Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Ketika VBL Bangkitkan Optimisme Rakyat Flores

Ketika VBL Bangkitkan Optimisme Rakyat Flores

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 4 Jul 2020
  • visibility 28
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Valeri Guru

Satu pekan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama sejumlah pejabat penting bersafari keliling ke kabupaten-kabupaten di Pulau Flores bagian barat, mulai dari Labuan Bajo hingga berakhir di Kota Pancasila, Ende. Ada spirit besar yang digelorakan VBL di setiap titik pertemuan bersama rakyat.

Ia mau membangkitkan rasa optimisme rakyatnya di Flores Barat, untuk tetap bersinergi dan bersatu dalam spirit NTT Bangkit, NTT Sejahtera.

Senin, 22 Juni 2020, Gubernur VBL memulai safari pembangunan yang dikemas dalam kunjungan kerja di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Dari bumi Komodo itu, VBL kembali mempertegas komitmennya untuk menjadikan pariwisata sebagai prime mover pembangunan NTT. Dalam spirit Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, Gubernur VBL perlahan membenahi Labuan Bajo.

Hal pertama yang dilakukan adalah menertibkan tanah milik Pemerintah Provinsi NTT di Pantai Pede, yang akan dijadikan hotel dan area publik. Semua itu harus dikelola berbasis ekologis yakni, membangun disesuaikan dengan lingkungan. Tidak boleh ada pohon yang dirusak. VBL malah mengingatkan agar bangunan hotel di bibir Pantai Pede, harus jauh lebih bagus dan representatif, dari bangunan hotel lain di kawasan tersebut. Tentu, desain pun harus lebih wah, sehingga wisatawan pun akan merasa at home dan nyaman. Prinsipnya, pembangunan pariwisata harus berbasis masyarakat.

Dari Pantai Pede, VBL berkeliling melihat Pulau Padar dengan speed boat untuk memastikan bahwa kawasan itu kembali menggeliat dan sudah bisa dikunjungi wisatawan di era normal baru setelah tiga bulan sepi karena pandemi corona. Menariknya, dari Labuan Bajo pula VBL mengingatkan semua stakeholder bahwa untuk membangun NTT harus dimulai dengan riset; harus dengan perencanaan yang matang-baik.

Sebab, mengutip para pakar, bahwa kalau perencanaan baik dan benar, maka laba 50 persen sudah ada di tangan. Karena itu, dalam pelaksanaannya pun harus benar dan konsisten, sehingga VBL meyakini akan terjadi loncatan-loncatan besar dan signifikan untuk kemajuan pembangunan di NTT. Setiap pemimpin, menurut VBL, harus bisa meninggalkan karya besar dan karsa yang akan selalu dikenang oleh masyarakat.

Di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Gubernur VBL “bersilaturahmi” dengan Mgr. Siprianus Hormat, Pr. Di hadapan Mgr. Sipri, VBL menegaskan kehadirannya dalam konteks pelayanan kepada masyarakat. Bagi VBL, kehadiran Mgr. Sipri membawa energi baru dalam membangun NTT.

Dalam konteks ini, VBL mengingatkan bahwa masalah serius di Provinsi NTT selama ini adalah seolah-olah kita bekerja; seolah-olah kita orang baik. Kita kerja seolah-olah kita pintar. Padahal, masyarakat terjebak di dalam keterbatasan pengetahuan. Karena itu, butuh perencanaan yang baik untuk membangun NTT. Butuh energi bersama untuk membangun NTT. Pun, perlu desain bersama antara gereja dengan pemerintah.

Gayung pun bersambut. Mgr. Sipri tegas menyatakan bahwa Keuskupan Ruteng senantiasa mendukung pembangunan manusia NTT yang utuh dan menyeluruh meliputi penguatan aspek mental dan kerohanian. Artinya, menurut Uskup Ruteng, gereja berkontribusi secara khas untuk menguatkan dan mengembangkan aspek etis spiritual dari kehidupan manusia dan masyarakat NTT. Gereja selalu siap membantu dan mendoakan Bapak Gubernur VBL dalam mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera.

Di Lawara, Kecamatan Reok TPI Reo, Kabupaten Manggarai, pada Rabu 24 Juni 2020, VBL lagi-lagi berkata tegas bahwa tugasnya sebagai gubernur adalah membawa kesejahteraan rakyat NTT.

Tidak pernah ada kata takut dalam diri VBL. Kalau ada kinerja yang baik dan positif di masa pandemi corona, pantas diapresiasi.

