Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Kementerian PPPA: Survei AADC-19 Sebagian Besar Anak Waspada Covid-19

Kementerian PPPA: Survei AADC-19 Sebagian Besar Anak Waspada Covid-19

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 11 Apr 2020
  • visibility 77
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menemukan fakta bahwa sebagian besar anak menjadi waspada terhadap wabah Covid-19. Hal tersebut diperoleh berdasarkan survei Ada Apa Dengan Covid-19 (AADC-19) yang digagas melalui “Forum Anak Nasional”.

Beberapa respons yang ditunjukkan tiap anak melalui survei tersebut berbeda-beda. Ada sebagian yang paranoid, merasa takut dan ada yang biasa saja dalam menyikapi Covid-19. Bagi orang tua, hal itu patut diwaspadai karena dapat mengganggu psikologi anak bahkan bagi yang merasa biasa saja dapat membuat anak lebih tidak peduli dan abai terhadap anjuran pencegahan dari Pemerintah.

“Namun, ada juga yang merasa paranoid, takut dan biasa saja. Ini harus diwaspadai karena dapat mengganggu psikologisnya, atau menganggap hal ini yang biasa juga akan membuat anak tidak peduli terhadap kondisi saat ini,” ujar Sekretaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Eko Novi Ariyanti dalam konferensi pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2020.

Survei AADC-19 dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui persepsi dan pengetahuan anak tentang Covid-19, program belajar di rumah serta perasaan dan harapan anak dalam situasi saat ini. Pengumpulan data dilakukan melalui pesan berantai WhatsApp oleh jaringan pengurus Forum Anak Seluruh Indonesia yang dilakukan selama empat hari, yakni 26—29 Maret 2020.

Dalam survei tersebut respondennya adalah anak-anak usia di bawah 18 tahun atau usia 8—17 tahun, dengan persentase terbanyak usia 14 tahun. “Sebanyak 69 persen respondennya adalah anak perempuan, serta 31 persen adalah anak laki-laki,” ujar Novi Ariyanti.

Dalam survei itu, beber Novi, diperoleh hasil bahwa 98 persen anak merasa bahwa Covid-19 berpengaruh terhadap kebiasaan dan pola hidup yang bersih dan sehat. Kemudian, 74 persen anak melihat bahwa kondisi lingkungan di sekitar mereka masih banyak yang keluar rumah. “10 persen anak mengetahui ada ODP, PDP, dan positif Covid-19 di lingkungan mereka,” ungkapnya.

Lalu, sebanyak 18 persen anak mengaku bahwa ada keluarganya yang bertugas sebagai tenaga medis Covid-19 yang mana hal itu membuat anak memiliki reaksi bangga namun juga cemas. “Hal ini membuat mereka cemas sekaligus bangga,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Eko Novi Ariyanti juga menyampaikan harapan anak terhadap situasi wabah Covid-19, mereka berharap kondisi saat ini dapat tertangani dan cepat usai sehingga dapat kembali seperti sedia kala sebelum Ramadhan tiba. “Situasi saat ini juga diharapkan menjadi momen perekat keluarga. Mereka berharap juga semua orang bisa menaati peraturan di rumah saja,” ucapnya.

Sementara itu, dalam persepsi anak tentang belajar di rumah saja, Eko Novi Ariyanti menyampaikan anak-anak mengharapkan mendapatkan akses internet gratis karena mereka juga banyak belajar di rumah. “Sebagian besar anak menganggap gerakan di rumah saja merupakan hal yang penting,” paparnya.

Kemudian, 58 persen anak mempunyai perasaan yang tidak menyenangkan selama belajar di rumah saja. Sebab, bagi sebagian anak mereka sulit untuk berinteraksi dengan teman-temannya secara langsung. “Hal itu karena mereka sulit berinteraksi dengan teman-temannya,” ucap Novi.

Selanjutnya ada beberapa anak yang berharap agar tidak terlalu banyak mendapatkan tugas belajar saat menjalankan program belajar di rumah. Selain itu, diharapkan ada penyediaan fasilitas internet serta perangkatnya yang mumpuni dan juga ada video interaktif.

