Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Dian Lenggu, Staf Kemenkumham NTT Enggan Divaksin Covid, Kenapa ?

Dian Lenggu, Staf Kemenkumham NTT Enggan Divaksin Covid, Kenapa ?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 12 Jan 2021
  • visibility 148
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Meski telah diterbitkannya izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terkait vaksin Covid-19 oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada Senin, 11 Januari 2021, belum dapat memberikan rasa yakin dan nyaman kepada masyarakat tentang kepastian aman dan tak berefek samping bagi tubuh penerima vaksin.

Apalagi vaksin produksi Sinovac dengan kerja sama antara Universitas Padjadjaran Bandung dan Bio Farma tersebut, telah dinyatakan berlaku gratis bagi seluruh warga negara Indonesia oleh Presiden Jokowi pada Desember 2020 dan proses vaksinasi massal akan dilakukan pada sekitar awal Maret 2021, usai pelatihan vaksinator Covid-19 dan pemberian vaksin bagi tenaga kesehatan.

Dian Lenggu, staf Divisi Administrasi, Sub Bagian Humas, Reformasi Birokrasi dan Teknologi Informasi, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi NTT ini pun enggan dan masih memiliki keraguan untuk memperoleh vaksinasi Covid-19, meski itu juga berlaku gratis bagi dirinya.

“Pada dasarnya, sebagai masyarakat awam, jelas banyak tanda tanya di kepala, apalagi ini menyangkut kesehatan,” ujar Dian Lenggu kepada Garda Indonesia dalam percakapan singkat pada Selasa, 12 Januari 2021.

Menurut Ibu dari tiga anak perempuan ini pun mengungkapkan bahwa hingga saat ini, dirinya belum tahu jelas efek samping dari vaksin Covid-19 tersebut. “Sampai saat ini, beta (saya, red) belum terlalu tahu dengan jelas efek samping dari vaksin, walaupun beta banyak dengar dan baca berita kalau vaksin Sinovac ini minim efek samping,” ungkapnya.

Tapi mungkin, lanjut perempuan yang juga berprofesi sebagai Penyiar TVRI NTT ini, akan lebih yakin kalau telah orang ada telah divaksi, lalu melihat sendiri proses vaksinasi Covid-19 tersebut.  “Terutama testimoni dari orang yang telah  divaksin,” ucapnya sembari dengan yakin mengungkapkan bahwa dirinya tak takut terhadap jarum suntik.

Istri dari Yonathan Laifoi, pegawai Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT yang bertugas di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kupang ini juga menyampaikan bahwa ada keraguan dalam dirinya. “Ya, hanya ada keraguan saja, karena ini hal baru, harus lihat reaksi vaksin covid gratis tersebut, apalagi bayi dan balita saja, kalau imunisasi bakal ada efek samping berupa ruam dan demam,” urainya.

Saat disampaikan bawah Vaksin Covid-19 produksi Sinovac telah memperoleh izin BPOM, pemilik nama lengkap Dian Lestary Raynilda Lenggu ini juga memberikan respons meskipun ada izin BPOM.

“Bukan beta (saya, red) meragukan BPOM, namun efek samping pasti ada,” ucapnya lepas.

Namun, pegawai Kanwil Kemenkumham Provinsi NTT angkatan 2010 ini berharap, semoga Vaksinasi Covid-19 bisa jadi peluru paling akhir untuk menuntaskan pandemi yang telah berlangsung sejak Maret 2020.

“Capek ruang gerak ketong (bahasa Melayu Kupang untuk “kita”) dibatasi karena corona. Semoga beta punk (saya punya, red) keraguan jangan jadi kenyataan,” tandasnya mengakhiri percakapan kami.

Simak video imbauan dari Ketua ITAGI : https://youtu.be/qEcAMgIgMT8

Prof. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro, dr., SpA (K), Ketua Indonesian Technical Advisory Group for Immunization (ITAGI) melalui video yang ditayangkan oleh Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa vaksinasi menjadi momentum penting untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Selain itu, vaksinasi sendiri tidak bisa menjadi upaya pencegahan karena harus menjadi kesatuan dan pelindung dari protokol kesehatan (praktik 3 M).

“Vaksinasi tidak hanya melindungi diri sendiri, namun dapat melindungi keluarga, dan masyarakat di sekitar kita,” terangnya.

