Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pidato Pukul Dua Subuh, Prabowo Siap Mati Demi Berantas Korupsi

Pidato Pukul Dua Subuh, Prabowo Siap Mati Demi Berantas Korupsi

  • account_circle Rosadi Jamani
  • calendar_month Jum, 26 Des 2025
  • visibility 591
  • comment 0 komentar

Loading

Pukul dua dini hari, ketika yang lain sudah terkapar di kasur empuk, Presiden Prabowo Subianto justru segar bugar menjalankan tugas negara. Bukan tugas receh seperti tanda tangan map warna-warni, tapi berdiri gagah di Kejaksaan Agung, menatap gunungan uang Rp6,6 triliun sambil berpidato berapi-api. Pukul dua subuh. Jam sakral bagi mi instan, renungan hidup, dan kegalauan eksistensial. Tapi bagi Prabowo, itu jam emas untuk menantang korupsi dan memberi pesan pada dunia, negara ini bahkan tidak tidur demi melawan memberantas tikus gorong-gorong.

Di saat rakyat sedang memeluk bantal dan cicilan, Prabowo datang sekitar pukul 02.00 WIB pada Rabu, 24 Desember 2025. Ia melangkah ke Gedung Jampidsus Kejaksaan Agung seperti tokoh utama film epik yang sengaja muncul di adegan paling tidak masuk akal. Di lobi, uang Rp6,625 triliun ditumpuk setinggi kurang lebih dua meter, pecahan Rp100 ribu semua, dibungkus plastik bening, merah menyala, lebih dramatis daripada dekorasi Lebaran. Itu bukan sekadar uang, itu puisi visual tentang dosa yang akhirnya pulang ke kas negara.

Prabowo lalu berpidato. Bukan pidato basa-basi. Ini pidato orang yang kelihatannya lupa, tubuh manusia butuh istirahat. Ia bicara tentang korupsi sebagai kebocoran darah bangsa. Tentang negara yang bisa kolaps jika kekayaannya terus mengalir keluar. Tentang ancaman kekuatan asing yang ingin mencuri sumber daya alam Indonesia. Dengan nada tanpa kompromi, ia menyatakan siap mati demi rakyat Indonesia.

“Kalau badan manusia tiap hari bocor sekian cc, badan itu kolaps. Negara sama” tegasnya.

“Kalau saya bicara kekuatan asing, saya diketawain, saya tidak peduli. Saya dipilih, saya dilantik oleh rakyat Indonesia, saya akan mati untuk rakyat Indonesia”. Luar biasa pidato beliau.

Data tentu tidak main-main. Dari Rp6,625 triliun itu, sekitar Rp2,34 triliun berasal dari denda administratif kehutanan yang ditagih Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Sementara Rp4,28 triliun lainnya adalah hasil sitaan perkara korupsi yang ditangani Kejaksaan RI. Ini bukan angka khayalan motivator. Ini uang nyata yang membuat kalkulator berkeringat. Uang yang dikembalikan setelah negara bertahun-tahun dicopet dengan sopan.

Malam itu juga dipamerkan prestasi yang bikin target malu sendiri. Dalam 10 bulan, Satgas PKH berhasil menguasai kembali kawasan hutan dan perkebunan seluas 4.081.560,58 hektar, lebih dari 400 persen target awal. Nilai indikasi lahannya lebih dari Rp150 triliun. Dari luas itu, 2.482.220,343 hektar sudah diserahkan, termasuk 1.708.033,583 hektar kebun sawit yang dikelola PT Agrinas Palma Nusantara, 688.427 hektar kawasan konservasi untuk dipulihkan, dan 81.793 hektar Taman Nasional Tesso Nilo yang akan dihijaukan kembali. Bahkan hutan pun akhirnya dapat kesempatan kedua.

Para pejabat lengkap hadir, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan lainnya, berdiri seperti saksi sejarah bahwa negara bisa tegas sambil kurang tidur. Tentu semua ini simbolik, karena uangnya nanti kembali ke rekening negara. Tapi simbol jam dua subuh itu mahal. Pesannya jelas, perang melawan korupsi tidak mengenal jam kantor. Ayah Didit Hediprasetyo ini, dengan segala dramanya, memilih waktu ketika dunia terlelap untuk berkata lantang, negara ini sedang bangun, dan ia di depan, sendirian melawan kantuk, demi Indonesia.

