Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Politeknik Negeri Kupang Dukung Usaha Dodol Pisang Legit Sari via Program PPUD

Politeknik Negeri Kupang Dukung Usaha Dodol Pisang Legit Sari via Program PPUD

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
  • visibility 76
  • comment 0 komentar

Loading

Kupang-NTT, Garda Indonesia | Politeknik Negeri Kupang (PNK) dengan dukungan Kemenristek DIKTI melakukan penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan Mitra Kelompok Usaha ‘Dodol Pisang Legit Sari’ yang berlokasi di Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Jenis dukungan yang merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diberikan oleh PNK kepada Usaha Legit Sari dalam bentuk Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD) berbasis agribisnis pengolahan pisang lokal khas NTT yang berpotensi ekspor.

Ketua Tim PPUD Politeknik Negeri Kupang, Christa Elena Blandina Bire,ST,MT., kepada Garda Indonesia saat penyerahan dukungan kepada Usaha Dodol Pisang Legit Sari, Kamis, 26 Juli 2019 pukul 13:30 WITA menyampaikan bahwa metode yang digunakan dalam pelaksanaan PPUD ini berupa metode transfer teknologi dan metode knowledge (pengetahuan).

Pemilik Usaha Dodol Pisang Dolpin, Merry Letik (berbaju krem) dan Ketua Tim PPUD Politeknik Negeri Kupang, Christa Elena Bire, ST, MT (berbaju ungu)

“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin dari Kemenristek DIKTI setiap tahun berupa pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk skim pengembangan produk unggulan daerah. Karena kami melihat potensi pisang hijau yang hanya ada di NTT dan belum diketahui diluar NTT”, ujar Christa Bire.

Lanjutnya, Jenis dukungan yang diberikan yakni alat atau mesin pengaduk adonan dodol pisang di tahun pertama dan bakal ada bantuan pada tahun kedua dan tahun ketiga.

“Kami membantu mitra Legit Sari dalam bentuk teknologi untuk proses mekanisasi pengolahan produk yang dibantu dengan alat pengaduk, penyempurnaan logo atau merek, dan kemasan produk”, beber Christa Bire dan didampingi oleh anggota tim Edwin P.D.Hattu,ST,M.Si., Yohanes Suban Peli,SST,M.Si., Janri Delastriani Manafe,S.Sos,MM., Melly Ully,Amd, dan tim teknisi Lab Tek-Mesin Politeknik Negeri Kupang.

Tim Teknisi Lab Tek-Mesin Politeknik Negeri Kupang berpose bersama saat mencoba mesin pengolah adonan dodol

Selain itu, mengenai target luaran atas solusi yang ditawarkan, Christa Bire menuturkan PNK memberikan dukungan berupa 1 (satu) unit mesin pengaduk dodol; mitra memiliki pembukuan keuangan yang rapi; adanya penambahan pekerja sebanyak 2 (dua) orang; 1 (satu) mesin mekanisasi pengiris dodol; packaging kemasan yang lebih higienis; mitra memiliki aplikasi pemasaran online (e-commerce) dan mitra dapat memiliki stasiun area kerja yang tertata rapi dan ergonomis.

Sementara itu, pemilik dan pengelola Usaha Dodol Legit Sari, Merry Letik menyampaikan bahwa awalnya usaha dengan coba mengolah pisang menjadi dodol sejak tahun 2012—2013

“Saya senang dengan produk lokal seperti pisang dan kacang, awalnya saya mencoba mengolah pisang menjadi dodol yang membutuhkan waktu hingga 3 (tiga) jam dan hasil olahan dodol tersebut bisa bertahan hingga 3 (tiga) bulan tanpa menggunakan bahan pengawet”, jelas isteri dari Ferry Dethan ini menyampaikan proses awal pembentukan usaha dodol pisang bermerek dolpin ini kepada Garda Indonesia.

Varian Dodol Pisang Dolpin terdapat 4 (empat) rasa yakni rasa asli (original); rasa vanila; dodol karamel; dan dodol coklat dengan harga relatif terjangkau dengan kisaran Rp.16.000,- hingga Rp.20.000,- per kemasan.

Pencipta Mesin Pengaduk adonan dodol, Edwin Hattu,ST,M.Si., dan Pemilik Usaha Legit Sari, Merry Letik sedang mengaduk adonan dodol dengan menggunakan mesin pengolah hasil kreasi tim teknisi Politeknik Negeri Kupang

Pemilik Usaha Dodol Pisang bermerek Dolpin ini juga menyampaikan terima kasih kepada Politeknik Negeri Kupang yang telah membantu dalam packaging, lemari, dan label

“Saya berharap pasaran dodol pisang dolpin ini dapat menjangkau pasaran di luar NTT”, terang Merry Letik.

