Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Momen Indah, Bakti Kemenkumham NTT di Oepoli—Batas RI dan Timor Leste

Momen Indah, Bakti Kemenkumham NTT di Oepoli—Batas RI dan Timor Leste

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
  • visibility 109
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Roni Banase

Melesitkan bayangan tentang seperti apa suasana perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di beberapa titik lokasi dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah bergelayut dalam benak saya sejak dahulu, seiring dengan berbagai pemberitaan tentang aktivitas ekonomi, sosial dan budaya antara dua negara yang bertalian saudara dalam satu daratan di Pulau Timor yang memiliki luas 30.777 km2 tersebut.

Negara Timor Leste sendiri memiliki luas 15.007 km2 telah menyisihkan setengah (1/2) luas Pulau Timor yang terdapat 1 (satu) kota dan 5 (lima) kabupaten yang mana Kabupaten Kupang memiliki luas daerah terbesar yakni 5.526 km2 (1/3 luas daratan Timor tanpa Timor Leste) termasuk di dalamnya Oepoli, daerah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Saya pun memperoleh kesempatan menelisik Oepoli dari Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT, Marciana Dominika Jone saat kami dengan beberapa teman media ikut dalam Idul Qurban 1443 H. Sosok Kakanwil Perempuan Pertama di Kemenkumham NTT tersebut pun mengungkapkan bahwa akan melaksanakan bakti sosial pada 6—8 Agustus 2021.

Namun, memasuki akhir Juli 2021, kami diinformasikan lebih awal bahwa kegiatan yang mengusung tema “Kumham Peduli Kumham Berbagi” dilaksanakan secara serempak di seluruh perbatasan pada Kamis, 29 Juli 2021 bersama Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly.

Lalu, kami dibagi atas beberapa tim yang ditugaskan untuk melakukan bakti sosial Kemenkumham Provinsi NTT.  Awalnya saya diberikan lokasi di Napan lokasi perbatasan di Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), daerah asal mula nenek moyang atau buyut kami (ayah saya berasal dari TTU dan memiliki saudara tersebar di Bikomi dan Miomaffo). Namun, saya pun mengubah lokasi ke Oepoli dengan beberapa pertimbangan dan permintaan pindah lokasi ke Kakanwil Kemenkumham Provinsi NTT.

Dan, bersyukur permintaan saya pun diterima oleh Ibu Kakanwil Merci Jone yang bertugas di perbatasan Kabupaten Belu (sambil tak hentinya membayangkan seperti suasana di Oepoli), kami pun bertolak menuju ke Oepoli pada Rabu pagi, 28 Juli 2021 bersama Kadiv Administrasi Kemenkumham NTT, Garnadi dan tim menuju ke Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang yang kini dapat menikmati listrik 24 jam tanpa henti berkat peningkatan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) (dan berkat kerja keras dan cerdas dari GM PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko dan tim).

Anak sekolah di Oepoli berjalan kaki di terik matahari menempuh perjalanan pulang berkilo-kilo meter dari sekolah ke rumah masing-masing

Bertolak dari Kota Kupang pada pukul 09.00 WITA, dan tiba sekitar pukul 20.30 WITA (hampir 12 jam perjalanan menggunakan mobil Sport Utility Vehicles diesel, 2,7L 4-silinder, lumayan membuat saya sempat mabuk perjalanan kemudian memutuskan berhenti sejenak di Eban, Kecamatan Miomaffo Barat (perjalanan kami ke Oepoli melalui Kefa Ibu Kota Kabupaten Timor Tengah Utara).

Menyusuri jalanan perpaduan aspal dan pengerasan, berlubang, terjal, dan terdapat material batu dan pasir termasuk melintasi beberapa sungai membuat tubuh kami terguncang, meski menggunakan mobil dengan suspensi shockbreaker KYB. Namun, perjalanan panjang setengah hari membuat kami terpesona atas suguhan view ‘pemandangan alam’ dan udara sejuk saat melintasi padang sabana di Bikomi dan Miomaffo dan sempat melintas di antara dua excavator yang sementara membelah bukit.

Satu momen yang bakal tak terlupakan saat kami merasa lapar, penat, dan memutuskan mampir sejenak beristirahat dan menikmati suguhan mie rebus pakai telur di rumah Mama Ima Fallo  di Dusun 4, Desa Netemnanu Selatan, Kecamatan Kupang Timur. Kemudian momen menarik datang menghampiri saat mie rebus panas tiba dan terdapat potongan bungkus plastik bumbu di dalamnya.

