Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Hari Pekerja Rumah Tangga, Kemen PPPA Perhatian & Dukung Pekerja Informal

Hari Pekerja Rumah Tangga, Kemen PPPA Perhatian & Dukung Pekerja Informal

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 17 Jun 2020
  • visibility 117
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri PPPA, Bintang Puspayoga menyerahkan secara simbolis 494 paket tersebut kepada para Pekerja Rumah Tangga (PRT) bertepatan dengan Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional pada 16 Juni 2020. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bekerja sama dengan berbagai mitra, dunia usaha, dan lembaga masyarakat memberikan paket pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak yang rentan terdampak pandemi Covid-19.

“Di Hari Pekerja Rumah Tangga Internasional ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada para PRT yang memiliki peran penting dalam menunjang urusan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari, terutama jika di dalam rumah tangga tersebut terdapat balita, ibu hamil, penyandang disabilitas atau lanjut usia. PRT tentu memiliki beban kerja dan tanggung jawab yang sangat besar, tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan keluarga, tetapi juga kesehatan, keamanan, kenyamanan, dan ketenteraman di lingkungan keluarga tempat ia bekerja,” tutur Menteri Bintang.

Menteri Bintang mengatakan PRT merupakan salah satu jenis pekerjaan dalam sektor informal. Dalam sektor informal sendiri, persentase pekerja perempuan memang lebih kecil dibanding laki-laki, namun pekerja informal perempuan lebih banyak ditemukan dalam pekerjaan yang cukup riskan, seperti pekerja domestik serta pekerja rumahan atau pekerja keluarga.

“Sampai saat ini masih sangat sulit untuk mendapatkan data akurat mengenai jumlah PRT, mengingat mereka biasanya diperkerjakan hanya berdasarkan kesepakatan lisan. Semoga momentum ini menjadi pengingat kita semua untuk memenuhi, melindungi, dan memperjuangkan hak-hak kelompok rentan, termasuk PRT,” ujar Menteri Bintang.

Leni Suryani, salah satu PRT penerima bantuan menuturkan jika pandemi Covid-19 berdampak cukup besar bagi dirinya dan teman-temannya, baik dari segi pekerjaan maupun dampak kesehatan. Adanya bantuan spesifik yang diberikan Kemen PPPA kepada PRT dinilai Leni sangat bermanfaat.

“Dampak pandemi ini sangat terasa sekali bagi saya dan teman-teman PRT, seperti teman-teman yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, dirumahkan, ada juga yang pekerjaannya dikurangi, dan berdampak pada gaji yang dipotong. Dari segi kesehatan, PRT bekerja penuh risiko. Kalau yang lain seperti pekerja kantoran bisa bekerja di rumah, sedangkan kami tidak. Dalam bekerja kami juga harus tetap ke luar rumah, misalnya ke pasar. Ini sangat riskan sekali bagi kami PRT terpapar Covid-19. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemen PPPA karena bantuan ini menjadi pemantik semangat kami untuk tetap berjuang bekerja di saat pandemi ini,” kata Leni yang telah bekerja selama 20 tahun sebagai PRT.

Usai memberikan bantuan, Menteri Bintang Puspayoga (kanan) berbincang dengan para PRT

Berdasarkan data Survey ILO dan Universitas Indonesia pada 2015, diperkirakan jumlah PRT di Indonesia adalah sebanyak 4,2 juta, dengan rasio 292 PRT perempuan untuk setiap 100 PRT laki-laki. Berbagai kerentanan dikhawatirkan dialami oleh PRT perempuan, di antaranya bekerja tanpa proteksi sosial dan hukum, tidak mendapat dana pensiun, tidak mendapatkan cuti, tidak mendapatkan asuransi kesehatan, mendapatkan upah yang relatif rendah, dan rentan terhadap Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Mereka yang bekerja di lingkup domestik atau PRT rentan terhadap tindak eksploitasi, perbudakan modern, korban trafficking, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya. Akses PRT terhadap informasi juga sangat terbatas sehingga minim pengetahuan tentang perlindungan. Mereka tidak tahu bagaimana jika mengalami kekerasan, cara melapor, dan meminta bantuan,” jelas Lita Anggraini, Koordinator Nasional Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT).

Data yang dihimpun JALA PRT pada 2020, terdapat 417 PRT yang mengalami kasus kekerasan dan sebagian besar mengalami multi bentuk, yakni kekerasan fisik, psikis dan ekonomi. Lita menambahkan jika selama ini mereka yang bekerja di sektor rumah tangga atau domestik tidak ada perlindungan hukumnya.

