Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Anak dan Perempuan » Menteri PPPA : Bijak Berinternet, Hak Anak Terpenuhi Namun Tetap Terlindungi

Menteri PPPA : Bijak Berinternet, Hak Anak Terpenuhi Namun Tetap Terlindungi

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 21 Jul 2020
  • visibility 156
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menekankan pentingnya peran orang tua mendampingi anak dalam mengakses internet. Apalagi pada masa pandemi Covid-19 ini, internet menjadi kebutuhan bagi anak dalam melaksanakan kegiatan belajar dari rumah.

“Perlindungan dan pemenuhan hak anak harus diwujudkan kapan saja dan di mana saja tidak terkecuali di dalam internet. Tugas kita semua untuk memastikan dan memberikan ruang aman, nyaman dan ramah bagi anak,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga dalam Webinar ‘Keluarga Tangkas Berinternet’, pada Selasa, 21 Juli 2020 kerja sama Kementerian PPPA dengan Google Indonesia.

Menteri Bintang menambahkan, berbagai upaya perlindungan harus dilakukan untuk mewujudkan ruang digital aman bagi anak. Oleh karena itu, Menteri Bintang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan proteksi diri anak agar mereka dapat memanfaatkan internet dengan bijak.

“Bagi orang tua, dampingilah anak-anak selama berinternet jadikan mereka partner diskusi yang setara dengan kita sehingga mereka memahami sisi positif dan negatif dari internet. Bagi para guru, manfaatkanlah teknologi internet dengan sebaik-baiknya sebagai sarana interaksi dan edukasi. Bagi anak-anak, selalu akses konten yang bermanfaat sesuai dengan usia kalian, jika merasa bingung atau ragu segeralah bertanya kepada orang tua atau guru kalian,” pinta Menteri Bintang.

Kementerian PPPA melalui Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi mengingatkan kemungkinan anak dengan atau tanpa sengaja mengunggah konten/gambar/video secara tidak langsung dapat meningkatkan kerentanan anak menjadi korban eksploitasi, salah satunya eksploitasi seksual online. Oleh karena itu, orang tua dan anak juga perlu mewaspadai potensi eksploitasi dan kekerasan pada anak terutama selama masa pandemi Covid-19.

Sejalan dengan pernyataan Menteri Bintang, Aktor, sekaligus Ayah dari 3 anak Darius Sinathrya dalam webinar juga menyatakan jika kunci utama pengawasan anak terhadap internet terletak pada orang tua.

Webinar ‘Keluarga Tangkas Berinternet’, pada Selasa, 21 Juli 2020 kerja sama Kementerian PPPA dengan Google Indonesia

“Menurut saya, peran orang tua sangatlah penting untuk mengajak anak berdialog secara terbuka, memberikan pemahaman untuk lebih bijak dalam berinternet; agar mereka pun bisa lebih mandiri, lebih jeli ketika berinternet, terlindungi dan tetap mendapatkan manfaat internet secara optimal. Apalagi di masa transisi ke ‘new normal’ seperti saat ini. Inilah saatnya kita bagi orang tua untuk mulai menerapkan kebiasaan digital yang baik,” Jelas Darius.

Di sisi lain, Kepala Kebijakan Publik dan Hubugan Pemerintah, Google Indonesia, Putri Alam menyebutkan keamanan dalam berinternet pada anak menjadi salah satu kekhawatiran orang tua saat ini. Apalagi di masa pandemi Covid-19, anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengakses internet.

“Internet membuka banyak peluang bagi anak untuk bermain, belajar dari rumah, bersosialisasi dan berkreativitas. Namun, tidak dipungkiri situasi ini juga membuat anak-anak rentan terhadap risiko keamanan online yang bahkan sering juga menimpa orang dewasa. Berdasarkan riset Report Digital Webbeing for Families yang buat Google bersama Fluent sebanyak 83 persen orang tua khawatir anak terpapar konten yang tidak layak atau negatif saat menggunakan teknologi digital,” jelas Putri.

Merasakan kekhawatiran yang serupa, Creator Generation Siberkreasi dan Co-founder ParenTalk, Nuca Bachri menghimbau kepada orang tua meningkatkan kewaspadaan dan lebih kritis terhadap informasi yang ada di internet.

