Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Mitigasi Bencana dan Resiliensi Berkelanjutan di NTT

Mitigasi Bencana dan Resiliensi Berkelanjutan di NTT

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
  • visibility 153
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Uly Jonathan Riwu Kaho, Agustina Etin Nahas, Yosep Lawa, Petronella S. Nenotek–Mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan Program Doktor, Universitas Nusa Cendana

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provisi Nusa Tenggara Timur telah menghelat debat publik kedua antar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Nusa Tenggara Timur dalam pilkada serentak tahun 2024 pada Rabu malam, 6 November 2024 di Auditorium Universitas Nusa Cendana.

Debat publik kedua ini mengusung tema: “Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat NTT Yang Berkeadilan Dan Inklusi” yang dipandu oleh Ariyo Ardi dan Anisha Dasuki. Debat publik bertujuan untuk menyebarluaskan profil visi dan misi serta program kerja pasangan calon serta memberikan informasi-informasi secara menyeluruh kepada masyarakat.

Semua paslon sudah menyampaikan visi, misi dan rencana program sebagai implementasi visi dan misinya terkait pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan terutama yang terkait dengan persoalan lingkungan. Faktanya bahwa wilayah NTT merupakan wilayah dengan potensi risiko bencana alam hidrometeorologi dan bencana geologi.

Berdasarkan data BNPB, sepanjang tahun 2023 kejadian bencana alam di wilayah NTT berada pada kelompok sedang dengan kejadian bencana antara 50–100 kejadian bencana alam. Dampak bencana alam di NTT ini memiliki dampak dan dampak turunan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakatnya. Dampak akibat bencana alam, antara lain dampak ekonomi dan sosial seperti kerugian sekitar Rp3,4 triliun atau 3/5 pendapatan asli daerah (PAD) NTT per satu tahun, fasilitas umum dan publik rusak, terjadinya korban hilang dan korban jiwa, meningkatnya angka kemiskinan dan konflik sosial. Terjadinya kelangkaan bahan makanan dan angka inflasi yang tinggi. Dampak kesehatan dan keamanan, di mana tingginya angka stunting dan rendahnya kualitas kesehatan anak dan perempuan pada daerah-daerah bencana.

Dampak turunan akibat bencana alam seperti layanan pasokan listrik yang terganggu, layanan perbankan yang tidak berjalan normal, konektivitas layanan transportasi yang tidak berjalan, layanan komunikasi dan jaringan internet yang terputus, layanan stok dan pengisian BBM yang terganggu, kelangkaan dan naiknya harga pasar bahan-bahan pokok di pasar dan lain sebagainya.

Terkait kondisi ini, maka sebagaimana tema debat kedua bagi paslon calon gubernur dan wakil gubernur NTT, maka ada beberapa hal menarik dan mendasar jika dilihat dari rencana strategis yang disampaikan, terkhusus pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan terkait dengan isu-isu lingkungan di NTT.

1. Persoalan lingkungan merupakan persoalan yang harus dilihat sebagai suatu yang bersifat menyeluruh dan komprehensif serta inklusif dan tidak bersifat parsial saja. Penyebab, dampak dan upaya penanggulangan tidak hanya melibatkan satu atau dua pihak tetapi melibatkan semua pihak di dalamnya.

2. Upaya mitigasi dan penanggulangan terhadap risiko bencana perlu dibangun dalam konsep dan paradigma kolaboratif semua pihak. Kolaborasi pentahelix baik itu pemerintah, akademisi, dunia usaha/industri, LSM, masyarakat dan komunitas serta media harus bersama dalam upaya menghadapi bahaya bencana alam. Kolaborasi ini sebagai bentuk bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk menciptakan sistem penanggulangan bencana yang inovatif, lebih efektif dan berkelanjutan.

3. Apa yang disampaikan oleh ketiga paslon sesungguhnya sudah baik, namun belum secara tegas dan rinci bahwa strategi pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan sesungguhnya adalah sebuah resiliensi masyarakat NTT dengan kolaborasi pentahelix sebagai kemampuan semua pihak untuk bertahan dan tangguh dalam menghadapi situasi yang sukar dan sulit karena kondisi lingkungannya. Resiliensi terkait dengan bagaimana mitigasi dan ketangguhan dalam pengurangan risiko bencana (PRB) dan adaptasi perubahan iklim (API) Dalam gambarannya sebagai berikut :

4. Pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan di NTT adalah upaya untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat, termasuk yang paling terpinggirkan, mendapatkan manfaat dari pembangunan. Ini mencakup berbagai aspek seperti akses terhadap layanan dasar, kesempatan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Ada beberapa isu-isu lingkungan yang perlu dicermati oleh masing-masing paslon, sehingga tidak salah dalam mengambil kebijakan dan langkah strategis dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berkeadilan dan inklusi

1. Deforestasi dan degradasi lahan adalah masalah besar di NTT yang berdampak pada kerusakan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan. Upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan sangat penting untuk mengurangi kerusakan ini.

2. Pencemaran air: pencemaran air oleh limbah domestik dan industri dapat berdampak negatif pada kesehatan masyarakat dan ekosistem. Pengelolaan limbah yang baik dan teknologi pengolahan air yang ramah lingkungan adalah solusi penting.

3. Perubahan Iklim: menyebabkan gangguan cuaca yang ekstrem, seperti banjir dan kekeringan, yang berdampak pada pertanian dan kesejahteraan masyarakat. Adaptasi terhadap perubahan iklim dan mitigasi emisi gas rumah kaca adalah prioritas utama.

