MAMA ANA, Antusias Usaha Perempuan Timor dan Mimpi Go International
- account_circle Penulis
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 86
- comment 0 komentar

![]()
Nama Mama Ana tak asing lagi sebagai jenama lokal camilan sehat dan alami khas Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini berkat komitmen dan inovasi produknya yang tanpa bahan tambahan, camilan Mama Ana kini terus digemari karena menghadirkan cita rasa terbaik. Bahkan, setelah merambah pasar nasional, Mama Ana pun mulai bermimpi untuk Go International, dan berkolaborasi dengan JNE sebagai mitra ekspedisi.
Kisah sukses brand lokal Mama Ana Kupang ini berawal dari ide dan semangat Olivira Ballo, sang owner Mama Ana yang biasa disapa Kak Ira, untuk memulai usaha kuliner khas Timor-NTT pada tahun 2013. Ide dasarnya adalah pengolahan bahan baku makanan khas NTT menjadi produk yang bisa dijual ke pasar dan mendatangkan cuan atau keuntungan. Perjalanan bisnis Kak Ira ini Ia ceritakan dalam podcast Cerita Bersama Brand Lokal di kanal YouTube JNE_ID https://bit.ly/CeritaBersamaMamaAna
Misi Ira pada waktu itu adalah bagaimana membangun ekonomi lewat bahan baku lokal. Namun dari sekian banyak bahan baku lokal Mama Ana sendiri fokus pada pengolahan kacang-kacangan, gula lontar dan serelia atau biji-bijian seperti sorgum. Sedangkan untuk memberi identitas produknya saat itu Kak Ira terbersit memberi nama usahanya dengan nama mama kandungnya sendiri yakni Mama Ana, yang kini berusia 80 tahun. Ternyata, pemilihan nama sebagai brand atau merk sebuah produk memiliki makna dan rasa tersendiri. Nama seperti nyawa, seperti hidup, dan memiliki hokinya sendiri. Dalam perjalanannya Mama Ana ternyata banyak melibatkan para perempuan dengan semangat wanita timor dalam proses produksi berbagai produknya.
“Dalam keseharian kita sering bermitra dengan para perempuan hebat di seantero Timor, NTT. Dari mereka yang mengelola kenari di Alor, petani kacang tanah, sorgum, dan ibu-ibu kelompok penganyam daun lontar yang menyediakan anyaman lontar, jadi semangat Mama Ana hidup di alam bawah sadar sehingga terciptalah berbagai produk lokal yang berkualitas ,” kata Kak Ira.
Seiring berjalannya waktu, serta terpaan masalah dan tantangan yang dihadapi dalam berbisnis, maka muncullah kreativitas, ide dan inovasi produk dengan tetap berkomitmen menjaga ciri khas rasa sebagai nilai budaya. Bisnis Mama Ana kemudian mengerucut pada produk camilan tanpa bahan tambahan, yang menghadirkan cita rasa terbaik.
Ada produk Kacang Panggang, Selai Kacang, Gula Semut Lontar Timor, Sagu Timor dan paket produk lokal lainnya seperti Kacang Timor Panggang, Kacang Panggang Rasa Manis Pedas, Kacang Timor Panggang Rasa Cokelat & Kayumanis, Kacang Kenari Alor Oven, Kacang Kenari Alor Oven Rasa Original, Kacang Kenari Alor Oven Rasa Asin bawang putih dan lain-lain. Aneka kacang lokal pilihan ini diproses panggang tanpa minyak, bebas dari bahan tambahan pangan, renyah dan bikin nagih.
“Semuanya adalah camilan makanan khas yang kekinian, tapi tidak meninggalkan cita rasa khas yang sesungguhnya. Ciri khas dari penyediaan pangan atau gastronomi, dengan proses masak dan bumbu yang sederhana serta tanpa bahan pengawet,” kata Kak Ira.
Saat ini produk camilan Brand Lokal Mama Ana sudah menembus pasar nasional dan memiliki pusat penjualan atau toko di Denpasar-Bali, Surabaya-Jawa Timur, Tangerang-Banten dan DKI Jakarta serta di kota-kota lainnya. Sementara untuk wilayah NTT pasar tertingginya masih di Labuan Bajo diikuti Kota Kupang.
“Pesanannya dari market NTT, yang terbesar di Labuan Bajo diikuti Kupang, dan 30 persen pesanannya untuk Jakarta, diikuti Surabaya dan spot-spot kecil lainnya. Untuk luar negeri, kita pernah kirim produk Mama Ana ke Singapura dan Korea. Mimpi kita Adalah Go Internasional terutama ke negeri tetangga dulu,” kata Kak Ira.
Sementara itu untuk urusan logistik Kak Ira mempercayakan pengirimannya melalui JNE. Mama Ana tercatat sebagai customer corporate JNE Kupang. “Kenapa pilih JNE sebagai mitra pengiriman, karena ketepatan dan kecepatan komunikasi JNE lebih mampu, sehingga kebutuhan pengiriman Mama Ana dapat terakomodir dengan baik. Dan sejak 13 tahun lalu memang kami sudah bersama JNE, bahkan sudah menjadi pelanggan setia JNE, ” kata Kak Ira.
Selain itu, kata Kak Ira, Mama Ana juga melakukan penjualan secara online, baik melalui Instagram maupun melalui website Mama Ana, karena akan segera melakukan launching e-commerce sehingga konsumen bisa belanja produk langsung di website Mama Ana.(*)
- Penulis: Penulis
- Sumber: Tim Mama Ana











Saat ini belum ada komentar