Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Ini Arahan dan Motivasi Menteri Pertanian bagi Petani TJPS di Desa Manusak

Ini Arahan dan Motivasi Menteri Pertanian bagi Petani TJPS di Desa Manusak

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 30 Mei 2020
  • visibility 106
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Yang menarik bagi saya untuk datang ke NTT adalah keinginan kuat masyarakat dan Pak Gubernur yang selalu memilih diksi yang seksi. Pilihan diksinya itu “Mau NTT Tidak Miskin.” Beliau selalu katakan NTT miskin, itu yang harus diubah dan itu membuat saya hadir bukan hanya karena Menteri,” ujar Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo saat memberikan sambutan dalam kunjungan kerjanya saat situasi pamdemi Covid-19 di Desa Manusak pada Jumat siang, 29 Mei 2020.

Kunjungan Menteri Pertanian untuk memberikan bantuan dan mendukung lahan pertanian di Provinsi NTT khususnya mendorong Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) besutan Gubernur VBL di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Selain Menteri Syahrul, turut hadir sejumlah pejabat dari Kementerian Pertanian.

Sebelum menyerahkan bantuan bibit jagung hibrida komposit dan bawang merah kepada petani di Desa Manusak dan melepas dua kontainer jagung (42 ton) menuju ke Surabaya, Mantan Bupati Sulawesi Selatan ini pun berkata suka tantangan seperti Bupati Kupang.

“Saya bekas kepala desa 1 tahun 9 bulan, saya pernah jadi lurah 9 bulan, saya pernah jadi camat 4 tahun, saya pernah jadi bupati dua periode, jadi wakil gubernur satu periode. 25 tahun saya jadi kepala daerah. Oleh karena itu Pak Bupati dan warga sekalian, mengatakan untuk tidak miskin itu jawabannya di depan mata dan sudah ada di NTT untuk menjawab itu. Jawabannya adalah pertanian,” ungkapnya.

Menteri Syahrul Yasin Limpo saat mengendarai traktor dan ditemani Kapolda NTT

Lanjut Menteri Pertanian, “Pak desa, pak camat, tokoh-tokoh masyarakat, para orang tua, kalau mau tidak miskin, Allah memberikan di depan mata ada tanah, air, api, angin untuk bisa hidup lebih baik. Yang miskin itu kalau memang tidak melakukan kerja. Saya jadi gubernur memulai dengan pendapatan rakyat saya Rp.8 juta, saya mengakhiri pendapatan rakyat saya per tahun Rp.48,6 juta.”

“Adakah yang lain?” tanya Menteri Limpo sebelum melakukan penanaman jagung hibrida komposit bersama Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat; Kapolda NTT Irjen Pol Hamidin; dan Bupati Kupang, Korinus Masneno.

Jawabnya, “Tidak!, hanya pertanian, perikanan dan peternakan. Ini semua kerja semua orang. Saya percaya mimpinya Pak Gubernur akan selesai tidak sampai 5 tahun.”

“Dream it, believe it dan make it happen. Believe your dream and your dream become true, ujarnya menirukan ucapan Gubernur NTT.

Hari ini saya hampir menangis dengar Pak Gubernur berbicara seperti itu, ungkap Menteri Syahrul. Kunci daerah yang bisa maju itu bahwa kalau kepala daerahnya memang mau, apa yang kurang? Kita punya hakikat, akademik yang cukup, kamu turun tangan di situ. Riset kita cukup.

Dalam pertanian itu ada tiga hal, cuaca harus diperhitungkan berarti water management harus jalan. Bagaimana air tetap mengalir disini, tolong Pak Dirgen Ketahanan Pangan pompa airnya tambah 20 lagi di sini. Ekskavator juga, kalau sudah panen dan tidak dikeringkan nanti hancur lagi, kalau perlu pakai kombinasi besar biar sekali masuk panen, langsung refill.

Tegas Menteri Limpo, “Jagung itu yang tidak boleh ditanam hanya di kuburan dan aspal. Yang lain bisa, batu-batu sekalipun bisa. Yang mau itu semangat kita. You become what you think. Karena itu para pejabat dan tokoh masyarakat mau menjadikan ini seperti apa? Kalau kalian bilang tidak bisa, ya tidak bisa. Kalau bilang ini pasti bisa, tembok-tembok dan batu-batu itu berputar dengan kekuatan kita.”

Menteri Pertanian memberikan bantuan simbolis kepada petani TJPS Desa Manusak yang diterima oleh Gubernur VBL

Ia pun memberikan petunjuk kepada para petani Desa Manusak, “Saya kepala desa dan camat teladan di Indonesia, oleh karena itu saya mau hitung dengan baik, satu hektar ini kalau jagung bisa sampai 8—12 ton. Di sini taruhlah kisaran 5 ton. 5 ton per hektar itu berarti kali 3.200 per kg, berarti Rp.16 juta. Ongkos kerja ini sampai merokok dan makan di dalam senilai Rp.5 juta, masih ada 10 juta. Dalam Rp.5 juta itu sudah bayar traktor lagi, jadi bisa disisihkan satu juta. Jadi ini tinggal diolah.”

Selain bantuan pemerintah, imbuhnya, kita siapkan lagi. Kalau memang kita ingin cepat. Untuk manual 10 orang, satu hari satu hektar. Kalau dengan mesin 4—5 hektar dalam satu hari. Lahan cukup banyak di sini, 3—4 hektar kali 15 juta berarti ada 60 juta bagi 100 hari atau 3 bulan berarti 10 juta. Hanya dengan dengan jagung.