Pak Garnadi pun dengan suara setengah berbisik ke saya lalu berkata, “Loh, kok ada ini di dalam mie?” lalu saya saat sementara ingin mengambil sedikit porsi mie rebus pun dengan segera mengangkat potongan plastik bumbu tersebut sambil tersenyum ke Diana (Sekretaris Kadivmin), Nanda (Humas Kemenkumham NTT) dan Maksi Bukifan dari Kanim Kupang (driver dadakan karena tahu alur perjalanan menuju ke Oepoli).

Udara dingin disertai embusan angin malam segera mendinginkan mie rebus panas tersebut, namun dengan segera kami melahapnya. Dan alam pun menyuguhkan bagi kami hamparan bintang berkilau indah di Desa Netemnanu Selatan yang belum memiliki listrik, meski masyarakat telah menyetorkan uang masing-masing senilai 1,9 juta kepada Kepala Desa sejak Maret 2021 (ungkapan Mama Mia Fallo kepada saya dan Maksi Bukifan menggunakan Bahasa Dawan Timor).

Setibanya di Oepoli, kami melewati Pos Oepoli Sungai (sungai yang menjadi sengketa batas Indonesia dan Timor Leste) kemudian langsung menuju ke Pos Oepoli Kantor Imigrasi Kelas I Kupang, di sana telah ada beberapa staf Kanim Kupang termasuk Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Ketsia S. P. M. Lanoe., S.H., M.H. sementara mengemasi bingkisan bakti Kemenkumham NTT kepada masyarakat Desa Netemnanu Utara.

Kadiv Administrasi Kemenkumham Provinsi NTT, Garnadi, Maksi Bukifan (dari Kanim Kupang), dan warga Fatumnasi saat di sabana dengan ternak kuda mereka

Usai sedikit membantu persiapan giat Kumham Peduli dan Kumham Berbagi, kemudian kami menginap di beberapa rumah warga (di Oepoli belum ada penginapan apalagi hotel), saya dan beberapa staf Kanim Kupang dan Kanwil Kemenkumham mendapat tempat istirahat malam di rumah Sandri Kameo, Honorer yang menjaga dan mengurus Pos Oepoli.

Keesokan harinya pada Kamis, 29 Juli 2021 pukul 05.00 WITA saya pun terjaga dari tidur malam yang tak begitu nyenyak, lalu berjalan tanpa alas kaki menyusuri jalan batas negara Indonesia dan Timor Leste yang masih berupa jalan pengerasan, berdebu, dan berbatu hingga tiba di pos lintas batas negara (PLBN) Oepoli yang terhenti pengerjaannya terkait sengketa tapal batas.

Tepat pukul 08.00 WITA, kami beranjak menuju ke Pos Imigrasi Oepoli dan di sana sudah ada beberapa warga yang menunggu. Persiapan pun dilakukan dan pada pukul 08.30 WITA mulai melayani warga Desa Netemnanu Utara yang sekitar 90 persen berprofesi sebagai Petani. Tahapan Kumham Peduli dan Kumham Berbagi dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan ketat, termasuk di dalam bingkisan terdapat handsanitizer dan masker.

Beberapa warga desa yang menerima bingkisan Bakti Kemenkumham di Oepoli, Perbatasan Indonesia dan Timor Leste pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mereka. Seperti Bapak Vincensius Tabil yang tak mengetahui umurnya dan memiliki 6 (enam) orang anak.

“Terima kasih banyak, bantuan ini membantu kami,” ujar pria lanjut usia saat saya wawancarai.

Senada, Yakobus Lay (65 tahun) mengaturkan terima kasih, “Terima kasih,” ucapnya singkat sembari menjawab pertanyaan saya terkait hasil pertanian yang terasa kurang di tengah pandemi Covid-19.

Eforia Tim Kemenkumham Provinsi NTT saat rehat sejenak di Jembatan Aplal, usai giat Kumham Peduli dan Kumham Berbagi

Begitu pun dengan Mama Bertha Taeboko mengucapkan terima kasih. “Mama tak bisa bekerja lagi, Mama sakit,” ucap perempuan lanjut usia yang mengaku berusia di atas 60 tahun.