“Undang-Undang Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT) belum dapat melindungi PRT karena hanya mengatur tindak pencegahannya dan berbagai bentuk kekerasan, tetap tidak mengatur hubungan kerjanya. Maka kami mendorong upaya perlindungan terhadap PRT dikuatkan dengan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT),” tambah Lita.

Kegiatan pemberian bantuan ini merupakan salah satu langkah konkret Kemen PPPA terkait Gerakan #Berjarak (Bersama Jaga Keluarga Kita) yang telah diinisiasi sejak Maret 2020 dengan mengupayakan terpenuhinya kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak. (*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sayang

    Sayang

    • calendar_month Sab, 27 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Apa salahnya bilang sayang? Salahnya kalau di tengah rapat dengar pendapat (RDP) DPR-RI yang sedang membahas persoalan serius bangsa. Sampai-sampai Kapolri Liestyo Sigit Prabowo beserta jajarannya yang hadir di situ agak terenyak. Mesem-mesem semua. Mungkin dikiranya kata “saayyaaaaannnggg” yang dengan amat sangat merdu-manja-melengking itu ditujukan kepadanya oleh seorang anggota dewan (perempuan) […]

  • Sirih Pinang Kapur (SPK) Simbol Persatuan Warga Sumba Barat

    Sirih Pinang Kapur (SPK) Simbol Persatuan Warga Sumba Barat

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Loading

    Waikabubak | Calon Gubernur NTT nomor urut 3, Simon Petrus Kamlasi (SPK) dijemput pasukan berkuda oleh warga Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Ratusan warga juga ikut serta dalam penjemputan saat tiba di Kampung Wakaraou, Kecamatan Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat, Sabtu, 2 November 2024. Turut serta dalam penjemputan ini Ketua DPD Partai NasDem Sumba Barat, Gregorius […]

  • Bank NTT Serah CSR Tong Sampah 65 Juta

    Bank NTT Serah CSR Tong Sampah 65 Juta

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Pada momentum Valentine Day, Bank NTT melalui Kantor Cabang Utama (KCU) Kupang menyerahkan corporate social responsibility (CSR) berupa 52 buah tempat sampah senilai Rp. 65 juta. Penyerahan di halaman depan Puskesmas Oebobo, Jalan Palapa, Kelurahan Oebobo-Kupang. Bantuan ini diserahkan oleh Direktur TI dan Operasional Bank NTT, Hilarius Minggu kepada Penjabat Wali […]

  • Hadi Tjahjanto & Raja Juli Antoni: Sikat Mafia Tanah & Bereskan Tata Ruang!

    Hadi Tjahjanto & Raja Juli Antoni: Sikat Mafia Tanah & Bereskan Tata Ruang!

    • calendar_month Sab, 18 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Presiden Jokowi bilang, ada sekitar 126 jutaan lahan tanah yang mesti disertifikasi, baru terealisasi sekitar 80 jutaan. Masih ada tunggakan tugas sekitar 46 jutaan lahan yang mesti disertifikasi. Sementara itu, kata Presiden, kementerian ATR/BPN baru mampu menerbitkan sekitar 500 ribuan sertifikat per tahun. Padahal target Presiden Jokowi adalah sekitar 8—9 juta […]

  • Prabowo Tegaskan Pemimpin Tak Boleh Punya Rasa Dendam dan Benci

    Prabowo Tegaskan Pemimpin Tak Boleh Punya Rasa Dendam dan Benci

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • account_circle Penulis
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Loading

    Prabowo juga mengingatkan pentingnya kembali mencari persamaan dan membangun persatuan setelah perbedaan terjadi.   Malang | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepemimpinan nasional harus dilandasi keadilan, persatuan, dan kejernihan hati, tanpa dibebani rasa dendam maupun kebencian. Penegasan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, […]

  • Budidaya Ikan Kerapu di Mulut Seribu, Pemprov NTT Sedia Anggaran 50 Miliar

    Budidaya Ikan Kerapu di Mulut Seribu, Pemprov NTT Sedia Anggaran 50 Miliar

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Loading

    Rote Ndao-NTT, Garda Indonesia | Saat mengunjungi kawasan wisata Mulut Seribu di Kabupaten Rote Ndao pada Jumat, 21 Agustus 2020; Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) meminta masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengembangan wisata di sana. “Kita akan siapkan anggaran 50 M untuk membantu masyarakat dalam pengembangan 40-an keramba dalam rangka pembudidayaan ikan kerapu. Juga […]

expand_less