Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Partai Pendukung Mulai Berani Serang Kebijakan Prabowo

Partai Pendukung Mulai Berani Serang Kebijakan Prabowo

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 25
  • comment 0 komentar

Loading

Kalau PDIP mengkritik, itu biasa. Refleks politik. Otot oposisi memang dilatih untuk itu. Namun ketika partai-partai koalisi sendiri mulai angkat suara, di situlah publik mendadak berhenti mengunyah gorengan dan menatap layar lebih serius. Kebijakan impor 105.000 unit pikap dan truk ringan senilai Rp 24,66 triliun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara mendadak bukan cuma soal kendaraan, melainkan soal keberanian politik.

Di tengah visi Presiden Prabowo Subianto tentang kemandirian industri dan penguatan produksi dalam negeri, kontrak impor dari India yang mencakup 35.000 Mahindra Scorpio Pick-Up, 35.000 Tata Yodha Pick-Up, dan 35.000 Ultra T.7, terasa seperti adegan yang tidak sinkron dengan soundtrack nasionalisme ekonomi. Uang muka sudah dibayar 30% atau Rp 7,39 triliun. Klaim penghematan disebut mencapai Rp 46 triliun dibanding membeli produk lokal. Namun di sisi lain, ada proyeksi potensi gerusan PDB hingga Rp 39 triliun jika industri dalam negeri terdampak.

PDIP melalui Ketua Banggar DPR Said Abdullah terang-terangan meminta pembatalan. Ia menilai kebijakan ini berpotensi menggerus ekonomi nasional dan menunjukkan manajemen Agrinas belum sepenuhnya memahami arah besar presiden. Bagi oposisi, kritik semacam ini wajar. Itulah fungsi kontrol.

Yang membuat situasi berubah nada adalah suara dari partai koalisi sendiri. Dari Partai Golkar, Idrus Marham menyatakan dukungan terhadap penundaan kebijakan. Ia sejalan dengan seruan agar keputusan besar seperti ini dikaji ulang. Rekannya sesama kader Golkar di Komisi IV, Firman Soebagyo, bahkan menyindir agar pidato tentang kemandirian industri tidak berhenti sebagai slogan. Golkar bukan partai kecil dalam koalisi. Suara mereka biasanya identik dengan stabilitas dukungan.

Dari Partai Demokrat, anggota Komisi VI Herman Khaeron mengaku terkejut karena rencana impor jumbo ini tidak pernah dibahas detail dalam rapat dengar pendapat. Ia merasa DPR seperti mengetahui kabar ini justru dari media. Rasa “kecolongan” yang diungkap Demokrat menambah daftar panjang keganjilan komunikasi politik dalam kebijakan ini.

Gerindra sendiri, sebagai partai presiden, juga tidak menampilkan sikap serba membela. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta agar keputusan final menunggu kepulangan presiden dari luar negeri. Pernyataan itu memang diplomatis, tetapi tetap menunjukkan bahwa kebijakan ini belum solid di lingkar dalam koalisi.

Di Komisi VI, Wakil Ketua Nurdin Halid menegaskan, impor harus sesuai UUD 1945 dan kepentingan nasional. Kalimat normatif, tetapi dalam konteks ini terasa sebagai alarm. Jika semua baik-baik saja, biasanya tidak perlu ada pengingat konstitusional.

Fakta di lapangan menambah tekanan. Sekitar 1.000 unit sudah tiba di Tanjung Priok, dengan laporan hampir 1.000 Mahindra Scorpio dan 552 unit telah keluar dari TPS setelah clearance. Barangnya sudah nyata. Jika dibatalkan, ada potensi penalti bisnis. Jika dilanjutkan, kritik politik membesar.

Inilah yang membuat judul ini terasa relevan. Partai pendukung mulai berani menyerang kebijakan presiden. Serangan itu mungkin masih dibungkus kata “evaluasi”, “penundaan”, atau “kajian ulang”, tetapi substansinya jelas, keberatan. Dalam politik koalisi, keberanian semacam ini bukan hal lumrah, terutama di awal pemerintahan yang biasanya masih dalam fase konsolidasi.

