Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Moeldoko: “Tanpa Kaum Nasionalis, Negara Ini Bisa Ambruk”!

Moeldoko: “Tanpa Kaum Nasionalis, Negara Ini Bisa Ambruk”!

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
  • visibility 144
  • comment 0 komentar

Loading

Jakarta, Garda Indonesia | Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan, tanpa peran dan keterlibatan kaum nasionalis, Negara Indonesia yang dibangun dengan susah payah bisa ambruk. Demikian dinyatakan Moeldoko dalam Dialog Peradaban Bangsa Nasionalis, Islam, dan TNI yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Alumni GMNI di Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

Hadir sebagai narasumber selain Moeldoko antara lain adalah Ketua Umum Perhimpunan Alumni GMNI Ahmad Basarah, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jenderal PB Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti.

Mengambil tema “Siapa Melahirkan Republik Harus Berani Mengawalnya”, dalam dialog tersebut mantan Panglima TNI 2013—2015 itu menjelaskan bagaimana peran dan fungsi TNI sejak republik ini menyatakan kemerdekaannya, dimana kekuatan-kekuatan bersenjata yang dahulu tergabung dalam laskar-laskar kemudian diorganisasikan dan dikelola secara profesional.

“Kehadiran tentara melalui proses yang panjang. Tanggal 22 Agustus 1945, lahirlah Badan Keamanan Rakyat. Barulah pada tanggal 5 Oktober 1945 berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat. Pada saat itu sudah menyebut istilah tentara,” ujar Moeldoko. Di kemudian hari, tanggal 5 Oktober dirayakan sebagai Hari TNI.

Perubahan dan sejarah panjang tentara, papar Moeldoko, sudah dimulai sejak merdeka sampai dengan era reformasi, dan terus beradaptasi dengan perkembangan politik dan keamanan. Termasuk dalam geopolitik pada zaman masing-masing.

Moeldoko mengatakan, selain tentara, komponen lain yang juga menopang pendirian republik adalah kalangan nasionalis dan kalangan agamawan, terutama kelompok Islam. Ia menyebutnya sebagai 3 (tiga) serangkai yang menjadi penjuru sekaligus pendobrak bagi lahirnya bangsa dan negara Indonesia.

Bagaimana dengan posisi kaum nasionalis? Moeldoko menegaskan, “Ini negara kalau nggak ada kaum nasionalis, bisa ambruk. Akan belok ke kanan dan ke kiri. Posisi nasionalis inilah yang membuat bangsa ini tetap bertahan di tengah-tengah.”

Moeldoko meyakini, tiga kekuatan utama, yakni tentara, kaum agamawan terutama Islam, dan kelompok nasionalis masih tetap eksis. Kolaborasi atas tiga komponen itulah yang akan membuat bangsa ini tetap bertahan.

Banyak negara gagal di tengah jalan, ketika sebuah bangsa bergerak dari sistem totaliter ke demokratis. Sebuah negara yang ingin bergeser menegakkan demokrasi atau menuju demokrasi, cenderung abai dalam hal stabilitas. Tapi negara yang masih bertahan dengan kekuatan militer juga bahaya ketika ingin mengubah pendulum ke sebuah negara demokratis.

Indonesia adalah contoh yang baik, ketika ada pergeseran dari sebuah sistem totaliter menuju sistem yang demokratis. “Ketika saya menjadi Panglima TNI, saya menyadari betul, bagaimana harus menjaga antara stabilitas dan tuntutan demokrasi,” katanya. (*)

Sumber berita (*/Tim IMO Indonesia)
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kesehatan Lingkungan Jadi Perhatian Utama Gereja Bait El Penfui Kupang

    Kesehatan Lingkungan Jadi Perhatian Utama Gereja Bait El Penfui Kupang

    • calendar_month Sab, 23 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Mewaspadai wabah demam berdarah dan memberikan edukasi tentang kesehatan lingkungan kepada masyarakat dan jemaat Gereja Bait El Kampung Baru Penfui Kupang, maka memasuki Minggu Pra Paskah Keempat, Panitia Hari Raya Gerejawi (PHRG) mengadakan senam bersama, pemeriksaan kesehatan, sosialisasi dan penyuluhan dan aksi bersih lingkungan pada Sabtu/23 Maret 2019 pukul 06.00 WITA—selesai […]

  • Presiden Jokowi : Kita Harus Bersatu Lawan Terorisme

    Presiden Jokowi : Kita Harus Bersatu Lawan Terorisme

    • calendar_month Sab, 3 Apr 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada tempat bagi terorisme di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden menanggapi aksi terorisme yang terjadi di area Markas Besar Polri, pada Rabu, 31 Maret 2021. “Saya tegaskan sekali lagi tidak ada tempat bagi terorisme di Tanah Air!” tegas Presiden dalam sambutannya saat meresmikan jalan tol […]

  • Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam PEMILU 2019

    Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam PEMILU 2019

    • calendar_month Sen, 27 Agu 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id – Dalam rangka meningkatkan 30% angka keterwakilan perempuan di bidang legislatif pada pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menyelenggarakan acara Penguatan Kapasitas Perempuan Calon Legislatif pada Pemilu 2019. Acara ini bertujuan meningkatkan kualitas serta semangat kaum perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional, khususnya di bidang […]

  • KPK OTT Rektor Universitas Lampung, Ada Uang, Emas & Deposito 4,4 Miliar

    KPK OTT Rektor Universitas Lampung, Ada Uang, Emas & Deposito 4,4 Miliar

    • calendar_month Ming, 21 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | KRM, Rektor Universitas Lampung (UNILA) periode 2020—2024, HY Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Lampung, MB Ketua Senat Universitas Lampung, BS Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Universitas Lampung, ML Dosen 6, HF Dekan fakultas Teknik Universitas Lampung, AT Ajudan KRM, dan AD Swasta; terciduk operasi tangkap tangan (OTT) dari Komisi […]

  • Bimtek Tingkat Pemahaman ASN Terkait Informasi Hukum Bagi ASN Pemkot Kupang

    Bimtek Tingkat Pemahaman ASN Terkait Informasi Hukum Bagi ASN Pemkot Kupang

    • calendar_month Kam, 17 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Dalam rangka menjamin terciptanya pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum yang terpadu dan terintegrasi di berbagai instansi pemerintah dan instansi lainnya, Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Hukum Setda Kota Kupang menggandeng Badan Pembina Hukum Nasional (BPHN) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek). Kegiatan bimtek tersebut ditujukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah […]

  • Transfer Keahlian Bertaman, Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Tata Taman

    Transfer Keahlian Bertaman, Biro Umum Setda NTT Helat Lomba Tata Taman

    • calendar_month Sen, 30 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Guna diperoleh transformasi keahlian bertaman bagi para aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga honorer Biro Umum Setda NTT, maka dihelat Lomba Penataan Taman Gedung Sasando Kantor Gubernur NTT di Jalan El. Tari, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Tujuan utamanya untuk transformasi pengetahuan, ketrampilan, dan kemampuan mengelola taman,” urainya Plt. […]

expand_less