Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Pemkot Kupang & Panitia Gebyar Ramadan 1441H Sepakat, Takjil Dijual ‘Online’

Pemkot Kupang & Panitia Gebyar Ramadan 1441H Sepakat, Takjil Dijual ‘Online’

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 24 Apr 2020
  • visibility 126
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang, Garda Indonesia | Untuk mencegah meluasnya pandemik Covid-19 di wilayah Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang senantiasa melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satu yang dilakukan jelang memasuki bulan suci Ramadan adalah dengan menggandeng Panitia Gebyar Ramadan Kota Kupang yang selama ini memfasilitasi penjualan takjil di beberapa lokasi di Kota Kupang.

Untuk tahun ini (Ramadan 1441H, red), disepakati penjualan takjil ramadan dilakukan secara online (takjil online) untuk mencegah kerumunan massa yang berpotensi menjadi wadah penyebaran Covid-19.

Pembelian takjil Ramadan di Kota Kupang tahun ini dilakukan melalui aplikasi online, bekerja sama dengan aplikasi Grab food dan aplikasi start-up lokal Qlimutu yang segera diluncurkan. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Gebyar Ramadan Kota Kupang, Sokan Teibang dalam konferensi pers melalui zoom meeting pada Kamis sore, 23 April 2020 yang digelar oleh Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang, dari Media Centre di Kantor Wali Kota Kupang dan dihadiri oleh para awak media dan beberapa perwakilan dari masyarakat.

Lebih jauh disampaikan Sokan, bahwa sampai pagi tadi telah terdata sebanyak 100 penjual yang tersebar di beberapa kelurahan di Kota Kupang yaitu Kelurahan Airmata, Kelurahan Solor, Kelurahan Bonipoi, Kelurahan Kolhua (BTN), Kelurahan Fontein dan Kelurahan Oesapa.

Menanggapi pertanyaan awak media tentang kebersihan (higienis) makanan yang dijual, Sokan menjawab bahwa penjual takjil ramadan adalah para penjual yang selama ini beraktivitas membuat dan menjajakan kue dan makanan, sehingga kehigienisan produk yang dijual dijamin aman. Ditambahkannya, bila perlu juga akan meminta Dinas Kesehatan Kota Kupang untuk meninjau kembali makanan yang dijajakan.

Terkait dengan waktu penjualan dan pemesanan, disampaikannya, hasil komunikasi panitia gebyar ramadan dengan penjual khusus untuk takjil ramadan dimulai pukul 12.30—17.30 WITA setiap hari dan untuk harga serta foto tampilan makanan yang dijual akan diunggah pada aplikasi Qlimutu.

Sebanyak 20 personel dari Panitia Gebyar Ramadan akan stand-by di beberapa titik yang ditentukan untuk membantu penjual dan pembeli terutama pengantaran pembelian makanan takjil ke rumah pemesan.

Beny Leonard, founder startup lokal Qlimutu, menjelaskan bahwa peran Qlimutu di sini adalah membantu para penjual dalam menjajakan kuliner mereka dengan menampilkan katalog berisi foto-foto dan harga makanan, sehingga memudahkan masyarakat untuk memilih kuliner yang ingin dipesan-antar melalui aplikasi Grab.

Sementara, Firmansyah selaku City Manajer Grab di Kota Kupang yang juga didampingi oleh Jems Djulete selaku PIC dan Partner Engagement Grab Kupang memperkenalkan fitur baru pada Grab yaitu Express Nalangin. Grab Express sebelumnya telah ada dan lebih dimanfaatkan untuk pengiriman barang oleh pelaku online shop. Kini, Grab Express dapat digunakan untuk pemesanan makanan, minuman atau kebutuhan pokok termasuk berbelanja di pasar tradisional,

“Jika pada fitur Grab Food, hanya menampilkan makanan dan minuman yang dijual oleh penyedia layanan yang terdaftar, pada “Express Nalangin’ lebih fleksibel karena juga dapat dimanfaatkan untuk membeli bahan makanan atau kebutuhan pokok lainnya termasuk untuk berbelanja di pasar. Selama pemesanannya jelas, maka pasti dilayani. Kita sepakat bahwa pembelian hewan atau logam mulia tidak akan dilayani Grab” jelas Firmansyah.

Lebih lanjut katanya, bahwa harga makanan pada Grab cenderung tidak berubah, yang berubah adalah tarif atau ongkos pengantaran karena disesuaikan dengan jarak antara penjual dan pemesan atau pembeli, selain itu meningkatnya permintaan layanan pada waktu-waktu tertentu dapat menyebabkan kenaikan ongkos yang langsung tertera pada aplikasi Grab.

Terkait dengan titik lokasi pemesanan agar tidak membingungkan bagi masyarakat yang ingin mengorder takjil, Sokan mengatakan panitia telah menyiapkan 4 (empat) titik lokasi : yaitu di Kelurahan Airmata, Kelurahan Solor, Kelurahan Kolhua (BTN) dan Kelurahan Oesapa dan teknisnya akan diatur segera malam ini oleh panitia dan pihak Grab serta Qlimutu agar besok sudah dapat diakses oleh masyarakat.

