Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Regional » Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja, Kota Kupang Lumpuh

Pasca-Badai Siklon Tropis Seroja, Kota Kupang Lumpuh

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sen, 5 Apr 2021
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | BMKG memprediksi 24 jam ke depan pada Selasa, 6 April 2021 pukul 07.00 WIB atau 08.00 WITA, Siklon Tropis Seroja berada pada posisi di Samudra Hindia Samudra Hindia sebelah barat daya Pulau Rote, 12.2LS, 120.1BT (sekitar 260 km sebelah barat daya Sabu, kecepatan 7 knots (12 km/jam) bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Sebelumnya, pada Minggu malam, 4 April 2021 pukul 19.00 WIB atau 20.00 WITA, bibit siklon tropis 99S berada di posisi Perairan Kepulauan Rote, Nusa Tenggara Timur, 10.3LS, 123.5BT (sekitar 24 km sebelah barat daya Kupang) dengan arah pergerakan sistem ke arah Timur hingga timur laut dengan kecepatan 3 knots (6 km/jam), memicu hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Kota Kupang dan sekitarnya.

Tiang listrik dan telepon roboh diterjang Badai Siklon Tropis Seroja

Kecepatan angin yang diprediksi 6—9 knots dengan kekuatan maksimum di sekitar sistemnya sebesar 30 knots (55 km/jam) dengan tekanan di pusat sistemnya mencapai 996 hPa, mulai memporakporandakan fasilitas umum, perkantoran, perumahan masyarakat sejak pukul 23.00 WITA pada Minggu, 4 April 2021 hingga pukul 08.00 WITA pada Senin, 5 April 2021, mengakibatkan putusnya jaringan listrik PLN.

Suasana mencekam akibat angin kencang disertai pemadaman jaringan listrik dirasakan oleh masyarakat Kota Kupang yang terpantau oleh Garda Indonesia melalui beberapa grup Whatsapp. Beragam doa, pertanyaan kapan berakhir badai, hingga saling memberikan penguatan satu sama lain.

Atap rumah warga runtuh dan menindih mobil

Badai Siklon Tropis yang dinamakan Badai Seroja pun berangsur redah sekitar di atas pukul 08.00 WITA. Lalu, masyarakat pun mulai membersihkan kotoran berupa daun, patahan dahan pohon, hingga merapikan atap seng yang terlepas akibat hentakan badai.

Pantauan Garda Indonesia di beberapa sudut kota, tampak suasana berantakan dengan tampilan tiang listrik PLN roboh akibat ditindih pohon besar, tiang Telkom pun tak luput ikut roboh. Fasilitas umum berupa pom bensin tutup, pasar sepi, tak ada aktivitas perkantoran karena tiada tersedianya jaringan listrik PLN.

Masyarakat pun terpaksa harus mengisi daya telepon genggam atau smartphone mereka di salah satu bank pemerintah yang menggunakan genset sebagai pembangkit daya listrik.

Penulis, editor dan foto (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur NTT Lantik Tatap Muka 5 Bupati & Wabup

    Protokol Kesehatan Ketat, Gubernur NTT Lantik Tatap Muka 5 Bupati & Wabup

    • calendar_month Jum, 26 Feb 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Kelima pasangan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, dilantik oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat pada Jumat, 26 Februari 2021 pukul 15.00 WITA—selesai di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT. Sebelumnya, para peserta pelantikan diwajibkan melakukan swab antigen unruk memastikan […]

  • Belajar dari Lastri, Kampus Bagian dari Pembentukan Diri

    Belajar dari Lastri, Kampus Bagian dari Pembentukan Diri

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Loading

    Isu sebagai seorang ibu dan perempuan, Lastri ingin membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pilar keluarga dan masyarakat.   Soe | Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Soe menghelat nonton bareng dan diskusi film berjudul ‘Mahasiswa Baru’ bertempat di kampus Institut Pendidikan Soe pada Jumat, 11 Juli 2025. Film ini merupakan film hasil […]

  • Wae Rebo Manggarai, Negeri di Atas Awan Warisan Budaya Asia Pasifik

    Wae Rebo Manggarai, Negeri di Atas Awan Warisan Budaya Asia Pasifik

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Loading

    Berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo kerap dijuluki “negeri di atas awan”. Lanskapnya yang unik membuat para pengunjung serasa berada di dunia lain melayang di antara langit dan bumi.   Manggarai | Tersembunyi di balik deretan pegunungan hijau yang menjulang curam di Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, […]

  • Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

    Kemen PPPA Pastikan Perempuan dan Anak di Palu & Donggala Terlindungi

    • calendar_month Kam, 11 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Loading

    Palu,gardaindonesia.id  | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan masyarakat penyintas gempa. Kedukaan yang mendalam melihat kondisi masyarakat palu, terutama kondisi perempuan dan anak pasca gempa ini. “Saya sangat bersedih atas bencana yang melanda kita saat ini, tapi kita tidak boleh patah semangat, kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan […]

  • Sidak di Rutan Kefamenanu, Mercy Jone Tegas Tingkatkan Kualitas Pelayanan

    Sidak di Rutan Kefamenanu, Mercy Jone Tegas Tingkatkan Kualitas Pelayanan

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Kefa-TTU, Garda Indonesia | Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) NTT, Marciana Dominika Jone menegaskan bahwa bantuan hukum bagi orang tidak mampu dari Pos Bantuan Hukum Advokat Indonesia (Posbakumadin) TTU adalah gratis karena semua biayanya telah dibayarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM melalui Kantor Wilayah NTT. “Laporkan kepada saya selaku Kakanwil melalui […]

  • Rumah Adat Suku Telitae di Raimanuk – Belu Ludes Dilahap Api

    Rumah Adat Suku Telitae di Raimanuk – Belu Ludes Dilahap Api

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Loading

    Belu-NTT, Garda Indonesia | Keluarga besar Suku Telitae dirundung nestapa. Betapa pula, rumah adat yang terletak di wilayah RT 01/ RW 01 Dusun Subaru A, Desa Mandeu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu ludes dilalap si jago merah, pada Rabu 5 Agustus 2020 sekitar pukul 16.30 WITA. Disaksikan Garda Indonesia di […]

expand_less