Sebab, VBL optimis bahwa kehadirannya atas perintah Tuhan dan rakyat NTT untuk membawa kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia tidak ada urusan dengan yang berbeda pendapat, termasuk demo sekalipun. Yang mau demo, ya silakan, ia tidak pernah takut.

Kunker VBL kali ini lebih bernuansa wisata. Dari Labuan Bajo, VBL menyisir pantai utara Flores yang memiliki panorama yang indah, untuk memastikan bahwa infrastruktur di wilayah itu bisa dikebut untuk mendukung pariwisata. Manggarai Raya pun mendukung penuh pariwisata sebagai prime mover pembangunan NTT.

“Kami dukung program pariwisata dengan memanfaatkan sumber daya lokal sehingga masyarakat bisa dapat manfaat dari pengembangan pariwisata khususnya di Wae Rebo,” tutur Bupati Manggarai Kamilus Deno. Khusus di Wae Rebo. Menurut Deno, masyarakat telah menyediakan tanah untuk membangun home stay. “Masyarakat sudah siap tanah dan pemerintah akan bangun home stay,” kata Deno.

Tak cuma itu, VBL pun masuk sawah di Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Di sini, VBL membangkitkan optimisme petani bahwa sawah itu simbol kesejahteraan dan kehidupan. Karena itu, jika masyarakat di desa atau daerah persawahan tidak bekerja, maka hanya menunggu waktu untuk orang-orang di kota tidak berdaya atau menunggu waktu untuk mati.

Lalu, di tengah pro kontra pembangunan pabrik semen dan batu gamping di Manggarai Timur (Matim), Gubernur VBL tak bergeser dari posisi dasar; melanjutkan pembangunan itu. Bahkan, meminta Bupati Manggarai Timur Ande Agas untuk melanjutkan rencana tersebut, sembari menunggu proses Amdal-nya. Bagi VBL, jika ada pabrik semen, maka Matim akan bertumbuh luas biasa.

VBL pun amat menghargai perbedaan pandangan dalam masyarakat terkait rencana pendirian pabrik semen di Matim. “Kita semua yang pro dan kontra ikut terlibat menjaga agar Amdalnya itu bisa berjalan baik. Setelah semuanya selesai, saya harapkan pabrik semen ini bisa berjalan. Sebagai gubernur saya sudah bertemu dengan pihak-pihak dan saya sudah pergi lihat masyarakat di sekitar sana; mereka hidup selama ini dari menjual kayu api. Tapi dengan industri itu masuk dengan tetap menjaga lingkungan hidup dan pembangunan yang inklusif, kita berharap agar pembangunan pabrik semen dapat tetap menjaga lingkungan agar tidak rusak,” urai Gubernur VBL.

Di Ngada, Gubernur VBL memberi perhatian ekstra ke sektor perikanan dan kelautan. VBL melihat dari dekat budi daya sejuta Ikan Kerapu di Wae Kelambu, Desa Sambi Rasa Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada. Ada prospek menjanjikan. Asumsinya, dari satu juta ikan kerapu di Wae Kelambu, yang gagal atau mati sekitar 300 ribu ekor, maka masih ada 700 ribu. Nah, 700 ribu ini dianggap paling murah, dijual Rp.100.000 per ekor. Itu berarti di sini ada sekitar Rp.70 miliar; hari ini, di sini. Ada optimisme.

Di Mbay, Kabupaten Nagekeo, di tengah jaringan irigasi persawahan 1 km Mbay Kanan, 27 Juni, VBL kembali mengingatkan bahwa tugas utama pemerintah adalah membebaskan rakyat NTT dari kemiskinan. Pemerintah bekerja menyejahterakan rakyatnya. Apalagi, menyelamatkan rakyat merupakan tugas mulia seorang pemimpin.

Pemimpin [versi VBL] yang bodoh dan malas tidak mungkin sanggup keluar dari box atau kotak yang mengungkung. Karena itu, dalam memimpin mulailah berpikir dan bertindak out of the box; yang penuh inovasi dan kreatif. Jangan bosan berkreasi. Karena pemimpin punya wewenang dan kekuasaan yang besar dalam berkreasi untuk membawa rakyatnya mencapai kesejahteraan.

Dalam perspektif VBL, Kabupaten Nagekeo merupakan destinasi wisata yang sangat indah dan menarik. Karena itu, benahi semua infrastruktur, sarana prasarana, dan lain sebagainya.

Di bidang pendidikan, anak-anak NTT harus memperkuat kemampuan di aspek literasi dan numerik. Harus memperkuat kemampuan anak-anak terhadap mata pelajaran bahasa (Bahasa Indonesia dan Inggris), logika dan matematika. Anak-anak NTT pun harus mengikuti berbagai kompetisi untuk meningkatkan aspek kognisi, psikomotorik dan afeksi. Sebab, di kemudian hari generasi NTT yang unggul ini akan menjadi kekuatan bangsa di dalam seluruh proses pembangunan.

