Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Wisata dan Budaya » Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

Numbu Mamboro—Sajian Tradisi Kolektif Publik Sumba Tengah

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 13 Jan 2024
  • visibility 118
  • comment 0 komentar

Loading

Mamboro adalah wilayah distrik kebudayaan terletak di Kabupaten Sumba Tengah, Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tercermin dalam rupa dan praktik budaya seperti situs kampung adat tua Wawarongu, tutur bahasa Mamboro, upacara sakral Tauna Usu Manua, tradisi batu megalitik, dan pola kehidupan masyarakat kawasan pesisir Pantai Maloba.

Tradisi dan budaya di Mamboro cukup kuat mengakar di Pulau Sumba salah satunya karena sejarah Kerajaan Mamboro. Kerajaan Mamboro dikukuhkan oleh Korte Verklaring tanggal 28 September 1916. Banyak para raja yang kemudian memimpin Mamboro.

Sebelum tahun 1915, wilayah Bolubokat merupakan bagian Kerajaan Mamboro, namun kemudian digabung dengan Kerajaan Umbu Ratu Nggay. Kerajaan Mamboro sendiri mendapat tambahan wilayah Tana Righu yang semula merupakan Kerajaan Loura. Walau tokoh-tokohnya tetap memiliki pengaruh kuat di kalangan masyarakat, sebagaimana adanya mereka sebelum dikukuhkan sebagai raja oleh Belanda, namun wacana tentang kerajaan perlahan memudar seiring berakhirnya kekuasaan Belanda, terlebih lagi setelah terbentuknya pemerintahan kabupaten, di mana sebagian besar wilayah yang tadinya disebut kerajaan beralih bentuk menjadi Kecamatan Mamboro.

Pewarisan kebudayaan nilai filosofi, kajian arsitektur vernakular, tradisi megalitik dan pola kehidupan budaya Mamboro menjadi penting untuk diwariskan ke generasi sebagai bentuk identitas diri dan pelestarian kebudayaan. Transmisi tradisi dan budaya Mamboro merujuk pada proses bagaimana nilai-nilai, norma, pengetahuan, tradisi, dan aspek-aspek budaya lainnya disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya atau dari satu kelompok sosial atau etnis ke kelompok lain. Ini adalah cara di mana budaya Mamboro dipertahankan, berkembang, dan dilestarikan. Salah satunya juga dalam bentuk penyajian dan pengarsipan kolektif publik.

Penyajian kolektif publik mengacu pada praktik pengumpulan, penyimpanan, dan berbagi informasi, dokumen, atau pengetahuan yang dapat diakses oleh publik secara umum atau kelompok yang lebih luas. Ini adalah konsep yang berkaitan dengan transparansi, partisipasi publik, dan kolaborasi dalam pengumpulan dan berbagi informasi. Tentu hal ini dapat berdampak baik pada pewarisan nilai dan budaya Mamboro.

Namun, sebenarnya perlu usaha, kesadaran, inisiatif masyarakat itu sendiri. Partisipasi warga Mamboro dibutuhkan agar terciptanya ekosistem ruang interaktif, pengarsipan media, kajian literatur, penyebaran informasi budaya dan seni transmisi tradisi dan kebudayaan Mamboro ke khalayak umum untuk terus lestari. Dengan bantuan teknologi modern, penyajian dari transmisi budaya Mamboro lebih mudah untuk diterima oleh semua generasi di zaman sekarang dengan memanfaatkan fasilitas publik bersejarah dan terbuka.

Kehadiran teknologi turut membantu pengembangan dan penyajian ide-ide kreatif termasuk nilai-nilai seni dan budaya. Hal ini dikenal dengan seni media baru. Seni media baru adalah istilah yang merujuk pada karya seni yang dibuat menggunakan teknologi yang bentuknya cenderung hiperteks dan multimedia termasuk di antaranya adalah seni digital, grafika komputer, animasi komputer, seni virtual, seni interaktif, permainan video, dan percetakan 3 (tiga) dimensi.

Seiring berjalannya waktu, seni media baru terpengaruh oleh interaksi sosial dan budaya sehingga menciptakan media baru yang menjadi tempat interaksi berbagai macam nilai. Tentu dengan pemanfaatan seni media baru, sebuah tradisi dan budaya Mamboro dapat dipahami dengan mudah dan publik juga dapat merasakan pengalaman interaksi berbeda kombinasi seni, budaya dan teknologi.

Beralaskan itu, maka diinisiasi penyajian kolektif publik menggunakan seni media baru transmisi tradisi dan budaya Mamboro, dengan tajuk kegiatan “Numbu Mamboro”.

Numbu Mamboro (bahasa Sumba; artinya Tombak Mamboro) merupakan kegiatan upaya pelestarian transmisi tradisi dan budaya Mamboro dalam bentuk kolektivitas publik masyarakat Mamboro melalui pengumpulan arsip dokumentasi warga, penelitian filosofis, perekaman syair tutur lisan, penggambaran sketsa tradisi megalitik dan pola kehidupan budaya Mamboro dihadirkan kepada publik dalam bentuk penyajian seni media baru Pameran Numbu Mamboro.

