Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Daerah » Kukuhkan Bunda PAUD Belu, Julie Laiskodat Pinta Proses Akreditasi PAUD

Kukuhkan Bunda PAUD Belu, Julie Laiskodat Pinta Proses Akreditasi PAUD

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 30 Mei 2021
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

Loading

Belu-NTT, Garda Indonesia | Bunda PAUD Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat mengukuhkan Dra. Freny Indriani Yanuarika menjadi Bunda PAUD Kabupaten Belu bersama 7 (tujuh) Bunda PAUD lainnya secara virtual, yakni Bunda PAUD Kabupaten TTU, Malaka, Sumba Barat, Sumba Timur, Ngada, Manggarai dan Manggarai Barat.

Pengukuhan yang diikuti Bunda PAUD Kabupaten Belu dari rumah jabatan Bupati Belu, pada Sabtu 29 Mei 2021 itu dihadiri Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi, Wakil Ketua TP PKK/ Dekranasda Kabupaten Belu, Rinawati BR Perangin Angin, S.E.,M.M. Pimpinan OPD, Pimpinan Organisasi Wanita, Bunda PAUD Kecamatan, dan Rohaniwan Romo Kris Fallo, Pr.

“Banyak sekali yang namanya PAUD di setiap desa, tetapi banyak yang belum memenuhi standar untuk terakreditasi. Sehingga tugas kita sebagai Bunda PAUD didukung oleh OPD teknis dan Kepala Daerah untuk mendukung proses akreditasi ini,” ungkap Julie Laiskodat sembari menerangkan telah mengunjungi 3.026 desa di NTT, ada sebagian besar PAUD belum memenuhi standar untuk terakreditasi.

Julie Laiskodat menyebutkan, terkait akreditasi, ada 8 standar yang harus dipenuhi, yakni Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak; Standar Isi; Standar Proses; Standar Penilaian; Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan; Standar Sarana dan Prasarana; Standar Pengelolaan; dan Standar Pembiayaan.

“Jadi, bukan sekadar ada tempat, ada anak, ada guru. Tetapi gedungnya harus milik PAUD atau yayasan atau desa, gurunya itu 15 anak untuk 1 guru. Gurunya juga harus tersertifikasi sebagai guru PAUD karena hal ini sangat penting. Bukan hanya guru saja tetapi termasuk fasilitas-fasilitas di dalamnya seperti APE luar, APE dalam. Tools-tools untuk mengajar, salah satunya adalah melaporkan dalam aplikasi Dapodik secara online. Delapan butir ini harus dipenuhi agar terakreditasi. Setiap Bunda PAUD harus memiliki target setiap tahun, berapa PAUD yang harus terakreditasi. Dan itu harus dilaksanakan secara gotong royong. Saya yakin ke depan semua PAUD di NTT bisa terakreditasi,” jelas Bunda Julie Laiskodat.

Bunda PAUD Provinsi NTT berharap, agar Kepala Daerah selalu bersinergi dengan Bunda PAUD dalam setiap program. “Kami adalah perkumpulan perempuan-perempuan yang punya hati, tenaga tetapi kami kekurangan ilmu dan fasilitas sehingga saya titipkan seluruh Bunda PAUD yang hari ini dikukuhkan agar program-programnya dapat berjalan. Jadi Bunda-Bunda PAUD, jaga kesehatan, terus fokus dalam melaksanakan tupoksi masing-masing,” paparnya.

Usai dikukuhkan menjadi Bunda PAUD Kabupaten Belu, Dra. Freny Indriani Yanuarika menuturkan bahwa, Pendidikan Anak Usia Dini sangat penting lantaran melalui kegiatan di PAUD dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.

“Di PAUD itu, seluruh aktivitasnya dilakukan melalui pendekatan bermain sambil belajar. Selain itu, anak juga diberi kesempatan untuk mengenal sekolah, serta dalam diri anak pun ditanamkan nilai-nilai kehidupan yakni kejujuran, kedisiplinan, kerja sama dan hal – hal positif lainnya,” ujar Bunda PAUD Belu.

Freny Indriani Yanuarika saat memberikan sambutan usai dikukuhkan sebagai Bunda PAUD Kabupaten Belu oleh Bunda PAUD Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat

Melalui PAUD, imbuh Bunda Freny, anak – anak  akan dibentuk sejak dini menjadi anak-anak Belu, anak Indonesia yang berkualitas dan berkarakter, sejalan dengan Visi Misi Pemerintah Daerah pada periode kepemimpinan saat ini. Mari bersama bersinergi, berinovasi untuk memajukan mutu layanan PAUD. Mari bekerja dengan hati untuk Anak-anak Usia Emas Belu, agar terwujudlah generasi Belu yang Sehat, Berkarakter dan mampu bersaing menghadapi dunia di era digitalisasi ini,” tutur Bunda Freny.

Untuk diketahui, jumlah Lembaga PAUD di Kabupaten Belu per tahun 2021 sebanyak 219 PAUD. Untuk PAUD yang bernaung di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu sebanyak 215 PAUD, dan 4 Lembaga PAUD di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu.

Adapun penyebaran PAUD yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, yakni untuk Kecamatan Kota Atambua sebanyak 15 PAUD, Atambua Selatan 16 PAUD, Atambua Barat 14 PAUD, Kakuluk Mesak 21 PAUD, Tasifeto Timur 34 PAUD, Lasiolat 9 PAUD, Raihat 13 PAUD, Lamaknen 17 PAUD, Lamaknen Selatan 21 PAUD, Tasifeto Barat 27 PAUD, Nanaet Duabesi 8 PAUD dan untuk Kecamatan Raimanuk 20 PAUD.

