Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Membangun Perbenihan Tanaman Pangan di NTT

Membangun Perbenihan Tanaman Pangan di NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
  • visibility 142
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Emmanuel Richardo, S.P. Pengawas Benih Tanaman Ahli Muda Anggota Ikatan Pengawas Benih Tanaman Indonesia (IPBTI)

Sektor pertanian sampai saat ini masih menempati peringkat pertama dalam menyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Nusa Tenggara Timur (NTT)  selama kurun waktu 2015—2019 di mana setiap tahunnya berada di angka yang mendekati 30%, tanaman pangan menyumbang antara 8—10% dibandingkan komoditi Pertanian lainnya seperti hortikultura (2,2—2,6%),  perkebunan (2,2—2,5%), Peternakan (9,1—9,4%) dan lain-lain. (sumber data Statistik Pertanian NTT 2019).

Hal tersebut tidak terlepas dari sumbangan pertanian dalam menyerap banyak tenaga kerja, usaha kecil, menengah dan mikro yang menggunakan hasil pertanian.

Nusa Tenggara Timur dengan intensitas curah hujan minim serta sumber air terbatas  menciptakan iklim kering sehingga berbanding lurus dengan lahan pertanian yang didominasi oleh pertanian lahan kering di mana terdapat lahan pertanian bukan sawah sebanyak 3.852.725 ha sedangkan luas areal sawah di NTT tahun 2019 berjumlah 214.034 ha dengan luas areal irigasi sebesar 120.995 ha, tadah hujan 92.925 ha, pasang surut 31 ha dan lebak 83 ha. Selain itu, ditemukan areal pertanian yang merupakan daerah irigasi maupun tadah hujan dan lebak yang tidak ditanami sebanyak 22. 316 ha sedangkan yg ditanami seluas 124.239 ha hanya 1 kali tanam dan 64.479 ha yang bisa 2—3 kali tanam. (data SP NTT 2019)

Produktivitas pertanian khususnya Padi dan Jagung di NTT dalam satu dekade terakhir  masih sangat rendah yaitu untuk Padi masih di kisaran 3,851 ton/ha dan Jagung di angka 2,633 ton/ha jika dibandingkan dengan produksi nasional 5, 354 ton/ha dan jagung di angka 5,241 ton/ ha (ATAP 2018 Kementerian Pertanian RI). Salah satu faktor masih rendahnya produktivitas Padi dan Jagung di NTT adalah masih rendahnya penggunaan benih unggul bersertifikat yang sebagian besar masih didatangkan dari luar NTT khususnya benih Jagung.

Khusus untuk benih Jagung secara umum dapat dibedakan atas dua yaitu benih Jagung Komposit atau yang bersari bebas artinya terjadi persilangan bebas antara bunga jantan dan bunga betina untuk menghasilkan Benih Jagung dan Jagung Hibrida sebaliknya untuk menghasilkan benih maka tetua atau induk jantan dan betina ditanam sedemikian rupa sehingga bunga jantan yang diinginkan dan bunga betina yang dinginkan akan disilangkan dengan bantuan manusia sehingga turunan yang dihasilkan atau F1 nya adalah benih Jagung Hibrida.

Dari kedua jenis benih Jagung di atas yang saat ini dikembangkan di NTT adalah benih Jagung Komposit karena untuk memperoleh benih sumbernya atau induknya tidaklah sulit, selain karena benih sumbernya dapat diperoleh secara bebas juga harganya dapat dijangkau oleh produsen benih juga para petani di NTT. Sedangkan untuk induk jantan dan betina dari Jagung Hibrida itu semuanya punya hak paten dan harganya sangat mahal dan juga para produsen benih jagung hibrida (semuanya di Jawa dan Sumatera juga Sulawesi Selatan) baik itu milik Litbang Pertanian maupun swasta tidak menjual induknya secara bebas melainkan sudah dikontrakkan dengan produsen benih besar sebagai pemegang lisensi untuk memperbanyak F1 dari benih jagung hibrida. F1 dari benih jagung hibrida umumnya mempunyai potensi hasil tinggi akan tetapi turunan dari F1 tidak dapat dijadikan benih lagi karena hasilnya selain turun drastis juga keragaman sangat tinggi.

Melihat kondisi di atas dalam membangun perbenihan di NTT khususnya tanaman Jagung perlu digunakan strategi tepat yang mana pemerintah dapat mendorong pola tanam yang disesuaikan dengan karakter wilayah dan musim sehingga dengan lahan pertanian yang didominasi lahan kering dan curah hujan terbatas dapat menghasilkan benih unggul bersertifikat yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas Jagung terutama pada musim tanam antara bulan Oktober dan Maret (Okmar) di mana NTT biasanya mendapat curah hujan hanya 3 (tiga) bulan sekitar Desember sampai Februari.

