Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan Pola Hidup » Rumah Doa Abraham Rengkuh Jiwa dan Pulihkan Mental Bunuh Diri

Rumah Doa Abraham Rengkuh Jiwa dan Pulihkan Mental Bunuh Diri

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Ming, 30 Mar 2025
  • visibility 159
  • comment 1 komentar

Loading

Jangan menemukan jawaban sendiri atas segala penderitaan hidup melalui bunuh diri (suicide) karena kehidupan ini adalah anugerah. Tak ayal pelaku bunuh diri bakal mengalami siksaan berat sebelum ajal menjemput dirinya.

 

Kupang | Momentum Paskah tahun 2025 diejawantahkan Rumah Doa Abraham Segala Bangsa Bahasa dengan menghelat seminar kesehatan mental bertajuk, “mengungkap misteri bunuh diri, antara trauma, mental break down dan jejak forensik.” pada Sabtu, 29 Maret 2025.

Menghadirkan 3 (tiga) narasumber yakni dr. Raymond Josafat Major Natanel, Sp.KJ, dr. Edwin Tambunan, Sp.FM. dan Pdt. Jhon Manongga, M.Th. sesi seminar yang dihadiri ratusan warga dari berbagai denominasi ini menguak cara memahami, mencegah, dan merespons bunuh diri dalam generasi modern via perspektif teologi trauma, jiwa, dan forensik.

Dokter Raymond, spesialis kejiwaan menguak depresi yang dialami individu cenderung enggan mencari pengobatan yang sebenarnya krusial untuk mencegah risiko bunuh diri. Tak hanya itu, stigma ini memicu interpretasi keliru dan menyalahkan diri sendiri yang dapat memicu seperti anggapan tak intens berdoa, adanya dosa tertentu sebagai penyebab depresi.

“Individu ini belum paham dirinya 100 persen, namun suka berinteraksi. Dia tak kenal dirinya hingga ada kebimbangan dalam dirinya hingga ikut-ikutan,” jelas dokter Raymond sembari menyerukan agar kita harus mengenal diri sendiri.

Dokter Raymond pun mengimbau agar seseorang yang sementara depresi memerlukan dukungan dan kehadiran individu yang dapat menjadi jembatan penghubung dan pendengar yang baik bagi yang sementara mengalami depresi atau kecemasan hingga berkonsultasi dengan psikiater atau dokter kejiwaan.

Menilik fenomena bunuh diri dari perspektif teologi trauma, Pdt. Jhon Manongga, M.Th. menekankan bahwa bunuh diri adalah fenomena kompleks bukan hanya sekadar soal “dosa” atau “mental illness”. Pada banyak kasus, bunuh diri adalah respons terhadap trauma eksistensial (hilangnya makna, harapan, dan koneksi).

Menurut anak kedua dari Alm. Abraham Manongga (pendiri Radio Lizbeth FM dan Rumah Doa Abraham), teologi trauma menolak jawaban simplistik yakni memahami penderitaan bukan untuk dijustifikasi, namun untuk dihadapi (respons) bersama.

Pose bersama narasumber dan peserta seminar kesehatan mental Rumah Doa Abraham

Pendeta Jhon Manongga pun membeberkan bagaimana mencegah bunuh diri dengan membangun relasi dan komunitas. “Bunuh diri terjadi saat pelaku terputus dari relasinya tak mengenal diri sendiri, temannya, keluarga dan tak mengenal Tuhan. Kondisi bunuh diri sering terjadi dalam isolasi dan keterasingan. Sepatutnya gereja bukan sekadar “penjaga moral” tapi merupakan komunitas pemulihan (ruang pemulihan),” urainya seraya menyerukan menjadikan keluarga gereja kecil.

Dipaparkan Pendeta Jhon Manongga, pelaku bunuh diri ingin ditemani, didengarkan dan ingin berhenti dari rasa sakit, maka kita patut hadir sebagai “jembatan” saat seseorang ingin bunuh diri hingga mendengarkan apa yang hendak dia katakan. Pada kondisi ini diperlukan pemulihan bukan penghapusan trauma, namun transformasi dari dalam luka.

“Harapan dalam teologi trauma bukan sekadar optimisme, tapi simbol keberanian untuk bertahan dan ‘terus berjalan maju’ dengan mengonstruksi makna baru (Yesaya 61:1—3, Allah meletakkan mahkota di atas abu),” ucapnya sembari menandaskan bahwa Kekristenan adalah gaya hidup yang berjalan menyerupai Allah yang meneguhkan iman, pengharapan, dan kasih (Yohanes 21:15—19, Yesus memulihkan Petrus dengan pertanyaan kasih, bukan vonis).

Sementara, dr. Edwin Tambunan, Sp.FM. memaparkan pada awal tahun 2025 terjadi 4 (empat) kasus bunuh diri. Bunuh diri merupakan kematian tidak alami yang mana setiap kematian tidak wajar, maka forensik akan dihadirkan untuk membantu memperjelas sebab kematian (autopsi), cara, dan mekanisme kematian.