Kunker VBL akhirnya tiba di etape terakhir, Kota Pancasila Ende. Di Kota bersejarah ini, tempat Bung Karno, Proklamator Bangsa, menggali nilai-nilai Pancasila, VBL memotivasi rakyat NTT untuk kokoh menjaga kemajemukan dan persatuan, dalam spirit patriotisme dan nasionalisme.

Salah satu caranya, terus mengemahkan Salam Kebangsaan khas NTT. (*)

Valeri Guru

*/Penulis merupakan Kasubag Pers dan Pengelolaan Pendapat Umum pada Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT
Editing (+rony banase)
Foto oleh facebook Valeri Guru

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontribusi Bank NTT, 18 Anak Stunting Belu Dapat Makanan Tambahan

    Kontribusi Bank NTT, 18 Anak Stunting Belu Dapat Makanan Tambahan

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Belu, Garda Indonesia | Sebanyak 18 anak stunting yang ada di Posyandu Karantina, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu mendapat bantuan pemberian makanan tambahan (PMT) senilai Rp50 juta dari Bank NTT Cabang Atambua selama 90 hari ke depan. Kepala Bank NTT Cabang Atambua Adrianus Pantus, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan sebagai bentuk kepedulian […]

  • NIK Jadi NPWP, Mulai 1 Juli 2024

    NIK Jadi NPWP, Mulai 1 Juli 2024

    • calendar_month Ming, 30 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Penggunaan nomor induk kependudukan (NIK) sebagai nomor pokok wajib pajak (NPWP) orang pribadi dengan format 16 digit akan diimplementasikan secara penuh mulai 1 Juli 2024. Tujuannya adalah untuk mendukung single identitiy number (SIN), di mana hanya dengan satu nomor identitas saja dapat digunakan untuk beragam keperluan administrasi perpajakan dan keperluan pelayanan publik lainnya. […]

  • Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, Ketua DPD: Itu Menginjak Kehormatan RI!

    Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya, Ketua DPD: Itu Menginjak Kehormatan RI!

    • calendar_month Sen, 28 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Beredar di media sosial parodi lagu “Indonesia Raya” yang diduga dibuat oleh oknum warga Malaysia. Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah segera bertindak tegas karena parodi tersebut telah menghina bangsa Indonesia. “Saya sangat mengecam video yang memarodikan lagu kebangsaan Indonesia. Sebagai anak bangsa, saya pribadi merasa sangat tersinggung […]

  • Kementerian PUPR Raih Sertifikat Akreditasi Lembaga Diklat dari LAN

    Kementerian PUPR Raih Sertifikat Akreditasi Lembaga Diklat dari LAN

    • calendar_month Ming, 21 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta,gardaindonesia.id | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan sertifikasi akreditasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). Sertifikasi ini merupakan bukti Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian PUPR berkompeten menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) SDM. Pengembangan SDM Indonesia menjadi fokus pembangunan Pemerintah setelah sebelumnya fokus pada pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur juga memerlukan SDM yang […]

  • Tepis Isu ‘Reshuffle’ Kabinet, Mensesneg : Kita Konsentrasi Hadapi Krisis

    Tepis Isu ‘Reshuffle’ Kabinet, Mensesneg : Kita Konsentrasi Hadapi Krisis

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Sekretaris Negara Pratikno menepis kabar yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan melakukan perombakan (reshuffle) kabinet besar-besaran. Menurutnya, kabinet saat ini tengah fokus untuk menangani krisis akibat pandemi Covid-19. “Jadi kita semua terkejut dengan rilis yang mengatakan ada 18 menteri yang akan di-reshuffle. Itu tidak benar ! karena hari-hari ini […]

  • Pegiat Literasi dalam Sekat Keterbatasan di Taman Baca Waibalun

    Pegiat Literasi dalam Sekat Keterbatasan di Taman Baca Waibalun

    • calendar_month Sen, 28 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Helmi Tukan,S.Pd Untuk kita yang gemar membaca, berapa banyak artikel yang memperbaharui wawasan kita setiap harinya? Setiap berapa waktukah kita melengkapi koleksi kita dengan buku baru? Andai masih bisa dihitung, sudah berapa banyakkah bahan bacaan yang kita punya? Larantuka-NTT, gardaindonesia.id | Bertolak dari kondisi kemudahan kita dalam mengakses buku baik buku fisik maupun buku […]

expand_less