Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » KUB Sta.Theresia dari Avilla & Santo Polikarpus Dikukuhkan, Ini Pesan Pastor

KUB Sta.Theresia dari Avilla & Santo Polikarpus Dikukuhkan, Ini Pesan Pastor

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 8 Mar 2020
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Gereja masa depan ada di tangan anak muda ‘Orang Muda Katolik (OMK)’ yang dapat mendampingi orang muda untuk berorganisasi dan jangan lupa untuk menyelesaikan kuliah,” pesan Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Romo Kristinus Saku kepada OMK yang turut dilantik dalam rangkaian Pengukuhan Badan Pengurus Kelompok Umat Basis (KUB) Sta. Theresia dari Avilla dan KUB Santo Polikarpus (pemekaran KUB) di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT (NTT).

Misa Ekaristi Pengukuhan Pengurus KUB Sta Theresia dari Avila dan Santo Polikarpus (prosesi komuni suci)

Misa Ekaristi Pengukuhan KUB Sta Theresia dari Avila dan Santo Polikarpus diiringi oleh kor ‘paduan suara’ Santo Polikarpus berlangsung di kediaman Ketua KUB Santo Polikarpus periode 2020—2023, Eduardus Taito pada Sabtu, 7 Maret 2020 pukul 19.00 WITA—selesai. Lokasi Misa Ekaristi merupakan areal pemukiman para mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Katolik (Unika) Widya Mandira Kupang.

Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang, Romo Kristinus Saku

Selain itu, pesan Pastor Paroki St. Yoseph Pekerja Penfui Kupang kepada para pengurus KUB yang dilantik agar dapat melayani dengan persekutuan dan persaudaraan dan dapat memobilisasi umat ke paroki. “Sekarang ini masing-masing kampung memiliki pastor termasuk dari Paroki Santo Yoseph Pekerja Penfui, karena kebutuhan umat maka dimekarkan KUB dari Santa Theresia dari Avila ke Santo Polikarpus,” ujar Romo Kristinus Saku.

Romo Kristinus Saku juga berharap agar sebelum Paskah 2020, renovasi Gereja Santo Yoseph Pekerja Penfui dapat diselesaikan. “Kita di paroki memang sedang membangun, doa dan harapan kita sebelum paskah dapat selesai agar kita dapat masuk dalam gereja yang dapat menampung semua umat, itu yang diharapkan,” pintanya.

Pengurus KUB Santo Polikarpus dan Santa Theresia dari Avila saat diambil sumpah dalam Misa Ekaristi

Dalam urusan dana solidaritas yang dikelola oleh masing-masing KUB, Romo Kristinus Saku meminta agar dana tersebut dapat dikelola dengan baik dan dapat digulirkan ke umat. “Dana solidaritas itu dari, oleh, dan dikembalikan ke umat dan KUB yang telah menerima agar dapat disosialisasikan bahwa telah menerima dana solidaritas lalu digulirkan ke KUB yang membutuhkan karena dana itu tak ada sangkut pautnya dengan paroki,” tegas Romo Kristinus Saku sembari mengatakan sesuai dengan tema Paskah 2020, Membangun Ekonomi Keluarga, Romo Kristinus Saku, usai pembangun gereja bakal dilakukan pemberdayaan ekonomi umat.

Sementara itu, Ketua KUB Sta Theresia dari Avila periode 2017—2020, Aloysius Kamil menyampaikan pemekaran KUB Santo Polikarpus berawal dari pembentukan KUB Yohanes dari Salib kemudian dimekarkan ke Santa Theresia dari Avila lalu dimekarkan ke Santo Nobertus, lagi dimekarkan ke Santo Polikarpus. “KUB Sta. Theresia dari Avilla memiliki 28 KK dan Santo Polikarpus mempunyai 20 KK dengan total jiwa 1.046 orang dengan total 58 pondok kos,” ungkapnya.

“Banyak hal yang dilakukan bersama KUB Santa Theresia dari Avila dapat meraih piala sebanyak 19 buah dan memiliki arisan simpan pinjam dan mempunyai solidaritas untuk orang sakit,” beber mantan Ketua KUB Sta Theresia dari Avila.

Penyerahan dokumen dan aset KUB dari Pengurus KUB Sta Theresia dari Avila ke Pengurus KUB Santo Polikarpus

Sedangkan, Wilhemus Seminar selaku Ketua KUB Sta Theresia dari Avila periode 2020—2023 menyampaikan bahwa aspirasi pemekaran telah muncul sejak tahun lalu dan disalurkan ke Pastor Paroki dengan berproses cukup lama dan merupakan sebuah tantangan. “Begitu banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pelayanan iman dan doa di Sta Theresia Avila,” katanya.