Untuk kegiatan perbanyakan Benih Jagung Komposit bukan lagi merupakan hal baru tetapi sebenarnya ini adalah kegiatan yang selalu dilaksanakan oleh para produsen Benih Jagung yang tersebar di seluruh Flobamorata. Menjadi produsen Benih Jagung, dituntut bukan hanya mampu  dalam budidayanya saja tetapi hal terpenting justru ada pada fase pasca-panen di mana para produsen benih harus mampu melakukan pengolahan calon benih mulai dari menjelang panen, panen, penjemuran, pemipihan sampai  pengemasan di mana dalam setiap tahapan kegiatan mulai dari pra-tanam sampai pengemasan tentu harus didukung oleh pendampingan yang komprehensif dan intensif oleh para penyuluh di lapangan  dan selalu diikuti atau diawasi oleh Pengawas Benih Tanaman (PBT). Kegiatan penangkaran Benih Jagung Komposit ini biasanya dilaksanakan bulan April—September (ASEP) yaitu penanaman pada bulan April, Mei dan Juni sehingga paling lambat pada Oktober sudah tersedia benih yang masih fresh ‘segar’ dan siap ditanam pada Okmar.

Sementara untuk penangkaran Benih Jagung Hibrida memerlukan beberapa persyaratan khusus terkait dengan pemegang lisensinya di samping aspek budidaya. Untuk mengoordinasi semua produsen Benih Jagung Komposit di seluruh Flobamorata, tidak sulit bahkan dengan adanya pandemi ini memudahkan kita untuk bisa berkomunikasi secara virtual dengan biaya murah sehingga kegiatan seperti Forum Perbenihan level provinsi bisa diadakan lagi di mana kita dapat mengidentifikasi dengan jelas kebutuhan benih di musim tanam Okmar di seluruh NTT sehingga dengan sinergi antara provinsi dan kabupaten yang di dalamnya tercakup para stakeholder perbenihan (pemerintah dan swasta), maka kebutuhan benih tersebut dapat dipenuh.

Perbanyakan Benih Jagung Komposit di NTT didominasi oleh Benih Jagung varietas Lamuru yang sudah adaptif dengan iklim di NTT kurang lebih 10 tahun terakhir menganut  Alur Produksi Benih Tunggal (Single Generatiaon Flow) sebagai berikut :

Khusus untuk benih penjenisan Jagung Varietas Lamuru harus didatangkan dari Balai Penelitian Tanaman Serealia Kementerian Pertanian di Maros – Sulawesi Selatan karena milik Pemulia pada Balitsereal Maros sedangkan perbanyakan selanjutnya dapat diperbanyak di NTT mulai dari Benih Dasar, Benih Pokok maupun Benih Sebar.

Dengan potensi yang ada di pemerintahan baik itu dinas melalui balai-balai benih  maupun Litbang, seharusnya dapat memenuhi ketersediaan Benih Dasar maupun Benih Pokok di NTT juga didukung oleh beberapa produsen benih swasta sudah memiliki kompetensi dalam melakukan produksi benih Jagung varietas Lamuru untuk kelas benih dasar maupun pokok vaik Benih Penjenis, Benih Dasar maupun Benih Pokok dapat digunakan untuk menghasilkan benih sebar yang berlabel biru di mana benih sebar ini merupakan kelas terendah dalam sistem perbanyakan alur tunggal yang apabila ditanam hasilnya untuk konsumsi tidak bisa dijadikan benih lagi.

Siklus perbenihan di NTT sebenarnya sudah tertata secara baik di mana pada periode musim tanam Okmar saat banyak hujan diperbanyak Benih Pokok di Balai-balai benih dan produsen benih yang kompeten sehingga pada bulan April, Mei dan Juni para produsen benih jagung yang tersebar di seluruh NTT dapat menanam Benih Pokok tersebut dan pada bulan Agustus, September dan Oktober, sudah tersedia Benih Sebar yang kebutuhannya sudah diidentifikasi dan diinventarisasi dalam Forum Perbenihan .

Dengan melibatkan semua stakeholder perbenihan tanaman pangan khususnya jagung di NTT, maka dunia perbenihan di NTT dapat bergairah kembali dan mereka mampu menghasilkan Benih Jagung unggul dan bersertifikat yang merupakan jaminan mutu dalam produksi jagung sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan  perbenihan yang sehat dapat mendorong peningkatan produktivitas jagung di NTT yang masih di angka 2,6 ton/ha minimal bisa ke angka 3,5 ton/ha atau mendekati produktivitas nasional.

