Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Lempar Monyet & Bola Panas Formula-E : Tanggung Jawab Siapa?

Lempar Monyet & Bola Panas Formula-E : Tanggung Jawab Siapa?

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 3 Jun 2022
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh: Andre Vincent Wenas

Melihat lintasan historis even Formula-E ini, maka Gubernur (eksekutif) serta DPRD DKI Jakarta periode 2014—2019 plus ketujuh fraksi DPRD periode sekarang yang menolak interpelasi tentulah merupakan pihak paling bertanggung jawab! Tak boleh ada yang cuci-tangan, buang badan atau pura-pura bego. Naga-naganya sekarang ada yang mau lempar monyet atau bola panas ke pihak istana.

Barusan atap tribune sirkuit Formula-E roboh ditiup angin, entah angin apa? Yang jelas even yang rencananya tinggal beberapa hari lagi ini memang bikin degdegan terus.

Jangan salah duga dulu, kita semua saat ini sudah di – fait accompli – (terpojokkan) agar even yang ada bau-bau internasionalnya ini toh mesti berjalan juga. Apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur. Mau tidak mau ya tidak boleh malu-maluin muka negara. Ini jadi urusan negara katanya. Walahh… Gimana ya? Ya gitu deh…

Lintasan historisnya begini. Dulu fraksi PAN (ini salah satu dari 7 fraksi penolak interpelasi) di DPRD DKI Jakarta berkilah bahwa even serta anggaran perhelatan Formula-E ini sudah disetujui oleh DPRD DKI Jakarta. Betul, oleh parlemen periode lalu.

Setelah program ini diinisiasi oleh Gubernur Anies, maka dilakukan rapat para anggota dewan pada Selasa sore tanggal 13 Agustus 2019. Agenda yang dibahas adalah soal Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2019. Termasuk dibahas soal persetujuan anggaran perhelatan Formula-E.

Walau even ini tidak ada dalam Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta tak ada juga dalam Pergub Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) tahun 2019, namun entah kenapa DPRD periode lalu itu tetap nekat menyetujui anggaran sebesar Rp 360 miliar atau 20,79 juta poundsterling untuk commitment-fee. Ini jelas aneh sekali!

Perlu dicatat bahwa rapat itu terjadinya di penghujung masa jabatan para anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014—2019. Hanya kurang dari 2 minggu lagi (cuma 13 hari lagi) masa jabatan mereka berakhir. Sebab pada Senin pagi, 26 Agustus 2019, anggota DPRD DKI Jakarta yang baru (periode 2019—2024) dilantik.

Hmm… kok rapatnya seperti kejar tayang ya? Apakah mereka sudah tahu bakalan ada “pemain baru” di parlemen Jakarta?

Tentu kita bertanya-tanya, siapa saja fraksi/parpol di DPRD periode 2014—2019 yang waktu itu nekat menyetujuinya? Jawabannya sangat jelas, yaitu: PDIP (waktu itu punya 28 kursi), Gerindra (15), PKS (11), Demokrat (10), PPP (10), Hanura (10), Golkar (9), PKB (6), NasDem (5), PAN (2). Total 106 kursi.

Sekali lagi, mesti dicatat dan diingat baik-baik bahwa anggaran Formula-E ini disetujui oleh DPRD DKI Jakarta periode 2014—2019 lalu. Dan terjadinya di penghujung masa jabatan mereka, 13 hari kemudian mereka bubar dan diganti oleh anggota perlemen yang baru. Walau tentu ada anggota yang terpilih kembali. Ini penting,  diingat-ingat!

Komposisi anggota DPRD yang baru (untuk periode 2019—2024) dilantik pada Senin 26 Agustus 2019, terdiri dari: PDIP (25 kursi), Gerindra (19), PKS (16), Demokrat (10), PAN (9), PSI (8), NasDem (7), Golkar (6), PKB (5), PPP (1).

Jadi, di periode sekarang (2019—2024) ini Hanura kehilangan seluruh kursinya (dari 9 jadi 0), PDIP turun (dari 28 jadi 25), Gerindra naik (dari 15 jadi 19), PKS naik (dari 16 jadi 19), Demokrat tetap (10),  PAN naik (dari 2 jadi 9), PSI baru masuk (8), NasDem naik (dari 5 jadi 7), Golkar turun (dari 9 jadi 6), PKB turun (dari 6 jadi 5), PPP turun (dari 10 jadi 1).

Dari penelusuran analisis-media, Fraksi PSI (yang baru masuk parlemen) adalah satu-satunya fraksi di parlemen Jakarta yang menolak anggaran Formula-E ini untuk masuk dalam APBD 2020. Sedangkan lainnya setuju.

Rabu siang, 4 Desember 2019, dalam pidato pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD DKI 2020, Anthony Winza Probowo (dari fraksi PSI) gamblang mengatakan bahwa dengan menganggarkan uang untuk Formula E adalah bukti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak tahu skala prioritas!

Menurutnya, ada banyak hal lain yang lebih penting untuk diprioritaskan. Misalnya saja soal warga di Jakarta Utara yang untuk mendapatkan 1 meter kubik air saja harus bayar Rp 150 ribu. Lalu soal pengadaan WC Umum, boro-boro berharap bisa menonton festival balapan mobil, untuk buang air besar saja mereka harus balapan karena jamban masih jadi rebutan.

Terkait soal “dampak ekonomi” yang menurut Gubernur Anies bisa didapat setelah Jakarta jadi tuan rumah juga tidak ada bukti atau kajiannya. Justru sebaliknya, dengan mencontoh kasus Montreal – Kanada, pemerintah di sana justru merugi.

