Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » MRS Kalah di Praperadilan: Tanda Rontoknya Dukungan Sang Dalang

MRS Kalah di Praperadilan: Tanda Rontoknya Dukungan Sang Dalang

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Rab, 13 Jan 2021
  • visibility 168
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Rudi S Kamri

Melihat nasib Muhammad Rizieq Shihab (MRS) saat ini dibanding dua bulan lalu seperti bumi dan langit atau perbandingan yang sangat mencolok 180 derajat. Saat tanggal 10 November 2020 lalu dia pulang dielu-elukan bak pahlawan. Konon katanya hari kepulangannya pun sengaja ‘di-setting’ bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Alih-alih seperti Ayatullah Khomeini yang pulang dari pengungsian dari Perancis untuk memimpin revolusi Iran, “keperkasaan” Rizieq Shihab ternyata hanya bertahan beberapa hari.

Tanggal 10—14 November 2020 kejemawaan MRS seperti over dosis. Dia liar tak terkendali. Presiden dihina, TNI dan Polri dilecehkan, malah mengancam memenggal kepala segala. Dia merajalela karena merasa dilindungi oleh “kelompok” bandar yang menjamin kebebasan dia untuk berbuat apa saja.

Tapi sang Bandar atau sang Dalang mulai kehilangan nyali saat negara yang direpresentasikan di awal oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman tampil garang menggergaji MRS dan FPl. Setelah itu, kewibawaan negara mulai berangsur bangkit pulih saat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mohammad Fadil Imran juga tampil menggebrak.

Duet maut Pangdam Jaya dan Kapolda Metro Jaya yang kompak membuat MRS dan FPl ciut nyali. Bahkan terkesan sang Dalang malah kabur mengumpet tinggal gelanggang meninggalkan RS dan kelompoknya. Skenario menggunakan RS sebagai proxy untuk menekan Pemerintah Pusat dan menebarkan bibit politik identitas dalam Pilkada Serentak 9 Desember 2020 gagal total. Bahkan RS berhasil tunduk takluk masuk meringkuk dalam tahanan. Dan tidak lama kemudian FPl sudah diumumkan sebagai ormas yang terlarang di negeri ini. Pengumuman pelarangan FPl adalah tanda kuat Negara hadir kembali melawan arogansi kelompok yang selama ini semena-mena.

Upaya MRS untuk mengajukan gugatan pra-peradilan atas status penahanan dan kasusnya pun pada Selasa, 12 Januari 2021 kandas di tangan hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal ini bisa dimaknai dengan kemenangan Negara atas angkara murka yang merajalela. Polri pun seolah di atas angin untuk semakin lebih percaya diri memorak-porandakan kekuatan RS dan kelompoknya.

Dengan nafas yang megap-megap, MRS masih berupaya menggugat Pemerintah melalui Mahkamah Konstitusi. Entah kaitannya apa. Tapi biarkan saja, bagi saya apa yang akan dilakukan RS dan kelompoknya hanya gertak sambal belaka. Mereka sudah tidak punya kekuatan lagi. Bahkan rekening mereka diblokir negara untuk pro yustisia pun mereka tidak mampu mencegah. Mereka hanya teriak tertinggal serak di media. Tapi seperti berteriak di ruang hampa. Tidak ada yang peduli.

Kini, MRS dan kelompoknya sudah menjadi barang rongsokan di mata Sang Dalang. Sudah tidak ada nilai lagi. Sudah dianggap tidak bisa digunakan sebagai kuda pacu untuk keperluan sang Dalang. Inilah politik. Saat masih punya potensi kekuatan, dipuja-puji dengan sebutan setinggi langit. Namun, pada saat sudah lunglai tak berdaya meringkuk dalam tahanan dan kekuatannya pun sudah ambyar hancur lebur, RS dan kelompoknya ditinggal begitu saja. Inilah ironi dalam realitas perpolitikan kita.

MRS dan kelompoknya sudah pernah saya bahas memang bukan kelompok berideologi terlalu tinggi. Mereka hanya kelompok pragmatis. Mereka hanya digunakan sebagai centeng atau kelompok penekan. Mereka hanya bergerak atas kehendak Sang Dalang.

Kini, ibaratnya mereka seperti wayang kulit yang kehilangan gapitnya, lunglai tak berdaya. Berserak ke sana kemari. Tapi, saya yakini mereka hanya sedang tiarap. Pada saat tersedia amunisi untuk menggerakkan mereka lagi, mereka bisa bangkit kembali dan bisa bergerak lagi. Entah kapan.