Pendekatan Pembangunan Inklusif

1. Penguatan kapasitas institusi: penguatan kapasitas institusi lokal untuk mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan dan inklusif sangat penting.

2. Partisipasi aktif masyarakat: melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan dapat memastikan bahwa kebutuhan dan aspirasi masyarakat terpenuhi.

3. Kebijakan lintas sektor: integrasi kebijakan lintas sektoral yang memperhatikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat menciptakan pembangunan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

4. Desiminasi informasi masyarakat melalui media (Dismas) baik media cetak, elektronik dan online. Digitalisasi membuat industri media massa di Indonesia mengalami pemusatan. Digitalisasi membuka peluang bagi warga biasa menyuarakan kepentingan dan memperjuangkan perubahan. Pers wujud kedaulatan rakyat dan pers nasional sebagai wahana komunikasi dan penyebar informasi.

5. Pengurangan risiko bencana (PRB) inklusif. Langkah ini dengan memperhatikan masyarakat/komunitas berkebutuhan khusus dan/atau penyandang disabilitas berupa mitigasi, peta rawan bencana, sinyal kesiapsiagaan bencana, edukasi, penyuluhan dan peningkatan kesadaran wilayah rawan bencana, dan elaborasi dan diseminasi dini informasi bencana

Dengan pendekatan yang tepat, pembangunan inklusif yang merata dan berkeadilan di NTT, dapat membantu mengatasi berbagai tantangan lingkungan lahan kering yang cukup ekstrem, kemampuan resiliensi semua pihak (pentahelix) terhadap PRB dan API dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTT.(*)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tes DNA Bareskrim, Ayah Anak Lisa Mariana Bukan Ridwan Kamil

    Tes DNA Bareskrim, Ayah Anak Lisa Mariana Bukan Ridwan Kamil

    • calendar_month Kam, 21 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Sampel diambil pada tanggal 7 Agustus 2025 di Bareskrim Polri, dengan prosedur pengambilan dilakukan di ruangan terpisah. Uji dilakukan terhadap tiga sampel: RK, Lisa Mariana, dan CA.   Jakarta | Bareskrim Polri akhirnya mengumumkan secara resmi hasil uji DNA dalam perkara yang menyeret nama mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (RK), dan mantan model Lisa […]

  • Banyak Kasus Balita Gizi Buruk, Dinkes Kota Kupang Garap Program PGBT & PIS-PK

    Banyak Kasus Balita Gizi Buruk, Dinkes Kota Kupang Garap Program PGBT & PIS-PK

    • calendar_month Rab, 23 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dinas Kesehatan Kota Kupang gencar menggarap program PGBT (Penanganan Gizi Buruk Terpadu) dan PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Dengan adanya dua program ini, kasus balita gizi buruk dan stunting makin banyak ditemukan. Maka, kasus balita gizi buruk dan stunting di Kota Kupang juga semakin banyak yang terdata. Demikian […]

  • Presiden Jokowi Imbau Beri Dukungan dan Hormati Hak Pribadi Pasien Korona

    Presiden Jokowi Imbau Beri Dukungan dan Hormati Hak Pribadi Pasien Korona

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk turut mendoakan dan memberi dukungan bagi dua warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya telah dinyatakan positif terjangkit virus korona. Keduanya kini tengah menjalani perawatan secara intensif sesuai dengan standar protokol kesehatan WHO. Baca juga : http://gardaindonesia.id/2020/03/02/dua-wni-positif-virus-corona-presiden-jokowi-tegaskan-keseriusan-pemerintah/ “Saya mengajak marilah kita berdoa agar dua saudara kita […]

  • Terulang Lagi, 3 TKI Ilegal Meninggal Dunia

    Terulang Lagi, 3 TKI Ilegal Meninggal Dunia

    • calendar_month Kam, 28 Jun 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Loading

    NTT, gardaindonesia.id – Terulang Lagi, 3 (tiga) Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT meninggal dunia. Ketiga TKI/ PMI tersebut tidak terdata di BP3TKI Kupang. Plt Kepala BP3TKI Kupang, Siwa, SE, menjelaskan bahwa 3 TKI Ilegal yang meninggal tersebut yakni Marina Polin asal Kab Rote Ndao, Yonis Dethan asal Kab Rote […]

  • Ketua DPRD Kota Kupang Bicara SARA Provokatif, PADMA Indonesia Bereaksi

    Ketua DPRD Kota Kupang Bicara SARA Provokatif, PADMA Indonesia Bereaksi

    • calendar_month Sab, 29 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Beredarnya suara rekaman di media sosial (medsos) dan berita terkait ujaran kebencian dan SARA di Provinsi NTT yang diduga dilontarkan oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yezkial Loudoe terkait aksi dan mosi tidak percaya kepadanya, wajib segera diredam dan diselesaikan bukan dibiarkan meluas dan liar di medsos. Demikian ditegaskan oleh Gabriel Goa, […]

  • Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Undur Diri dari Utusan Khusus Presiden

    Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Undur Diri dari Utusan Khusus Presiden

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Pendakwah Miftah Maulana Habiburahman alias Gus Miftah memutuskan mengundurkan diri dari jabatan utusan khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan usai viral mengolok-olok penjual es teh. Gus Miftah, tokoh agama karismatik ini secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya pada konferensi persnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Sieman, Yogyakarta pada Jumat, […]

expand_less