Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kemendagri Dukung KPK Bersihkan Penyelenggara Negara Koruptif

Kemendagri Dukung KPK Bersihkan Penyelenggara Negara Koruptif

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 27 Okt 2018
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

Loading

Manado, gardaindonesia.id | Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) mencatat di tahun 2018; terdapat 19 kepala daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dan sekitar 61 Anggota DPR dan DPRD yang tertangkap kasus korupsi. Terakhir kasus DPRD Kalimantan Tengah. Sebelumnya, KPK melakukan OTT terhadap 14 orang di Jakarta, OTT tersebut terkait dengan urusan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Tengah.

Mencermati dinamika tersebut, Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Bahtiar, memberikan apresiasi dan respek terhadap kinerja jajaran KPK yang telah kembali memgungkap praktek korupsi penyelenggara pemerintahan.

“Kemendagri sebagai Kementerian yang memiliki fungsi koordinasi, pembinaan, dan pengawasan pemerintahan di daerah mendukung penuh terhadap upaya KPK yang terus melakukan pembersihan terhadap praktik koruptif di jajaran pemerintah daerah”,tutur Kapuspen Kemendagri, Bahtiar, Sabtu/27 Oktober 2018.

“Silahkan KPK membersihkan terus demi kebaikan dan perbaikan tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Bahtiar menjelaskan bahwa hal tersebut menunjukan sistem pengawasan masyarakat terhadap penyelenggara sudah berjalan.

“Adanya kewenangan yang besar, baik Kepala Daerah maupun DPRD, selaku penyelengara pemerintahan di daerah sehingga terbuka kecenderungan untuk menyalahgunakan kewenangan. Peran masyarakat diperlukan dalam mengontrol pemerintahan sesuai dengan asas – asas umum pemerintahan yang baik, guna menciptakan pemerintahan daerah yang efektif, efisien, bersih, dan bebas dari korupsi, kolusi, serta nepotisme”. jelasnya.

Menyikapi hal tersebut, Bahtiar menyatakan perlu adanya perbaikan dalam tata kelola pemerintahan termasuk mekanisme rekrutmen para penyelenggara negara, karena Indonesia negara besar dan kaya, jumlah penduduk sekitar 263 juta.

“Masih banyak warga negara yang siap menjadi politisi berintegritas, Indonesia memiliki banyak tokoh yang penuh integritas, jujur, dan antikorupsi. Menjadi penyelenggara negara untuk mengabdi bangsa dan negara, bukan memperkaya diri dan keluarga. Ketika dihadapkan pada pilihan antara kepentingan pribadi dan negara, mereka mendahulukan kepentingan negara, fokus menjalankan amanat rakyat,” papar Bahtiar.

Penyelenggaraan otonomi daerah selama ini tujuan utamanya adalah untuk memperkuat posisi pemerintah daerah (Pemda) dalam memajukan kesejateraan rakyat di daerah (human development). Untuk menjamin akselerasi otonomi daerah itu maka diperlukan pemimpin daerah (kepala daerah) yang dipilih langsung (Pilkada) agar menjadi kuat legitimasi politiknya dan dapat tenang bekerja karena tidak dirongrong oleh permainan politik di daerah. Pilkada langsung saja tidak cukup, masih perlu pula di dapat kepala daerah yang kuat, cerdas, enerjik, berintegritas moral yang kuat dan syarat pengalaman dalam mengendalikan pemerintahan daerah dan memajukan kesejateraan rakyat.

Bahtiar juga menyoroti sistem pemerintahan daerah dan sistem rekruitmen politik saat ini perlu dievaluasi.

“Undang –undang Pemerintah Daerah dan Undang – undang Pilkada, UU yang mengatur birokrasi, administrasi tata kelola keuangan dan daerah yang menurut arahan Presiden sangat rumit, dan hanya mengedepankan aspek prosedur administrasi belaka, perlu dievaluasi secara sungguh-sungguh, komprehensif, utuh dan mendalam, karena tidak kompatibel menghasilkan penyelenggara negara yang berintegritas, hadirnya negara dalam kehidupan masyarakat dan percepatan kemajuan masyarakat bangsa dan negara,” pungkasnya. (*/Puspen Kemendagri + IMO)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dalam Sekejap, Kemewahan JIS Menenggelamkan Anies?

    Dalam Sekejap, Kemewahan JIS Menenggelamkan Anies?

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Ali Lubis, S.H. Jakarta Internasional Stadium (JIS) sejak diresmikan pada pertengahan tahun 2022 sampai pada Jumat, 3 Februari 2023 selalu dikaitkan dengan nama Anies, bahkan dianggap sebagai prestasi terbesar selama menjadi gubernur di Jakarta. Anggapan itu dalam sekejap hilang dan sirna bagaikan ditelan bumi, hadir sebagai penonton konser, namun tidak terlihat penyambutan secara […]

  • Banjir di Kerawang, 15 Kecamatan Terdampak & 4.184 Jiwa Mengungsi

    Banjir di Kerawang, 15 Kecamatan Terdampak & 4.184 Jiwa Mengungsi

    • calendar_month Sen, 22 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kerusakan infrastruktur berupa tanggul jebol memicu banjir beberapa desa di wilayah Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Banjir terpantau pada Minggu, 21 Februari 2021 pukul 01.00 WIB. Sejumlah desa terdampak banjir yang terjadi pada dini hari. Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB menerima laporan dari BPBD setempat banjir melanda 4 desa, yaitu Desa […]

  • OJK Edukasi Generasi Muda Via Olimpiade Keuangan Syariah

    OJK Edukasi Generasi Muda Via Olimpiade Keuangan Syariah

    • calendar_month Sel, 23 Mei 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 1Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | OJK terus berupaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat dengan menggelar kegiatan Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) 2023 untuk SMA dan Perguruan Tinggi. Kegiatan ISFO 2023 dihelat OJK bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) syariah. Babak Final ISFO 2023 diadakan di Jakarta, pada Senin, […]

  • RAMPUNG! RUU Perampasan Aset Koruptor

    RAMPUNG! RUU Perampasan Aset Koruptor

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan pemerintah telah menyelesaikan naskah substantif draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana. Naskah itu akan segera dikirimkan ke DPR. “Saya infokan naskah yang memuat seluruh substansi sudah selesai dan sudah diparaf menteri, ketua lembaga terkait, dalam hal ini […]

  • Kasus Dugaan Pimpinan KPK Peras SYL, Ini Penjelasan Firli Bahuri

    Kasus Dugaan Pimpinan KPK Peras SYL, Ini Penjelasan Firli Bahuri

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perkara di Kementerian Pertanian (Kementan) mulai masuk ke tahap penyelidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada sekitar Januari 2023. Begitu banyak perkara korupsi yang sedang diselesaikan KPK. Sangat mungkin saat ini para koruptor bersatu melakukan serangan dengan istilah when the corruptor strike back, namun kami pasti akan ungkap semua. Demikian ditegaskan […]

  • Di Hadapan Ribuan Massa Sabu Raijua, Ini Janji TRP—HEGI Saat Deklarasi

    Di Hadapan Ribuan Massa Sabu Raijua, Ini Janji TRP—HEGI Saat Deklarasi

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Sabu Raijua-NTT, Garda Indonesia | Deklarasi Pasangan Bakal Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Sabu Raijua, Takem Irianto Radja Pono dan Herman Hegi Radja Haba atau paket TRP-Hegi dihadiri ribuan massa dari seluruh pelosok Sabu dan Raijua yang dihelat pada Sabtu, 5 September 2020 di Teni Hawu, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa […]

expand_less