“Jangan ada yang mundur,” tegasnya lagi memotivasi petani jagung yang bakal berjibaku dalam Program TJPS.

Di dalam suasana Covid dan krisis seperti ini, beber Menteri Syahrul, sampai dua tahun ekonomi yang bisa jalan adalah pertanian karena masalah perut. Oleh karena itu betul sekali strategi Pak Gubernur genjot habis. Tolong teman-teman perbankan salurkan modal untuk alat-alat besar, yang kalian bisa jamin pengembalian uang hanya pertanian sampai dengan dua tahun ke depan. Jangan ragu dan turunkan seperti itu.

“Saya dan Pak Bupati akan ke sini 100 hari lagi,” tandasnya berjanji seraya berujar optimis dan berharap 100 hari lagi melihat hasil tanam, bibit tambahkan saja dan tolong atur dan bermimpi juga sepanjang di jalan, di depan rumah dikasih bibit jagung, karena masih lihat ada tanah yang gersang.

Dia pun mengungkapkan saat menjadi Bupati Sulawesi Selatan mencanangkan 100 juta ekor sapi, pada saat itu sapi hanya mencapai 280 ribu ekor. “Bersama seluruh profesor-profesor di Unhas saya lewati 1,2 juta. Saya yakin dengan pikiran Pak Gubernur yang dahsyat itu, saya ada di belakang Pak Gubernur sebagai teman kita ubah ini NTT,” katanya memotivasi kemudian melanjutkan penanaman jagung bersama Gubernur NTT.

Penulis dan editor (+rony banase)
Foto oleh Aven Rame

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • 9 Menteri, 22 Gubernur, dan 159 Bupati/Walikota Raih APE 2018

    9 Menteri, 22 Gubernur, dan 159 Bupati/Walikota Raih APE 2018

    • calendar_month Kam, 20 Des 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise secara simbolis memberikan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2018 kepada 9 Kementerian/Lembaga, 22 Pemerintah Provinsi dan 159 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu,19/12/18.. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah atas komitmen dan […]

  • HUT ke 55, Dharma Pertiwi Koorcab NTT Laksanakan Ziarah dan Anjangsana

    HUT ke 55, Dharma Pertiwi Koorcab NTT Laksanakan Ziarah dan Anjangsana

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-55 Dharma Pertiwi Tahun 2019, Dharma Pertiwi Koorcab NTT melaksanakan ziarah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Loka Kupang, Sabtu, 27 April 2019. Bertindak sebagai pimpinan rombongan ziarah, Ketua Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J, Ny Syaiful Rahman. Ketua Dharma Pertiwi Koorcab NTT Daerah J memimpin […]

  • Teken MoU, Yaspensi & SPNF Kota Kupang Bikin Terobosan Baru

    Teken MoU, Yaspensi & SPNF Kota Kupang Bikin Terobosan Baru

    • calendar_month Kam, 7 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Guna mengembangkan sumber daya manusia melalui kegiatan seni, satuan pendidikan nonformal (SPNF) sanggar kegiatan belajar (SKB) Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Yayasan Pustaka Pensi Indonesia pada Rabu, 6 April 2022 di ruang Kepala UPTD SPNF SKB Kota Kupang. Ir. Yosephina C. M. I. D. […]

  • PLN UIP Nusra & Petani Poco Leok Tanam 4.800 Anakan Kopi

    PLN UIP Nusra & Petani Poco Leok Tanam 4.800 Anakan Kopi

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Sebanyak 24 petani penerima bantuan menerima masing-masing 200 bibit kopi kemudian menanam serentak di lahan seluas 1,9 hektare di sekitar wilayah pengembangan PLTP Ulumbu unit 5-6.   Manggarai | Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menggandeng petani Poco Leok menanam total 4.800 anakan kopi di sekitar […]

  • Kejaksaan Agung Jadi Lembaga Terpercaya, Hasil Survei Meningkat 81,2%

    Kejaksaan Agung Jadi Lembaga Terpercaya, Hasil Survei Meningkat 81,2%

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei periode 20—24 Juni 2023 dalam kategori “Kepercayaan Terhadap Lembaga Negara”. Berdasarkan hasil survei tersebut, Kejaksaan Agung masih tetap menjadi lembaga penegak hukum paling dipercaya oleh masyarakat dengan persentase 81,2%. Atas hasil survei tersebut, Kejaksaan Agung dinilai paling tinggi tingkat kepercayaannya dalam penegakan hukum […]

  • Ketua DPR RI: Produk Undang-undang Agar Tidak Menabrak UUD 1945

    Ketua DPR RI: Produk Undang-undang Agar Tidak Menabrak UUD 1945

    • calendar_month Rab, 6 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Dalam merancang sebuah undang-undang, pemerintah maupun DPR RI senantiasa berlandaskan filosofis, sosiologis, dan yuridis; ketiganya merupakan satu kesatuan yang saling mengikat satu sama lain. Tanpa ketiganya, sebuah undang-undang yang dihasilkan akan kehilangan ruhnya. Demikian pernyataan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) “Para pakar dan praktisi hukum punya kompetensi tinggi untuk menelaah aspek […]

expand_less