Negara tidak boleh mengantuk ketika rakyatnya dirampok. Ketika seorang presiden rela berdiri di depan gunungan uang sitaan saat tubuh manusia normalnya menyerah pada kantuk, publik diajak memahami bahwa kejujuran, kedaulatan, dan keberanian memang menuntut pengorbanan, bahkan waktu tidur.(*)

 

 

 

  • Penulis: Rosadi Jamani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rote Ndao Menuju Sentra Garam Nasional, PLN Siap Suplai Listrik Andal

    Rote Ndao Menuju Sentra Garam Nasional, PLN Siap Suplai Listrik Andal

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Loading

    Manager PLN UP3 Kupang, Nikolas Denis Adrian, yang mewakili PLN UIW NTT, menyampaikan kesiapan PLN mendukung penuh pembangunan Sentra Industri Garam Nasional (SIGN) di Rote Ndao.   Kupang | PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur menegaskan komitmen penuhnya untuk mendukung kawasan Sentra Industri Garam Nasional (SIGN) di Kabupaten Rote Ndao. Hal […]

  • Inilah Program Unggulan Risma di Kementerian Sosial

    Inilah Program Unggulan Risma di Kementerian Sosial

    • calendar_month Rab, 23 Des 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Menteri Sosial Tri Rismaharini mengutarakan sejumlah program unggulan yang akan dilaksanakannya saat memimpin Kementerian Sosial, yang akan dilakukan dengan melibatkan dari kementerian sampai perguruan tinggi. Hal tersebut disampaikannya usai diperkenalkan Presiden Joko Widodo sebagai calon Menteri Sosial (Mensos), sehari sebelumnya dilantik pada Rabu pagi, 23 Desember 2020. Program pertama yang diusung […]

  • 2019, Merpati Mengudara; Bamsoet: ‘Ciptakan Iklim Penerbangan Positif’

    2019, Merpati Mengudara; Bamsoet: ‘Ciptakan Iklim Penerbangan Positif’

    • calendar_month Rab, 16 Jan 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, gardaindonesia.id | Di tahun 2019, Merpati bisa kembali mengudara guna membantu masyarakat dalam menjangkau wilayah terluar dan terdalam. Khususnya, di kawasan Indonesia Timur yang merupakan basis kekuatan dan keunggulan Merpati; Ketua DPR RI Bambang Soesatyo berharap restrukturisasi perusahaan Merpati Airlines bisa segera diselesaikan. “Dengan jumlah penduduk mencapai 266 juta dan pertumbuhan kelas menengah yang […]

  • Menteri PPPA Dorong Penguatan PUG di Kementerian/Lembaga dan Pemda

    Menteri PPPA Dorong Penguatan PUG di Kementerian/Lembaga dan Pemda

    • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Dalam pembangunan, masih ada kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat (APKM) khususnya terhadap perempuan dan anak. Menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise, kesenjangan terjadi di berbagai bidang pembangunan, salah satunya ekonomi. “Menurut data BPS tahun 2016, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan sebesar 50, 77 persen. Lebih kecil […]

  • Jokowi Ajak Mahasiswa AMN Surabaya Berwirausaha

    Jokowi Ajak Mahasiswa AMN Surabaya Berwirausaha

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Loading

    Surabaya, Garda Indonesia | Presiden Joko Widodo meresmikan Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya di AMN Kota Surabaya, pada Selasa, 29 November 2022. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku senang karena rasa optimisme tampak dari wajah 410 mahasiswa yang terdaftar di AMN Surabaya. Pada AMN, mahasiswa dari seluruh Indonesia dapat saling mengenal dan belajar budaya masing-masing daerah. […]

  • Pada Hari Sakral, Mega Memilih Ganjar

    Pada Hari Sakral, Mega Memilih Ganjar

    • calendar_month Sab, 22 Apr 2023
    • account_circle Penulis
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Loading

    Oleh: Kendhit A. Jlamprong Dari dulu Mbak Megawati Soekarnoputri memang paling jago kalau urusan “hari-hari baik”. Minimal dia sangat peduli terhadap pemilihan hari untuk melakukan hal-hal penting. Buktinya, untuk mengumumkan calon presiden yang diusung partainya, dia memilih Jumat, 21 April 2023. Kita tahu kan kalau 21 April itu selalu diperingati Hari Kartini? Tapi, saya haqqul […]

expand_less