Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketua DPR RI: “Presiden Jokowi Alihkan Ketahanan Pangan Jadi Kedaulatan Pangan“

Ketua DPR RI: “Presiden Jokowi Alihkan Ketahanan Pangan Jadi Kedaulatan Pangan“

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 18 Okt 2018
  • visibility 36
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta,gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengagumi berbagai terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Diantaranya dengan memanfaatkan lahan rawa lebak dan pasang surut yang dijadikan lahan pertanian produktif guna meningkatkan produktifitas pertanian nasional.

“Ini membuktikan kehadiran negara yang secara sistematis mengakui, menghormati, dan memenuhi hak atas pangan warganya. Pemerintahan Presiden Jokowi sudah mulai mengalihkan pendekatan dari Ketahanan Pangan menjadi Kedaulatan Pangan,” ujar Bamsoet saat menghadiri puncak peringatan Hari Pangan Sedunia ke-38 di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Kamis (18/10/18).

Hadir dalam acara ini Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Anggota Komisi XI DPR RI Ahmadi Noor Supit, perwakilan Food and Agriculture Organization (FAO) Steven Rugards, Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, Aster Kasad Mayjen (TNI) Supartodi serta Dubes sejumlah negara tetangga.

Wakil Ketua Umum KADIN ini menegaskan persoalan pangan tidak bisa disepelekan. Pasalnya, seiring besarnya pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia, pemenuhan kebutuhan pangan kerap menjadi masalah akibat ketersediaan pangan yang belum mencukupi.

“Peringatan hari pangan sedunia ini harus kita jadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan tindakan masyarakat dalam mengatasi masalah kekurangan pangan dan gizi. Sekaligus, untuk mendorong terciptanya sistem pangan global yang efektif,” kata Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, hingga kini ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketersediaan pangan di Indonesia. Pertama, kendala lahan pertanian yang kian berkurang karena kebutuhan pembangunan yang terus meningkat. Kedua, dampak perubahan iklim global yang ekstrim. Ketiga, kondisi pertanian Indonesia didominasi petani kecil dengan kepemilikan lahan yang sangat kecil rata-rata hanya sekitar 0,5 hektar, sehingga mengakibatkan kesulitan terhadap akses permodalan, pasar, informasi dan teknologi.

“Keempat, proporsi kehilangan hasil panen dan pemborosan masih cukup tinggi sekitar 10-20 persen. Kelima, ketidakseimbangan produksi pangan antar wilayah. Akibatnya, daerah Jawa yang subur mempunyai produksi pertanian yang besar. Sementara, daerah luar Jawa produksinya relatif kecil karena lahannya kurang subur,” jelas Bamsoet.

Lebih jauh Bamsoet mengingatkan, dunia sempat mengalami beberapa kali krisis pangan global. Di tahun 2008, Food and Agriculture Organization (FAO) melaporkan naiknya angka kelaparan global mencapai 40 juta jiwa. Pada tahun 2016, Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan sebanyak 815 juta orang di dunia menderita kelaparan. Jumlah tersebut sama dengan 11 persen pupulasi penduduk dunia.

“FAO juga melansir 1,3 miliar ton makanan terbuang setiap tahun ditengah 815 juta orang menderita kekurangan pangan di seluruh dunia. Ini ironis sekali. Kita bisa wujudkan dunia tanpa kelaparan dimulai dari diri sendiri. Mari belajar bersyukur dari hal-hal yang kecil seperti tidak membuang-buang makanan,” ajak Bamsoet.

Politisi Partai Golkar ini optimis pilot project lahan rawa lebak dan pasang surut yang dijadikan lahan pertanian oleh Kementerian Pertanian di Desa Jejangkit Muara Kalimantan Selatan, akan berhasil. Diatas lahan seluas 4.000 hektar dimana 750 ribu diantaranya sudah ditanami padi, akan bisa menopang stok beras nasional di masa paceklik yang biasa terjadi pada Desember – Januari akibat usainya panen padi di pulau Jawa.

“Pilot project ini akan mampu merangsang berbagai daerah lain di luar pulau Jawa untuk mengembangkan lahan pertanian. Lahan rawa lebak dan pasang surut yang selama ini tidak bisa dibuat apa-apa, kini dengan bantuan pemerintah pusat akan menjadi lahan yang produktif. Dengan demikian bisa meningkatkan nilai ekonomi bagi daerah dan masyarakat setempat, sehingga kita tidak hanya bergantung pada lahan pertanian pulau Jawa saja,” tutur Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini mengingatkan agar pilot project tersebut digarap dengan serius. DPR RI siap bekerjasama memberikan berbagai dukungan yang diperlukan, baik dari segi peraturan perundangan maupun anggaran.

