Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertanian Perkebunan » Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

Langkah CIRMA Tekan Penurunan Nilai Tukar Petani NTT Saat Musim Hujan

  • account_circle Roni Banase
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Loading

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong.

 

Kupang | Nilai Tukar Petani Nusa Tenggara Timur (NTP NTT) tercatat mengalami penurunan pada periode musim hujan. Kondisi ini mencerminkan melemahnya daya beli petani akibat tidak seimbangnya harga yang diterima petani dan biaya produksi yang terus meningkat. Penurunan NTP di musim hujan bukan fenomena baru di NTT, namun kembali terulang akibat kombinasi faktor struktural dan musiman yang belum tertangani secara optimal.

Penurunan NTP NTT pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46 atau turun tipis dibandingkan November 2025 yang berada pada angka 101,50 disebabkan karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi. Indeks harga yang diterima petani naik 0,46 persen, sementara indeks harga yang dibayar meningkat 0,55 persen. Demikian disampaikan Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, Senin, 5 Januari 2026.

Mencermati kondisi ini, lembaga swadaya masyarakat, Centrum Inisiatif Rakyat Mandiri (CIRMA) yang melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani di 30 desa di Timor Barat menyampaikan bahwa pada periode musim hujan (Oktober—Maret), NTP di NTT cenderung tertekan.

Direktur CIRMA, John Mangu Ladjar pada Jumat, 9 Januari 2026 menyatakan, dari pembacaan lapangan CIRMA di Timor Barat, ada dua faktor utama yang berulang setiap tahun.

Pertama, masa tanam hortikultura utama sudah terlewat, sementara sebagian besar petani kecil masih sangat bergantung pada hortikultura musiman sebagai sumber pendapatan cepat. Ketika fase panen berakhir dan belum ada komoditas baru yang masuk siklus produksi, arus kas petani melemah, sementara biaya konsumsi dan kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.

Kedua, lemahnya sandaran komoditas non-hortikultura dan komoditas umur panjang di tingkat petani kecil. Ini membuat petani tidak memiliki penyangga ekonomi ketika hortikultura berhenti berproduksi. Akibatnya, pada musim hujan, petani berada pada posisi rentan: pendapatan turun, daya beli melemah, dan NTP ikut tertekan.

Merespons kondisi ini, tekan John Mangu Ladjar, langkah konkret CIRMA tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi pada perbaikan struktur ekonomi petani kecil. Ada beberapa intervensi kunci yang sedang dan terus didorong di Timor Barat berupa:

Diversifikasi sumber pendapatan petani. CIRMA mendorong petani tidak hanya bertumpu pada hortikultura musiman, tetapi mulai membangun portofolio komoditas non-horti dan umur panjang seperti pinang, kopi, kemiri, serta agroforestri berbasis lahan kering. Ini penting sebagai penyangga pendapatan lintas musim.

Penyesuaian kalender tanam berbasis iklim. Melalui Sekolah Lapang Iklim dan Serial Belajar Iklim, CIRMA membantu petani membaca pola hujan, menghindari salah waktu tanam, dan meminimalkan gagal produksi yang berdampak langsung pada NTP.

Penguatan kelembagaan kelompok tani. Ketika petani berkelompok dengan SOP produksi, pencatatan biaya, dan perencanaan tanam yang jelas, tekanan biaya bisa ditekan dan posisi tawar petani terhadap pasar menjadi lebih baik, meski di musim paceklik.

Pendampingan intensif, bukan kunjungan sesaat. CIRMA menggunakan pendekatan live-in dan pendampingan berkelanjutan agar petani mampu mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional, termasuk kapan menanam, kapan menahan jual, dan bagaimana mengelola pendapatan antar musim.

Mendorong komoditas sebagai tabungan jangka panjang. Komoditas umur panjang tidak kami posisikan sekadar tanaman, tetapi sebagai “aset hidup” rumah tangga petani yang kelak menjadi bantalan ekonomi saat hortikultura tidak lagi menjadi penopang utama.

Bagi CIRMA, penurunan NTP bukan sekadar isu statistik, tetapi cerminan rapuhnya struktur ekonomi petani kecil. Karena itu, intervensi dari pihak mana pun perlu diarahkan untuk memastikan petani tidak terus-menerus jatuh setiap musim hujan, melainkan perlahan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Apresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Umbu Wanda menyampaikan apresiasi kepada CIRMA yang menaruh perhatian kepada pembinaan dan pendampingan petani di Timor Barat.