Sedangkan, pencipta mesin pengolah dodol, Edwin Hattu,ST,M.Si.,menyampaikan proses penciptaan mesin olahan adonan dodol dimulai dengan permintaan dari tim PPUD untuk membuat mesin olahan/ mekanisasi yang dapat menggantikan proses mengaduk secara manual dengan mesin.

“Saya harus mendesain alat yang mempunyai keunikan sehingga saat ada komplain tentang paten tidak dapat disamakan”, jelas Edwin Hattu.

Lanjutnya, Kalau di internet telah banyak tersedia mesin sejenis namun tak tahu mana yang telah memiliki paten atau belum.

“Mesin ini sudah cukup menolong dengan daya tampung bahan dasar hingga 30 kg karena menggunakan desain mesin dengan gearbox sehingga tidak memerlukan daya motor yang besar dengan perbandingan 1:60 dan dengan kapasitas 750 watt”, pungkas Edwin.

Penulis dan editor (+rony banase)

  • Penulis: Penulis

Rekomendasi Untuk Anda

  • BPS: “Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) NTT 2017 Turun 6,98 persen“

    BPS: “Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) NTT 2017 Turun 6,98 persen“

    • calendar_month Sen, 3 Sep 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id– Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) merupakan indikator komposit/gabungan yang menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yaitu: Kebebasan Sipil (Civil Liberty), Hak-Hak Politik (Political Rights), dan Lembaga-Lembaga Demokrasi (Institution of Democracy). Adapun metodologi penghitungan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) menggunakan 4 sumber data, yaitu : (1) […]

  • Presiden Jokowi Disambut Natoni & Tari Perang di Tambak Garam Nunkurus

    Presiden Jokowi Disambut Natoni & Tari Perang di Tambak Garam Nunkurus

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Loading

    Kab.Kupang-NTT, Garda Indonesia | Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Rabu, 21 Agustus 2019 untuk melakukan panen perdana garam di Tambak Garam Nunkurus, Kab. Kupang; Pembagian Sertifikat di Kantor Bupati Kupang dan meninjau Pelabuhan Tenau. Tiba di Bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat […]

  • Jadi Tersangka Pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi, KPK Tahan PRK & MUM

    Jadi Tersangka Pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi, KPK Tahan PRK & MUM

    • calendar_month Kam, 21 Jan 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Loading

    Jakarta, Garda Indonesia | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan dan melakukan  penahanan atas dugaan tindak pidana korupsi terkait Pengadaan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) pada Badan Informasi dan Geospasial (BIG) bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) tahun 2015. KPK telah menyelesaikan penyelidikan dengan mengumpulkan informasi dan data hingga terpenuhinya bukti permulaan […]

  • Kisruh Pelayanan di Dispendukcapil, Laurens Ratu Wewo Klarifikasi

    Kisruh Pelayanan di Dispendukcapil, Laurens Ratu Wewo Klarifikasi

    • calendar_month Kam, 4 Okt 2018
    • account_circle Penulis
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, gardaindonesia.id – Kisruh antara Laurens Abiaktho Ratu Wewo dengan oknum Polisi pada tanggal 27 September 2018 di Kantor Dispendukcapil Kota Kupang, menyisihkan beragam perspektif positif dan negatif dari masyarakat. Agar masyarakat paham dan tahu jelas kronologis kejadian yang terjadi diantara kedua belah pihak, berikut klarifikasi dari Saudara Laurens Abiaktho Ratu Wewo kepada gardaindonesia.id, Kamis/4 […]

  • Melihat Sisi Lain Konflik Palestina Israel, Siapa Hamas di Palestina?

    Melihat Sisi Lain Konflik Palestina Israel, Siapa Hamas di Palestina?

    • calendar_month Sab, 15 Mei 2021
    • account_circle Penulis
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Loading

    Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan mempunyai kisah yang unik ketika berkunjung ke Palestina dan Israel, jadi bisa melihat sisi lain dan sudut pandang yang berbeda. Ketika datang langsung ke Palestina atau Israel, tentunya kita akan melihat banyak fakta lain yang kadang di media sosial tidak sama alias agak berbeda. Terutama ketika […]

  • Ini Arahan dan Motivasi Menteri Pertanian bagi Petani TJPS di Desa Manusak

    Ini Arahan dan Motivasi Menteri Pertanian bagi Petani TJPS di Desa Manusak

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | “Yang menarik bagi saya untuk datang ke NTT adalah keinginan kuat masyarakat dan Pak Gubernur yang selalu memilih diksi yang seksi. Pilihan diksinya itu “Mau NTT Tidak Miskin.” Beliau selalu katakan NTT miskin, itu yang harus diubah dan itu membuat saya hadir bukan hanya karena Menteri,” ujar Menteri Pertanian RI, Syahrul […]

expand_less