Negara harus waspada. Bukan hanya waspada kepada para wayang yang tengah menjadi gelandangan, tapi juga harus waspada terhadap kiprah Sang Dalang. Negara harus berani mematikan gerak Sang Dalang. Agar jangan kembali membuat kerusuhan dan kerusakan.(*)

*/Penulis merupakan pegiat media sosial

Foto utama (*/istimewa)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Jalan Dusun Halilulik A di Belu Dikerjakan

    Puluhan Tahun Menanti, Akhirnya Jalan Dusun Halilulik A di Belu Dikerjakan

    • calendar_month Rab, 8 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Penantian panjang selama bertahun-tahun dari segenap warga Dusun Halilulik A, Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya menemukan muaranya. Kini, jalan yang melintasi wilayah dusun itu sudah mulai dikerjakan. “Hari Ini sejarah baru dimulai di Dusun Halilulik A-Naitimu Manise. Terima kasih Bapak Willy Lay-Bapak Ose […]

  • Hari Ini Rabu 21 Nov 2018, Anggota Bali 9 Renae Lawrence Bebas

    Hari Ini Rabu 21 Nov 2018, Anggota Bali 9 Renae Lawrence Bebas

    • calendar_month Rab, 21 Nov 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Bali, gardaindonesia.id | Salah satu anggota Bali 9 yang luput dari hukuman mati, Renae Lawrance (41) hari ini dibebaskan, Rabu 21 November 2018. Lawrence menjalani pidana sejak 13 April 2006 hingga 21 November 2018. Sampai pembebasan dirinya, satu-satunya perempuan anggota Bali 9 ini menjalani pidana di Rutan Bangli. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM […]

  • Agenda Kerja Perdana Pj Gubernur NTT, Bertemu 3 Tokoh Agama

    Agenda Kerja Perdana Pj Gubernur NTT, Bertemu 3 Tokoh Agama

    • calendar_month Jum, 8 Sep 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 148
    • 2Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Penjabat Gubernur NTT, Ayodhia Kalake tiba di Kupang pada Kamis, 7 September 2023 sekitar pukul 13.05 WITA, usai ramah tamah bersama jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkompinda), ia langsung melakukan agenda kerja perdana, bersilahturahmi dengan 3 (tiga) tokoh agama. Sementara untuk tokoh agama Hindu dan Budha bakal dilakukan pada Jumat, 8 […]

  • Gubernur NTT Ajak Masyarakat Lakukan Diversifikasi Pangan

    Gubernur NTT Ajak Masyarakat Lakukan Diversifikasi Pangan

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, mengajak masyarakat untuk melakukan diversifikasi atau penganekaragaman pangan di kebun atau lahannya.Hal ini untuk menghindari ketergantungan pada salah satu pangan. “Kita harus melakukan diversifikasi atau penganekaragaman pangan. Kita berkewajiban mewujudkan penganekaragaman pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh kita, ” jelas Gubernur Viktor dalam sambutannya yang […]

  • NTT Panen Garam & Ikan Kerapu di Juni 2021, VBL Undang Menko Maritim

    NTT Panen Garam & Ikan Kerapu di Juni 2021, VBL Undang Menko Maritim

    • calendar_month Sel, 24 Nov 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) menerima audiens tim Kemenko Maritim dan Investasi di ruang kerjanya pada Selasa, 24 November 2020, VBL pun mengundang untuk ikut panen garam dan Ikan Kerapu bulan Juni 2021 di NTT. ” NTT merupakan salah satu Provinsi yang terkenal dengan hasil laut terbaik […]

  • Wisuda III UPG 1945 NTT, 335 Mahasiswa Transisi PGRI ke UPG Diwisuda

    Wisuda III UPG 1945 NTT, 335 Mahasiswa Transisi PGRI ke UPG Diwisuda

    • calendar_month Rab, 18 Des 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Sebanyak 335 mahasiswa yang percaya pada perubahan, mereka yang tetap teguh dalam proses migrasi Universitas PGRI ke UPG 1945 NTT, bakal diwisuda pada Sabtu, 21 Desember 2018 di Hotel Cahaya Bapa Kupang. Proses penomoran ijazah nasional bagi 335 calon wisudawan dari Kemenristek DIKTI telah diperoleh UPG 1945 NTT sesuai dengan Surat […]

expand_less