Termasuk Kakak Meriana Baisila (23 tahun) berprofesi sebagai Petani yang memperoleh informasi tentang Bakti Kemenkumham Provinsi NTT dari Ketua RT.10. “Kami bekerja sebagai Petani yang dapat merasakan bantuan dari Kemenkumham sangat bermanfaat dan kami mengucapkan terima kasih,” ujarnya kemudian membopong bingkisan berwadah tas plastik berwarna merah.

Foto (*/koleksi pribadi)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biomassa PLN di Tasikmalaya: Dikelola Masyarakat, Didukung Pemerintah

    Biomassa PLN di Tasikmalaya: Dikelola Masyarakat, Didukung Pemerintah

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Loading

    Tasikmalaya | Upaya PLN (Persero) melalui subholding PLN Energi Primer Indonesia dalam mengembangkan ekosistem biomassa yang berbasis ekonomi kerakyatan sukses memberdayakan masyarakat dan memperoleh dukungan Pemerintah. Usai sukses di Cilacap dan Gunung Kidul, PLN juga menerapkan program serupa di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Kamis, 26 September 2024. Penjabat Bupati Tasikmalaya, Yedi Rahmat optimistis program yang […]

  • Bersikap Tak Acuh,Kepala SMAN Kie Tuai Protes dari Guru,Komite & Dewan Pendiri

    Bersikap Tak Acuh,Kepala SMAN Kie Tuai Protes dari Guru,Komite & Dewan Pendiri

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Loading

    Kie-T.T.S, Garda Indonesia | Ketidakadilan terjadi di SMAN Kie Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Hal itu terjadi karena sikap Kepala Sekolah Yaner Benu, S.Pd. yang selalu mengambil kebijakan secara sepihak tanpa melalui pertimbangan yang matang, yang menyebabkan pengunduran diri dari tugas tambahan yang diemban oleh 3 orang guru. Selain itu, kekecewaan juga disampaikan oleh Dewan […]

  • Tiba di Abu Dhabi, Presiden Jokowi Langsung Lakukan Pertemuan Bilateral

    Tiba di Abu Dhabi, Presiden Jokowi Langsung Lakukan Pertemuan Bilateral

    • calendar_month Sen, 13 Jan 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Loading

    Abu Dhabi, Garda Indonesia | Setelah menempuh perjalanan sekitar 8 jam 15 menit dari Jakarta, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Abu Dhabi International Airport – Presidential Terminal, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Minggu, 12 Januari 2020 pukul 13.10 Waktu Setempat (WS) atau sekitar pukul 16.10 WIB. Setibanya di Bandara Abu Dhabi, Presiden […]

  • Urgensi Peningkatan Literasi Kemiskinan di NTT

    Urgensi Peningkatan Literasi Kemiskinan di NTT

    • calendar_month Kam, 27 Nov 2025
    • account_circle Yezua Abel
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh Yezua Abel, Statistisi pada BPS Kota Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah lama bergumul dengan masalah kemiskinan. Masih banyak daerahnya yang tertinggal, baik dari sisi akses maupun ketersediaan sumber daya. Singkatan NTT sering dipelesetkan menjadi ‘Nanti Tuhan Tolong”, atau “Nasib Tidak Tentu” meskipun saat ini sudah jarang terdengar. Posisi NTT di antara provinsi lainnya […]

  • Menteri Korupsi Lagi, Kapan Tim Kerja Presiden Dibenahi ?

    Menteri Korupsi Lagi, Kapan Tim Kerja Presiden Dibenahi ?

    • calendar_month Ming, 6 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Rudi S Kamri Satu lagi penjahat tumbang. Penjahat kemanusian yang rakus melalap hak kaum duafa, kaum masyarakat miskin yang sedang bertahan hidup dari serangan pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi. Menteri Sosial Yuliari Batubara ini memang masih tersangka di KPK, tapi entah saya Haqul Yaqin menteri kaya raya keturunan pengusaha ini pasti terlibat bancakan dana […]

  • Tahun 2022, KPK Selamatkan 63,9 Triliun Rupiah

    Tahun 2022, KPK Selamatkan 63,9 Triliun Rupiah

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan identifikasi dan mitigasi titik rawan korupsi, sebagai strategi pencegahan terjadinya korupsi terhadap penyelenggaraan pemerintahan Negara. Hal ini disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri dalam kegiatan konferensi pers akhir tahun atas kinerja dan capaian KPK Tahun 2022, di Gedung Merah Putih, pada Selasa, 27 Desember 2022. […]

expand_less