“Kemudian diharapkan juga ada komunikasi dua arah dan pelaksanaan pembelajaran yang efektif,” pungkas Eko Novi Ariyanti.(*)

Sumber berita dan foto (*/Agus Wibowo– Kapus Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pancasila Terancam, Indonesia Butuh Menteri dengan Perspektif Pancasila

    Pancasila Terancam, Indonesia Butuh Menteri dengan Perspektif Pancasila

    • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pasca pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Lebak Bulus, Jaksel, Sabtu, 13 Juli 2019, sepertinya wacana mengenai apakah Partai Gerindra akan bergabung dengan partai koalisi pendukung pemerintah dan siapa saja orang-orang yang akan mengisi komposisi menteri-menteri pembantu presiden akan kembali mencuat. Hal tersebut juga menjadi perhatian […]

  • Dekranasda Belu Partisipasi di Indonesia Maju Expo Jakarta

    Dekranasda Belu Partisipasi di Indonesia Maju Expo Jakarta

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia menghelat ajang Indonesia Maju Expo pada Kamis, 1 Juni 2023 di Plaza Selatan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agenda pembangunan nasional serta mendukung iklim perekonomian lokal yang berorientasi ekspor. Terdapat pameran, webinar, workshop, business matching, social event, procurement network, […]

  • Real Count, SIAGA Menang 41,40% Pilgub NTT 2024

    Real Count, SIAGA Menang 41,40% Pilgub NTT 2024

    • calendar_month Rab, 27 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Pasangan Calon Gubernur dan Gubernur NTT nomor 3, Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (SIAGA) memenangkan pertarungan dalam kontestasi pemilihan gubernur (Pilgub) 2024. Berdasarkan data real count yang masuk di pusat data SIAGA, pasangan yang diusung Partai NasDem, PKB dan PKS ini unggul 41,40 persen suara, disusul pasangan Melki-Johni 32,4 persen dan pasangan Ansy-Jane 26,18 […]

  • PON XX Papua Ditutup Wapres, Ini Nama Atlet NTT Peraih Medali

    PON XX Papua Ditutup Wapres, Ini Nama Atlet NTT Peraih Medali

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Loading

    Jayapura, Garda Indonesia | PON XX di Provinsi Papua resmi ditutup oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Jumat, 15 Oktober 2021 di stadion Lukas Enembe. Acara penutupan dimulai pada pukul 19.00 WIT, namun antusiasme masyarakat  untuk mengikuti closing ceremony itu sudah tampak sejak siang. Protokol kesehatan tetap dijalankan secara ketat. Masyarakat yang boleh masuk ke […]

  • Menkominfo Rudiantara : ‘ Fitur Foto & Video di Medsos Dikunci Sementara’

    Menkominfo Rudiantara : ‘ Fitur Foto & Video di Medsos Dikunci Sementara’

    • calendar_month Kam, 23 Mei 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran foto dan video berunsur kekerasan dan pesan berantai terkait aksi demo anarkis yang sementara berlangsung di Bawaslu Jakarta sejak tanggal 20 Mei 2019, dilakukan dengan memberhentikan sementara penyebarannya dengan mengunci akses di media sosial Menkominfo Rudiantara menyampaikan bahwa untuk sementara fitur foto dan video di media […]

  • Belajar dari Sejarah Pandemi Flu Spanyol 1918

    Belajar dari Sejarah Pandemi Flu Spanyol 1918

    • calendar_month Jum, 31 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pada tahun 1918, dunia diguncang wabah flu mematikan yang dikenal dengan flu Spanyol. Para peneliti dan sejarawan meyakini wabah flu Spanyol menewaskan 20—100 juta orang dalam dua tahun, yakni antara tahun 1918 dan 1920. Bahkan disebutkan dalam riset jurnalis BBC World Service Fernando Duarte, flu Spanyol menewaskan lebih banyak orang daripada […]

expand_less