Matahari Atambua, pada Jumat, 30 Oktober 2020.

“Kesehatan untuk seluruh masyarakat Belu, GRATIS menggunakan KTP. Kesehatan GRATIS, dari sisi UU mengacu pada kewenangan wajib yang diatur dalam UU tentang Pemerintahan Daerah Nomor 23 Tahun 2014, pasal 11, pasal 12 dan pasal 65. Kewenangan ini juga didukung oleh UU Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang menganut asas efisiensi, dan dari sisi APBD sangat memungkinkan”, demikian diungkapkan Agus Taolin dalam sesi pemaparan visi – misi paket SEHATI.

Agus Taolin menegaskan bahwa, dasarnya adalah UU nomor 23 Tahun 2014, pasal 11 dan pasal 12, bahwa kesehatan GRATIS adalah salah satu urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Selain itu, pasal 18 tentang penyelenggara Pemerintahan Daerah yang memprioritaskan pelaksanaan urusan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Menurutnya, bisa dibaca juga pasal 65, yang mana memberikan kewenangan kepada pemimpin daerah dan pasal 67.

“Di situlah, tugas pemerintah daerah untuk segera merealisasikan pelayanan kesehatan dasar dalam hal ini, bahwa semua orang Belu yang berobat di faskes (fasilitas kesehatan,red) 1 dan faskes 2 ditanggung oleh pemerintah daerah. Itu jaminan Undang – Undangnya,” terang Agus Taolin.

Lanjut Agus Taolin, dalam pasal 65 itu, skema yang diperbolehkan oleh UU ada dua, yakni pertama, Fee for Service (metode pembayaran rumah sakit berjenis retrospeksi, di mana pembayaran ditetapkan setelah pelayanan kesehatan diberikan). Kedua, Total Coverage (cerminan dari komitmen untuk melaksanakan pembangunan yang ditujukan untuk peningkatan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat. Pelaksanaan JAMINAN KESEHATAN bagi seluruh penduduk, baik yang dibiayai oleh pemerintah maupun oleh masyarakat, sebagai pelaksanaan UUD 45 pasal 34).

“Di beberapa daerah sudah dilaksanakan dan tidak ada masalah. Dan kami yakin, apabila kami diberi amanat oleh warga Belu, kami akan melaksanakan ini dalam waktu yang sesingkat – singkatnya untuk masyarakat Belu”, tandas Agus Taolin.

Agus Taolin menguraikan bahwa, orang mampu itu single class, single tariff untuk kelas tiga. Orang mampu seluruh warga Belu harus mendapatkan hak yang sama untuk mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan kelas tiga. Tidak ada larangan bagi orang mampu untuk menggunakan fasilitas kesehatan kelas tiga. “Kami paham UU. Coba tunjukkan, aturan mana yang tidak membolehkan orang (mampu,Red) tidak boleh menggunakan fasilitas kesehatan kelas tiga. Kami tidak menghilangkan BPJS. Apabila anggaran kita cukup, kita akan masukkan integrasi langsung dalam BPJS. Tetapi, kenapa (sampai) hari ini bapak belum masukkan tiga puluh ribu warga Belu untuk BPJS? Itu, karena anggaran tidak cukup. Oleh karena itu amanat UU, kita harus efisien. Dengan metode Fee for Service, hanya orang sakit yang berobat. Tidak usah takut, kita punya harga diri, pak! Fraud (korupsi/ penggelapan/ curang,red) tidak ada, pak. Pemimpin yang baik, sistem yang baik, regulasi yang baik, tidak ada fraud, pak! Metode Fee for Service untuk menghemat anggaran. Anggaran sisa, kita pakai untuk hal – hal lain,” pungkas Agus Taolin.

Untuk diketahui, dalam Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Pasal 11

  1. Urusan pemerintahan konkuren sebagaimana di maksud dalam Pasal 9 ayat (3) yang menjadi kewenangan Daerah terdiri atas Urusan Pemerintahan Wajib dan Urusan Pemerintahan Pilihan.
  2. Urusan Pemerintahan Wajib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas Urusan Pemerintahan yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar dan Urusan Pemerintahan yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar.
  3. Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah Urusan Pemerintahan Wajib yang sebagian substansinya merupakan Pelayanan Dasar.

Pasal 12
1. Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) meliputi:
a. pendidikan;
b. kesehatan;
c. pekerjaan umum dan penataan ruang;
d. perumahan rakyat dan kawasan permukiman;
e. ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat; dan
f. sosial.
2. Urusan Pemerintahan Wajib yang tidak berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (2) meliputi:
a. tenaga kerja;
b. pemberdayaan perempuan dan pelindungan anak;
c. pangan;
d. pertanahan;
e. lingkungan hidup;
f. administrasi kependudukan dan pencatatan sipil;
g. pemberdayaan masyarakat dan Desa;
h. pengendalian penduduk dan keluarga berencana;
i. perhubungan;
j. komunikasi dan informatika;
k. koperasi, usaha kecil, dan menengah;
l. penanaman modal;
m. kepemudaan dan olah raga;
n. statistik;
o. persandian;
p. kebudayaan;
q. perpustakaan; dan
r. kearsipan.
3. Urusan Pemerintahan Pilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) meliputi:
a. kelautan dan perikanan;
b. pariwisata;
c. pertanian;
d. kehutanan;
e. energi dan sumber daya mineral;
f. perdagangan;
g. perindustrian; dan
h. transmigrasi.

Pasal 18

  1. Penyelenggara Pemerintahan Daerah memprioritaskan pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (3).
  2. Pelaksanaan Pelayanan Dasar pada Urusan Pemerintahan Wajib yang berkaitan dengan Pelayanan Dasar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berpedoman pada standar pelayanan minimal yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
  3. Ketentuan lebih lanjut mengenai standar pelayanan minimal diatur dengan peraturan pemerintah.

