Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Humaniora » Persoalan Guru Ibarat Benang Kusut, Mengurainya Bersama Ana Waha Kolin

Persoalan Guru Ibarat Benang Kusut, Mengurainya Bersama Ana Waha Kolin

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
  • visibility 180
  • comment 0 komentar

Loading

Oleh : Helmy Tukan

“Menjadikan semua murid adalah raja menjadikan sekolah adalah istana belajar yang nyaman karena dengan demikian kita akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang berkwalitas”. Sederet kalimat yang sarat makna ini lahir dari Sosok Pendidik yang dikenal dengan senyum khasnya, Yohan Riberu, seorang guru yang mengabdi di SMAN 1 Lewolema.

Beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah di sekolah ini. Kalimat pembuka tulisan saya ini begitu menyentuh nurani saya yang juga adalah seorang guru. Menjadi guru bukanlah profesi yang mudah, karena kita dihadapkan dengan siswa yang datang dari beragam latar belakang, beragam kemampuan dasar, bakat dan pengalaman berbeda.

Hari ini begitu beda dengan hari-hari kemarin meski kadang gerimis hadir dan ingin mempercepat datangnya suasana yang semakin sejuk. Jalan menuju ke Desa Bantala terasa begitu jauh karena gemercik titik hujan seolah ingin menghalangi tarikan gas motorku. Jumad ceria mengantarkan kami tim IGI Kabupaten Flores Timur melaksanakan kegiatan Pelatihan pembuatan video pembelajaran di sekolahnya Pak Wily, salah satu pengurus IGI Flotim.

Kegiatan ini sering kami laksanakan selama masa pandemi, karena bagi kami tim IGI, dengan bermodalkan semangat, kami selalu berbagi agar dapat tumbuh bersama menjadi guru yang terampil dan dapat menjawab tantangan zaman yang sudah berubah menjadi era digital.

Kegiatan kali ini dibuka oleh Plt. IGI Flores Timur, Wili Muda, karena Ketua IGI, Frans Berek dipilih menjadi pengurus pusat IGI, tentunya kami merasa terhormat mendapat kesempatan untuk menjadi pengurus di tingkat nasional. Salut dan bangga padamu Pak Frans.

Kembali pada kegiatan pembuatan video pembelajaran sebagai bagian dari program kerja IGI di tahun 2021, IGI melatih para guru se-Kabupaten Flores Timur agar dapat menguasai teknologi dengan demkian dapat meningkatkan kompetensi diri yang berguna bagi kegiatan pembelajaran siswa.

Sebagai guru, kita dituntut agar dapat memberikan solusi belajar bagi anak didik, meski dalam keadaan pandemi seperti sekarang ini. Tentunya, guru tidak kehilangan akal untuk mencari cara terbaik bagi proses belajar anak didiknya, meski lambat karena pengaruh situasi covid, namun kita yakin bisa karena pendidikan adalah sebuah proses untuk mencapai hasil yang maksimal.

Hadir juga pada kegiatan IGI kali ini, Ibu Ana Waha Kolin bersama tim DPRD Provinsi dan Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur, Pak Robert Kreta. Rupanya menjawab kerinduan para guru di sekolah ini, Mestakung (semesta mendukung), Tuhan merestui hingga akirnya terjadilah pertemuan yang tak disangka-sangka pada siang hari ini.

Ana Waha Kolin (berbaju hijau) saat berdialog dengan para guru di Flores Timur

Kehadiran para wakil rakyat ini, memberikan angin segar bagi pendidik dan pengajar di desa. “Semua guru menumpahkan segala persoalan dan usul saran kepada para wakil rakyat meski singkat, namun sangat berkesan dan memberi arti yang luar biasa,” kata Pak Yohan.

Persoalan guru bagai mengurai benang kusut semakin ditarik semakin kusut terlihat. Lalu kapan semua permasalahan ini berakhir? Tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama, tanggung jawab pemerintah, para wakil rakyat dan masyarakat. Namun, pada kenyataan masalah guru sepertinya tidak pernah ada habisnya.terkhusnya bagi guru SMA dan SMK yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, tentunya semakin menambah benang kusut di dunia pendidikan.

Segala urusan guru harus dilakukan di provinsi, baik guru PNS maupun guru honor. Bukti nyata yang ada, banyak sekali hal yang tidak beres yang terjadi di sekolah ini. Mulai dari minimnya sarana dan pra sarana sekolah, persoalan keterlambatan pembayaran tamsil, pemberhentian sementara tunjangan profesi pada seorang guru yang terjadi sejak 2 tahun lalu.

Masalah yang cukup serius di sekolah ini menjadi lambat untuk diselesaikan karena kita bagai mengurai benang kusut, semakin ditarik semakin kusut. Segala upaya sudah dilakukan, namun hasil belum maksimal. Pemerintah perlu mengkaji ulang mengenai segala permasalahan ini.

