Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
  • visibility 51
  • comment 0 komentar

Loading

Mamboro adalah wilayah distrik kebudayaan terletak di Kabupaten Sumba Tengah, Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercermin dalam rupa dan praktik budaya seperti situs kampung adat tua Wawarongu, tutur bahasa Mamboro, upacara sakral Tauna Usu Manua, tradisi batu megalitik, dan pola kehidupan masyarakat kawasan pesisir Pantai Maloba.

Tradisi dan budaya di Mamboro cukup kuat mengakar di Pulau Sumba salah satunya karena sejarah Kerajaan Mamboro. Kerajaan Mamboro dikukuhkan oleh Korte Verklaring tanggal 28 September 1916. Banyak para raja yang kemudian memimpin Mamboro.

Sebelum tahun 1915, wilayah Bolubokat merupakan bagian Kerajaan Mamboro, namun kemudian digabung dengan Kerajaan Umbu Ratu Nggay. Kerajaan Mamboro sendiri mendapat tambahan wilayah Tana Righu yang semula merupakan Kerajaan Loura. Walau tokoh-tokohnya tetap memiliki pengaruh kuat di kalangan masyarakat, sebagaimana adanya mereka sebelum dikukuhkan sebagai raja oleh Belanda, namun wacana tentang kerajaan perlahan memudar seiring berakhirnya kekuasaan Belanda, terlebih lagi setelah terbentuknya pemerintahan kabupaten, di mana sebagian besar wilayah yang tadinya disebut kerajaan beralih bentuk menjadi Kecamatan Mamboro.

Pewarisan kebudayaan nilai filosofi, kajian arsitektur vernakular, tradisi megalitik dan pola kehidupan budaya Mamboro menjadi penting untuk diwariskan ke generasi sebagai bentuk identitas diri dan pelestarian kebudayaan. Transmisi tradisi dan budaya Mamboro merujuk pada proses bagaimana nilai-nilai, norma, pengetahuan, tradisi, dan aspek-aspek budaya lainnya disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya atau dari satu kelompok sosial atau etnis ke kelompok lain. Ini adalah cara di mana budaya Mamboro dipertahankan, berkembang, dan dilestarikan. Salah satunya juga dalam bentuk penyajian dan pengarsipan kolektif publik.

Penyajian kolektif publik mengacu pada praktik pengumpulan, penyimpanan, dan berbagi informasi, dokumen, atau pengetahuan yang dapat diakses oleh publik secara umum atau kelompok yang lebih luas. Ini adalah konsep yang berkaitan dengan transparansi, partisipasi publik, dan kolaborasi dalam pengumpulan dan berbagi informasi. Tentu hal ini dapat berdampak baik pada pewarisan nilai dan budaya Mamboro.

Namun, sebenarnya perlu usaha, kesadaran, inisiatif masyarakat itu sendiri. Partisipasi warga Mamboro dibutuhkan agar terciptanya ekosistem ruang interaktif, pengarsipan media, kajian literatur, penyebaran informasi budaya dan seni transmisi tradisi dan kebudayaan Mamboro ke khalayak umum untuk terus lestari. Dengan bantuan teknologi modern, penyajian dari transmisi budaya Mamboro lebih mudah untuk diterima oleh semua generasi di zaman sekarang dengan memanfaatkan fasilitas publik bersejarah dan terbuka.

Kehadiran teknologi turut membantu pengembangan dan penyajian ide-ide kreatif termasuk nilai-nilai seni dan budaya. Hal ini dikenal dengan seni media baru. Seni media baru adalah istilah yang merujuk pada karya seni yang dibuat menggunakan teknologi yang bentuknya cenderung hiperteks dan multimedia termasuk di antaranya adalah seni digital, grafika komputer, animasi komputer, seni virtual, seni interaktif, permainan video, dan percetakan 3 (tiga) dimensi.

Seiring berjalannya waktu, seni media baru terpengaruh oleh interaksi sosial dan budaya sehingga menciptakan media baru yang menjadi tempat interaksi berbagai macam nilai. Tentu dengan pemanfaatan seni media baru, sebuah tradisi dan budaya Mamboro dapat dipahami dengan mudah dan publik juga dapat merasakan pengalaman interaksi berbeda kombinasi seni, budaya dan teknologi.

Beralaskan itu, maka diinisiasi penyajian kolektif publik menggunakan seni media baru transmisi tradisi dan budaya Mamboro, dengan tajuk kegiatan “Numbu Mamboro”.

Numbu Mamboro (bahasa Sumba; artinya Tombak Mamboro) merupakan kegiatan upaya pelestarian transmisi tradisi dan budaya Mamboro dalam bentuk kolektivitas publik masyarakat Mamboro melalui pengumpulan arsip dokumentasi warga, penelitian filosofis, perekaman syair tutur lisan, penggambaran sketsa tradisi megalitik dan pola kehidupan budaya Mamboro dihadirkan kepada publik dalam bentuk penyajian seni media baru Pameran Numbu Mamboro.

