Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » IDI 2019, Demokrasi Indonesia Masih Fase Prosedural Belum Substansial

IDI 2019, Demokrasi Indonesia Masih Fase Prosedural Belum Substansial

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 24 Nov 2020
  • visibility 101
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD memaparkan bahwa berdasarkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) tahun 2019, Indonesia masih berada pada fase demokrasi prosedural, belum memasuki fase demokrasi substansial. Untuk menuju ke sana, memang diperlukan proses yang panjang, dengan didukung oleh semua aspek yang menyangkut kesigapan struktur, substansi dan kultur demokrasi yang matang dan berkualitas.

Pernyataan Menko Mahfud MD tersebut, disampaikannya dalam peluncuran Buku IDI 2019 pada Selasa, 24 November 2020 di kantor Kemenko Polhukam. Buku IDI ini dikeluarkan oleh Kemenko Polhukam bekerja sama dengan Kemendagri, Bappenas dan BPS. Hadir dalam acara ini antara lain Deputi bidang Polhukam Bappenas, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Deputi Statistik BPS, para tenaga ahli dan pakar statistik Indonesia, para Gubernur dan Kepala BPS Provinsi yang hadir secara virtual.

“Pemerintah menerbitkan Buku IDI 2019 guna memberikan penjelasan yang komprehensif atas potret demokrasi yang dihasilkan melalui pengukuran IDI selama tahun 2019. Hasil IDI 2019 ini dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dalam menyusun perencanaan pembangunan di bidang politik,” harap Mahfud.

Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) diinisiasi pertama kali oleh Bappenas pada tahun 2008 untuk membantu perencanaan pembangunan politik. Secara spesifik, aspek-aspek demokrasi yang diukur dalam IDI adalah Kebebasan Sipil (dengan 4 variabel dan 10 indikator di dalamnya), Hak-hak Politik (2 variabel dan 7 indikator) serta Lembaga Demokrasi (5 variabel, 11 indikator).

Hasil IDI disampaikan dalam bentuk angka dari 0 yang paling rendah sampai dengan 100 yang paling tinggi. Angka ini dibagi dalam kategori kualitas capaian sebagai berikut: 60< Buruk; 60—80 Sedang; dan >80 Baik.

Dari hasil pengukuran IDI 2019 ini, terdapat 7 provinsi dengan kategori kualitas capaiannya “Baik” (skor >80), yaitu DKI Jakarta (88,29); Kalimantan Utara (83,45); Kepulauan Riau (81,64); Bali (81,38); Kalteng (81,16); Nusa Tenggara Timur (81,02); dan Daerah Istimewa Yogyakarta (80,67). Di luar 7 provinsi ini, 26 provinsi menunjukkan capaian kondisi demokrasi dalam kategori “Sedang” (Skor 60–80), dan 1 provinsi dengan kategori capaian “Buruk” (Skor <60).

IDI 2019 merupakan asesment kesebelas, mengikuti asesment sebelumnya yang dilakukan setiap tahun sejak tahun 2009.

Capaian Indeks Nasional pada tahun 2019 adalah 74.92, tertinggi selama sebelas tahun pengukuran yang berada di sekitar angka 70-an. Capaian ini mengindikasikan kualitas demokrasi yang “sedang”; demokrasi yang ditandai oleh hadir dan berfungsinya sistem dan institusi demokrasi, namun masih menyisakan sejumlah persoalan.