Bagaimana mungkin seorang guru dapat bekerja dengan baik jika kesejahteraannya belum tercapai? Apakah guru tetap menjadi guru yang lugu meski telah banyak belajar dari masa orde lama ke masa reformasi hingga saat ini? Guru hanyalah insan pendidik yang mau dengan iklas hati mencerdaskan anak Bangsa.

Berbagai upaya kami lakukan demi masa depan Anak Negeri. Bagi kami, anak didik adalah raja, maka berbagai pelatihan kami ikuti demi pengembangan sebagai guru. Meski, kadang Pemerintah kurang memperhatikan kami terkhusus guru honor di pelosok negeri ini.

Terima kasih IGI Flores Timur yang dengan semangat share and growing together memberikan diri, pikiran dan hati yang tulus bagi para guru di SMAN 1 Lewolema. Terima kasih Ibu Ana Kolin bersama tim, semoga semua permasalahan guru tadi dapat segera diatasi. Tuhan dan Lewotanah merestui segala langkahmu.(*)

Penulis merupakan Guru dan Pegiat Literasi di Kabupaten Flores Timur

Foto (*/koleksi pribadi)

Editor (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raffi Ahmad Berkurban, Siapkan Lima Sapi Premium

    Raffi Ahmad Berkurban, Siapkan Lima Sapi Premium

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Loading

    “Berkurban mengajarkan keikhlasan. Persahabatan mengajarkan kesetiaan. Dua hal yang indah jika dijalani bersama” tulis Raffi Ahmad di dinding Facebook   Jakarta | Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni sekaligus pengusaha pemilik RANS Entertainment, memaknai Idul Adha 2025 dengan berkurban. Pada momentum Idul Adha 2025, Raffi Ahmad menyiapkan hewan kurban […]

  • Pemkot Kupang Buka Lowongan Tujuh Jabatan Kepala Dinas

    Pemkot Kupang Buka Lowongan Tujuh Jabatan Kepala Dinas

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Loading

    Christian Widodo mengingatkan jabatan adalah amanah yang sewaktu-waktu bisa diambil, sehingga setiap pejabat harus menggunakannya untuk kepentingan masyarakat.   Kota Kupang | Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka seleksi terbuka untuk tujuh Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemerintah Kota Kupang tahun 2025. Acara pembukaan berlangsung di Hotel Sahid T-More Kupang, […]

  • Seluncur Gaun Unik Tenunan Sumba dari Padu Padan

    Seluncur Gaun Unik Tenunan Sumba dari Padu Padan

    • calendar_month Sab, 29 Jun 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Loading

    Pada era yang modern saat ini, tren fashion silih berganti, Padu Padan Tenun mengambil langkah memperkenalkan gaun unik dari tenun tradisional Sumba. Gaun ini dirancang dengan konsep minimalis yang simpel, namun tetap menciptakan kesan yang mendalam saat dikenakan. Kekaguman terhadap kain tradisional Indonesia, khususnya dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), agar tetap terjaga di […]

  • Momen Indah, Bakti Kemenkumham NTT di Oepoli—Batas RI dan Timor Leste

    Momen Indah, Bakti Kemenkumham NTT di Oepoli—Batas RI dan Timor Leste

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh : Roni Banase Melesitkan bayangan tentang seperti apa suasana perbatasan Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) di beberapa titik lokasi dalam Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah bergelayut dalam benak saya sejak dahulu, seiring dengan berbagai pemberitaan tentang aktivitas ekonomi, sosial dan budaya antara dua negara yang bertalian saudara dalam satu […]

  • Panen Bawang Merah Lokananta di Oesao, VBL : Pemda Terus Bantu Petani

    Panen Bawang Merah Lokananta di Oesao, VBL : Pemda Terus Bantu Petani

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) bersama Bupati Kupang, Korinus Masneno memanen perdana Bawang Merah varietas Lokananta dengan metode tanam True Seed Shallots (TSS) di Kelurahan Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pada Selasa, 28 September 2021. Hadir pada acara tersebut, Anggota DPRD Provinsi NTT,  Maria Nuban Saku, […]

  • Warga Kuanino Apresiasi Program Bedah Rumah Pemkot Kupang

    Warga Kuanino Apresiasi Program Bedah Rumah Pemkot Kupang

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Loading

    Kota Kupang, Garda Indonesia | Program bedah rumah yang digagas Pemkot Kupang menyentuh hati dan menuai pujian dari banyak kalangan. Tidak hanya warga penerima bantuan saja yang larut dalam suasana haru dan bahagia. Tetangga sekitarnya pun turut menyatakan kebahagiaan mereka seraya memberi apresiasi kepada Wali Kota Kupang dan jajarannya yang telah merancang program mulia ini. […]

expand_less