Rangkaian Numbu Mamboro diawali dengan tahap pra produksi berupa program peningkatan kapasitas dan riset;  riset filosofis, pengumpulan arsip dokumentasi publik, perekaman syair tutur lisan budaya Mamboro, penggambaran sketsa kasar pola hidup dan tradisi batu megalitikum di Kecamatan Mamboro Kabupaten Sumba Tengah, lalu produksi berupa pengaryaan; penulisan kajian penelitian, mixing & mastering, pembuatan videografis animasi dan yang terakhir ialah ekshibisi yaitu pameran Numbu Mamboro dilakukan di Kupang dari Januari hingga Agustus 2024.

Numbu Mamboro akan dikerjakan oleh Adriana R.D.W Ngailu akrab disapa Adriana Ajeng yang tertarik pada seni visual, penelitian kajian budaya dan kerja manajerial. Dalam giat Numbu Mamboro, Adriana bekerja sama dengan para peneliti, komposer, animator, ilustrator, dan teknisi yang berbasis di Nusa Tenggara Timur.

Numbu Mamboro didukung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia melalui pemanfaatan hasil kelola dana abadi kebudayaan program layanan produksi kegiatan kebudayaan kategori pendayagunaan ruang publik tahun 2023.(*)

Sumber (*Tim media oublikasi Numbu Mamboro)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tunggu Pelantikan, Bupati dan Wakil Bupati Belu Terpilih “Siap Berlari”

    Tunggu Pelantikan, Bupati dan Wakil Bupati Belu Terpilih “Siap Berlari”

    • calendar_month Sen, 22 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Calon Bupati dan Wakil Bupati Belu terpilih periode 2021—2024, Agustinus Taolin dan Aloysius Hale Serens memanjatkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa secara spontan atas peristiwa penetapan oleh KPUD Belu. Hal itu diungkapkan oleh pasangan yang mengusung nama Paket SEHATI ini saat diwawancarai insan pers, usai acara penetapan di Aula […]

  • PT. Dain Celicani Cemerlang Investasi Dana Tak Terbatas Suplai Air di Kota Kupang

    PT. Dain Celicani Cemerlang Investasi Dana Tak Terbatas Suplai Air di Kota Kupang

    • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | PT. Dain Celicani Cemerlang menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Pemkot Kupang guna menangani krisis air bersih di Kota Kupang. Dalam acara tersebut, Direktur Utama PT. Dain Celicani Cemerlang, David Suryabara, menyampaikan bahwa pihaknya siap berinvestasi untuk air bersih di Kota Kupang dengan dana tak terbatas. “Saya siap berinvestasi dengan dana […]

  • Ganjar ‘Diculik’ ke Rengasdengklok

    Ganjar ‘Diculik’ ke Rengasdengklok

    • calendar_month Ming, 17 Des 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Loading

    Rumah berdinding papan dan beralas terakota itu nampak berdiri dengan kokohnya. Meski berusia 103 tahun dan tak semegah rumah lainnya, namun rumah itu memiliki aura tersendiri karena ia menjadi saksi bisu kemerdekaan Indonesia. Yah, rumah itu adalah Rumah Sejarah Djiauw Kie Siong yang terletak di Dusun Kalijaya I Desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. Di […]

  • Ade Armando Jadi Tumbal & Simbol Perlawanan Penjarah Demokrasi

    Ade Armando Jadi Tumbal & Simbol Perlawanan Penjarah Demokrasi

    • calendar_month Sel, 12 Apr 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Menjelang Senin sore, 11 April 2022, kami sedang rapat di Kawasan Jakarta Pusat, tiba-tiba mendengar kabar Ade Armando dianiaya sekelompok orang. Mendengar berita itu, kami mencari informasi tentang kondisi serta di mana keberadaannya. Lalu, langsung meluncur ke sebuah rumah sakit di Kawasan Semanggi. Mendapati Ade dalam kondisi babak-belur, sangat memprihatinkan. Tapi, […]

  • Bantah Wanprestasi, Kudji Herewilla Cs Akui Telah Bayar Honor 30 Juta Kepada Alex Frans Cs

    Bantah Wanprestasi, Kudji Herewilla Cs Akui Telah Bayar Honor 30 Juta Kepada Alex Frans Cs

    • calendar_month Rab, 11 Jul 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Dugaan Wanprestasi yang dilakukan oleh Kudji Pellokika Herewila cs selaku klien dari Pengacara Alex Frans Atas Jasa Advokasi kasus pembagian warisan atas 2 (dua) bidang tanah masing-masing seluas 4.456 M2 dan 21.195 M2 di Desa Tarus Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, dibantah dengan tegas oleh Kudji. Kudji Pellokika Herewila yang merupakan Dosen […]

  • Ambiguitas Jokowi—Retno di Palestina

    Ambiguitas Jokowi—Retno di Palestina

    • calendar_month Sen, 17 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Josef Herman Wenas Jumat—Sabtu, 7—8 Mei 2021 di kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, terjadi kerusuhan sipil yang sudah banyak diberitakan. Rentetan “lokasi” dan “saat” kejadian semuanya simbolisme. Mulainya di Damascus Gate, karena orang-orang Palestina memblokade pawai Jerusalem Day oleh para Yahudi ortodoks. Silakan Anda cari keterangan apa arti Damascus Gate bagi orang Palestina, dan apa […]

expand_less