Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
  • visibility 190
  • comment 0 komentar

Loading

Mamboro adalah wilayah distrik kebudayaan terletak di Kabupaten Sumba Tengah, Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercermin dalam rupa dan praktik budaya seperti situs kampung adat tua Wawarongu, tutur bahasa Mamboro, upacara sakral Tauna Usu Manua, tradisi batu megalitik, dan pola kehidupan masyarakat kawasan pesisir Pantai Maloba.

Tradisi dan budaya di Mamboro cukup kuat mengakar di Pulau Sumba salah satunya karena sejarah Kerajaan Mamboro. Kerajaan Mamboro dikukuhkan oleh Korte Verklaring tanggal 28 September 1916. Banyak para raja yang kemudian memimpin Mamboro.

Sebelum tahun 1915, wilayah Bolubokat merupakan bagian Kerajaan Mamboro, namun kemudian digabung dengan Kerajaan Umbu Ratu Nggay. Kerajaan Mamboro sendiri mendapat tambahan wilayah Tana Righu yang semula merupakan Kerajaan Loura. Walau tokoh-tokohnya tetap memiliki pengaruh kuat di kalangan masyarakat, sebagaimana adanya mereka sebelum dikukuhkan sebagai raja oleh Belanda, namun wacana tentang kerajaan perlahan memudar seiring berakhirnya kekuasaan Belanda, terlebih lagi setelah terbentuknya pemerintahan kabupaten, di mana sebagian besar wilayah yang tadinya disebut kerajaan beralih bentuk menjadi Kecamatan Mamboro.

Pewarisan kebudayaan nilai filosofi, kajian arsitektur vernakular, tradisi megalitik dan pola kehidupan budaya Mamboro menjadi penting untuk diwariskan ke generasi sebagai bentuk identitas diri dan pelestarian kebudayaan. Transmisi tradisi dan budaya Mamboro merujuk pada proses bagaimana nilai-nilai, norma, pengetahuan, tradisi, dan aspek-aspek budaya lainnya disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya atau dari satu kelompok sosial atau etnis ke kelompok lain. Ini adalah cara di mana budaya Mamboro dipertahankan, berkembang, dan dilestarikan. Salah satunya juga dalam bentuk penyajian dan pengarsipan kolektif publik.

Penyajian kolektif publik mengacu pada praktik pengumpulan, penyimpanan, dan berbagi informasi, dokumen, atau pengetahuan yang dapat diakses oleh publik secara umum atau kelompok yang lebih luas. Ini adalah konsep yang berkaitan dengan transparansi, partisipasi publik, dan kolaborasi dalam pengumpulan dan berbagi informasi. Tentu hal ini dapat berdampak baik pada pewarisan nilai dan budaya Mamboro.

Namun, sebenarnya perlu usaha, kesadaran, inisiatif masyarakat itu sendiri. Partisipasi warga Mamboro dibutuhkan agar terciptanya ekosistem ruang interaktif, pengarsipan media, kajian literatur, penyebaran informasi budaya dan seni transmisi tradisi dan kebudayaan Mamboro ke khalayak umum untuk terus lestari. Dengan bantuan teknologi modern, penyajian dari transmisi budaya Mamboro lebih mudah untuk diterima oleh semua generasi di zaman sekarang dengan memanfaatkan fasilitas publik bersejarah dan terbuka.

Kehadiran teknologi turut membantu pengembangan dan penyajian ide-ide kreatif termasuk nilai-nilai seni dan budaya. Hal ini dikenal dengan seni media baru. Seni media baru adalah istilah yang merujuk pada karya seni yang dibuat menggunakan teknologi yang bentuknya cenderung hiperteks dan multimedia termasuk di antaranya adalah seni digital, grafika komputer, animasi komputer, seni virtual, seni interaktif, permainan video, dan percetakan 3 (tiga) dimensi.

Seiring berjalannya waktu, seni media baru terpengaruh oleh interaksi sosial dan budaya sehingga menciptakan media baru yang menjadi tempat interaksi berbagai macam nilai. Tentu dengan pemanfaatan seni media baru, sebuah tradisi dan budaya Mamboro dapat dipahami dengan mudah dan publik juga dapat merasakan pengalaman interaksi berbeda kombinasi seni, budaya dan teknologi.

Beralaskan itu, maka diinisiasi penyajian kolektif publik menggunakan seni media baru transmisi tradisi dan budaya Mamboro, dengan tajuk kegiatan “Numbu Mamboro”.

Numbu Mamboro (bahasa Sumba; artinya Tombak Mamboro) merupakan kegiatan upaya pelestarian transmisi tradisi dan budaya Mamboro dalam bentuk kolektivitas publik masyarakat Mamboro melalui pengumpulan arsip dokumentasi warga, penelitian filosofis, perekaman syair tutur lisan, penggambaran sketsa tradisi megalitik dan pola kehidupan budaya Mamboro dihadirkan kepada publik dalam bentuk penyajian seni media baru Pameran Numbu Mamboro.