Rangkaian Numbu Mamboro diawali dengan tahap pra produksi berupa program peningkatan kapasitas dan riset;  riset filosofis, pengumpulan arsip dokumentasi publik, perekaman syair tutur lisan budaya Mamboro, penggambaran sketsa kasar pola hidup dan tradisi batu megalitikum di Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah, lalu produksi berupa pengaryaan; penulisan kajian penelitian, mixing & mastering, pembuatan videografis animasi dan yang terakhir ialah ekshibisi yaitu pameran Numbu Mamboro dilakukan di Kupang dari Januari hingga Agustus 2024.

Numbu Mamboro akan dikerjakan oleh Adriana R.D.W Ngailu akrab disapa Adriana Ajeng yang tertarik pada seni visual, penelitian kajian budaya dan kerja manajerial. Dalam giat Numbu Mamboro, Adriana bekerja sama dengan para peneliti, komposer, animator, ilustrator, dan teknisi yang berbasis di Nusa Tenggara Timur.

Numbu Mamboro didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui pemanfaatan hasil kelola dana abadi kebudayaan program layanan produksi kegiatan kebudayaan kategori pendayagunaan ruang publik tahun 2023.(*)

Sumber (*Tim media oublikasi Numbu Mamboro)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Usulan Presiden Jokowi dalam Forum ‘ASEAN Leader’s Gathering 2018’

    5 Usulan Presiden Jokowi dalam Forum ‘ASEAN Leader’s Gathering 2018’

    • calendar_month Jum, 12 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua –Bali,gardaindonesia  | Kepala negara dan pemerintahan ASEAN telah menggelar ASEAN Leaders’ Gathering yang bertempat di Hotel Sofitel Nusa Dua, Bali, pada Kamis, 11 Oktober 2018. Pertemuan yang diinisiasi oleh pihak Indonesia ini menghadirkan 10 negara ASEAN dan sejumlah pimpinan lembaga internasional. Saat memimpin jalannya pertemuan, Presiden Jokowi menyinggung 5 (lima) hal terkait dengan […]

  • Rumah Adat Suku Telitae di Raimanuk – Belu Ludes Dilahap Api

    Rumah Adat Suku Telitae di Raimanuk – Belu Ludes Dilahap Api

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Keluarga besar Suku Telitae dirundung nestapa. Betapa pula, rumah adat yang terletak di wilayah RT 01/ RW 01 Dusun Subaru A, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ludes dilalap si jago merah, pada Rabu 5 Agustus 2020 sekitar pukul 16.30 WITA. Disaksikan Garda Indonesia di […]

  • Jelang Berobat Gratis, Bupati Belu Ingatkan Miliki KTP, KK & SKL

    Jelang Berobat Gratis, Bupati Belu Ingatkan Miliki KTP, KK & SKL

    • calendar_month Jum, 18 Jun 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Guna  menikmati program pengobatan gratis yang akan diluncurkan pemerintah pada Agustus 2021, setiap masyarakat Kabupaten Belu, (Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Surat Kenal Lahir (SKL). Demikian, persyaratan ini dikatakan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD – KGEH, FINASIM didampingi Wakil Bupati, […]

  • WWF di Bali Selesai, PLN Dinilai Sukses Kawal Listrik Tanpa Kedip

    WWF di Bali Selesai, PLN Dinilai Sukses Kawal Listrik Tanpa Kedip

    • calendar_month Ming, 26 Mei 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Loading

    Nusa Dua, PLN (Persero) sukses menghadirkan listrik yang andal dan tanpa kedip sepanjang Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 yang dihelat sejak 18—25 Mei 2024 di Bali. Hal ini kembali menjadi capaian bagi Perseroan yang selalu berkomitmen mendukung tiap gelaran kenegaraan di tanah air. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki […]

  • Mahfud MD : Korupsi Bukan Jati Diri Bangsa Indonesia

    Mahfud MD : Korupsi Bukan Jati Diri Bangsa Indonesia

    • calendar_month Jum, 3 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Loading

    Yogyakarta, Garda Indonesia | Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan bahwa budaya merupakan produk akal budi (hasil daya cipta, rasa, dan karsa) manusia yang baik sehingga tidak mungkin korupsi dianggap sebagai budaya Indonesia. Demikian disampaikan dalam Sarasehan Online bertema Kembali Pancasila Jati Diri Bangsa, yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar UGM pada Jumat, 3 Juli 2020. […]

  • Dinas Kearsipan dan Perpustakaan TTS Monev di TBM Imanuel Mio

    Dinas Kearsipan dan Perpustakaan TTS Monev di TBM Imanuel Mio

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Loading

    Tim monev yang dipimpin oleh Eduard Tabun, S.H. dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan diterima langsung oleh pengelola Taman Bacaan Masyarakat Imanuel Mio, Beny Okran Neonane, S.Si, Gr.   Mio | Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Imanuel Mio, Desa Mio, Kecamatan […]

expand_less