Vaksinasi menjadi penting, agar masyarakat dapat mengambil bagian dalam vaksinasi Covid-19 secara bertahap. “Karena semakin banyak masyarakat yang divaksin, maka makin tinggi cakupan kekebalan kelompok atau herd immunity,” ungkapnya.

Prof. Sri Rezeki pun mengimbau masyarakat agar jangan menunggu atau memilih vaksin yang akan hadir di Indonesia karena vaksin yang ada telah dievaluasi dan direkomendasikan oleh Badan POM aman.

“Percayalah, vaksin Covid-19 ini aman,” tandasnya.

Penulis, editor, dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapuspenkum Kejagung Pinta IMO-Indonesia Jadi Pemersatu Bangsa

    Kapuspenkum Kejagung Pinta IMO-Indonesia Jadi Pemersatu Bangsa

    • calendar_month Jum, 9 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ikatan Media Online (IMO) Indonesia terus menjalin sinergisitas dengan berbagai lembaga mitra, salah satunya Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Guna membangun kerja sama dan sinergisitas tersebut, maka IMO Indonesia bersilaturahmi dengan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum), Ketut Sumedana di kantornya pada Kamis, 8 Juni 2023. Pada silaturahmi tersebut […]

  • “Kejaksaan RI Lembaga Superbody” Kapuspenkum: Itu Keliru

    “Kejaksaan RI Lembaga Superbody” Kapuspenkum: Itu Keliru

    • calendar_month Sen, 10 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Menyikapi polemik mengenai Kejaksaan RI sebagai “Lembaga yang Superbody” adalah anggapan yang sangat keliru, terlalu berlebihan, tanpa data dukung dan dimensi yuridis yang terukur. Beberapa profesor dari perguruan tinggi serta penggiat anti korupsi menyayangkan pernyataan atau statement tersebut, bahkan dianggap sebagai upaya bentuk perlawanan koruptor atau currptor fight back kepada Institusi Kejaksaan. Ungkapan […]

  • Pemprov Papua Tengah Tetapkan Pendidikan Gratis Pelajar SMA SMK

    Pemprov Papua Tengah Tetapkan Pendidikan Gratis Pelajar SMA SMK

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Loading

    Berbekal adanya kebijakan ini, seluruh biaya sekolah ditanggung pemerintah, sehingga diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga sekaligus menekan angka putus sekolah di Papua Tengah.   Nabire | Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi menerapkan program pendidikan gratis untuk 24.481 siswa SMA/SMK di delapan kabupaten pada 2025. Program ini mencakup 124 sekolah, baik negeri maupun swasta, dan […]

  • Reaksi Pemprov NTT atas Kasus Tumpahan Minyak Montara Australia 2009

    Reaksi Pemprov NTT atas Kasus Tumpahan Minyak Montara Australia 2009

    • calendar_month Kam, 24 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Keputusan Pengadilan Federal Australia memenangkan gugatan ribuan Petani Rumput Laut NTT atas perusahaan kilangan minyak Montara Australia tahun 2009, yang mewajibkan membayar ganti rugi mencapai triliunan kepada para petani. Pemerintah Provinsi (Pemprov)  NTT meminta Pemerintah Pusat untuk lebih serius memperjuangkan ganti rugi kasus tumpahan minyak Montara Australia tahun 2009 tersebut. Wakil […]

  • SAH! Jokowi Resmikan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang

    SAH! Jokowi Resmikan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang

    • calendar_month Rab, 6 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 2Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meresmikan Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu, 6 Desember 2023. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berpesan bahwa selain untuk tempat ibadah, gereja yang memiliki kapasitas 1.500 jemaat tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan dan mempererat persaudaraan. “Tidak hanya digunakan sebagai […]

  • Tempuh Jalan Terjal, Bupati & Wabup Belu Lihat Mata Air di Kaki Gunung Lakaan

    Tempuh Jalan Terjal, Bupati & Wabup Belu Lihat Mata Air di Kaki Gunung Lakaan

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Loading

    Lasiolat-Belu, Garda Indonesia | Guna memenuhi kebutuhan air bersih, Bupati dan Wakil Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM dan Drs. Aloysius Haleserens, M.M. didampingi Kadis PUPR, Vincent K. Laka, S.T. dan Plt. Direktur PDAM, Ir. Fridolinus Siribein melakukan monitoring untuk melihat dan memastikan secara langsung lokasi serta debit air di sumber mata air Harewe […]

expand_less