Apresiasi pun diberikan oleh Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Rio Fanggidae, S.Th yang turut mengikuti konferensi pers online tersebut kepada Pemerintah Kota Kupang berama Panitia Gebyar Ramadan Kota Kupang yang telah mengagas ide ini. Menurutnya penjualan takjil ini akan sangat membantu masyarakat khususnya umat muslim untuk mendapatkan menu berbuka puasa dengan lebih mudah tanpa harus keluar rumah. “Cara ini merupakan upaya pemerintah dalam menerapkan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menggunakan aplikasi online, sehingga masyarakat sebagai penikmat kuliner dan penjual tidak perlu bertemu secara langsung. Hal ini sekaligus membantu pengusaha kecil agar tetap memperoleh penghasilan di tengah keterbatasan akibat adanya Covid-19,” bebernya.

Di samping itu, Humas Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang yang diwakili oleh Kepala Bidang Layanan e-Government pada Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Kupang, Wildrian R. Otta, S.STP, M.M. yang memandu pertemuan virtual tersebut menyampaikan bahwa semua penjual Takjil Ramadan yang menggunakan aplikasi penjualan online tidak akan dipungut biaya. Dan bila ada penjual kuliner yang ingin bergabung silakan menghubungi panitia untuk diakomodir kedalam aplikasi Qlimutu dan Grab.

Dirinya mengakui bahwa, di tengah wabah pandemik Covid-19, Pemerintah Kota Kupang tetap mencari jalan terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. Pemerintah dan masyarakat dapat saling bersinergi dalam melawan virus corona ini. Harapannya, dengan adanya inovasi dan kolaborasi ini dapat menciptakan semangat baru dalam penanganan dampak dari penyebaran Covid-19. (*)

Sumber berita dan foto pendukung (*/PKP_ghe)
Foto utama oleh idntimes.com
Editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Elon Musk, Jokowi & Nikel Indonesia : Walhi Mau Apa?

    Elon Musk, Jokowi & Nikel Indonesia : Walhi Mau Apa?

    • calendar_month Sen, 1 Agu 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Andre Vincent Wenas Aneh sih, ujug-ujug Walhi (ini LSM lingkungan hidup) mengirim surat terbuka ke Elon Musk terkait rencana investasi industri mobil listrik di Indonesia. Ada empat poin katanya. Pertama, terkait meningkatnya kerusakan lingkungan. Kedua, lantaran banyak kriminalisasi kepada warga yang menolak tambang. Ketiga, munculnya beban tambahan perempuan akibat tambang. Dan keempat adanya pelanggaran […]

  • Jelang HUT Ke-75 Republik Indonesia, 12 Desa di Sumba Nikmati Listrik

    Jelang HUT Ke-75 Republik Indonesia, 12 Desa di Sumba Nikmati Listrik

    • calendar_month Kam, 30 Jul 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Loading

    Sumba-N.T.T, Garda Indonesia | Di tengah pandemi Covid-19, PLN terus bekerja untuk menghadirkan listrik ke seluruh pelosok tanah air. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN berhasil mengalirkan listrik kepada 538 Kepala Keluarga (KK) di 12 desa yang berada Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun 12 Desa tersebut antara lain […]

  • SAPA TANA Pertamina Patra Niaga Bantu Ekonomi Sirkular Petani

    SAPA TANA Pertamina Patra Niaga Bantu Ekonomi Sirkular Petani

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 654
    • 1Komentar

    Loading

    Program SAPA TANA hadir untuk menjawab dua persoalan utama masyarakat, yaitu ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta belum optimalnya pemanfaatan sampah organik.   Maumere | Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maumere (FT Maumere) meresmikan Program SAPA TANA (Sampah Jadi Pangan dan Tanaman). Program tersebut merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan sekaligus […]

  • Ekonomi NTT Tahun 2021 Tumbuh 2,51 Persen

    Ekonomi NTT Tahun 2021 Tumbuh 2,51 Persen

    • calendar_month Sen, 7 Feb 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2021 mencapai Rp 110,89 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 70,54 triliun. Demikian disampaikan oleh Plt. Kepala BPS Provinsi NTT Ir. Adi H. Manafe, M.Si. dalam sesi rilis pers secara live streaming melalui channel YouTube Humas […]

  • Wapres Ma’aruf Amin Berduka, Menantu Rapsel Ali Meninggal

    Wapres Ma’aruf Amin Berduka, Menantu Rapsel Ali Meninggal

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Ma’ruf Amin, berduka cita atas meninggalnya sang menantu, Muhammad Rapsel Ali di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 9 April 2023. Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem tersebut menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit. Juru bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi menyampaikan bahwa Wapres sangat […]

  • Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan

    Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Loading

    Perimbangan Penatimor dalam Berita Perkosaan Oleh Mira Natalia Pellu Ketua Dewan Pers periode 2016—2019, Yosep Adi Prasetyo (Antara, 2018) mengatakan bahwa Indonesia memiliki media massa paling banyak di dunia yakni 47.000 media massa. Dari jumlah tersebut di antaranya, 2.000 media cetak, 674 radio, 523 televisi termasuk lokal, dan lebihnya media siber. Dari jumlah tersebut dapat […]

expand_less