Suami dari Corry Manongga (anak bungsu almarhum Abraham Manongga, red) ini mengungkapkan bahwa belum ada kasus bunuh diri atau suicide pada Maret 2025. Ia pun menyerukan agar setiap kita perlu mempersiapkan kematian masing-masing dengan cara positif.

“Bunuh diri jangan dijadikan pilihan ataupun jangan terbersit dalam pikiran karena pelaku bunuh diri akan sangat menderita sebelum tindakannya sukses atau kematian tercapai,” tekan dokter forensik di RS Prof W Z Johannes Kupang yang telah menghadapi sekitar lima ratus kematian, ratusan jam autopsi dan pemeriksaan jenazah.

Penulis (+roni banase)

 

  • Penulis: Penulis

Komentar (1)

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Bamsoet Hargai Alasan Undur Diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi

      Bamsoet Hargai Alasan Undur Diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi

      • calendar_month Sen, 21 Jan 2019
      • account_circle Penulis
      • visibility 84
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, gardaindonesia.id | Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menghargai keputusan pengunduran diri Ketum PSSI Edy Rahmayadi. “Patut kita hargai. Secara gentle Edy mengakui mundur sebagai Ketum PSSI karena gagal menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan PSSI”, jelas Bamsoet. “Sangat jarang pimpinan yang mau mengakui kegagalan dan mundur dari jabatan yang diembannya”, tutur Bamsoet. Menurut Bamsoet […]

    • Setpres Helat Latihan Penaikan Bendera Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI

      Setpres Helat Latihan Penaikan Bendera Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI

      • calendar_month Sen, 13 Jul 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 90
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Sekretariat Presiden (Setpres) bersama dengan Komando Garnisun Tetap I/Jakarta melaksanakan latihan pengibaran bendera upacara Hari Ulang Tahun ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, pada Minggu, 12 Juli 2020. Latihan tersebut dihelat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. “Pagi ini, kami Sekretariat Presiden dengan Gartap mengadakan latihan penaikan […]

    • Sinkronisasi Sistem Kelistrikan, Tim GM PLN NTT Menapak Pulau Sejuta Lontar

      Sinkronisasi Sistem Kelistrikan, Tim GM PLN NTT Menapak Pulau Sejuta Lontar

      • calendar_month Kam, 23 Sep 2021
      • account_circle Penulis
      • visibility 104
      • 0Komentar

      Loading

      Sabu Raijua, Garda Indonesia | General Manager PLN UIW NTT, Agustinus Jatmiko beserta 10 (sepuluh) tim andal di antaranya Heru Purwoko, Senior Manajer Niaga; Ardhi Tartahadi, Senior Manajer TND; Paul Kiring, Senior Manajer KIT; Daniel Karmel Fernando Tampubolon, Senior Manajer REN; Yulius Petrus Rihi, MSB Umum; Yuniarto Hadi Prayitno, MSB DIST; Aris Kurniawan, MUPK Timor; […]

    • Ini Pedoman Pengurusan Jenazah Covid-19 Menurut Fatwa MUI

      Ini Pedoman Pengurusan Jenazah Covid-19 Menurut Fatwa MUI

      • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 77
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengatur tentang pedoman pengurusan jenazah yang sebelumnya terinfeksi virus SARS-CoV-2 atau corona melalui Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020. Fatwa tersebut dibuat sebagai bentuk komitmen keagamaan dan ikhtiar dalam menangani, merawat sekaligus menanggulangi Covid-19. Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Dr. H.M Asrorun Ni’am mengatakan bahwa dalam menjalankan […]

    • Pusat Olahraga Dibuka Lagi, Tetap Berolahraga Saat Pandemi Covid-19

      Pusat Olahraga Dibuka Lagi, Tetap Berolahraga Saat Pandemi Covid-19

      • calendar_month Ming, 21 Jun 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 87
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Olahraga merupakan aktivitas yang bermanfaat untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Aktivitas ini dapat juga menjadi hiburan bagi yang melakukannya. Namun, di masa pandemi ini masyarakat yang biasanya berolahraga bersama dapat menjalaninya secara terbatas. Tetap berolahraga di rumah adalah cara terbaik untuk sehat dan tidak terpapar Covid-19. Masyarakat yang ingin berolahraga […]

    • Film Gundala Kembali Hadir Hanya di Aplikasi Vidio

      Film Gundala Kembali Hadir Hanya di Aplikasi Vidio

      • calendar_month Sab, 18 Jan 2020
      • account_circle Penulis
      • visibility 80
      • 0Komentar

      Loading

      Jakarta, Garda Indonesia | Setelah sukses mengguncang bioskop Indonesia pada tahun 2019 dengan meraih total 1,6 juta penonton dan menjadi film terlaris ke-6, film ‘Gundala’ akan tayang kembali untuk menghibur masyarakat Indonesia eksklusif hanya di Vidio. Vidio sebagai aplikasi streaming yang berkomitmen untuk memberikan tayangan terbaik akan memanjakan kembali para pecinta film tanah air dengan […]

    expand_less