Melihat jumlah layanan PAUD pada masing – masing Kecamatan, rata-rata desa/kelurahan memiliki 2 (dua) atau lebih lembaga PAUD. Namun, masih ada yang hanya memiliki 1 (satu) lembaga PAUD bahkan ada desa/ kelurahan yang sama sekali belum memiliki PAUD.

Dari total 219 lembaga PAUD, yang sudah terakreditasi sebanyak 53 PAUD atau 24,2 persen dan yang belum diakreditasi sebanyak 166 PAUD atau 75,8 persen. Melihat presentasi ini, jumlah PAUD yang terakreditasi di Kabupaten Belu masih belum mencapai 50 persen. Untuk tahun 2021 Kabupaten Belu mendapat kuota akreditasi 40 Lembaga PAUD. Ini menjadi tantangan bagi kita semua yang terlibat dalam upaya peningkatan Mutu Layanan PAUD.

“Saya mengajak kita semua, Bunda PAUD, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah untuk “Kenal dan Sayang PAUD” yang ada di wilayah kita. PAUD harus menjadi perhatian kita bersama karena PAUD adalah investasi untuk masa depan Sumber Daya Manusia Kabupaten Belu,” pungkas Bunda Freny.

Pj. Sekda Belu, Frans Manafe, S.Pi dalam sambutannya mengaku, persoalan yang paling mendasar adalah pengurus atau guru-guru PAUD belum akreditasi, serta masih ada desa/ kelurahan yang belum memiliki lembaga PAUD. Sehingga, pengukuhan ini menjadi titik awal tantangan bagi Bunda PAUD dan seluruh pengurus PAUD Kabupaten Belu.

Karena itu, Pj. Sekda Belu mengajak semua elemen terkait untuk bersinergi dalam memajukan lembaga PAUD di Kabupaten Belu. “Pemerintah siap membantu Bunda PAUD beserta seluruh pengurusnya agar segera melakukan pembenahan pada kepengurusan,” tandasnya.

Berita + foto: prokopimdabelu

Editor: Herminus Halek

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Urgensi Negara pada Kebijakan PSBB–New Normal dalam Kekhasan Etika

    Urgensi Negara pada Kebijakan PSBB–New Normal dalam Kekhasan Etika

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Dr. Gradios Nyoman Rae, S.H., M.H., C.L.A. Dalam situasi Covid-19, negara menghadapi dua hal yang sama-sama memiliki risiko, dilematik, mau tetap mempertahankan PSBB atau New Normal ala negara-negara di Eropa. Keduanya lebih kepada pertimbangan keadaan baik kesehatan masal, ekonomi, sosial, dan keamanan. Dua gagasan kebijakan ini menjadi urgensi dan menuntut negara melakukan kebijakan yang […]

  • Gubernur NTT: “Moratorium Pengiriman TKI“; PADMA Indonesia Bersikap

    Gubernur NTT: “Moratorium Pengiriman TKI“; PADMA Indonesia Bersikap

    • calendar_month Jum, 7 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id-Moratorium (=penangguhan/penundaan) Pengiriman Tenaga Kerja menjadi Program Kerja dan Mimpi Besar Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, untuk memastikan “Kebangkitan NTT”, salah satunya harus punya Tenaga Kerja yang terampil. “Bukan keluar tetapi masuk. Saya akan pergi ke Malaysia untuk mengajak saudara-saudara kita disana, yang bekerja sebagai buruh untuk kembali dan membangun NTT,“ jelas Viktor Laiskodat kepada […]

  • Halal Bihalal IGI Flotim, Rayakan Hari Nan Fitri 1440 H

    Halal Bihalal IGI Flotim, Rayakan Hari Nan Fitri 1440 H

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Loading

    Lamakera-Flotim, Garda Indonesia | Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Flores Timur menghelat lebaran bersama di Lamakera, Kamis, 6 Juni 2019; di rumah Rugaya Salem, S.Ag., Bendahara IGI Flotim periode 2018—2023 Dimulai pukul 14.00—17.00 WITA, Halal Bihalal IGI Flotim sebagai sarana untuk bersilaturahim antar sesama pengurus dan anggota IGI Flotim agar tercipta rasa persatuan dan kesatuan […]

  • PDI Perjuangan dan PAN Resmi Jalin ‘Kerja Sama Politik’

    PDI Perjuangan dan PAN Resmi Jalin ‘Kerja Sama Politik’

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | PDI Perjuangan dan Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi mengumumkan kerja sama politik yang erat, menandai awal dari kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua partai dan, yang lebih penting, bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Kondisi tersebut terlaksana usai Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendatangi kantor yang dipimpin oleh  Megawati Soekarnoputri pada […]

  • KSAD Jenderal Maruli Klarifikasi Insiden Pendukung Paslon

    KSAD Jenderal Maruli Klarifikasi Insiden Pendukung Paslon

    • calendar_month Sen, 8 Jan 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Insiden penganiayaan terhadap pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 03 Ganjar-Mahfud beberapa waktu lalu di Boyolali yang menjadi atensi publik kini tengah dijawab tegas Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak. Jenderal bintang empat itu secara tegas mengatakan bahwa insiden tersebut tidak ada kaitannya dengan netralitas TNI […]

  • Menteri Bintang Dorong Perempuan Berani Bersuara Untuk Perubahan

    Menteri Bintang Dorong Perempuan Berani Bersuara Untuk Perubahan

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Perjuangan perempuan untuk dapat didengar, dipertimbangkan, dan menempati posisi penting masih menjadi permasalahan hingga saat ini. Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (Kemen PPPA), Bintang Puspayoga, masih lekatnya budaya patriarki, akses, dan kesempatan perempuan yang terbatas menjadi penyebabnya. “Saat ini masyarakat Indonesia cenderung masih erat dengan pandangan patriarki yang […]

expand_less