Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita Kota » Sampah Jadi Isu Kampanye Calon Wali Kota Kupang 2024—2029

Sampah Jadi Isu Kampanye Calon Wali Kota Kupang 2024—2029

  • account_circle Penulis
  • calendar_month Sel, 17 Sep 2024
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Loading

Kota Kupang | Penjabat (Pj) Wali Kota Kupang, Linus Lusi menyampaikan bahwa persoalan sampah merupakan isu yang seharusnya menjadi perhatian utama dalam konstelasi pilkada serentak 2024.

Penekanan Pj Wali Kota Kupang itu disampaikan pada sela-sela forum diskusi politik bertajuk “Wujudkan Pilkada Serentak 2024 yang berkualitas dan bermartabat” yang dihelat oleh Dinas Kesbangpol Kota Kupang pada Kamis, 12 September 2024 di aula rumah jabatan Wali Kota Kupang.

Linus Lusi kepada media ini memastikan bahwa isu sampah harus menjadi isu bersama semua pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Kupang periode 2024—2029.

Dan ditambahkan Kadis Kesbangpol Kota Kupang, Noce Nus Loa, isu sampah telah tertera dalam RPJMD Teknokratik yang diserahkan Pemkot Kupang ke KPU Kota Kupang.

“Kita berharap semua paslon menjadi RPJMD Teknokratik menjadi pedoman dan dijadikan visi misi menata kota Kupang menjadi lebih baik,” tandas Noce Nus Loa.

Pada kesempatan lain, kembali, Pj. Wali Kota Kupang, Linus Lusi meminta agar persoalan kebersihan kota dan pengelolaan sampah menjadi perhatian serius bagi para kandidat wali kota dan wakil wali kota Kupang.

Permintaan tersebut disampaikan dalam misa syukur pelantikannya pada Jumat, 13 September 2024 di rumah jabatan wali kota. Misa syukur dipimpin Pastor Paroki Sta. Maria Assumpta, RD. Rudolf Tjung Lake.

Turut hadir para kandidat wali kota dan wakil wali kota Kupang periode 2024-2029, termasuk George Hadjoh dan pasangannya Theodora Ewalde Taek, Aloysius Sukardan dan Christian Widodo.

Linus Lusi menitipkan pesan penting kepada para kandidat terkait tata kelola kota yang bersih dan bebas dari sampah. Hal ini sejalan dengan pesan dari Presiden Jokowi tentang pentingnya kebersihan kota karena Kota Kupang menjadi barometer bagi daerah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).(*)

Penulis (+roni banase)

  • Penulis: Penulis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Kemitraan Wilayah Wujudkan Agroeduwisata di Kab Kupang

    Program Kemitraan Wilayah Wujudkan Agroeduwisata di Kab Kupang

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2019
    • account_circle Penulis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang-NTT, Garda Indonesia | Program Kemitraan Wilayah (PKW) merupakan Program Multi Years yang melibatkan 2 (dua) Perguruan Tinggi yaitu Undana, Politeknik Pertanian Kupang dan Pemda Kab. Kupang. Program ini direncanakan berlangsung selama 3 (tiga) tahun dimulai tahun 2018—2020 di 2 (dua) kelompok tani yaitu Kelompok Tani Kaifo Ingu di Desa Babau dan Anamak di Desa […]

  • Uang Orang Miskin Indonesia Terkuras Beli Beras dan Rokok

    Uang Orang Miskin Indonesia Terkuras Beli Beras dan Rokok

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Penulis
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Loading

    Pada laporan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) per Maret 2025, beras menyedot 21,06 persen dari total pengeluaran masyarakat miskin di kota dan 24,91 persen di desa.   Jakarta | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa mayoritas pengeluaran masyarakat miskin di Indonesia masih didominasi oleh pembelian beras dan rokok. Dua komoditas ini menjadi penyumbang utama dalam […]

  • Peduli Pasien Aldo Lusi, Bank NTT Buka Rekening Sumbangan

    Peduli Pasien Aldo Lusi, Bank NTT Buka Rekening Sumbangan

    • calendar_month Sel, 10 Mei 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Loading

    Kupang, Garda Indonesia | Bank NTT kembali membuka rekening donasi kemanusiaan untuk membantu meringankan beban biaya atas perawatan seorang remaja bernama Leontius Ronaldo Lusi, asal Bobou, RT 005/RW 001 Kelurahan Faobata Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Sebelumnya, bank kebanggaan masyarakat NTT ini sudah berulang kali membuka rekening donasi atas berbagai peristiwa kemanusiaan maupun bencana alam untuk […]

  • ‘Hotel Grand Bali Beach’ Terbakar, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

    ‘Hotel Grand Bali Beach’ Terbakar, Penyebab Kebakaran Belum Diketahui

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2020
    • account_circle Penulis
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Loading

    Denpasar, Garda Indonesia | Hotel Inna Grand Bali Beach (GBB), yang berlokasi di Sanur Kaja, Denpasar Selatan mengalami kebakaran pada Minggu, 1 Maret 2020, sekitar pukul 18.00 WITA, dan dilihat pertama kali oleh petugas jaga lobi bernama I Wayan Sukadana. I Wayan Sukadana yang melihat adanya kepulan asap di lantai 10 (sepuluh) Hotel GBB, kemudian […]

  • Ditopang BI NTT, Padu Padan Tenun Melenggak di IN2MF 2024

    Ditopang BI NTT, Padu Padan Tenun Melenggak di IN2MF 2024

    • calendar_month Jum, 1 Nov 2024
    • account_circle Penulis
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Loading

    Padu Padan Tenun bangga memoles warisan budaya Indonesia dalam sentuhan modern. Lihat dan sapa Padu Padan Tenun di Booth Jakarta Convention Center (JCC) B72. Yuk, rayakan kekayaan budaya dan jadikan momen ini tak terlupakan!   Jakarta | Erwin Yuan, Fashionpreneur dan pemilik Padu Padan Tenun, menjadi salah satu UMKM dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Prov. […]

  • Usai Bermitra Bank NTT, Perempuan di TTU Sarjanakan Anak

    Usai Bermitra Bank NTT, Perempuan di TTU Sarjanakan Anak

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • account_circle Penulis
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Loading

    Mama Yuliana Babu, usianya sudah mendekati senja. Kerutan di wajahnya seolah mengisahkan perjuangannya menghidupi keluarga kecilnya. Gerakannya gesit, dan sangat komunikatif saat diajak berdiskusi. Dia punya kisah sukses dan berdomisili di Desa Lemun, Kecamatan Miomafo Barat Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU). Tanpa sungkan dia mengisahkan perjuangannya membina usahanya dari skala kecil, hingga kini. “Saya mulai […]

expand_less