Publik kini menyaksikan dinamika yang jarang terjadi. Oposisi bersuara keras, koalisi ikut mengerem, dan kebijakan bernilai triliunan berada di persimpangan. Apakah ini pertanda koalisi yang kritis dan sehat? Atau sinyal adanya retakan komunikasi di tingkat elite? Yang pasti, kebijakan impor pikap ini telah berubah menjadi panggung ujian solidaritas politik.(*)

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jenazah Paus Fransiskus Disemayamkan Sembilan Hari

    Jenazah Paus Fransiskus Disemayamkan Sembilan Hari

    • calendar_month Sel, 22 Apr 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Loading

    Pada Rabu, 23 April 2025, pukul 9 pagi (waktu setempat), jenazah Paus Fransiskus akan dipindahkan dari Chapel of Casa Santa Marta ke Basilica of Saint Peter.   Vatikan | Departemen Perayaan Liturgis Vatikan mengumumkan rincian eksekusi Paus Fransiskus. Upacara ini mengikuti instruksi yang ditetapkan dalam Order Exsequiarum Romani Pontificis, sebuah dokumen yang mengatur upacara pemakaman […]

  • Asal Mula dan Penyebab Karang Laut Berwarna-warni

    Asal Mula dan Penyebab Karang Laut Berwarna-warni

    • calendar_month Sab, 5 Agu 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Loading

    Bahan utama karang adalah karbon dan kalsium yang bersifat opaque, dengan warna yang tersedia mulai dari merah, putih, dan terkadang berwarna hitam, dengan kekerasan Mohs 3,5 dan teksturnya cukup rapuh. Ditemukan di kedalaman samudra tropis dan subtropis, karang hanya dapat tumbuh sekitar 3 cm dalam 100 tahun terakhir. Teksturnya rapat, halus, dan berkilau. Karang merah […]

  • Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Undur Diri dari Utusan Khusus Presiden

    Olok Penjual Es Teh, Gus Miftah Undur Diri dari Utusan Khusus Presiden

    • calendar_month Ming, 8 Des 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta | Pendakwah Miftah Maulana Habiburahman alias Gus Miftah memutuskan mengundurkan diri dari jabatan utusan khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan usai viral mengolok-olok penjual es teh. Gus Miftah, tokoh agama karismatik ini secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya pada konferensi persnya di Pondok Pesantren (Ponpes) Ora Aji, Sieman, Yogyakarta pada Jumat, […]

  • Presiden Prabowo Geram BUMN Bagi Bonus Meski Rugi

    Presiden Prabowo Geram BUMN Bagi Bonus Meski Rugi

    • calendar_month Rab, 1 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Prabowo menegaskan dirinya akan memerintahkan manajemen untuk membersihkan BUMN dari praktik tidak sehat tersebut.   Jakarta | Presiden Prabowo Subianto menyoroti praktik pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tetap menerima bonus tahunan meskipun perusahaan sedang merugi. Pada Munas VI PKS, Senin, 29 September 2025, ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk penyalahgunaan kepercayaan negara dan […]

  • Menteri Bintang Puspayoga Soroti 5 Isu Prioritas Perempuan dan Anak

    Menteri Bintang Puspayoga Soroti 5 Isu Prioritas Perempuan dan Anak

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan lima (5) isu prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak diamanahkan Presiden RI, Joko Widodo kepadanya saat pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju beberapa waktu lalu. Ia menyatakan harapan yang sangat besar terkait isu PPPA dari masyarakat. “Lima prioritas isu PPPA akan […]

  • 102 Siswa Kelas XII STM Katolik St.Yoseph Nenuk Ujian Sekolah Saat Pandemi

    102 Siswa Kelas XII STM Katolik St.Yoseph Nenuk Ujian Sekolah Saat Pandemi

    • calendar_month Sen, 8 Mar 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Loading

    Atambua, Garda Indonesia | Terhitung mulai Senin, 8 Maret 2021 hingga Selasa, 16 Maret 2021, Sekolah Teknik Menengah (STM) Katolik St.Yoseph Nenuk menghelat Ujian Sekolah (US) bagi siswa/siswi 5 jurusan Kelas XII. Kepala Sekolah (Kepsek) STM Katolik St.Yoseph Nenuk, Pater Petrus Dile Bataona, SVD, S.Fil., M.Sc. mengatakan Ujian Sekolah selama 8 hari ini, diikuti oleh […]

expand_less