Rangkaian Numbu Mamboro diawali dengan tahap pra produksi berupa program peningkatan kapasitas dan riset;  riset filosofis, pengumpulan arsip dokumentasi publik, perekaman syair tutur lisan budaya Mamboro, penggambaran sketsa kasar pola hidup dan tradisi batu megalitikum di Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah, lalu produksi berupa pengaryaan; penulisan kajian penelitian, mixing & mastering, pembuatan videografis animasi dan yang terakhir ialah ekshibisi yaitu pameran Numbu Mamboro dilakukan di Kupang dari Januari hingga Agustus 2024.

Numbu Mamboro akan dikerjakan oleh Adriana R.D.W Ngailu akrab disapa Adriana Ajeng yang tertarik pada seni visual, penelitian kajian budaya dan kerja manajerial. Dalam giat Numbu Mamboro, Adriana bekerja sama dengan para peneliti, komposer, animator, ilustrator, dan teknisi yang berbasis di Nusa Tenggara Timur.

Numbu Mamboro didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui pemanfaatan hasil kelola dana abadi kebudayaan program layanan produksi kegiatan kebudayaan kategori pendayagunaan ruang publik tahun 2023.(*)

Sumber (*Tim media oublikasi Numbu Mamboro)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semiotika Jokowi tentang ‘Wajah Berkerut’ & ‘Rambut Putih’

    Semiotika Jokowi tentang ‘Wajah Berkerut’ & ‘Rambut Putih’

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Calon pemimpin yang selalu mikirin rakyat ciri-cirinya – salah duanya – adalah ia yang: 1) wajahnya jadi berkerut-kerut dan 2) rambutnya memutih. Kata Jokowi di stadion GBK, 26 November 2022. Kalau yang masih ‘cling’ (alias mulus mengilat), mungkin lantaran orang itu gak pernah mikirin rakyat. Kerjanya cuma sibuk berdandan memoles penampilannya. […]

  • Tinjau PLTP Mataloko, Gubernur NTT Ingatkan Dampak Lingkungan

    Tinjau PLTP Mataloko, Gubernur NTT Ingatkan Dampak Lingkungan

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Gubernur Laka Lena menegaskan agar kehadiran proyek PLTP di wilayah Mataloko ini betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat dan tidak meninggalkan catatan buram soal lingkungan.   Bajawa | Gubernur NTT, Melki Laka Lena dalam kesempatan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Ngada pada Selasa, 15 Juli 2025), meninjau lokasi geotermal di Desa Ulubelu, Mataloko, Kabupaten Ngada. Turut hadir […]

  • Kisruh Pelayanan di Dispendukcapil, Laurens Ratu Wewo Klarifikasi

    Kisruh Pelayanan di Dispendukcapil, Laurens Ratu Wewo Klarifikasi

    • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kisruh antara Laurens Abiaktho Ratu Wewo dengan oknum Polisi pada tanggal 27 September 2018 di Kantor Dispendukcapil Kota Kupang, menyisihkan beragam perspektif positif dan negatif dari masyarakat. Agar masyarakat paham dan tahu jelas kronologis kejadian yang terjadi diantara kedua belah pihak, berikut klarifikasi dari Saudara Laurens Abiaktho Ratu Wewo kepada gardaindonesia.id, Kamis/4 […]

  • Napi Nusakambangan Olah FABA, Ekonomi Sirkular Tercipta di Lapas

    Napi Nusakambangan Olah FABA, Ekonomi Sirkular Tercipta di Lapas

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Loading

    Kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dengan PLN menjadi bagian dari transformasi lembaga pemasyarakatan, dari citra “penjara menakutkan” menjadi pusat pemberdayaan yang memberi bekal nyata untuk membangun kehidupan produktif pasca-pembinaan.   Nusakambangan | Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, kini mampu menggerakkan roda perekonomian dengan keterampilan baru. Melalui pengelolaan abu sisa pembakaran batu […]

  • Bank NTT Terima PARITRANA Award dari Pemprov NTT

    Bank NTT Terima PARITRANA Award dari Pemprov NTT

    • calendar_month Kam, 25 Jul 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang | Segenap karyawan/karyawati, kepala cabang, kepala divisi, jajaran direksi hingga komisaris patut berbangga karena PT. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) yang dikelola putra-putri terbaik daerah berhasil meraih penghargaan dari pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT). Penganugerahan penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan (PARITRANA Award) Tingkat Provinsi NTT tahun 2023 yang dihelat di […]

  • Kemenkumham NTT Peduli & Berbagi di Oepoli—Batas Negara RI & Timor Leste

    Kemenkumham NTT Peduli & Berbagi di Oepoli—Batas Negara RI & Timor Leste

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Loading

    Oepoli-NTT, Garda Indonesia | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi NTT melakukan bakti sosial mengusung tema “Kumham Peduli dan Berbagi, Bakti Kemenkumham Terhadap Masyarakat Terdampak Covid-19 yang dilaksanakan pada Kamis pagi, 29 Juli 2021 pukul 09.00 WITA—selesai di Kantor Imigrasi Kelas I Kupang Pos Oepoli, perbatasan Republik. Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). […]

expand_less