Sedangkan untuk perbanyakan benih Jagung Hibrida, pemerintah harus membantu memfasilitasi petani produsen benih di NTT sehingga dapat bermitra dengan perusahaan benih swasta maupun pemegang lisensi F1 benih Jagung Hibrida Litbang Pertanian Kementerian Pertanian sehingga perbanyakan benih Jagung Hibrida juga Padi Hibrida dapat juga dilaksanakan di NTT yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.

Dengan demikian, apabila terjadi peningkatan produktivitas pertanian di NTT dengan sendirinya akan meningkatkan pendapatan per kapita, pada akhirnya    akan mengurangi persentase penduduk miskin di NTT. Semoga!

Kupang, Medio Juli 2021

Foto utama (*/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Etape Perdana Tour De EnTeTe, Kantor Gubernur NTT—Kantor Bupati TTU

    Etape Perdana Tour De EnTeTe, Kantor Gubernur NTT—Kantor Bupati TTU

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Loading

    Kepada para peserta Tour De EnTeTe, Gubernur Laka Lena menyampaikan selamat berlomba, sembari berharap semuanya bisa tiba di titik finish, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Pulau Flores.   Kupang | Tour De EnTeTe 2025 resmi dimulai dengan Flag-off dari Halaman Depan Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, ditandai dengan pengibaran bendera start oleh Gubernur NTT, Melki Laka […]

  • Bupati Maluku Tengah Ancam Pecat ASN Yang Tidak Loyal

    Bupati Maluku Tengah Ancam Pecat ASN Yang Tidak Loyal

    • calendar_month Rab, 12 Jun 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Loading

    Maluku Tengah, Garda Indonesia | Bupati Maluku Tengah, H. Tuasikal Abua,SH., atas nama Undang-undang (UU) mengancam akan melakukan pemecatan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak loyal dan tidak disiplin dalam melaksanakan tugas. Ancaman Tuasikal ini bukan saja kepada ASN eselon III, dan eselon IV tetapi juga kepada pejabat Esselon II atau Pimpinan OPD. Pernyataan […]

  • Kristiana Muki Dorong Tenun TTU Masuk Mulok & Tercatat di Kemenkumham

    Kristiana Muki Dorong Tenun TTU Masuk Mulok & Tercatat di Kemenkumham

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-T.T.U, Garda Indonesia | Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai NasDem, Kristiana Muki, S.Pd., M.Si. mendorong agar kain tenun asal Timor Tengah Utara (T.T.U), lebih ditonjolkan dan diangkat sebagai kekayaan luar biasa. “Jangan sampai besok sampai ke depannya ada yang mengklaim tenun T.T.U,” ucapnya kepada Garda Indonesia dalam sesi wawancara eksklusif pada akhir Juni […]

  • Gubernur NTT Sembuh Covid-19, Julie Laiskodat : 1 Februari ke Kupang

    Gubernur NTT Sembuh Covid-19, Julie Laiskodat : 1 Februari ke Kupang

    • calendar_month Kam, 28 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | “Puji Tuhan, Terima kasih Tuhan telah menyembuhkan suamiku tercinta❤️” sebuah qoutes dikirim oleh istri Gubernur NTT, Julie Sutrisno Laiskodat dalam pesan whatsapp kepada Garda Indonesia pada Kamis petang, 28 Januari 2021 yang menggambarkan kondisi kesehatan terkini dari Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR […]

  • Presiden Jokowi Beli Buah Srikaya di Pasar Inpres SoE TTS

    Presiden Jokowi Beli Buah Srikaya di Pasar Inpres SoE TTS

    • calendar_month Kam, 24 Mar 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Loading

    SoE, Garda Indonesia | Presiden Republik Indonesia Ir. Jokowi Widodo melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meninjau langsung program percepatan penurunan angka stunting bertempat di Kesetnana pada Kamis, 24 Maret 2022. Dari Kesetnana beralih ke Pasar Inpres SoE untuk menyerahkan bantuan tunai kepada pedagang. Presiden RI […]

  • Jokowi Tegas Instruksikan Relawan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

    Jokowi Tegas Instruksikan Relawan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Loading

    Jokowi menyebut, alasan dirinya menegaskan kembali hal tersebut karena ada pertanyaan dari relawan mengenai sikapnya terhadap masa depan kepemimpinan nasional.   Jakarta | Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait arah dukungan politik relawannya. Ia menegaskan bahwa sejak awal memang telah menyampaikan secara langsung kepada para relawan agar mendukung pemerintahan Presiden Prabowo […]

expand_less