Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ganti Presiden? Ya Setuju!

Ganti Presiden? Ya Setuju!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Biasa saja dan sederhana. Ganti presiden itu pasti. Pertama-tama, umur orang itu terbatas, tidak ada yang hidup selamanya. Kedua, UU juga sudah mengatur, untuk Indonesia setiap 5 tahun bakal ada pilpres kok. Maksimal 2 kali menjabat, setelah itu ya sudah.

Ketiga, Pak Jokowi juga sudah menegaskan tidak berminat untuk jadi presiden 3 periode, dan juga tidak ada intensi untuk mengamendemen UU pemilu. Jelas ya.

Jadi, nanti tahun 2024 bakal ada pilpres, dan pasti ada pergantian presiden. Sabar saja. Dan, sementara itu…

Sementara itu… tak usah bermimpi untuk ganti presiden di tengah jalan dengan cara tidak konstitusional. Dan apalagi dengan gaya norak untuk terus merongrong dengan cara yang tidak beretika sama sekali. Kebayi-bayian!  Merengek nangis kalau tidak diberi ASI.

Pergantian presiden adalah mekanisme legal formal dalam sistem demokrasi. Harus ada pembaharuan kepemimpinan secara reguler. Ibarat pergantian udara segar setiap kali jendela pemilu 5 tahunan itu dibuka luebar-luebar.

Ya luebar… langsung-umum-etis-bebas-rahasia! Ini hiperbolik dari LUBER, atau pemampatan dari Jurdil (jujur-adil) yang artinya ya juga etis.

Sementara itu… selain tak usah merongrong dengan cara norak dan tidak beretika, justru sebaliknya, seharusnya mendukung. Kalau tak bisa (atau tak mau) mendukung ya lebih baik diam!

Jangan salah kira, mendukung itu bisa dengan cara: ‘kritiklah pemerintah sekeras-kerasnya dan bantulah sekuat-kuatnya’.

Kalimat barusan itu mesti dipahami dengan suatu pengandaian, bahwa partisipan demokrasi itu adalah mereka yang matang sikap politiknya serta mampu dengan jernih membedakan mana yang kritik dan mana yang nyinyir, hinaan atau malah fitnah atau propaganda kebohongan (hoaks).

Sementara itu… tanpa dinanya dan diduga sebelumnya, dunia diterpa pandemi Covid-19. Siapa sih yang menyangka, dan siapa sih yang siap menghadapinya. Ini peristiwa global yang menerpa serta membuat sakit seluruh penjuru bumi. Tanpa kecuali.

Maka yang penting adalah kebersamaan penghuni planet ini untuk memitigasi bencana. Kerja sama antar bangsa serta solidaritas antar tetangga di sebelah rumah (spektrum makro sampai mikro) dituntut untuk jadi akur dan kompak.

Sedikit saja ada kelompok yang mbalelo, maka virus delta ini tanpa tedeng aling-aling akan siap bermigrasi via udara (aero) ke kita atau kerabat kita sendiri. Alhasil rumah sakit penuh, home-sweet-home bermetamorfosis jadi tempat isolasi mandiri. Dan amit-amit… petugas kuburan pun harus kerja lembur siang dan malam.

Sementara itu… jangan coba-coba untuk mendompleng pandemi ini demi urusan libido kekuasaan yang menggelegak itu. Kita semua sadar betul bahwa ulah para bohir dan gelandangan politik yang menyetir para mahasiswa dungu itu adalah cerminan perilaku pecundang yang hasrat busuknya sudah tercium bahkan oleh mereka yang kena gejala awal virus corona. Naudzubillah min dzaalik!

Masih mau ganti presiden? Ya setuju, kita juga mau ganti presiden kok. Mekanisme legalnya adalah nanti di tahun 2024. Sabar ya…Sementara itu… mari kompak bekerja sama dengan pemerintah, para nakes, dan para relawan yang sudah bekerja keras selama ini.