Pasal 65
1. Kepala daerah mempunyai tugas:
a. memimpin pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD;
b. memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat;
c. menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang RPJPD dan rancangan Perda tentang RPJMD kepada DPRD untuk dibahas bersama DPRD, serta menyusun dan menetapkan RKPD;
d. menyusun dan mengajukan rancangan Perda tentang APBD, rancangan Perda tentang perubahan APBD, dan rancangan Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD untuk dibahas bersama;
e. mewakili Daerahnya di dalam dan di luar pengadilan, dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakilinya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
f. mengusulkan pengangkatan wakil kepala daerah; dan
g. melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
2. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepala daerah berwenang:
a. mengajukan rancangan Perda;
b. menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD;
c. menetapkan Perkada dan keputusan kepala daerah;
d. mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh Daerah dan/atau masyarakat;
e. melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Kepala daerah yang sedang menjalani masa tahanan dilarang melaksanakan tugas dan kewenangannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2).
4. Dalam hal kepala daerah sedang menjalani masa tahanan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) atau berhalangan sementara, wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah.
5. Apabila kepala daerah sedang menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara dan tidak ada wakil kepala daerah, sekretaris daerah melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah.
6. Apabila kepala daerah dan wakil kepala daerah sedang menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara, sekretaris daerah melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah.
7. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan tugas dan wewenang kepala daerah oleh wakil kepala daerah dan pelaksanaan tugas sehari-hari kepala daerah oleh sekretaris daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (4) sampai dengan ayat (6) diatur dalam peraturan pemerintah.

Pasal 67
Kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah meliputi:

  1. Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  2. Menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan;
  3. Mengembangkan kehidupan demokrasi;
  4. Menjaga etika dan norma dalam pelaksanaan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah;
  5. Menerapkan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik;
  6. Melaksanakan program strategis nasional; dan
  7. Menjalin hubungan kerja dengan seluruh Instansi Vertikal di Daerah dan semua Perangkat Daerah. (*)

Penulis + foto: (*/Herminus Halek)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPKP RI Pastikan PLN NTT Junjung ‘Good Governance’ di Labuan Bajo

    BPKP RI Pastikan PLN NTT Junjung ‘Good Governance’ di Labuan Bajo

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    General Manager PLN UIW NTT, Fransiskus Eko Sulistyono, turut menegaskan bahwa pengawasan dari BPK RI merupakan bentuk konkret dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG).   Labuan Bajo | Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT) melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Flores untuk senantiasa mengedepankan akuntabilitas dan tata kelola perusahaan […]

  • Air Mata Bahagia Jemput “Jenderal Air” di Pedalaman TTS

    Air Mata Bahagia Jemput “Jenderal Air” di Pedalaman TTS

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 1Komentar

    Loading

    TTS | Calon gubernur NTT periode 2024–2029, Simon Petrus Kamlasi, kembali menyapa saudara – saudaranya di pedalaman kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Minggu, 20 Oktober 2024. Calon gubernur nomor urut 3 (tiga) yang lahir dari rahim bumi Cendana Wangi ini sangat membumi kendati bintang menyala di pundaknya. Dia meletakkan semua kemewahannya sebagai Jenderal Bintang Satu […]

  • ‘Digital Lounge’ Ketiga Bank NTT Hadir di Labuan Bajo

    ‘Digital Lounge’ Ketiga Bank NTT Hadir di Labuan Bajo

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Labuan Bajo, Garda Indonesia | Terus hadir dengan inovasi baru dalam layanan perbankan, itulah Bank NTT. Menjawab kebutuhan akan layanan perbankan yang cerdas dan serba digital, maka PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (PT. BPD NTT) menghadirkan digital lounge di Labuan Bajo. Ini adalah satu-satunya layanan digital di seluruh daratan Flores, dan menjadi satu-satunya […]

  • Diler Bosowa Pecat Karyawan Covid-19, KNPI NTT : Itu Kejahatan Kemanusiaan

    Diler Bosowa Pecat Karyawan Covid-19, KNPI NTT : Itu Kejahatan Kemanusiaan

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi NTT, Hermanus Th. Boki menyoroti persoalan kemanusiaan yang diduga dilakukan oleh manajemen PT. Bosowa Berlian Motor Cabang Kupang di bawah kepemimpinan Arfan T. Rawuaten terhadap karyawan yang terpapar Covid-19. Heri Boki, sapaan akrab Ketua DPD KNPI Provinsi NTT kepada wartawan menguraikan, […]

  • Perhatian terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria

    Perhatian terhadap Perempuan dalam Konflik Agraria

    • calendar_month Rab, 15 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id – Ketimpangan penguasaan lahan hutan antara yang dikuasai swasta dengan dikelola rakyat ternyata melahirkan banyak konflik agrarian. Dari luas sekitar 42,25 juta hektar hutan yang mendapat ijin usaha, hanya sekitar 4,14% kawasan hutan yang dikuasai masyarakat. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat, dalam tiga tahun terakhir (2015-2017) terjadi 1.361 konflik agrarian di Indonesia. Konflik […]

  • 4—11 Sept, Banyak Untung Beli Pertamax Dex dengan MyPertamina

    4—11 Sept, Banyak Untung Beli Pertamax Dex dengan MyPertamina

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Sebagai bentuk apresiasi dan komitmen memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, Pertamina Patra Niaga hadirkan berbagai penawaran menarik bagi pelanggan Pertamax Series dan Dex Series memperingati Hari Pelanggan Nasional pada Rabu, 4 September 2024. Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus melalui Sales Area NTT melaksanakan kegiatan sapa pelanggan bersama Hiswana Migas dan stakeholder terkait pada […]

expand_less