Ketua KUB Santo Polikarpus periode 2020—2023, Eduardus Taito saat sambutan menyampaikan bahwa pada 1997—1999 hanya terdapat 4 (empat) kepala keluarga. “Saat itu, kami masih dalam pelayanan KUB Santo Norbertus lalu datang Alm. Bapak Simon Seran bermukim di sini dan kemudian berproses pemekaran dengan 20 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa berkisar 400—500 orang,” ujarnya menggambarkan kondisi awal hingga pemekaran dan pelantikan KUB Santo Polikarpus.

“Memang perpisahan ini terasa pahit karena selama bertahun-tahun berseteru dan silang pendapat namun tak sampai pada bentrok fisik. Kami bersebelahan rumah dan hidup bersama dan pada malam ini kami harus berpisah dari KUB Santa Theresia dari Avila,” tandasnya sambil mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga proses pemekaran dapat berjalan sampai pada pengukuhan Badan Pengurus KUB Santo Polikarpus.

Penulis, editor dan foto (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpam Bank NTT Bajawa Bahagia Cium Tangan Presiden Jokowi

    Satpam Bank NTT Bajawa Bahagia Cium Tangan Presiden Jokowi

    • calendar_month Sab, 4 Jun 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Loading

    Bajawa, Garda Indonesia | Kunjungan kerja ke-18 Presiden Jokowi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa, 31 Mei—Kamis, 2 Juni 2022, mengisahkan berbagai cerita bahagia dan haru di hati sanubari masyarakat. Terutama saat Presiden RI ke-7 ini menginjakkan kaki untuk pertama kalinya Bandara So’a Bajawa di Kabupaten Ngada. Bagi masyarakat Ngada, ini merupakan kunjungan […]

  • Apakah Hipokrisi Jadi Syarat Masuk ke Politik Praktis?

    Apakah Hipokrisi Jadi Syarat Masuk ke Politik Praktis?

    • calendar_month Rab, 9 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Apakah syarat untuk masuk ke dalam dunia politik praktis itu harus jadi munafik? Katanya politik praktis itu panggung hipokrisi ‘par excellence’, di mana aktor dan aktris politik memainkan peran dengan topeng-topeng. Sehingga pemahaman tentang politik praktis jadi sekadar siapa, dapat apa, memainkan peran apa, kapan, di mana, dan bagaimana skenarionya. Semoga […]

  • Hasil ‘Swab Antigen’ Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Positif Covid-19

    Hasil ‘Swab Antigen’ Wakil Wali Kota Kupang dan Istri Positif Covid-19

    • calendar_month Jum, 22 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man dan Istri, Nyonya Elizabeth Rengka dinyatakan positif Corona Virus Disease (Covid-19) berdasarkan hasil swab antigen oleh petugas Rumah Sakit S K Lerik pada Kamis, 21 Januari 2021. Kepada Garda Indonesia pada Jumat siang, 22 Januari 2021, Nyonya Elizabeth Rengka menyampaikan bahwa sebagai pejabat […]

  • Agus Taolin Sebut 28% Cakupan Air Bersih di Belu Ditangani Pamsimas

    Agus Taolin Sebut 28% Cakupan Air Bersih di Belu Ditangani Pamsimas

    • calendar_month Sen, 7 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Calon Bupati Belu dari paket SEHATI, Agustinus Taolin menyebutkan, bahwa salah satu kegagalan pemerintahan SAHABAT Jilid I Wilibrodus Lay – JT Ose Luan yang kini maju lagi sebagai calon petahana adalah tidak menghasilkan solusi air bersih di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebutuhan air bersih saat ini, kata Agus […]

  • Desainer “Maitua—Ivon Dethan” Tampil Memukau di Spotlight IFC 2022

    Desainer “Maitua—Ivon Dethan” Tampil Memukau di Spotlight IFC 2022

    • calendar_month Sen, 5 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pagelaran parade fashion show yang dihelat oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) selama 4 (empat) hari pada tanggal 1—4 Desember di Pos Bloc, Gedung Filateli Pasar Baru, Jakarta menghadirkan sekitar 250 desainer Nusantara. Pantauan Garda Indonesia di lokasi, beragam desain para perancang dari seluruh tanah tersebut, memberikan kompilasi euforia budaya dan modern […]

  • Gubernur NTT: “Sindrom dengan Stigma Miskin Lemahkan Daya Juang”

    Gubernur NTT: “Sindrom dengan Stigma Miskin Lemahkan Daya Juang”

    • calendar_month Ming, 6 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id | Viktor Laiskodat-Gubernur NTT mengatakan bahwa kita tidak pernah serius membangun manusia; Gereja dan Pemerintah NTT belum mampu mengeluarkan manusia NTT dari sindrom kemiskinan. “Gereja dan Pemerintah harus sungguh-sungguh bekerja untuk mengangkat rasa optimis diri dari seluruh kita untuk melihat masa depan,” tegas Gubernur Viktor. Pernyataan tersebut disampaikan Viktor Laiskodat dalam pesan Natal […]

expand_less