IDI memberikan gambaran demokrasi Indonesia yang kompleks, di mana indikator dengan capaian tinggi dan rendah tersebar di semua aspek. Hal ini membuat karakterisasi kondisi demokrasi Indonesia sebagai baik atau buruk menjadi sulit. Selain itu, demokrasi Indonesia juga ditandai oleh volatilitas yang cukup tinggi, khususnya terkait pemenuhan hak-hak politik dan kinerja lembaga demokrasi. (*)

Sumber berita dan foto (*/Tim Kemenkopolhukam)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemenkumham & Dekranasda NTT Olah Lahan Tidur Jadi Kebun Kelor

    Kemenkumham & Dekranasda NTT Olah Lahan Tidur Jadi Kebun Kelor

    • calendar_month Sen, 6 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Lapas Klas IIA Kupang mendapat kehormatan dikunjungi oleh Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dan Wakil Ketua Maria Fransisca Djogo pada Senin pagi, 6 September 2021. Disambut oleh Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone dan Kalapas Kupang, Badarudin dengan penyematan selendang tenun motif NTT. Baca juga :  http://gardaindonesia.id/2021/09/05/dekranasda-ntt-kolaborasi-moi-pecut-kelor-jadi-supply-cain-berbasis-kualitas/ Selanjutnya, Bunda […]

  • Motivasi Ala Danrem 161/WS Kepada Peserta Cata PK TNI AD Yang Gagal

    Motivasi Ala Danrem 161/WS Kepada Peserta Cata PK TNI AD Yang Gagal

    • calendar_month Jum, 10 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Kegagalan kalian saat ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi dari sinilah kalian dapat mengevaluasi diri dan merenungkan apa saja yang harus diperbaiki kedepan”, ujar Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Syaiful Rahman, S. Sos saat memberikan pengarahan kepada peserta tes Cata PK TNI AD Gelombang I Tahun 2019 yang gagal pemeriksaan uji […]

  • Konsumsi Listrik PLN Naik Saat Lebaran, Beban Puncak Tumbuh di Daerah

    Konsumsi Listrik PLN Naik Saat Lebaran, Beban Puncak Tumbuh di Daerah

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PLN (Persero) mencatat pemakaian listrik tertinggi (beban puncak) kelistrikan nasional selama periode lebaran 2023 mengalami kenaikan di banding tahun 2022. Kenaikan pada periode Idul Fitri 1444 H terjadi merata terutama di daerah yang menjadi destinasi mudik. Hal ini menjadi salah satu sinyal adanya pemerataan ekonomi di daerah. Direktur Utama PLN Darmawan […]

  • Banjir Dukungan Warga—Tokoh Adat Untuk PLTP Ulumbu Poco Leok

    Banjir Dukungan Warga—Tokoh Adat Untuk PLTP Ulumbu Poco Leok

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Manggarai, Garda Indonesia | Sosialisasi menyeluruh hingga giat yang dilakukan PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) kepada warga sekitar di lokasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu unit 5—6 Poco Leok, membuahkan dukungan dari warga dan tokoh adat sekitar. Dukungan dari sejumlah tokoh adat hingga tokoh muda di […]

  • Pulihkan Listrik di Pulau Raijua, GM PLN UIW NTT Terjun Langsung ke Lokasi

    Pulihkan Listrik di Pulau Raijua, GM PLN UIW NTT Terjun Langsung ke Lokasi

    • calendar_month Sab, 8 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Raijua-NTT, Garda Indonesia | Hingga Jumat, 7 Mei 2021, kondisi pemulihan jaringan listrik pasca-badai Siklon Tropis Seroja di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai kondisi maksimal yakni 99,90 %, dari 4.002 gardu terdampak badai sehingga padam, kini tersisa hanya ada 4 (empat) gardu padam yang berada di Pulau Raijua, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu […]

  • Pasien Pertama Covid-19 NTT El Asamau Sembuh

    Pasien Pertama Covid-19 NTT El Asamau Sembuh

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kabar gembira bagi pasien 01 Covid-19 di Provinsi NTT, El Asamau, dari hasil swab kedua yang bersangkutan dinyatakan ‘Negatif Covid-19’. Namun, El Asamau akan melanjutkan proses karantina mandiri selama 14 hari di rumah. Demikian pernyataan resmi dari Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Dr. dr. Domi Minggu Mere kepada Garda Indonesia melalui sambungan […]

expand_less