Pernah diingatkan juga bahwa ajang balap mobil listrik ini bakalan hanya dinikmati oleh masyarakat golongan menengah ke atas. Sementara anggaran daerah semestinya bisa dinikmati oleh semua orang. Terbukti sekarang harga tiketnya mahal dan peran UMKM hampir nihil atau cuma kosmetik dalam perhelatan ini.

Catatan penting lainnya adalah bahwa jabatan Gubernur Anies hanya bersisa sampai Oktober 2022. Jika Formula-E membebani APBD sampai lima tahun ke depan hingga di luar masa jabatan Gubernur Anies apakah ini adil dan patut? Halo BPK, halo KPK, halo Kemendagri.

Lalu sekarang perhelatan itu tinggal beberapa hari lagi. Sponsor untuk mendukung pendanaan acara tidak ada. Yang ada tiket terusan Ancol yang dipaket untuk acara menonton balapan sehari ini.

Akhirnya, kita semua dipaksa berharap agar acara balapan Formula-E berjalan dengan baik dan sukses, artinya lancar dan tak ada kecelakaan bagi pembalap maupun bagi penonton. Ini semua semata-mata agar tidak malu-maluin muka negara.

Kemudian, apakah citra Indonesia bakal jadi membaik di panggung dunia gegara penyelenggaraan even ini? Ini sesuatu masih amat sangat abstrak. Saking abstraknya sehingga bisa jadi alasan paling afdol untuk pembenaran tatkala acara berhasil berjalan dengan selamat.

Lalu bagaimana soal keuntungan atau paling tidak balik modal? Lupakan!

Namun biar bagaimana pun, setelah mobil balap listrik terakhir melewati garis finis, pemprov serta panitia penyelenggara (organizing committee) mesti segera mulai balapan untuk menyusun laporan pertanggungjawaban operasional serta keuangannya.

Tak bisa lempar monyet atau bola panas lagi. Masak sih mesti pihak istana yang bikin laporan pertanggungjawabannya?

Kamis, 2 Juni 2022

Penulis merupakan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis PERSPEKTIF, Jakarta

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usia 1 Tahun; UPG 1945 NTT Siap Wisuda Perdana

    Usia 1 Tahun; UPG 1945 NTT Siap Wisuda Perdana

    • calendar_month Rab, 12 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT,gardaindonesia.id-Meski baru berusia 1 (satu) tahun, berdiri sejak 31 Mei 2017, Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT siap menggelar wisuda perdana pada tanggal 29 September 2018. Seluruh persiapan menjelang pelaksanaan wisuda telah dilakukan oleh panitia pelaksana. Kabag Humas UPG 1945 NTT, Mey Jagi, kepada gardaindonesia.id, menyampaikan sekitar 698 mahasiswa akan diwisuda dalam gelombang I untuk […]

  • Generasi Muda dan Bela Negara

    Generasi Muda dan Bela Negara

    • calendar_month Rab, 16 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Warsito hadi – APN Kemhan Pesatnya kemajuan dan perkembangan Iptek mendorong cepatnya perubahan di era globalisasi sangat mempengaruhi pola dan pemikiran bagi generasi muda menghadapi setiap tantangan, hambatan dan ancaman dalam bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan (ipoleksosbudhankam). Maka, perlu disiapkan generasi muda yang dapat menghadapi dan mengantisipasi perubahan tersebut. […]

  • HUT Ke-74 TNI, Presiden: Ideologi, Teknologi & Alutsista Jadi Benteng NKRI

    HUT Ke-74 TNI, Presiden: Ideologi, Teknologi & Alutsista Jadi Benteng NKRI

    • calendar_month Sab, 5 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lanud Halim Perdanakusuma. “Atas nama pribadi, atas nama masyarakat, atas nama bangsa dan negara. Saya menyampaikan selamat hari ulang tahun ke-74 Tentara Nasional Indonesia,” ujar Presiden Jokowi. “Selamat atas prestasi yang ditorehkan oleh TNI,” demikian ucapan selamat […]

  • Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.107, Total Kasus Positif 8.882

    Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 1.107, Total Kasus Positif 8.882

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan jumlah kasus sembuh per Minggu, 26 April 2020 menjadi 1.107 setelah ada penambahan sebanyak 65 orang, sedangkan kasus meninggal menjadi 743 setelah ada penambahan sebanyak 23 orang. Adapun Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan sebaran pasien sembuh terbanyak yakni 335, […]

  • Eksekusi Instruksi Bupati Belu, Dinas Kominfo Fasilitasi Vaksin Wartawan

    Eksekusi Instruksi Bupati Belu, Dinas Kominfo Fasilitasi Vaksin Wartawan

    • calendar_month Sel, 11 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah mengeksekusi instruksi Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, Finasim untuk memfasilitasi para wartawan yang bertugas di wilayah Belu dalam mendapatkan pelayanan vaksin di Puskesmas Umanen, Kecamatan Atambua Barat, pada Selasa, 11 Mei 2021. […]

  • Presiden Jokowi Saksikan Sumpah Anggota Komisi Yudisial Periode 2020—2025

    Presiden Jokowi Saksikan Sumpah Anggota Komisi Yudisial Periode 2020—2025

    • calendar_month Sen, 21 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menyaksikan pengucapan sumpah anggota Komisi Yudisial untuk masa jabatan tahun 2020—2025. Pengucapan sumpah tersebut digelar pada Senin, 21 Desember 2020, di Istana Negara. Pengangkatan para anggota Komisi Yudisial dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 131/P tahun 2020 tentang Pemberhentian dengan Hormat Anggota Komisi Yudisial Masa Jabatan […]

expand_less