“Pertanian mulai bergairah dari sisi ekonomi semenjak diterapkan program hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto dan Dasa Cita pembangunan dari Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, dapat membangun kerja sama pentahelix mendorong sektor pertanian,” ungkapnya.

Ditekankan Joaz Umbu Wanda, ke depan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di NTT harus mulai melakukan proses pendampingan dan pemberdayaan dan menerapkan konsep pertanian cerdas atau smart farming dengan langkah mitigasi dan kolaborasi pentahelix.

“Kita inginkan semua lembaga swadaya masyarakat tak hanya melakukan pendampingan, namun perlu juga dilakukan pemberdayaan. Dan kami berterima kasih CIRMA yang telah melakukan proses tersebut,” tandasnya.(*)

  • Penulis: Roni Banase

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    IMO-Indonesia Dorong Anggota Media Berbadan Hukum & Miliki Sertifikat UKW

    • calendar_month Kam, 20 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Ketua Umum Ikatan Media Online (IMO) Indonesia, Yakub Ismail meminta kepada seluruh jaringan media online khususnya anggota perusahaan media yang tergabung agar memerhatikan dua hal pokok, yakni soal legalitas media dan kompetensi pewarta. “Memang kalau kita perhatikan perkembangan media online belakangan ini cukup pesat. Namun, yang perlu diperhatikan adalah soal status […]

  • Dokter Agus Taolin Sorot Alat Cuci Darah Tak Terpakai di RSUD Atambua

    Dokter Agus Taolin Sorot Alat Cuci Darah Tak Terpakai di RSUD Atambua

    • calendar_month Kam, 2 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Bakal Calon Bupati Belu dr. Agustinus Taolin menyoroti Alat Cuci Darah yang dimiliki Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gabriel Manek Atambua. Menurutnya, alat cuci darah itu ada sekitar dua atau tiga unit, dengan harga per unit diperkirakannya Rp.400.000.000,- (empat ratus juta rupiah), tetapi tidak digunakan sama sekali. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/07/01/dokter-agus-taolin-pilih-pemimpin-yang-tahu-tentang-masalah-kesehatan/ […]

  • Presiden Jokowi Lantik 20 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh

    Presiden Jokowi Lantik 20 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo melantik 20 duta besar Republik Indonesia (RI) untuk sejumlah negara sahabat. Pelantikan para duta besar tersebut dihelat di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2020. Pengangkatan para duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) RI ini tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 91/P Tahun […]

  • Pemkot Kupang Buka Lowongan Tujuh Jabatan Kepala Dinas

    Pemkot Kupang Buka Lowongan Tujuh Jabatan Kepala Dinas

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Loading

    Christian Widodo mengingatkan jabatan adalah amanah yang sewaktu-waktu bisa diambil, sehingga setiap pejabat harus menggunakannya untuk kepentingan masyarakat.   Kota Kupang | Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka seleksi terbuka untuk tujuh Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung di Hotel Sahid T-More Kupang, […]

  • Zaka Moruk Bantu Ratusan Anggota Veteran di Kupang

    Zaka Moruk Bantu Ratusan Anggota Veteran di Kupang

    • calendar_month Ming, 13 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Ketua Kerukunan Keluarga Belu dan Malaka (KKBM), Zakarias Moruk mengunjungi ratusan anggota veteran di Kantor Administrasi Veteran (Kanminvet) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu, 13 Maret 2022. Zaka Moruk menuturkan, bahwa sebagai Ketua KKBM mempunyai kewajiban untuk melihat dan memberikan perhatian ke sesama saudara keluarga besar Belu dan Malaka […]

  • Plh. Bupati Belu Upayakan Perhatian Pemda bagi Kelas Tenun Ikat Nunupu

    Plh. Bupati Belu Upayakan Perhatian Pemda bagi Kelas Tenun Ikat Nunupu

    • calendar_month Sel, 16 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Usai menghadiri kegiatan donasi buku di TBM Lopo Cerdas Sabar di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, pada Minggu, 14 Maret 2021, Plh. Bupati Belu, Frans Manafe didampingi Ketua Komisi II DPRD, Theodorus Seran Tefa diarahkan Ketua FTBM, Romo Kris Fallo mengunjungi Kelas Tenun Ikat Nunupu, yang letaknya tidak jauh dari TBM […]

expand_less