“Jaman sekarang itu dibutuhkan critical thinking (berpikir kritis), di mana kita harus mengasah sifat-sifat kritis kita. Kita harus punya keraguan dan beberapa layer pertanyaan untuk memastikan konten yang kita akses bermanfaat dan aman bagi kita atau tidak. Critical thinking membuat kita lebih berhati-hati terutama untuk menjaga dan melindungi anak,” ujar Nuca.

Guna meningkatkan keamanan anak berselancar di internet, Kepala Hubungan Publik Asia Tenggara, Ryan Rahardjo membagikan beberapa tips. “Tips nomor satu yang harus kita jaga adalah kata sandi, kedua kita juga tetap harus hati-hati terhadap pesan yang sering sekali meminta informasi pribadi, dan ketiga jangan memberikan data pribadi orang lain tanpa izin orang tersebut,” ujar Ryan. (*)

Sumber berita dan foto (*/Publikasi dan Media Kementerian PPPA)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merawat Akal Sehat dalam Berdemokrasi

    Merawat Akal Sehat dalam Berdemokrasi

    • calendar_month Ming, 6 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Muhammad Syukur Mandar, S.H., M.H. Jakarta, Garda Indonesia | Indonesia adalah bangsa besar, bangsa yang merdeka dari kekuatan rakyat, direbut dengan tumpahan darah dan jiwa juang yang tinggi oleh para pahlawan di medan laga tanpa pamrih. Kini usia bangsa tak lagi muda, meski segenap agenda kebangsaan yang tersirat dalam falsafah pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, […]

  • BPBD Kota Kupang Latih Masyarakat & Aparatur Tangguh Bencana

    BPBD Kota Kupang Latih Masyarakat & Aparatur Tangguh Bencana

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, menghelat pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana bagi masyarakat dan aparatur pada 5—6 September 2024. Mengambil tempat di Neo El Tari Kupang, pelatihan pra-bencana ini dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Yanuar Dally mewakili Penjabat Wali Kota Kupang. Elemen masyarakat yang dilibatkan pada pelatihan ini untuk peningkatan […]

  • NTT : Negeri Tergantung Tindakan

    NTT : Negeri Tergantung Tindakan

    • calendar_month Ming, 30 Jan 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Loading

    Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) genap berusia 63 tahun pada 20 Desember 2021. Peringatan HUT ke-63 provinsi yang memiliki 1.192 pulau dan 72 bahasa daerah yang dinahkodai oleh Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wakil Gubernur Josef Nae Soi ini, mengusung tema “Dengan Bekerja Keras dan Cerdas, Kita Wujudkan NTT Tangguh, NTT Tumbuh Menuju NTT Bangkit, […]

  • Musuh Pancasila adalah Manipulator Agama!

    Musuh Pancasila adalah Manipulator Agama!

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Bukan agama yang jadi musuh Pancasila. Tapi manipulasi terhadap agamalah yang jadi musuh Pancasila. Itu jelas. Tak perlu dipolemikkan, atau dipolitisir. Buang tenaga dan buang waktu saja. Realitas politik belakangan ini menunjukkan fakta bahwa isu agama adalah komoditi paling murah (gampangan) untuk menyulut emosi massa. Ada dua permasalahan di sini. Pertama, […]

  • Proyek Strategi Nasional PLTU Timor 1 Uji Sistem

    Proyek Strategi Nasional PLTU Timor 1 Uji Sistem

    • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | PT PLN (Persero) melalui PLN UIP NUsra melakukan pengujian sistem pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Timor 1 berlokasi di Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengujian sistem ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Timor, menopang kebutuhan listrik Pulau Timor, serta menambah daya mampu sistem Timor. Keberhasilan pengujian PLTU […]

  • Milenial NTT Berdiskusi, Tantangan dan Peluang di Tahun 2021

    Milenial NTT Berdiskusi, Tantangan dan Peluang di Tahun 2021

    • calendar_month Ming, 3 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna menjawab tantangan dan peluang di tahun 2021, Rumah Milenial Indonesia wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menghelat diskusi online pada Sabtu, 2 Januari 2021 dengan tema, “Tantangan dan Peluang di Tahun 2021.” Menjadi pemateri dalam diskusi tersebut adalah Sahat M. P Sinurat, Pendiri Rumah Millenial Indonesia, Sahat. M.P Sinurat; Aktivis dan […]

expand_less