Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
  • visibility 283
  • comment 0 komentar

Loading

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong.

 

Kupang | Nilai Tukar Petani Nusa Tenggara Timur (NTP NTT) tercatat mengalami penurunan pada periode musim hujan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya daya beli petani akibat tidak seimbangnya harga yang diterima petani dan biaya produksi yang terus meningkat. Penurunan NTP di musim hujan bukan fenomena baru di NTT, namun kembali terulang akibat kombinasi faktor struktural dan musiman yang belum tertangani secara optimal.

Penurunan NTP NTT pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46 atau turun tipis dibandingkan November 2025 yang berada pada angka 101,50 disebabkan karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi. Indeks harga yang diterima petani naik 0,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar meningkat 0,55 persen. Demikian disampaikan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, Senin, 5 Januari 2026.

Mencermati kondisi ini, lembaga swadaya masyarakat, Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) yang melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani di 30 desa di Timor Barat menyampaikan bahwa pada periode musim hujan (Oktober—Maret), NTP di NTT cenderung tertekan.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar pada Jumat, 9 Januari 2026 menyatakan, dari pembacaan lapangan CIRMA di Timor Barat, ada dua faktor utama yang berulang setiap tahun.

Pertama, masa tanam hortikultura utama sudah terlewat, sementara sebagian besar petani kecil masih sangat bergantung pada hortikultura musiman sebagai sumber pendapatan cepat. Ketika fase panen berakhir dan belum ada komoditas baru yang masuk siklus produksi, arus kas petani melemah, sementara biaya konsumsi dan kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.

Kedua, lemahnya sandaran komoditas non-hortikultura dan komoditas umur panjang di tingkat petani kecil. Ini membuat petani tidak memiliki penyangga ekonomi ketika hortikultura berhenti berproduksi. Akibatnya, pada musim hujan, petani berada pada posisi rentan: pendapatan turun, daya beli melemah, dan NTP ikut tertekan.

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong di Timor Barat berupa:

Diversifikasi sumber pendapatan petani. CIRMA mendorong petani tidak hanya bertumpu pada hortikultura musiman, tetapi mulai membangun portofolio komoditas non-horti dan umur panjang seperti pinang, kopi, kemiri, serta agroforestri berbasis lahan kering. Ini penting sebagai penyangga pendapatan lintas musim.

Penyesuaian kalender tanam berbasis iklim. Melalui Sekolah Lapang Iklim dan Serial Belajar Iklim, CIRMA membantu petani membaca pola hujan, menghindari salah waktu tanam, dan meminimalkan gagal produksi yang berdampak langsung pada NTP.

Penguatan kelembagaan kelompok tani. Ketika petani berkelompok dengan SOP produksi, pencatatan biaya, dan perencanaan tanam yang jelas, tekanan biaya bisa ditekan dan posisi tawar petani terhadap pasar menjadi lebih baik, meski di musim paceklik.

Pendampingan intensif, bukan kunjungan sesaat. CIRMA menggunakan pendekatan live-in dan pendampingan berkelanjutan agar petani mampu mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional, termasuk kapan menanam, kapan menahan jual, dan bagaimana mengelola pendapatan antar musim.

Mendorong komoditas sebagai tabungan jangka panjang. Komoditas umur panjang tidak kami posisikan sekadar tanaman, tetapi sebagai “aset hidup” rumah tangga petani yang kelak menjadi bantalan ekonomi saat hortikultura tidak lagi menjadi penopang utama.

Bagi CIRMA, penurunan NTP bukan sekadar isu statistik, tetapi cerminan rapuhnya struktur ekonomi petani kecil. Karena itu, intervensi dari pihak mana pun perlu diarahkan untuk memastikan petani tidak terus-menerus jatuh setiap musim hujan, melainkan perlahan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Apresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Umbu Wanda menyampaikan apresiasi kepada CIRMA yang menaruh perhatian kepada pembinaan dan pendampingan petani di Timor Barat.

“Pertanian mulai bergairah dari sisi ekonomi semenjak diterapkan program hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto dan Dasa Cita pembangunan dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dapat membangun kerja sama pentahelix mendorong sektor pertanian,” ungkapnya.

Ditekankan Joaz Umbu Wanda, ke depan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di NTT harus mulai melakukan proses pendampingan dan pemberdayaan dan menerapkan konsep pertanian cerdas atau smart farming dengan langkah mitigasi dan kolaborasi pentahelix.