Sementara itu… para politisi parpol, ya para politisi… tak usah menebar kenyinyiran terus menerus. Kita pastikan bahwa rakyat waras akan terus mendukung pemerintahan yang sah ini. Dan para bohir, saran saja nih, bagaimana kalau dana untuk bikin demo yang tidak jelas juntrungannya itu disalurkan saja untuk donasi program #RiceBoxPSI misalnya. Atau donasi lainnya deh… yang penting berkah.

Maka tak usah repot-repot, mari terus membangun negeri ini. Dan sementara kita mengatasi pandemi ini, kita akan terus…Membuat sarana dan prasarana publik yang belum ada, serta… ini yang juga penting… membereskan yang dulu mangkrak!

Minggu, 25 Juli 2021

Penulis merupakan pemerhati Ekonomi-Politik

Foto utama (*/ilustrasi sindonews.com)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Praktik Oligarki & Demokrasi Semu Tumbuh Membudaya?

    Mengapa Praktik Oligarki & Demokrasi Semu Tumbuh Membudaya?

    • calendar_month Sab, 10 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Sumarna, APN Ditjen Strahan Kemhan Pesatnya kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di era globalisasi sangat berdampak terhadap perubahan cara pandang dan pola pikir manusia, termasuk setiap WNI dalam menghadapi dinamika dan problematika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta kehidupan politik dan berdemokrasi yang dilandasi nilai-nilai ke-Indonesia-an berbasis legitimasi negara. Hingga saat […]

  • Agus Taolin : Kita Bicara Program Saja, Jangan Saling Menjelekkan

    Agus Taolin : Kita Bicara Program Saja, Jangan Saling Menjelekkan

    • calendar_month Sab, 7 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Jangan saling menjelekkan satu sama lain dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Belu 2020, melainkan berbicara tentang program saja. Hal ini disampaikan Calon Bupati Belu Paket SEHATI periode 2021—2025, Agustinus Taolin ketika berkampanye di Dusun Weberliku, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 6 […]

  • Saat Pandemi, Politisi Muda PSI Kota Kupang Yefta Sooai Bantu 83 Warga Oeba

    Saat Pandemi, Politisi Muda PSI Kota Kupang Yefta Sooai Bantu 83 Warga Oeba

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Yefta M.P. Sooai, S.E., Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), melakukan tatap muka bersama warga 4 (empat) RT 09, 10, 12, 13, dan RT 14 di Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama. Turut hadir dalam tatap muka antara lain Lurah Oeba, Geregorius Rohi; Ketua LPM Oeba, Matheos Malle, […]

  • Presiden Jokowi: Setelah B20 Kita Akan Beralih ke B30

    Presiden Jokowi: Setelah B20 Kita Akan Beralih ke B30

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah ingin bergerak cepat dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan impor bahan bakar minyak. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan menerapkan kebijakan kewajiban biodiesel 20 persen atau B20. “Kita ingin lebih cepat dan mulai dari B20 ini kita ingin mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan juga yang paling penting […]

  • 78 Tahun PLN Hadir Listriki Indonesia, Rasio Elektrifikasi Capai 99,74%

    78 Tahun PLN Hadir Listriki Indonesia, Rasio Elektrifikasi Capai 99,74%

    • calendar_month Sen, 30 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Hari Listrik Nasional (HLN) ke-78 diperingati pada 27 Oktober 2023, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menerangi negeri. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan upaya terbaik PLN dan sinergi dengan pemerintah hingga triwulan III tahun 2023, rasio elektrifikasi nasional mencapai 99,74%. ”Sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang diberi mandat […]

  • PNK Bantu & Tata Kawasan Kumuh Muara Abu Jadi Spot Wisata

    PNK Bantu & Tata Kawasan Kumuh Muara Abu Jadi Spot Wisata

    • calendar_month Sab, 24 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 39
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Muara Abu merupakan salah satu lokasi kawasan kumuh di Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penduduk Muara Abu rata-rata berprofesi sebagai Nelayan, Buruh Bangunan, Tukang Kayu maupun Tukang Batu (pekerjaan pesisir, red). Penataan kawasan kumuh Muara Abu dilaksanakan sejak tahun 2018 oleh pemerintah kota […]

expand_less