“Marilah kita jadikan momentum perayaan hari pangan sedunia ini untuk memantapkan program ketahanan pangan nasional. Sehingga, bangsa kita menjadi bangsa yang sejahtera, mempunyai kecukupan pangan serta jauh dari kelaparan dan kekurangan gizi. Sekaligus, mewujudkan bangsa Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2045,” pungkas Bamsoet. (*/Tim IMO)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Negeri di Atas Awan” Dapat Listrik, PLN Dukung Produktivitas Daerah Terpencil

    “Negeri di Atas Awan” Dapat Listrik, PLN Dukung Produktivitas Daerah Terpencil

    • calendar_month Rab, 22 Des 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Fatuulan-TTS, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) terus menyambung listrik di daerah-daerah terpencil untuk meningkatkan produktivitas masyarakat desa. Kali ini, menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, PLN menyalakan listrik di Desa Fatuulan (bahasa Dawan Timor artinya batu hujan), Kecamatan Ki’e, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur […]

  • KPK OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Ini Profilnya

    KPK OTT Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Ini Profilnya

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Ragam
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Loading

    Sugiri Sancoko dikenal dengan panggilan akrab “Kang Giri”. Sebelum terjun ke politik, Sugiri berprofesi sebagai wartawan dan pengusaha reklame.   Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Ponorogo, Jawa Timur, pada Jumat (7/11/2025). Kabar operasi senyap ini dibenarkan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. “Benar,” kata Fitroh saat dikonfirmasi […]

  • 80 Tahun Kemerdekaan, Guru Honor Rp300 Ribu Jalan Kaki 6 Km ke Sekolah

    80 Tahun Kemerdekaan, Guru Honor Rp300 Ribu Jalan Kaki 6 Km ke Sekolah

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Sejak menjadi guru honorer pada 5 Februari 2024, setiap hari ia menempuh perjalanan 6 kilometer untuk mengajar anak- anak di dusun terpencil.   Sikka | Demi mencerdaskan anak bangsa, seorang guru honorer di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) rela digaji hanya 300 ribu rupiah per bulan. Padahal, ia harus menempuh jarak sejauh 6 (enam) […]

  • Natal Bersama Kodam IV/Diponegoro, Ini Pesan Pangdam bagi Umat Kristiani

    Natal Bersama Kodam IV/Diponegoro, Ini Pesan Pangdam bagi Umat Kristiani

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Loading

    Semarang, Garda Indonesia | Natal merupakan wujud nyata kasih Tuhan yang begitu luar biasa kepada manusia yang kehadirannya sangat dinanti umat Kristiani. Oleh karena itu sudah sepantasnya perayaan Natal ini disambut dengan rasa syukur dan penuh suka cita. Kiranya damai dan kasih Natal senantiasa menerangi kehidupan kita dan menjadi motivasi baru dalam melaksanakan tugas dan […]

  • Buka ETMC 2019 Malaka, Gubernur VBL : “Tetap Jaga Sportivitas Permainan!”

    Buka ETMC 2019 Malaka, Gubernur VBL : “Tetap Jaga Sportivitas Permainan!”

    • calendar_month Sab, 6 Jul 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Loading

    Malaka-NTT, Garda Indonesia | Usai mendampingi Duta Budaya Sabu Raijua dalam Festival Budaya Indonesia di Oslo, Norwegia, Jumat, 5 Juli 2019, Gubernur NTT-Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) membuka Kompetisi Sepak Bola El Tari Memorial Cup (ETMC) di Lapangan Betun Baca juga : http://gardaindonesia.id/2019/07/03/gubernur-vbl-pemerintah-norwegia-tertarik-dengan-kopi-ntt/ Viktor Bungtilu Laiskodat menyebut pentingnya suguhan budaya dalam setiap kesempatan “Terima kasih kepada […]

  • Ribut Soal Jokowi 3 Periode? Mari Tenang Berembuk

    Ribut Soal Jokowi 3 Periode? Mari Tenang Berembuk

    • calendar_month Kam, 3 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Oke, mari kita ringkas fenomena politik ini biar sederhana. Pertama, beberapa kali Pak Jokowi sudah menyatakan posisinya, kira-kira begini: bahwa beliau tidak berminat untuk terus jadi presiden, mau itu soal 3 periode atau perpanjangan masa jabatan. Alasannya, ya tentu saja konstitusi. Undang Undang Dasar telah membatasinya. Kedua, tapi dalam perkembangan akhir-akhir […]

expand_less