“Kita inginkan semua lembaga swadaya masyarakat tak hanya melakukan pendampingan, namun perlu juga dilakukan pemberdayaan. Dan kami berterima kasih CIRMA yang telah melakukan proses tersebut,” tandasnya.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suzuki Fiesta SBM Lampaui Target, Theo Pareira: Terima Kasih Teman Media

    Suzuki Fiesta SBM Lampaui Target, Theo Pareira: Terima Kasih Teman Media

    • calendar_month Sab, 8 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Perhelatan even Suzuki Fiesta oleh PT. Surya Batara Mahkota (SBM) selaku main dealer mobil Suzuki wilayah NTT pada 3—7 Mei 2021, menuai hasil maksimal dengan perolehan 60 surat pesanan kendaraan (SPK). Dengan dukungan 4 perusahaan pembiayaan atau leasing yakni Suzuki Finance Indonesia (SFI), Indomobil Finance Indonesia (IMFI), Adira Finance, dan Mandiri […]

  • Kenapa ‘Publisher Right Platform Digital’ Patut Ditolak Pers?

    Kenapa ‘Publisher Right Platform Digital’ Patut Ditolak Pers?

    • calendar_month Jum, 17 Feb 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Wina Armada Sukardi, Pakar Hukum Pers dan Kode Etik Jurnalistik Rapat koordinasi pembahasan draf Peraturan Presiden (Perpres) terkait publisher right platform digital yang  dihadiri oleh anggota Dewan Pers, para wakil konstituen Dewan Pers, unsur perwakilan Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Kemkopolhukam), serta wakil Sekretariat Negara pada 15 Februari 2023, berlangsung ricuh. Belum masuk […]

  • ‘TRADISI PENTI’ Personil PLN dan Warga Poco Leok Jadi Keluarga

    ‘TRADISI PENTI’ Personil PLN dan Warga Poco Leok Jadi Keluarga

    • calendar_month Sab, 30 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 1Komentar

    Loading

    Mataram, Garda Indonesia | PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) turut menghadiri upacara adat Penti atau syukuran di Gendang Lale, Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, pada Kamis, 28 September 2023. Tradisi Penti melibatkan seluruh pihak dalam satu kampung dan pihak lain yang mengelola aset (tanah) dalam wilayah gendang. […]

  • Presiden Jokowi Perintahkan Kepung Pelaku Pembantaian Keluarga di Sigi

    Presiden Jokowi Perintahkan Kepung Pelaku Pembantaian Keluarga di Sigi

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan untuk melakukan pengejaran serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan para pelaku pembantaian di Sigi, Sulawesi Tengah. Sesuai perintah tersebut, Menteri Koodinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, saat ini Satgas Tinombala tengah memburu para pelaku pembantaian tersebut. “Pemerintah akan melakukan […]

  • Gorengan Oposisi Soal Turun Kelas GDP Ternyata Tidak Laku!

    Gorengan Oposisi Soal Turun Kelas GDP Ternyata Tidak Laku!

    • calendar_month Kam, 15 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Berita heboh bagi oposisi, “RI Turun Kelas! Jadi Negara Berpenghasilan Menengah Bawah.” Begitu memang tajuk berita yang dikutip dari rilis Bank Dunia (World Bank). Dari negara yang tadinya (2019) berpendapatan USD 4.050,- per kapita turun jadi USD 3.870,- per kapita di tahun 2020 lalu. Fenomena yang sebetulnya sama sekali tidak mengejutkan […]

  • Anak Muda Kota Kupang Terpapar Covid, Ini Pesan Yolanda Kadjakoro

    Anak Muda Kota Kupang Terpapar Covid, Ini Pesan Yolanda Kadjakoro

    • calendar_month Sel, 19 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Corona Virus Disease (Covid-19) tak hanya menyerang usia lanjut, bayi, dan anak-anak, termasuk kaum muda pun terpapar virus mematikan yang mulai mewabah sejak Maret 2020 di Indonesia. Bahkan saat ini, jumlah kasus terpapar Covid-19 di Kota Kupang per Senin, 18 Januari 2021, jumlah kasus mencapai 1.431 jiwa, masih dirawat 831 jiwa, […]

expand_less